Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kalibrr Goes to Faculty, Bekali Mahasiswa Sambut Dunia Kerja

BALIILU Tayang

:

Kalibrr Goes to Faculty
Kalibrr Goes to Faculty pada Jumat (24/2) secara luring di Aula Gedung Doktor FEB Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Biro Pers BEM FEB Unud, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unud yang berkolaborasi dengan Kalibrr menggelar seminar bertajuk “Kalibrr Goes to Faculty” pada Jumat (24/2) secara luring di Aula Gedung Doktor FEB Unud.

Tema yang diusung pada acara ini adalah From Mediocre to Magnificent: Mastering Your CV and Interview Game yang berfokus pada pemaparan dan pendalaman untuk tahap penyusunan curriculum vitae (CV) dan wawancara. Acara ini khusus dikemas untuk mahasiswa angkatan 2019 FEB Unud dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja agar bisa menulis CV yang baik sehingga peluang diterima kerja lebih besar. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 160 orang yang terdiri dari mahasiswa FEB Unud mulai dari angkatan 2019 hingga 2022. Selain itu, hadir pula mahasiswa dari Global Engagement Program (GEP) serta Fungsionaris dari Lembaga BEM FEB Unud. 

Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari Ketua BEM FEB yang diwakili oleh I Made Wahyu Suarjaya selaku Wakil Ketua I BEM FEB Unud, pihak Kalibrr Indonesia yang diwakili oleh Glorius P.Y. Setra, M.I.Kom selaku Senior B2C Marketing Kalibrr Indonesia, dan Dekan FEB Unud yang diwakili oleh I Gede Nandya Oktora P., S.E., MBA, CRA, CRP, selaku Ketua Tim Internasional FEB Unud.

Wahyu Suarjaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi Kalibrr ini diperuntukkan khususnya untuk Generasi Z karena ada banyak kesempatan di luar sana untuk mengembangkan diri, tetapi sebelumnya berbagai tahapan seleksi harus dilewati guna mencapai kesempatan tersebut. Contohnya, tahapan seleksi CV adalah tahapan pertama yang harus dilalui yang dilanjutkan tahapan wawancara, sehingga mahasiswa perlu memahami bagaimana tahapan dan penyusunannya sedari dini. Selanjutnya, Glorius Setra mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkolaborasi sekaligus menyampaikan pidato dari CEO Kalibrr yang berhalangan hadir pada kegiatan tersebut dalam sambutannya.

Setelah itu, penyampaian sambutan dilanjutkan oleh Nandya Oktora yang menyatakan bahwa FEB Unud membuka kerja sama seluas-luasnya. Di samping itu, kolaborasi dengan Kalibrr ini merupakan bridging awal yang dapat membuka peluang untuk membuat program-program berkelanjutan sehingga sesuai dengan kebutuhan industri akan mahasiswa ke depannya. Sambutan tersebut sekaligus membuka acara secara resmi dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Baca Juga  Tingkatkan Literasi Mahasiswa dan Dosen, FK Unud Gelar ‘’Guest Lecture’’

Kalibrr merupakan sebuah platform digital yang didirikan untuk mahasiswa hingga fresh graduate guna membantu mereka mencari pekerjaan dan menata karir lewat edukasi dari konten-konten yang disajikan oleh Kalibrr. Platform Kalibrr juga menyediakan berbagai kesempatan magang dan pekerjaan yang disesuaikan dengan pilihan rekrutan. Pada kegiatan Kalibrr Goes to Faculty, Kalibrr ingin memperluas brand awareness mereka sekaligus berbagi ilmu dan pandangan mengenai tahap penyusunan CV dan wawancara.

Glorius Setra, sebagai pembicara memaparkan tentang cara menyusun CV yang menarik hingga dilirik perekrut serta menjelaskan pengaruh dari kesesuaian penyusunan CV terhadap persentase penerimaan seseorang pada sebuah perusahaan. Selanjutnya, tak lupa juga Glorius Setra menjelaskan tips menghadapi tahapan interview dalam sebuah perekrutan.

Berangkat dari permasalahan mahasiswa dalam menghadapi wawancara, ia mulai memaparkan hal-hal yang sekiranya sangat dibutuhkan seorang rekrutan untuk menghadapi hal tersebut. Selain itu, tambahnya, dewasa ini wawancara yang dilakukan tidak lagi satu arah, tetapi para perekrut ingin rekrutan ikut “kepo” dan aktif bertanya mengenai perusahaan maupun jabatan yang mereka inginkan. Menutup sesi pemaparan, Glorius Setra menjelaskan mengenai sistem penerimaan setelah tahapan wawancara. “Dan yang terakhir, decision, perekrut itu perlu waktu maksimal dua minggu. Jadi, setelah dua minggu kamu follow-up tidak ada kabar, maka lanjutkan, sudahkan saja,” paparnya dan ditutup dengan sesi tanya-jawab.

Kolaborasi FEB Unud bersama Kalibrr baru pertama kalinya dijalin pada tahun 2023 ini. Glorius Setra saat ditemui wawancara mengungkapkan bahwa yang melatarbelakangi Kalibrr berkolaborasi dengan FEB Unud adalah salah satu visinya yang setelah pandemi ingin merangkul teman-teman universitas di luar Jabodetabek. Kalibrr ingin semuanya seimbang dan semua orang merasakan kesempatan yang sama, sehingga tidak hanya teman-teman Jabodetabek yang bisa merasakan manfaat dari platform ini.

Baca Juga  Berhiaskan Pita Magenta, Maba FKH Unud Ikuti PKKMB 2022

Menanggapi hal tersebut, FEB Unud sangat terbuka dengan adanya kolaborasi tersebut yang sejalan pula dengan visi serta program-program di FEB Unud untuk mempersiapkan mahasiswa yang akan masuk ke dunia industri.

“Kami di fakultas very welcome untuk partner-partner terutama dari industri yang tentunya program-program seperti ini tidak perlu hanya sekali. Namun, perlu berlanjut karena kalau berbicara ke Kalibrr berarti topiknya ke career recruitment, career development, tentu tidak hanya terbatas sampai CV dan facing interview saja, tetapi nanti kita harus buat lagi event sejenis sebagai tindak lanjut dari event yang sekarang,” ungkap Nandya Oktora.

Nandya Oktora juga menyatakan pentingnya mengetahui insight industri serta hal yang terjadi di industri tersebut karena yang dipelajari di kelas hanya sebatas teori, sedangkan pengetahuan akan didapat ketika bekerja sama dengan orang dari dunia industri.

Pengetahuan mengenai dunia industri sangatlah penting untuk diketahui, terutama langkah awal dalam memperoleh pekerjaan, yakni menulis CV dan interview harus dilakukan dengan baik. Mahasiswa yang berada di masa akhir perkuliahannya, akan sangat terbantu dalam memasuki dunia industri dengan adanya kolaborasi tersebut. Selain itu, pengetahuan ini juga penting untuk seluruh mahasiswa agar bisa mempersiapkan sedari dini dalam hal menulis CV yang benar sehingga bisa mempermudah menggapai pekerjaan yang diinginkan. Maka dari itu, mahasiswa FEB Unud sangat antusias mengikuti acara ini. Hal tersebut dirasakan oleh Glorius Setra saat sesi diskusi, sebab peserta sangat antusias melontarkan pertanyaan.

I really really appreciate temen-temen Udayana ini menghargai orang. Pentingnya komunikasi, mendengar ada juga tadi saya lihat mencatat dan antusias bertanya. Dan ketika saya melempar pertanyaan, tidak hening dalam menjawab, itu saya sebagai pembicara I’m thankful for that, semoga berguna untuk teman-teman,” ungkapnya.

Anak Agung Bagus Ngurah Nararya Nata selaku Ketua BEM FEB Unud juga mengungkapkan antusiasme mahasiswa FEB sangat tinggi yang terbukti dari tingkat partisipasi peserta yang mengikuti acara terkumpul kurang lebih 160 orang hanya dalam waktu hitungan jam.  

Baca Juga  Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Unud Gelar Lokakarya Kurikulum

Tergelarnya kolaborasi ini tentu mengawali beragam harapan yang tidak hanya untuk kerja sama berkesinambungan antara kedua belah pihak, tetapi timbul pula harapan untuk peserta agar dapat menjadi feedback yang baik guna mempersiapkan CV dan interview kerja nantinya.

“Saya berharap our brand awareness can be spread more, itu number one the first thing for sure. Nomor duanya adalah mereka punya CV dengan yang sudah saya sampaikan tadi yang baik dan benar dan dibutuhkan perusahaan, dan bagaimana menghadapi interview supaya saya dari orang yang mediocre menjadi orang yang magnificent,” ungkap Glorius Setra. Sebagai wujud nyata dari tagline BEM FEB Unud tahun ini “Kolaborasi Aksi”, Nararya Nata berharap ke depannya kolaborasi yang dijalin dengan pihak luar tidak berhenti sampai di Kalibrr saja.

“Semoga di bulan-bulan selanjutnya lebih sering diadakannya kegiatan seperti ini, mungkin tidak hanya dengan Kalibrr. Namun, juga dengan semua platform yang ada tentunya, dengan semua startup yang berbasis pada industri oriented. Jadi, kita akan terbuka dengan hal itu,” ujarnya.

Selain itu, harapan juga timbul dari Nandya Oktora kepada mahasiswa FEB yang harus mulai berpikir jauh ke depan dengan mengubah pola pikir mereka agar lebih terbuka lagi. “Jadi, saya harapkan bahwa mindset dari anak-anak FEB lebih terbuka lagi, kita sekarang sudah punya pandangan bagaimana kondisi industri nasional dan multinasional seperti apa dan kita juga bisa bersiap menghadapi challenge yang ada di depan kita,” ungkapnya. “Dan semoga program-program selanjutnya bisa mengubah mindset bahwa kita tidak lagi bercita-cita menjadi tuan rumah di tempat kita sendiri tetapi kita sudah berani keluar dari zona nyaman kita sendiri, kita bisa bertanding dengan orang-orang di luar sana, seperti kata Bapak Dekan kita yaitu Go Big or Go Home,” tambahnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2662-Kalibrr-Goes-to-Faculty-Bekali-Mahasiswa-Sambut-Dunia-Kerja.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Berhiaskan Pita Magenta, Maba FKH Unud Ikuti PKKMB 2022

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  Cetak Sejarah Pemira Unud, Bawasra Unud 2023 Lakukan Pengurangan 1.154 Suara Sah

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  Unud Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Telan Anggaran 1,7 Miliar Lebih, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Diperbaiki

Published

on

By

jalan Desa Candikusuma
TINJAU PROYEK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak tiga ruas jalan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya diperbaiki dengan menelan anggaran Rp. 1,7 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2026.

Ketiga ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Tiga ruas jalan tersebut yakni, akses jalan Pura Dalem & Setra menuju Pantai Desa Candikusuma panjang 0,255 km dengan anggaran Rp. 520 juta. Kemudian akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma II (Kampung Madura) dengan panjang 0,202 km anggaran Rp. 404 juta dan akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma III (Kampung Madura) dengan panjang 0,425 km, anggaran Rp. 850 juta.

“Jadi total keseluruhan 3 paket ruas jalan ini menelan anggaran, Rp. 1,774 M dengan panjang keseluhan 0,882 km,” kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRP Jembrana, Gede Soni Indrawan saat dihubungi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4) yang lalu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan pengerjaan proyek jalan ini sesuai spesifikasi dan nantinya selesai tepat waktu. Ini pengerjaan sudah 40% nanti kita juga akan cek 2 ruas jalan yang lain,’’ ungkapnya.

Bupati Kembang juga mangajak peran aktif masyarakat dalam pengawasan atas proyek pemerintah, yang sangat diperlukan dalam memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Candikusuma, I Wayan Suardana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Desa Candikusuma.

Baca Juga  Buka Rakernis, Kapolri Tekankan Brimob Harus Jadi Teladan di Masyarakat dan Institusi

“Tentunya kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana, atas pembangunan yang telah dilakukan di Desa Candikusuma. Karena ini sangat membantu masyarakat untuk memperlancar transportasi dan juga meningkatkan perekonomian,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca