Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BEM FEB Unud Berkolaborasi dengan Sungai Watch Gelar Mangrove Clean Up 2023

BALIILU Tayang

:

bem feb unud
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana foto bersama sebelum melaksanakan Mangrove Clean Up 2023 pada Jumat (10/2/2023) bertempat di Mangrove Last Point, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana melaksanakan Mangrove Clean Up 2023 pada Jumat (10/2/2023) bertempat di Mangrove Last Point, Denpasar.

Kegiatan peduli lingkungan merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BEM FEB Unud dengan bertajuk ‘’Equilibrium Sosial Lingkungan Campaign’’. Kegiatan Mangrove Clean Up 2023 ini dilaksanakan dalam rangka bentuk aksi nyata kepedulian BEM FEB Unud terhadap lingkungan sekitar dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada Selasa (21/2).

Kendati demikian, tujuan khusus pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menjalankan aksi nyata peduli lingkungan dan mengambil langkah awal bersama sehingga dapat cepat mengatasi permasalahan lingkungan yang ada serta menjangkau masyarakat luas terutama generasi milenial agar berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

Permasalahan sampah yang masih bergejolak serta berkelanjutan terutama sampah plastik yang sulit terurai dapat merusak ekosistem hutan mangrove. Biasanya, sampah-sampah yang ada di hutan mangrove berasal dari sampah yang terbuang dan terhanyut ke sungai yang kemudian bermuara ke laut.

mangrove
BEM FEB Unud saat membersihkan sampah di hutan Mangrove. (Foto: ist)

Dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, BEM FEB Unud yang menggalakkan aksi peduli lingkungan dengan melibatkan salah satu komunitas yaitu Sungai Watch. BEM FEB Unud berkolaborasi dengan komunitas yang berperan aktif dalam kebersihan sungai yang ada di Bali ini bersama-sama turun langsung guna membersihkan sampah yang ada di hutan mangrove.

Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan kesadaran lebih banyak masyarakat terutama generasi muda untuk peduli pada lingkungan. Dilihat dari banyaknya jumlah sampah yang terkumpul pada saat pembersihan hutan, tercermin kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menjaga lingkungan yang masih kurang. Berdasarkan kegiatan pembersihan sampah di hutan tersebut, sebanyak 151 karung dengan berat total 992 kg sampah telah terkumpulkan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali bersama Sungai Watch Bersihkan Sampah di Hilir Sungai Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai

I Made Dwi Bagiasa selaku Head Patrol dari Sungai Watch mengungkapkan bahwa asal-muasal sampah yang tertimbun di Mangrove Last Point, Denpasar berasal dari beberapa titik sungai. “Kalau alur ini masing-masing desa jalur sungainya beda-beda, sumbernya adalah anakan sungai Badung, sampahnya dari Abian Tegal, Pemogan Kaja, Pedungan (sedikit), sisanya Pemogan, Suung, dan Kampung Islam,” ungkapnya. 

barrier
Trash Barrier yang dipasang Sungai Watch. (Foto: ist)

Berbagai upaya telah dilakukan pihak Sungai Watch untuk menanggulangi permasalahan sampah yang krusial ini, salah satunya dengan membuat 10 trash barrier di sepanjang sungai yang dikelola Sungai Watch. Pembuatan trash barrier ini bertujuan untuk menyaring sampah agar tidak mengganggu habitat makhluk hidup yang ada di hutan mangrove. Trash barrier ini dapat menyaring sekitar 90% sampah dari hulu, kemudian sekitar 10% sampah akan lolos dari penyaringan tersebut. Walaupun pembersihan di area sungai mangrove dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, tetapi sampah kiriman setiap harinya tetap ada dari beberapa sungai sekitar.

Hal ini menunjukkan meski telah banyak terdapat peraturan serta larangan pembuangan sampah sembarangan khususnya di sungai, tetapi masih banyak masyarakat yang belum sadar dan tetap melanggar aturan.

Dwi Bagiasa menegaskan penegakan hukum terkait masalah pembuangan sampah sembarangan ini ke depannya harus lebih diperhatikan dan diperketat oleh pemerintah guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terutama sungai sebagai sumber kehidupan di bumi karena untuk mengatasi permasalahan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan perlu kontribusi seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi salah satu cara untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mengentaskan permasalahan sampah yang masih belum usai. Kegiatan Mangrove Clean Up ini merupakan implementasi nyata dari tagline BEM FEB Unud di tahun 2023 yakni Kolaborasi Aksi sebagai wujud untuk berkontribusi dalam melestarikan lingkungan dengan menjalin kerja sama dengan pihak luar untuk menyukseskan acara. Alam memberikan semua yang manusia butuhkan dan merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaganya agar tetap lestari.

Baca Juga  Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Selaras dengan hal tersebut, Dwi Bagiasa mengajak semua insan harus saling mengingatkan untuk merawat alam termasuk hutan mangrove yang salah satunya berfungsi dalam menjaga kualitas air dan udara. “Untuk mengatasi sampah, kita harus bekerja sama dengan bijak dan rajin saling mengingatkan bahwa alam selalu memenuhi kebutuhan kita dan alam yang memberi kita keteduhan. Jadi, rawat mereka jika ingin keindahan, dan kedamaian lingkungan bersama,” tegasnya.

“Kedepannya saya harap masyarakat bisa bergerak dan turut membantu menjadi volunteer untuk bergabung dalam kegiatan di Sungai Watch dengan mengecek akun Instagram kami yakni @sungaiwatch,” tambahnya, sekaligus mewakili harapan dari pihak Sungai Watch. Sejalan dengan Dwi Bagiasa, Ketua BEM FEB Unud periode 2023, Anak Agung Bagus Ngurah Nararya Nata, juga mengungkapkan untuk mengambil satu langkah lebih dulu, satu langkah lebih depan, dengan mencoba mengambil aksi bersama-sama dalam setiap kegiatan termasuk membersihkan semua sampah dengan melibatkan pihak luar.

“Saya berharap seluruh mahasiswa di civitas ekonomi bisa ikut serta terlibat sehingga kegiatan ini bisa disandingkan dengan mangrove binaan. Jadi, kita semua beraksi bersama-sama untuk mewujudkan langkah-langkah positif di sekitar kita,” ungkapnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2571–BEM-FEB-UNUD-Berkolaborasi-dengan-Sungai-Watch-Gelar-Mangrove-Clean-Up-2023-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Respons Antrean BBM di Bali, Kodam IX/Udayana Dukung Langkah Pengamanan di SPBU

Published

on

By

TNI Amankan Distribusi BBM di Bali
PENGAMANAN: Jajaran TNI saat melaksanakan upaya pengamanan pendistribusian BBM di Bali menyusul terjadinya kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kodam IX/Udayana menyatakan dukungannya terhadap upaya pengamanan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali menyusul terjadinya kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses layanan BBM secara tertib, aman, dan kondusif.

Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bersama staf dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Rabu (14/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, pihak Pertamina memohon dukungan personel TNI untuk membantu pengamanan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali. Dukungan ini diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, mengendalikan situasi di tengah antrean kendaraan, serta mencegah terjadinya perselisihan antara masyarakat maupun dengan petugas SPBU.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga kelancaran distribusi BBM. Dukungan pengamanan diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang tertib dan kondusif, sehingga proses pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Sebelumnya, kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian setelah memicu antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU. Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok BBM, yang berpotensi mendorong pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal distribusi. Menurutnya, kapal tersebut mengalami kendala saat proses penjangkaran sehingga waktu kedatangan yang telah direncanakan bergeser hingga malam sebelumnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubah Perilaku Buang Sampah Menjadi Kelola Sampah

Simon menegaskan bahwa penjelasan tersebut bukan untuk mencari pembenaran atas kondisi yang terjadi. Ia menekankan bahwa hal terpenting adalah memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan BBM dapat terpenuhi dan distribusi kembali berjalan dengan baik.

Selain kendala distribusi, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, seperti Pertalite, yang dipengaruhi perbedaan harga dengan BBM nonsubsidi turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ketika kondisi tersebut diikuti kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok, tekanan terhadap pelayanan di SPBU dapat semakin meningkat.

Dalam situasi tersebut, pengamanan di lapangan menjadi salah satu langkah pendukung untuk menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM berlangsung. Kehadiran personel TNI diharapkan membantu mengantisipasi potensi kerawanan, menjaga situasi tetap terkendali, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan petugas yang melaksanakan pelayanan.

Sementara itu dalam keterangan persnya, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa dukungan Kodam IX/Udayana merupakan bagian dari upaya membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika pelayanan BBM di Bali. Menurutnya, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar langkah pengamanan dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Pada prinsipnya, Kodam IX/Udayana mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pendistribusian BBM. Kami berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapendam.

Melalui koordinasi antara Kodam IX/Udayana, Pertamina, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, diharapkan pengamanan distribusi BBM dapat mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Kodam IX/Udayana juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Bali Apresiasi Kepedulian LSM Jaga Kebersihan Sungai di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tingginya Aktivitas Penerbangan di Bali, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Susun Rencana Kontingensi Kecelakaan Pesawat Udara

Published

on

By

Penyusunan Rencana Kontingensi SAR Pesawat
PENYUSUNAN RENCANA: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (Foto: Hms SAR)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat udara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan dalam rangka Pemetaan Wilayah Rawan Kedaruratan Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya. Dalam sambutannya Sidakarya menekankan langkah antisipasi sebelum terjadi keadaan darurat. “Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi, harus kita persiapkan sebelum kejadian, melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat,” ungkapnya.

Kegiatan diikuti 80 peserta dari berbagai unsur terkait untuk mendukung penyusunan dokumen yang komprehensif. Dihadirkan pula 2 narasumber dari Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Penyusunan rencana kontingensi ini dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas penerbangan di Bali, khususnya melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bandara tersebut mencatatkan 143.312 pergerakan pesawat, baik lepas landas maupun mendarat. Selain penerbangan komersial, penggunaan helikopter untuk mendukung perjalanan bisnis, wisata, dan transportasi cepat juga semakin menjadi bagian dari aktivitas transportasi udara di Bali.

Tingginya aktivitas penerbangan tersebut perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh unsur pencarian dan pertolongan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat. Oleh karena itu, penyusunan rencana kontingensi menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta memastikan pelaksanaan operasi SAR dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan sesuai prosedur.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubah Perilaku Buang Sampah Menjadi Kelola Sampah

“Rencana kontingensi bukan sekedar dokumen tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama.tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, skenario kedaruratan yang menjadi fokus pembahasan adalah kejadian pesawat udara yang menghilang dari radar di wilayah perairan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Skenario tersebut digunakan sebagai dasar untuk memetakan wilayah operasi, mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikerahkan, serta menyusun langkah-langkah penanganan apabila terjadi kecelakaan pesawat udara di kawasan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber mengenai sistem pencarian dan pertolongan (SAR) serta sistematika penyusunan rencana kontingensi. Materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menyelaraskan pemahaman, mengidentifikasi kebutuhan operasional, dan merumuskan mekanisme koordinasi antar pihak yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat.

Keberadaan rencana kontingensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi antarlembaga ketika menghadapi situasi kedaruratan. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang terarah, upaya pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan pesawat udara dapat diminimalkan.

Dalam wawancaranya usai acara, Retno Budiharto selaku perwakilan dari Direktur Operasi Basarnas mengutarakan harapannya setelah dokumen Rencana Kontingensi ini disepakati. “Kami berharap juga dengan adanya dokumen rencana kontingensi ini setelah ditandatangani masing-masing bisa melakukan peran dan tugasnya dan kedepannya dapat lebih terkordinir, solidaritas, kolaborasi dan lainnya bisa lebih baik khususnya sinergitas seluruh potensi SAR yang di Kantor SAR Denpasar,” ujarnya.

Penyusunan rencana kontingensi ini menjadi bagian dari komitmen Basarnas dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kedaruratan, khususnya kecelakaan pesawat udara, demi memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, modern, dan teruji kepada masyarakat. (eka/bi)

Baca Juga  AMBRIUM 2023: Wadah Eksplorasi Abdi Muda Civitas Ekonomi Guna Mengasah Kreativitas

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Di Tengah Antrean BBM, Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Published

on

By

Pemkot Denpasar Bagikan Nasi Bungkus di SPBU
BAGIKAN NASI BUNGKUS: Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan oleh jajaran OPD Pemkot Denpasar dan Perumda untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah antrean panjang masyarakat yang akan membeli BBM di SPBU Kota Denpasar, aksi kepedulian secara serentak datang dari jajaran OPD Pemerintah Kota Denpasar dan juga Perusahaan Daerah (Perumda) Kota Denpasar. Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang.

Adapun Perumda yang terlibat, yakni Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma. Sementara OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Bapenda, Dinas Perhubungan, jajaran Camat, Perbekel/Lurah dan lainnya.

Saat dihubungi, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, menyampaikan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu warga yang kelelahan akibat antrean panjang menyusul gangguan distribusi BBM di Bali.

“Atas arahan Bapak Walikota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini,” ungkap Wayan Suadi.

Ia menyebutkan, beberapa titik lokasi pembagian meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, SPBU Jalan Raya Puputan, SPBU Jalan Setiabudi, SPBU Jalan Pulau Buton, SPBU Jalan Kamboja, SPBU Jalan Imam Bonjol, SPBU Jalan Hayam Wuruk, dan SPBU seputaran Pasar Anyarsari.

Lebih lanjut, Wayan Suadi mengatakan, selain aksi berbagi makanan dan minuman, pihaknya juga membantu mengatur arus kepadatan di sekitar kawasan SPBU, sehingga kemacetan akibat dampak antrean panjang dapat sedikit terurai.

Pihaknya berharap aksi kecil ini dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong-royong dan Vasudhaiva Kutumbakam sebagai spirit kebersamaan Kota Denpasar tetap harus dijaga, sembari menunggu distribusi BBM kembali normal. (eka/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Perekonomian Desa, Tim PPK Ormawa BEM FEB Unud Gelar Pelatihan Digital Marketing

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca