Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Kualitas Penulisan Hibah, FTP Unud Gelar Workshop Penulisan Proposal Hibah Penelitian Internasional

BALIILU Tayang

:

ftp unud
Foto bersama usai mengikuti workshop FTP Unud tentang Penulisan Proposal Hibah Penelitian Internasional, pada Minggu, 4 Desember 2022 di Mercure Hotel, Sanur-Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Teknologi Pertanian Unud, pada Minggu, 4 Desember 2022 menggelar kegiatan Workshop Penulisan Proposal Hibah Penelitian Internasional di Mercure Hotel, Sanur-Denpasar yang diikuti oleh seluruh staff Dosen dan Pegawai di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Ir. I Made Anom Sutrisna Wijaya, M.App.Sc., Ph.D., serta dihadiri oleh para Wakil Dekan, seluruh Koordinator Program Studi di Lingkungan FTP Unud beserta seluruh Koordinator Unit yang ada di Lingkungan FTP Unud.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., yang merupakan Dosen Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada yang dipandu dan dimoderatori oleh Dr. Ir. I Dewa Gde Mayun Permana, M.S. yang merupakan staff dosen Program Studi Teknologi Pangan serta Dr. Wayan Nata Septiadi, S.T., M.T. yang merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Udayana yang dipandu dan dimoderatori oleh Ida Ayu Gede Bintang Madrini, S.TP., M.Agr., Ph.D. yang merupakan staff dosen Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Ir. I Made Anom Sutrisna Wijaya, M.App.Sc., Ph.D. berharap melalui kegiatan ini kualitas penulisan hibah yang dimiliki oleh FTP Unud akan semakin baik. Selain itu ia juga berharap semoga dari kegiatan ini dapat menghasilkan hibah-hibah internasional yang nantinya dapat menunjang Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Fakultas Teknologi Pertanian sehingga FTP Unud dapat lebih baik kedepannya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2320-Tingkatkan-Kualitas-Penulisan-Hibah-FTP-Unud-Gelar-Workshop-Penulisan-Proposal-Hibah-Penelitian-Internasional.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Keren! FTP Unud Berkesempatan Handle Tamu G20

NEWS

PLN Dukung Elektrifikasi Operasional PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa

Published

on

By

Tim PLN UP3 Bali Selatan memeriksa kWh meter saat penyalaan listrik PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa
PEMERIKSAAN: Tim PLN UP3 Bali Selatan melakukan pemeriksaan sisi APP (kWh meter) sebagai bagian dari proses penyalaan tenaga listrik pelanggan tegangan menengah PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Benoa. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan mendukung kebutuhan energi listrik PT Pelindo Multi Terminal melalui layanan Pasang Baru (PB) dengan daya 1.110 kVA di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Penyambungan tersebut mendukung kesiapan operasional terminal yang membutuhkan pasokan listrik untuk berbagai fasilitas dan peralatan kepelabuhanan.

PT Pelindo Multi Terminal merupakan bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menjalankan aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Kegiatan operasionalnya mencakup jasa kapal dan pemanduan, bongkar muat kargo dan peti kemas, hingga pelayanan terminal penumpang.

Kebutuhan listrik pelanggan tidak hanya ditujukan untuk penerangan fasilitas, tetapi juga menopang berbagai perangkat yang digunakan dalam aktivitas terminal. Pemanfaatannya antara lain mencakup container crane, high mast light, shore-to-ship power connection, sistem pendingin, serta fasilitas keamanan terminal.

Manager PLN UP3 Bali Selatan Alexander J. Manuhuwa mengatakan, kebutuhan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang aktivitas di kawasan Pelabuhan Benoa yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.

“Melalui penyediaan tenaga listrik ini, PLN mendukung kebutuhan PT Pelindo Multi Terminal untuk mengoperasikan berbagai fasilitas dan peralatan di area pelabuhan. Kami memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat dilayani sesuai permintaan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, PLN terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik pelanggan. Hal ini dilakukan agar pelanggan dapat segera memanfaatkan listrik untuk mendukung kegiatan yang dijalankan.

“Bagi PLN, yang terpenting adalah memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik sesuai kebutuhannya. Kami akan terus menjaga kualitas pelayanan dan koordinasi dengan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan mereka,” katanya.

Baca Juga  FTP Unud Inovasikan Tanaman sebagai Pewarna Alami di Desa Tunjuk

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Herfianto Bayu menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik di Pelabuhan Benoa. Menurutnya, tersedianya pasokan listrik menjadi salah satu elemen yang diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas dan kegiatan operasional terminal.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan dalam proses Pasang Baru ini. Kebutuhan listrik merupakan bagian penting dari kesiapan operasional kami, terutama untuk mendukung fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan kepelabuhanan. Kami berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus berjalan dengan baik seiring dengan kebutuhan operasional dan pengembangan layanan di Pelabuhan Benoa,” ujar Herfianto.

Pelabuhan Benoa memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas logistik, penumpang, dan pariwisata maritim. Dalam pengembangannya, kawasan tersebut juga memiliki arah menuju Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), penerapan konsep Green Port dan elektrifikasi pelabuhan, serta pengembangan Smart Port dan peningkatan layanan operasional.

Arah tersebut membuka ruang bagi pemanfaatan energi listrik yang semakin luas di lingkungan kepelabuhanan. Elektrifikasi peralatan dan fasilitas, termasuk pemanfaatan shore-to-ship power connection, menjadi salah satu bentuk penggunaan energi listrik yang dapat mendukung transformasi operasional pelabuhan.

Bagi PLN, kebutuhan tersebut menjadi bagian dari ruang kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang selaras dengan perkembangan kebutuhan energi. Pendekatan ini sejalan dengan peran PLN dalam mendukung aktivitas ekonomi melalui penyediaan tenaga listrik sekaligus membuka peluang pengembangan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan.

PLN UP3 Bali Selatan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan terus memperkuat kesiapan dalam melayani kebutuhan kelistrikan pelanggan, termasuk pelanggan sektor kepelabuhanan. Melalui penyediaan tenaga listrik yang sesuai kebutuhan, PLN turut mendukung keberlangsungan operasional Pelabuhan Benoa sekaligus perkembangan ekosistem kepelabuhanan yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan keberlanjutan. (eka/bi)

Baca Juga  Vida Indriani, Sukses Raih Gelar Magister dengan Mengaplikasikan Isolat Protein Biji Kecipir pada Bakso Ayam

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Ranperda Perlindungan Seni dan Budaya

Published

on

By

Rapat kerja Pansus DPRD Badung bahas Raperda Pelestarian Seni dan Budaya di ruang Gosana Madya
RAKER: Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung, menggelar rapat kerja dengan agenda penyerapan aspirasi terkait penyusunan Raperda tentang Pelestarian Seni dan Budaya, pada Kamis (20/8) di ruang Gosana Madya lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Badung, menggelar rapat kerja dengan agenda penyerapan aspirasi terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Seni dan Budaya, pada Kamis (20/8) di ruang Gosana Madya lantai III Kantor DPRD Badung. Raperda Inisiatif Dewan ini disusun sebagai upaya untuk memberikan perlindungan terhadap pengembangan seni dan budaya.

Rapat serap aspirasi dipimpin Ketua Pansus, I Nyoman Graha Wicaksana didampingi para anggota pansus seperti Made Retha, Made Suwardana dan Nyoman Sudana.

Ketua Pansus, I Nyoman Graha Wicaksana mengatakan, penyusunan Raperda ini bertujuan untuk memberikan perlindungan, pemanfaatan, pembinaan dan pengembangan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Badung.

“Jadi pada serap aspirasi ini kita mendatangkan banyak perwakilan dari sanggar, seniman, perwakilan dari pelaku pariwisata, desa wisata dan lain sebagainya. Berbagai persoalan yang mereka hadapi akan menjadi pembahasan dalam penyusunan raperda ini,” ujar Graha Wicaksana, kepada awak media usai rapat.

Graha Wicaksana lanjut menyebutkan, salah satu persoalan yang terungkap pada penyerapan aspirasi tersebut yakni tarif pementasan seni di hotel yang dinilai masih dibayar di bawah standar. Selain itu, para seniman juga mengeluhkan keterbatasan dukungan biaya ketika mendapat undangan tampil di luar daerah.

Ia pun menilai, pemerintah daerah harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pembinaan kepada para pelaku seni. Untuk itu, Raperda yang ditarget rampung dalam dua bulan ini juga mengatur pembentukan Majelis Kebudayaan sebagai wadah yang berperan dalam pengembangan, pembinaan, perlindungan, dan pelestarian seni budaya di Badung.

“Majelis Kebudayaan nantinya akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya, sekaligus menjadi ruang untuk menampung dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku seni,” ucapnya.

Baca Juga  Prodi Ilmu Komunikasi Unud Gelar Workshop Merancang Strategi CSR yang Kreatif dan Efektif

Keberadaan majelis ini nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, seniman, dan pelaku seni. Sehingga, kendala-kendala yang selama ini dihadapi para seniman bisa diselesaikan melalui majelis kebudayaan.

“Secara langsung kita juga akan memberikan sosialisasi bagaimana agar seni ini tidak terlalu mudah dikomersialisasikan. Jadi tetap pada batasan-batasan nantinya seperti yang menjadi keluhan selama ini. Kami berharap melalui keterlibatan para seniman dalam penyusunan raperda ini akan terbangun sinergi yang kuat antara seluruh pihak, sehingga seni dan budaya Badung dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Diperpa Badung Segera Tanam Cabai di Lahan 42 Hektare, Target Produksi 420 Ton

Published

on

By

Kepala Diperpa Badung Raka Sukadana meninjau tanaman cabai yang mulai berproduksi
Kepala Diperpa Badung A.A. Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si. saat meninjau tanaman cabai yang mulai berproduksi. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung segera melakukan penanaman cabai di lahan seluas 42 hektare. Program ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang, dengan target produksi mencapai 420 ton.

Pengembangan cabai tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan cabai saat musim hujan. Penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus dan dilanjutkan hingga Desember 2026.

Kepala Diperpa Badung A.A. Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si., mengatakan setiap hektare lahan ditargetkan menghasilkan sekitar 10 ton cabai. “Total target produksi 10 ton per hektare dikali 42 hektare, jadi ditargetkan produksi 420 ton,” kata Raka, Rabu (19/8/2026).

Untuk Kecamatan Mengwi, lahan pengembangan cabai tersebar di Kelompok Manik Pertiwi seluas 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sorangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.

Di Kecamatan Abiansemal, pengembangan dilakukan di Subak Blahkiuh seluas 2 hektare, Citra 2 hektare, Tanah Putih 2 hektare, dan Umasangiang 2 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Petang, lokasi penanaman berada di Subak Wana Sari seluas 5 hektare, Semanik Sari 5 hektare, Sedana Winangun 5 hektare, dan Munduk Samuan 1 hektare.

Salah satu lokasi yang segera melakukan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Mengwi, dengan luas lahan 4 hektare.

Raka mengatakan sarana produksi untuk kegiatan tersebut telah didistribusikan sejak akhir Juli. Saat ini proses pembibitan masih berlangsung dan membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari. Sementara itu, pengolahan lahan, pemasangan mulsa, dan pemupukan sudah dilakukan.

“Rencana tanggal 26 kalau benih sudah siap tanam akan dilaksanakan gerakan tanam cabai,” sambungnya.

Baca Juga  Mahasiswa TP Udayana Sulap Kulit Buah Jadi Minuman Kekinian Sehat Kaya Antioksidan

Penanaman di Subak Lepud dilakukan di delapan munduk. Masing-masing munduk menggarap lahan seluas 50 are dan melibatkan sekitar 10 petani. Total ada 80 petani yang terlibat dalam pengembangan cabai di lahan 4 hektare tersebut.

Cabai yang ditanam pun menggunakan varietas Caliber. Dengan target produktivitas 10 ton per hektare, lahan 4 hektare di Subak Lepud diproyeksikan menghasilkan sekitar 40 ton. Panen diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Pihaknya juga menyiapkan skema penyerapan hasil panen. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

“Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar,” terang Raka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca