Bangli, baliilu.com– Sebagai perpanjangan tangan TP PKK Pusat untuk menghapuskan angka stunting di tingkat nasional, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster secara berkelanjutan dan berkesinambungan secara rutin melaksanakan aksi sosial sebagai upaya untuk mengurangi angka stunting di Bali.
Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga mengingatkan akan peran penting dari kader PKK dalam upaya kita bersama menurunkan angka stunting. Dimana kasus stunting dapat kita cegah dengan peningkatan gizi tidak hanya bagi 1.000 hari pertama kelahiran anak tetapi kasus stunting kita cegah dari para remaja yang akan menjadi calon ibu di masa depan. Jangan sampai para remaja kita menderita anemia akut ataupun kekurangan energi kronis. Dengan mengawal tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama pertumbuhannya, maka seorang ibu dalam keluarga sudah berperan dalam pengentasan angka stunting dan terciptanya generasi yang kuat sehat dan cerdas yang nantinya akan membawa bangsa kita menjadi bangsa yang kuat juga.
“Bangsa yang berkualitas akan diciptakan oleh generasi yang cerdas, kuat dan sehat. Oleh sebab itu mari kita kawal tumbuh kembang anak-anak kita mulai dari dalam kandungan, batita, balita hingga usia remaja. Akan lebih baik jika kita sebagai orangtua juga membuka diri untuk terus belajar dan menambah pengetahuan tentang upaya dan tata cara kita melahirkan generasi cerdas, sehat, berkualitas dan mampu berdaya saing melalui pendidikan, yang kemudian kita ketok tularkan terhadap putra-putri kita, khususnya remaja perempuan untuk tahu bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh baik itu fisik dan mental, agar tidak terlalu tergiur melakukan diet ketat, menjaga pola makan dan rajin mengkonsumsi vitamin, tidak begadang dan membatasi penggunaan gadget,” ujar Ny. Putri Koster saat TP PKK Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” di dua kecamatan di Kabupaten Bangli pada Kamis, 24 November 2022. Aksi sosial ini menyerahkan 2 ton beras kepada 100 warga.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama warga saat menyerahkan bantuan aksi sosial “Menyapa dan Berbagi”, di Kabupaten Bangli, Kamis (24/11). (Foto: ist)
Dalam aksi sosial di Bangli, Ny. Putri Koster didampingi Kepala PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Tim dari Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali.
Lebih lanjut Ny. Putri Koster, mengungkapkan, kebersihan adalah sumber dari kesehatan. Untuk itu jangan kita lengah terhadap penggunaan sampah plastik yang secara tidak sadar akan menyebabkan lingkungan semakin tercemar, lantaran plastik adalah sampah yang tidak mudah dienyahkan namun membahayakan kehidupan secara perlahan.
“Oleh sebab itu mari kita semua tumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan, menjaga perkembangan dan keselamatan anak cucu kita nantinya dengan cara mengurangi penggunaan plastik. Kita olah sampah sejak dini, mulai dari mengolah sampah yang kita hasilkan dari tingkat rumah tangga, banjar dan desa. Sehingga secara langsung kita mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yakni salah satu program pemerintah mewujudkan pembangunan Bali yang bersih dan sehat yakni menciptakan ‘Desa Saya Bersih tanpa Mengotori Desa Lain’,‘‘ ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster menyampaikan 100 warga yang mendapat bantuan adalah 50 orang berasal dari Desa Abang Batudinding Kecamatan Kintamani dan bantuan diserahkan di balai banjar serbaguna Desa Suter. Sedangkan 50 orang lagi berasal dari Desa Sulahan Kecamatan Susut, dan bantuan diserahkan di Balai Banjar Lumbuan, Kecamatan Susut-Bangli. Mereka yang mendapat bantuan adalah 10 lansia, 10 ibu hamil dan Kekurangan Energi Kronis, 10 balita kurang gizi, 10 anak-anak difabel dan 10 kader PKK dari masing-masing kecamatan.
Bantuan berupa 20 kg beras, 1 krat telur, 8 kotak susu dan PMT bagi balita gizi buruk dan 2 kotak susu bagi lansia dan ibu hamil serta KEK diberikan kepada warga yang sesuai catatan kader PKK Desa berhak menerima bantuan.
Selain itu, Ny. Putri Koster juga menyerahkan 100 bibit pohon cempaka, pohon durian dan pohon alpukat masing-masing di dua kecamatan. Tidak lupa, Ny. Putri Koster juga berpesan agar warga Bangli memiliki dua pohon pucuk bang di masing-masing rumah tangga, karena bunga pucuk bang adalah maskot Kabupaten Bangli.
Aksi sosial juga dilengkapi penyerahan majalah HATINYA PKK kepada Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Nampak juga hadir Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Ny. Putri Koster yang peduli dan turun langsung di tengah masyarakat. (gs/bi)
SERAHKAN DANA ACI: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan dana aci saat menghadiri pelaksanaan Karya Pedudusan Alit di Pemerajan Arya Jelantik, Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Selasa (7/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Istri Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Pedudusan Alit, Mamungkah Medasar Caru Gempong Asu di Pemerajan Arya Jelantik, Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal pada anggara kasih medangsia, Selasa (7/7/2026).
Turut hadir Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa, tokoh masyarakat serta seluruh krama pengempon yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan upacara.
Sebagai wujud perhatian dan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian nilai budaya dan tradisi leluhur, Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana aci sebesar Rp.75 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya.
Dalam sembrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya kepada seluruh krama yang telah bekerjasama dan bersatu padu mewujudkan terselenggaranya karya sakral ini. Upacara seperti ini bukan sekadar kewajiban adat, melainkan sarana memohon keseimbangan alam, keselamatan bersama, serta memperkuat ikatan persaudaraan dan gotong-royong.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Pemkab Badung senantiasa berkomitmen mendukung setiap upaya pelestarian warisan budaya. “Bantuan yang diserahkan ini adalah bentuk dukungan agar pelaksanaan karya berjalan lancar, khidmat dan sesuai dengan tata cara yang berlaku. Semoga melalui pelaksanaan upacara ini, kita semua mendapatkan berkah, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kemajuan dan kesejahteraan yang melimpah bagi Desa Bongkasa,” tambahnya.
Sementara itu, Manggala Karya I Wayan Neka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran, perhatian dan bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Bupati beserta jajaran. Dukungan ini sangat berarti dan sangat membantu kelancaran rangkaian upacara. Semoga kebaikan dan perhatian ini dibalas dengan berkah yang berlipat ganda dari Hyang Maha Kuasa, serta membawa kemajuan yang terus berkesinambungan bagi Kabupaten Badung,” ungkapnya. (gs/bi)
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama jajaran pengurus menghadiri Pasar Rakyat Provinsi Bali Tahun 2026 Ke‑5 di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Bangli, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP.) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama jajaran pengurus menghadiri Pasar Rakyat Provinsi Bali Tahun 2026 yang ke‑5, mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi”. Kegiatan ini berlangsung di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster dan Sekretaris I TP PKK Bali Nyonya Seniasih Giri Prasta serta Ketua TP PKK dari seluruh kabupaten dan kota se‑Provinsi Bali, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, serta Kepala OPD terkait dari lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.
Dalam rangka mewujudkan semangat tema acara “Berbelanja dan Berbagi”, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 10 paket tas belanjaan kepada 10 orang penerima yang membutuhkan. Penyerahan ini menjadi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, serta komitmen TP PKK Badung dalam menjembatani kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang untuk memajukan perdagangan produk unggulan daerah, tetapi juga wadah menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Melalui semangat ‘Berbelanja dan Berbagi’, kita turut menggerakkan roda perekonomian rakyat sekaligus berbagi kebaikan kepada sesama yang membutuhkan. TP PKK Badung senantiasa mendukung setiap program yang mempersatukan kita dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pasar Rakyat Provinsi Bali yang digelar setiap tahun ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan hasil kerajinan, makanan khas, serta produk unggulan dari setiap daerah di Bali. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jaringan kerja sama antar-TP PKK tingkat kabupaten/kota dan provinsi dalam melaksanakan program pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan sosial.
Harapannya, penyelenggaraan yang ke‑5 ini dapat terus berjalan semakin baik, memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kecil, serta memperluas jangkauan kebaikan dan bantuan bagi warga yang membutuhkan di seluruh wilayah Bali. (gs/bi)
HADIRI GROUNDBREAKING: Bupati Adi Arnawa menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Denpasar Raya di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7/2026). Proyek kolaborasi lintas sektor ini ditargetkan rampung dalam 15 bulan dan mulai beroperasi pada akhir 2027 sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis energi.
Fasilitas ini dirancang untuk mengolah minimal 1.200 ton sampah per hari dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung melalui teknologi Waste-To-Energy. Kehadiran PSEL diharapkan mampu memangkas timbunan sampah, menekan emisi gas rumah kaca, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan pariwisata Bali.
Bupati menegaskan pembangunan PSEL menjadi akselerasi penting untuk mengatasi lonjakan volume sampah di wilayah Sarbagita.
“Astungkara, groundbreaking PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” katanya.
Menurut Bupati, PSEL akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga berharap fase konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan secara luas.
“Persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini, Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam merealisasikan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata,” ucap Adi Arnawa.
Prosesi groundbreaking tersebut turut dilakukan bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat, Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut PSEL sebagai momentum transformasi nyata untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan proyek ini bagian dari strategi nasional memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.
Menutup rangkaian, Menteri Investasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat target konstruksi agar fasilitas ini siap beroperasi komersial tepat waktu di akhir tahun 2027. (gs/bi)