Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Pertahankan Bali Sebagai Destinasi Wisata Bereputasi, Pemprov Bali Tindak Tegas Wisatawan Nakal

BALIILU Tayang

:

wagub
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati saat menjadi keynote speaker pada seminar online bertajuk Destination Reputation: How to manage? di Denpasar, Jumat (31/3/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Bali sebagai destinasi wisata internasional memiliki reputasi positif. Banyak wisatawan sangat terkesan menikmati keindahan alam dan budaya Bali, sehingga Bali mampu bersaing menjadi destinasi wisata populer mengalahkan London (Inggris), Paris (Perancis), Roma (Italia) dan kota-kota lain di dunia. Sayangnya reputasi tersebut belakangan dirusak oleh wisatawan nakal yakni wisatawan yang ugal-ugalan menabrak aturan adat maupun hukum positif. Untuk mengantisipasi merosotnya reputasi Bali, Pemprov Bali menindak tegas wisatawan yang nakal tersebut.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati saat menjadi keynote speaker pada seminar online bertajuk Destination Reputation: How to manage? di Denpasar, Jumat (31/3/2023).

Seminar online tersebut diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Pariwisata (PUPAR) di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unud dihadiri sekitar 500 peserta dengan menghadirkan tiga invited speakers yaitu Guru Besar University of the Sunshine Coast Australia Prof. Noel Scott, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dan Head of Marketing-Media & Partnership GDP Venture, Ossy Indra Wardhani.

Prof. Tjok Oka Sukawati menjelaskan sektor pariwisata Bali tumbuh sejak tahun 1920-an telah mampu memikat hati pelancong dari berbagai negara di dunia. Bali pun mendapatkan berbagai sebutan seperti “Paradise Island, Island of Gods, dan Morning of the World”. Sebutan-sebutan itu sebagai pengakuan atas reputasi Bali yang positif di dunia internasional. “Dipilihnya Ubud sebagai lokasi syuting film Eat, Pray, and Love (2010) yang dibintangi aktris Julia Roberts ikut mengharumkan nama Bali, sebagai destinasi wisata yang memiliki reputasi tinggi,” tegas Tokoh Puri Ubud itu.

pariwisata
Seminar online bertajuk Destination Reputation: How to manage? di Denpasar, Jumat (31/3/2023). (Foto: ist)

Ditegaskan, pascapandemi Covid-19 reputasi Bali sebagai destinasi yang layak dikunjungi cukup tinggi. Kunjungan wisatawan yang dibuka sejak Maret 2022 berangsur-angsur naik, dan pada Januari 2023 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 331.912 orang, atau rata-rata 10.707 orang/hari.

Baca Juga  Memasuki Era Digital, Transparansi Informasi Publik Jadi Kunci Wujudkan “Good Governance”

Wagub Prof. Tjok Oka Sukawati menjelaskan Pemprov Bali telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisman. Diantaranya, pemberian VoA (Visa on Arrival) bagi wisatawan dari 86 negara,  wisatawan yang berasal dari sembilan negara anggota ASEAN mendapatkan bebas visa (visa exemption), dan adanya penerbangan langsung ke Bandara International Ngurah Rai dari 23 kota di 15 negara yang dilayani 30 maskapai penerbangan.

Sayangnya, kata Prof. Tjok Oka Sukawati, reputasi Bali sedikit tercemar karena tindakan oknum wisman yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku seperti naik sepeda motor tanpa helm, berkelahi dengan pecalang (pengaman dari desa adat), atau melakukan bisnis ilegal. Untuk menekan prilaku wisatawan yang buruk tersebut, katanya, Pemprov Bali bersama pihak imigrasi, kepolisian, maupun pecalang meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap wisatawan yang melanggar aturan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ossy Indra Wardhani mendukung kebijakan Pemprov Bali tersebut. “Dua hal yang harus dilakukan agar Bali sebagai destinasi bereputasi dapat dipertahankan yakni penegakan aturan secara hati-hati agar tidak berimbas negatif terhadap persepsi wisatawan, dan komunikasi yang efektif terkait Bali sebagai destinasi yang mampu memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan,” tuturnya.

Komunikasi efektif ditujukan untuk meningkatkan kesadaran wisatawan bahwa menjaga Bali sebagai paradise (surganya para pelancong) adalah tanggung jawab moral pengunjung dan penduduk lokal untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan. “Pesan kuncinya, berwisatalah secara bertanggung jawab untuk menjaga keindahan Bali,” tegas Ossy. Dia menyarankan dalam komunikasi efektif perlu menggunakan tagline, misalnya Keep Bali Chill. Artinya, bagi masyarakat Bali tetap menjaga Bali yang aman dan damai; bagi wisatawan  disampaikan datang ke Bali untuk menikmati situasi tenang dan lingkungan yang nyaman, serta bagi investor diyakinkan bahwa berinvestasi di Bali mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mempertahankan brand image dan stabilitas sosial Bali.

Baca Juga  Kolaborasi Bank Indonesia dan Pemprov Bali Dorong Pengembangan Inovasi Digital dan Sektor Kreatif

Sementara Itu Prof. Noel Scott menjelaskan reputasi destinasi merupakan konsep yang abstrak yang ada di benak wisatawan. Biasanya reputasi itu sangat sulit diubah kecuali ada kejadian yang besar yang mampu mempengaruhi pendapat orang. Jadi reputasi Bali sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi karena keindahan dan keunikan budaya tetap ajeg sepanjang tidak ada hal-hal yang luar biasa mampu mengubah persepsi wisatawan.

Tantowi Yahya menambahkan Bali dapat belajar dari pengalaman Selandia Baru dalam membangun reputasi. Selandia Baru membangun pariwisata melalui perencanaan jangka panjang dan berkelanjutan, melibatkan masyarakat lokal dalam membangun place branding, mengedukasi wisatawan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, menentukan segmentasi pasar terkait dengan produk wisatanya, serta melakukan penelitian terkait dengan kecenderungan baru yang berkembang di bidang pariwisata.

Ketua PUPAR LPPM Unud Dr. Agung Suryawan Wiranatha memaparkan seminar tersebut  diselenggarakan untuk memfasilitasi berbagai stakeholder pariwisata dalam mendiskusikan isu-isu terkini di dunia pariwisata. Seminar tersebut menjadi ajang untuk saling mengingatkan bagaimana pariwisata berkualitas, bertangung jawab dan berkelanjutan dibangun di Bali sehingga peran penting pariwisata Bali untuk perbaikan perekonomian Bali selalu terjaga.

Seminar dibuka oleh Ketua LPPM Unud Prof. Dr. Drh I Nyoman Suarsana, M.Si. mewakili Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. Dalam sambutannya Rektor Unud menyatakan berterima kasih atas inisitif PUPAR menyelenggarakan seminar online tersebut. Ditegaskan, perubahan prilaku wisatawan menjadi isu penting yang berpengaruh pada  pengelolaan reputasi destinasi pariwisata pada pascapandemi Covid-19. Sumber: www.unud.ac.id (gs/Jubir Unud)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Perayaan Rahina Tumpek Landep, Pemprov Bali Gelar Bali DigiFest 2022

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Kolaborasi Bank Indonesia dan Pemprov Bali Dorong Pengembangan Inovasi Digital dan Sektor Kreatif

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  FT Unud Dorong Laju Percepatan Pemanfaatan Energi Terbarukan di Bali
Lanjutkan Membaca