Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

35 Tenaga Dosen FK Unud Bersiap Jadi Instruktur Keterampilan Klinis

BALIILU Tayang

:

fk unud
PELATIHAN: Para narasumber saat pelatihan bertempat di ruang pertemuan NA Bagiada, Gedung Cakra Vidya Usadha, Denpasar Kamis (14/9/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Unit Skill Lab Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Keterampilan Klinis dengan tujuan mempersiapkan dosen-dosen untuk menjadi instruktur keterampilan klinis di FK Unud. Pelatihan ini bertempat di ruang pertemuan NA Bagiada, Gedung Cakra Vidya Usadha, Denpasar Kamis (14/9/2023).

Diikuti oleh 35 orang tenaga dosen, pelatihan ini menghadirkan 5 orang narasumber, yaitu : dr. IGA Sri Darmayani, M.Pd.Ked., membawakan materi tentang “Peran Instruktur Keterampilan Klinis” ; Dr. dr. IBG Fajar Manuaba, Sp. OG., MARS., materi “Pemasangan KB IUD dan Implant”; Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.S(K)., materi “Pemeriksaan Fisik Neurologi”; dr. Made Ferryawan Meregawa, Sp.OT., materi “Pemeriksaan Musculoskeletal”; dr. NGAA Manik Yuniawaty Wetan, Sp.B(K) Onk., materi “Sirkumsisi”.

Dihadiri oleh Koordinator Unit Skill Lab, Dr. dr. I Gusti Ayu Artini, M.Sc., acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. I Made Sudarmaja, M. Kes., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan instruktur keterampilan klinis merupakan salah satu syarat untuk menjadi fasilitator Basic Clinical Skill (BCS) dan nantinya para instruktur ini bisa memberikan pengetahuan, keterampilan, dan mengajarkan sikap yang benar untuk menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3597-35-Tenaga-Dosen-FK-Unud-Bersiap-Menjadi-Instruktur-Keterampilan-Klinis.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jadi Wakil FTP, Bagus Rama dan Jegeg Tara Siap Berlaga di Ajang Jegeg Bagus Udayana
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1A, Dapatkan Potongan Biaya DPP dan Beasiswa Kuliah 

Published

on

By

ITB STIKOM Bali
Iklan penerimaan mahasiswa baru ITB STIKOM Bali Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Hms ITB STIKOM Bali)

Denpasar, baliilu.com –  Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, ITB STIKOM Bali membuka penerimaan mahasiswa baru Gelombang 1A. Pada periode 28 Desember 2025 sampai dengan 31 Januari 2026 ini, mahasiswa mendapatkan potongan biaya DPP dan beasiswa kuliah.  Untuk registrasi bisa klik laman siap.stikom-bali.ac.id (*/gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Unud Hadiri Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah TA 2023 Provinsi Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Karawang

Published

on

By

presiden prabowo ke Kertamukti
PENINJAUAN: Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Karawang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.

Salah satu inovasi hilirisasi yang dipamerkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

Ia menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dunia.

Muhammad Makky juga menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Perdalam Pengetahuan, Mahasiswa Prodi Kimia Unud Kunjungi Lab Forensik Polda Bali

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Temuan Kasus Super Flu di Indonesia, Perkuat Anggaran dan Protokol Kesehatan

Published

on

By

super flu
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah merespons temuan kasus “super flu” di Indonesia secara terukur dan berbasis sistem. Hal ini, tegasnya, tentu tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Super flu yang ramai diberitakan merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, sebagai sebuah varian baru influenza yang lebih mudah menular dan saat ini telah menyebar di berbagai negara. Peningkatan kasus dipengaruhi oleh ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan, serta rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Super flu ini disebut memiliki penularan yang berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.

Menurut Edy, istilah super flu telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, namun pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.

“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu melalui rilis yang diterima media, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Edy menekankan bahwa isu super flu tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan medis, melainkan juga berkaitan erat dengan kesiapan anggaran kesehatan. Dia menilai anggaran harus lebih diarahkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya respons ketika kasus sudah meningkat.

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Selain itu, Legiselator Dapil Jawa Tengah III itu meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami publik dalam menghadapi peningkatan kasus influenza. Protokol tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki panduan yang seragam.

Baca Juga  Perdalam Pengetahuan, Mahasiswa Prodi Kimia Unud Kunjungi Lab Forensik Polda Bali

“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” katanya.

Di sisi lain, Edy mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Pengalaman pandemi Covid-19, menurut Edy, menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh justru dapat memicu kepanikan dan disinformasi.

“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tutur Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Di sisi lain, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta publik mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca