Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tim PKM Karsa Cipta Kontingen PIMNAS 35 Unud Raih Penghargaan Perak

BALIILU Tayang

:

tim pkm
Tim PKM 35 Unud saat menerima penghargaan perak. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-35 (PIMNAS 35) merupakan kegiatan lomba skala nasional di bidang Riset, Inovasi, Perancangan, Kompetisi. PIMNAS merupakan salah satu penjabaran dari program Pusat Prestasi Nasional untuk menciptakan iklim akademis yang kompetitif di kalangan mahasiswa Indonesia.

PIMNAS sebagai forum pertemuan ilmiah dan komunikasi produk kreasi mahasiswa, diikuti oleh mahasiswa atau kelompok tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kegiatan dilaksanakan secara offline dengan Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur sebagai host tahun ini. Selain itu, penyelenggaraan acara disiarkan secara online melalui live streaming di kanal YouTube Universitas Muhammadiyah Malang. Pada ajang ini, tim PKM Karsa Cipta (KC) kontingen PIMNAS Universitas meraih penghargaan setara Perak Kelas Presentasi.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional adalah ajang kompetisi inovasi dan riset mahasiswa tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. PIMNAS sudah diselenggarakan sejak 35 tahun terakhir dan menjadi ajang bergengsi bagi seluruh mahasiswa Indonesia. PIMNAS 35 sendiri merupakan tahapan terakhir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Mahasiswa menyiapkan ide-ide terbaiknya untuk dapat memperoleh pendanaan pada skim-skim tertentu, salah satunya PKM Karsa Cipta (KC) yang mempertandingkan inovasi prototipe fungsional untuk memecahkan masalah sehari-hari dengan kemutakhiran teknologi.

Mahasiswa mengumpulkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kepada pihak perguruan tinggi untuk diseleksi hingga memperoleh username dan password untuk submit ke laman Simbelmawa. Proposal akan dinilai oleh tim reviewer nasional sehingga diperoleh judul proposal yang berhak memperoleh pendanaan program. Pelaksanaan program dilaksanakan selama 4 bulan dari 1 Juni-30 September 2022. Di akhir pelaksanaan, keberlangsungan program akan dievaluasi dalam Penilaian Kemajuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2). Evaluasi yang dilaksanakan berupa penilaian terhadap ide dan inovasi, tingkat ketercapaian luaran program, serta potensi keberlanjutan program. Tim yang memenuhi aspek penilaian dan kuota peserta akan melanjutkan ke tahap PIMNAS. Total tim yang berhasil lolos ke PIMNAS sebanyak 374 dari seluruh skim PKM.

Tim Glaucoma Assist (Glassist) terdiri atas 3 orang mahasiswa Fakultas Teknik (I Gede Febri Bala Antara dan I Made Putra Arya Winata dari Program Studi Teknik Mesin serta Ketut Tri Andika Ariana dari Program Studi Teknologi Informasi) dan 2 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran (Putu Emilia Dewi dan Ni Putu Eka Frastika Sari dari Program Studi Sarjana Kedokteran). Glassist mengaplikasikan model geometri matematika dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendeteksi risiko kebutaan akibat penyakit glaukoma yang menjadi urgensi kesehatan internasional. Tim Glassist mengikuti program PKM dengan harapan dapat merealisasikan prototipe sehingga dapat menunjang usaha pengentasan penyebab kebutaan di masyarakat. 

tim pkm
Tim PKM 35 Unud saat menerima penghargaan perak. (Foto: ist)

Tim/kelompok mahasiswa yang telah dinyatakan berhak lolos ke PIMNAS melalui serangkaian Penilaian Kemajuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2). Peserta PIMNAS merupakan wakil dari perguruan tinggi. Kontingen PIMNAS 35 Universitas Udayana yang terdiri atas 2 tim mahasiswa (5 orang tim PKM Karsa Cipta dan 5 orang tim PKM Penerapan Iptek), 2 orang dosen pendamping, dan 4 orang official. Pembimbing peserta lomba adalah Prof. I Wayan Widhiada, S.T., M.Sc., Ph.D.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama 5 hari, 1 hari untuk registrasi peserta offline dan opening ceremony (Rabu, 30 November 2022), 2 hari untuk lomba (presentasi hari pertama pada Kamis, 1 Desember 2022; presentasi hari kedua, penilaian poster, dan kuliah bersama pada Jumat, 2 Desember 2022), serta 1 hari untuk sarasehan pimpinan perguruan tinggi, closing ceremony, dan malam penganugerahan. Kegiatan berlangsung secara offline di Gedung Kuliah Bersama (untuk presentasi dan penilaian poster) serta Dome Universitas Muhammadiyah Malang (untuk opening and closing ceremony dan malam penganugerahan).

Mekanisme perlombaan PIMNAS terdiri atas presentasi ilmiah dan penilaian poster. Penilaian PIMNAS dilaksanakan per kelas skim PKM yang terdiri atas 22 tim di masing-masing kelas. Penghargaan yang diperebutkan pada masing-masing kelas, yaitu penghargaan setara emas perak, perunggu, dan favorit untuk kelas presentasi serta penghargaan setara emas perak, dan perunggu untuk kelas poster. Pada skim PKM Karsa Cipta yang diikuti oleh tim Glassist, penilaian lebih ditekankan pada aspek inovasi, fungsionalitas, serta kebermanfaatan prototipe.

Tim Glassist berencana untuk meningkatkan potensi kebermanfaatan prototipe monitoring risiko kebutaan dengan melakukan modifikasi serta pengembangan pada desain alat dan melakukan validasi alat kesehatan untuk menunjang komersialisasi. Tim Glassist berharap dapat tetap berkoordinasi dengan Universitas Udayana untuk mendukung keberlanjutan program.

“Program Kreativitas Mahasiswa dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional merupakan salah satu kesempatan besar bagi tim Glassist untuk bisa terlibat dalam pengembangan inovasi dan teknologi demi memecahkan permasalahan di masyarakat. Melalui pengalaman dan pencapaian kami dalam ajang ini, kami berharap dapat segera mengoptimalkan fungsionalitas alat Glassist sehingga manfaat dari alat ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Febri selaku ketua tim PKM Karsa Cipta Glassist Universitas Udayana. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2323-Tim-PKM-Karsa-Cipta-Kontingen-PIMNAS-35-Universitas-Udayana-Raih-Penghargaan-Perak.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca