Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peduli Lingkungan Alam, Yayasan Cakra Mukya Wanantara Tanam Pohon Upakara di Pura Luhur Batu Lumbung

BALIILU Tayang

:

pria dharsana
Ketua Umum Yayasan Cakra Mukya Wanantara, Dr. I Made Pria Dharsana, S.H, M.Hum didampingi pengurus menyerahkan secara simbolis bibit pohon upakara kepada Jero Bandesa Adat Soka I Wayan Esiawan di Pura Luhur Batu Lumbung, Tabanan, Sabtu (28/1/2023). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Menandai launching (peluncuran) Yayasan Cakra Mukya Wanantara, para pengurusnya menggelar persembahyangan dirangkai aksi tanam berbagai bibit pohon upakara di kawasan hutan lindung Pura Luhur Batu Lumbung, Desa Adat Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (28/1/2023) pagi.

Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan alam dan pusat sumber air yang ada di bagian bawah areal pura yang selama ini dimanfaatkan oleh sebagian penduduk Bali.

Di sela-sela aksi penyerahan bibit dan penanaman pohon tersebut, Ketua Umum Yayasan Cakra Mukya Wanantara, Dr. I Made Pria Dharsana, S.H, M.Hum., menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai momentum peluncuran yayasan yang ditetapkan pada tanggal 22 Agustus 2022 sesuai akta Notaris Nomor 3 yang berkedudukan di Kota Denpasar, dimana acara dihadiri oleh puluhan anggota pengurus serta masyarakat sekitar.

“Ini merupakan momentum launching Yayasan Cakra Mukya Wanantara, yang berarti pelindung hutan yang utama, dimana hari ini kita pilih secara bersama-sama untuk diisi dengan agenda penanaman pohon bersama Jero Bandesa, Jero Mangku dan beberapa tempek (kelompok warga) di sini. Jadi memang yayasan yang kita dirikan ini, secara khusus bergerak di bidang lingkungan hidup dan sumber energi terbarukan, yang beranggotakan para praktisi dan ahli yang ada di Provinsi Bali. Jadi kita harapkan sinergi ini bisa menjadi hal yang positif bagi lingkungan, serta mampu mewujudkan Bali mandiri energi kedepannya,” papar Made Pria.

Ditegaskan kembali, aksi hijaukan Bali yang dimotori oleh Yayasan Cakra Mukya Wanantara, merupakan bentuk kepedulian lingkungan dengan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, mencakup sumber daya alam seperti air, tanah, flora dan fauna. Dalam kegiatan kali ini, setidaknya ada 55 bibit pohon yang ditanam, terdiri Nagasari, Cemara Gunung, Cendana, Gaharu, Majegau, Kemiri, Pinang, Sandat Bali, Pala, Tigaron, dan Pohon Bodi.

Baca Juga  Mahasiswa FEB Unud Raih Prestasi Akademik dan Nonakademik di Tingkat Nasional

Ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Yayasan Cakra Mukya Wanantara, untuk menjadikannya tanggung jawab bersama demi kelestarian alam Bali di masa yang akan datang. Selain itu, upaya untuk menggali adanya potensi sumber-sumber energi bersih terbarukan di berbagai pelosok wilayah di Bali.

Hal ini menjadi tantangan terbesar yayasan yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan kali ini sebagai pemicu untuk membangkitkan kepedulian dan minat, dengan mengolah serta memanfaatkan semua potensi secara bersama-sama. Selanjutnya mengidentifikasi dan memahami sumber-sumber energi bersih dalam lingkungan kehidupan masyarakat setempat, baik potensi dalam wujud sungai atau mata air, sinar matahari hingga angin.

Prof. Ida Ayu Giriantari selaku ahli bidang Sumber Daya Energi Terbarukan yang juga Wakil Ketua Pengurus Yayasan Cakra Mukya Wanantara menambahkan transisi energi di Bali hendaknya mampu lebih ditingkatkan. Saat ini, ungkapan dan makna tentang ‘transisi energi’ baru sedikit didengar dan dipahami oleh kalangan masyarakat. Karena itu, Yayasan Cakra Mukya Wanantara mengambil inisiatif melalui kajian dengan menginformasikan kepada masyarakat akan makna transisi energi dengan segala agenda, program hingga targetnya di Desa Adat Soka.

“Saya kira kalau melihat kondisi di sini (Desa Adat Soka, red) ya, kemungkinan sumber air di sini bisa dijadikan sumber energi terbarukan, karena cukup besar. Tapi yang jelas, surya (matahari) sudah pasti bisa menjadi sumber terbarukan disini. Apalagi, Pura Luhur Batu Lumbung setiap perayaan pujawali kelistrikannya kan selalu terbatas, jadi bisa memanfaatkan tenaga matahari untuk energi alternatif. Selain lebih ramah lingkungan, perawatannya juga lebih mudah. Ini kita akan kaji dulu, bagaimana ke depannya Desa Adat Soka bisa memiliki sumber energi terbarukan,” tutur Prof. Dayu panggilan akrabnya.

Baca Juga  Aktifkan kembali Satgas Gotong-Royong, Gubernur Koster Suntik Desa Adat Dana Rp 74,65 Miliar

Selain Dr. Made Pria dan Prof. Dayu, kegiatan yayasan yang didirikan oleh Dr. I Gusti Putu Anindya Putra, M.Si. ini juga turut dihadiri oleh para pakar dan ilmuwan lainnya yang tergabung di Yayasan Cakra Mukya Wanantara, seperti Drs. Komang Paramartha, M.Si., Dr. Ir. Oka Suardi, Ir. Putu Dana, Ir. Bali Santono, Ni Luh Wihartini, Guntur AP, S.H., Amik, dan Anjarini, S.H., MKN, termasuk Staf Ahli Bupati Tabanan Ida Bagus Wiratmaja.

Dengan memperbesar skala informasi yang intensif, ke depan diyakini akan semakin banyak daerah di Bali yang mau peduli dan berminat merealisasikan sumber energi terbarukan. Tentu sebagai hal yang relatif baru bagi kebanyakan masyarakat desa di Bali, untuk melakoni transisi energi tentu bukan aktivitas yang mudah. Maka, penting adanya peran pendampingan dari para ahli dan praktisi dari Yayasan Cakra Mukya Wanantara jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Bandesa Adat Soka I Wayan Esiawan yang didampingi Jero Mangku Wayan Mariasa selaku Mangku Gede Pura Batu Lumbung menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pengurus yayasan yang peduli terhadap lingkungan alam di sekitar kawasan pura dengan aksi penanaman pohon pinang ini.

Tityang (saya) mengucapkan terima kasih banyak kepada para pengurus Yayasan Cakra Mukya Wanantara yang sudah menanam bibit pohon sebagai sarana upakara pujawali Ida Bhatara Pura Batu Lumbung,” ungkap Bandesa Esiawan.

Lebih lanjut ia menuturkan keberadaan pura ini sudah dikenal sebagai pusatnya sumber air untuk dialirkan ke sebagian wilayah Bali sehingga patut mendapat perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.

“Akan tetapi kami memohon kepada pemerintah seluruh Bali turut membantu menutupi kekurangan yang ada terutama untuk menjaga hutan lindung yang ada di areal Pura Baru Lumbung sebagai Gedong Simpen Sri Rambut Sedana,” tandas Bandesa Esiawan. (gs/bi)

Baca Juga  Wakapolda Bali Pimpin Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas Seleksi Dikbangum Polri

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Rasniathi Adi Arnawa Lantik Ketua TP PKK Tiga Kecamatan

Tekankan Sinergi dan Inovasi Demi Kesejahteraan Keluarga di Badung

Loading

Published

on

By

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan
LANTIK: Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Selatan di Ruang Rapat Madya Gosana, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Ketua TP PKK Kecamatan Kuta, dan Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Selatan. Acara berlangsung di Ruang Rapat Madya Gosana, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (20/7). Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nomor: 302/KEP/PKK.KAB.BD/VII/2026 tanggal 13 Juli 2026, tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik yakni Nyonya Yeni Tirtayasa sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Nyonya Yulia Dewi Agus Suantara sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta dan Nyonya Made Seniwati Laksana sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Selatan.

Turut hadir menyaksikan pelantikan ini Kepala OPD terkait, Kabag Pembangunan Setda Kabupaten Badung, Camat Kuta Utara, Camat Kuta, Camat Kuta Selatan, Sekretaris II TP PKK Kabupaten Badung, para Perbekel dan Lurah di lingkungan ketiga kecamatan, serta jajaran pengurus dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para ketua lama yang telah mengabdi, mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memajukan gerakan PKK di wilayahnya masing-masing. Hasil kerja keras dan dedikasi yang telah dibangun menjadi fondasi berharga bagi kelanjutan program ke depan.

Kepada para pengurus baru yang baru saja dilantik, ia berharap dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab, semangat pengabdian, serta membawa angin segar dan inovasi dalam setiap pelaksanaan 10 program pokok PKK.

Baca Juga  Wakapolda Bali Pimpin Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas Seleksi Dikbangum Polri

“PKK adalah garda terdepan dalam upaya peningkatan kualitas keluarga, dari kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur. Khususnya di wilayah Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan yang memiliki karakteristik masyarakat dan tantangan tersendiri, diperlukan kepekaan, kreativitas, serta kerja sama yang erat antar-semua pihak,” ujarnya.

Rasniathi mengharapkan agar Ketua TP PKK Kecamatan menjadi teladan, mitra yang andal bagi pemerintah, dan sahabat yang dekat dengan masyarakat.

“Jalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen, dengar aspirasi warga, dan hadirkan solusi yang nyata. Kita berharap dengan kepemimpinan baru ini, gerakan PKK semakin kuat, bergerak lebih cepat, dan membawa perubahan positif demi mewujudkan keluarga Badung yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berakhlak mulia,” harapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Dekranasda Badung Buka Pelatihan Pengemasan Produk Industri Pangan

Serahkan Bantuan Alat Pengemasan kepada Pelaku IKM

Loading

Published

on

By

Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan di Sading
PELATIHAN: Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan di Ruang Rapat Kantor Lurah Sading, Kecamatan Mengwi, Senin (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan dalam rangka Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan Pembangunan Sumber Daya Industri. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Lurah Sading, Kecamatan Mengwi, Senin (20/7), dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, narasumber, serta 39 peserta yang merupakan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Kelurahan Sading.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari ini merupakan wujud komitmen Pemkab Badung melalui kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk IKM, khususnya pada sektor industri pangan. Pada kesempatan tersebut, Ny. Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan alat pengemasan kepada para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas produk industri pangan lokal.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dapat hadir sekaligus bertemu langsung dengan para pelaku IKM di Kelurahan Sading. Menurutnya, produk olahan pangan yang dihasilkan masyarakat Sading memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Berbagai produk seperti jajanan kering, jajanan basah, hingga aneka olahan pangan lainnya telah lama menjadi potensi unggulan masyarakat setempat.

“Yang perlu terus ditingkatkan adalah kualitas kemasan produk agar lebih menarik, informatif, dan memenuhi standar keamanan pangan. Kemasan yang baik harus mencantumkan masa kadaluarsa, menjaga higienitas produk, serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan kemasan yang lebih profesional, produk akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Lagi Tim Yustisi Denpasar Jaring 8 Orang Pelanggar Prokes

Lebih lanjut disampaikan, Pemkab Badung terus memberikan dukungan kepada pelaku IKM, tidak hanya melalui pelatihan dan bantuan peralatan, tetapi juga dengan memfasilitasi promosi produk melalui berbagai kegiatan pameran dan event di Puspem Badung. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui media sosial agar jangkauan pemasaran semakin luas. Pelaku IKM juga didorong untuk melengkapi identitas usahanya, seperti kartu nama maupun media promosi lainnya, sehingga memudahkan konsumen untuk mengenal dan menghubungi pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, I Made Rai Suarimbawa, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didukung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Badung atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan pelatihan sebagai salah satu upaya memperkuat dan mengembangkan industri kecil dan menengah di Kabupaten Badung. Pelatihan pengemasan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih aman, higienis, memiliki daya simpan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan daya saing dan nilai jual produk di pasaran.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Badung,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim Gabungan Sisir Pesisir Gianyar hingga Sukawati

Published

on

By

Nelayan Hilang Pantai Saba, Pencarian SAR Gianyar, Polres Gianyar, Pantai Sukawati
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.

Baca Juga  Mahasiswa FEB Unud Raih Prestasi Akademik dan Nonakademik di Tingkat Nasional

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca