Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Lestarikan Warisan Leluhur, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Jangan Malu Gunakan Pengobatan Tradisional

Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Khusus ‘‘Pelayanan Kesehatan Tradisional‘‘ di INews TV

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
NARASUMBER: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber dalam Dialog Khusus bertempat di INews TV, Senin (22/5/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan menjadi narasumber bersama dengan Koordinator Pokli Pembangunan Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa dan Pokli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja Prof. I Made Agus Gelgel Wirasuta dalam Dialog Khusus ‘’44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru’’ dengan tema ‘’Pelayanan Kesehatan Tradisional’’ bertempat di Studio INews Bali, Denpasar, pada Senin (22/5/2023).

Dalam acara yang dipandu oleh Trya Wahyuda, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu mengatakan bahwa para penglingsir dan leluhur Bali sudah mewariskan kearifan lokal terutama pengobatan tradisional atau usadha. Menurutnya sudah sepantasnya masyarakat Bali mulai menggunakannya dan melestarikan sebagai sebuah pengobatan alternatif yang bergandengan dengan pengobatan medis juga.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace sudah mengeluarkan Pergub Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, dimana sudah terkandung sistem, fasilitasi dan pemasarannya. “Sehingga TP PKK Provinsi Bali sebagai partner pemerintah berkewajiban untuk menyosialisasikan program tersebut hingga ke tingkat unit terkecil dari masyarakat yaitu keluarga,” ujarnya. Ia mengatakan TP PKK juga mempunyai program berupa aksi sosial yaitu terjun langsung ke masyarakat untuk membantu mereka.

Di samping itu, Bunda Putri menambahkan bahwa TP PKK Provinsi Bali mempunyai program bernama HATINYA PKK untuk menanam halaman rumah dengan tanaman yang berguna. Sehingga, wanita yang juga dikenal sebagai seniman serba bisa itu berharap kedua program tersebut bisa digabungkan. “Jadi masyarakat Bali bisa menanam jenis tanaman obat di samping bumbu dapur. Bayangkan jika satu desa saja yang melakukan program tersebut, maka bisa menjadi pemasok tanaman obat untuk obat tradisional,” imbuhnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubud dan Payangan Bangkitkan Kesadaran Kolektif Atasi Persoalan Sampah

Terakhir, ia berharap agar seluruh masyarakat Bali bisa mendukung program tersebut. “Pemerintah sudah siapkan relnya, berupa regulasi, fasilitas hingga pemasaran, yuk kita jalan bersama untuk melestarikan warisan para leluhur,” tandasnya sembari mengajak masyarakat Bali jangan malu menggunakan pengobatan tradisional.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, I Made Damriyasa mengatakan mempromosikan kesehatan tradisional Bali penting disampaikan dalam mencapai visi Bali Era Baru melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali di tengah masyarakat Bali hingga keluar negeri. Pada prinsipnya ada tiga unsur utama yang harus dijaga keharmonisan, yakni alam, manusia dan kebudayaan.

ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama usai menjadi narasumber dalam Dialog Khusus bertempat di INews TV, Senin (22/5/2023). (Foto: ist)

Menurutnya dari 44 Tonggak Penanda Bali Era Baru, tujuh belas (17) diantaranya untuk adat, seni dan budaya sementara sisanya berkaitan dengan kehidupan manusianya. Salah satunya adalah kesehatan tradisional Bali yang ditunjang oleh peradaban Bali.

Kita sudah kaya dengan referensi taru Pramana dalam lontar, yang kaya akan sumber daya alam. Yang dikembangkan berbasis dengan potensi yang dimiliki oleh Bali. Satu dan lainnya terintegrasi (pertanian dan taman hijau tidak pernah berdiri sendiri). Menggali kembali referensi yang Bali miliki dan kembangkan dengan prioritas keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusianya.

Pihaknya mengatakan bahwa Bali selalu selangkah lebih maju dengan adanya asosiasi usada tradisional dengan wujud membuka pusat pendidikan tradisional, sehingga pasar yang besar ini jangan sampai menjadi pasar orang lain. Peran dari pemerintah Provinsi, Gubernur sebagai media yang menyiapkan fasilitas dan regulasi, untuk membuka jalur ke pusat sebagai jembatan antara pemerintah Provinsi dengan pusat, sehingga akademisi dan masyarakat pemilik modallah yang diharapkan dapat bergerak untuk kepentingan masyarakat luas. Dimana ketika fasilitas dan regulasi sudah disediakan oleh pemerintah, maka masyarakat tinggal melaksanakan regulasi dan fasilitasi yang sudah disiapkan tersebut. Keberadaan akademisi sebagai pendukung kebijakan yang dikeluarkan Gubernur.

Baca Juga  Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

Di lain pihak, Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja, I Made Agus Gelgel Wirasuta mengungkapkan bahwa dibuatnya visi dan misi Bali dalam mewujudkan Bali Era Baru sebagai regulasi atau pondasi harus diperkuat dalam mewujudkan implementasi reformasi menuju pembangunan yang sejahtera berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Keseimbangan alam manusia dan budaya berkonsepkan Tri Hita Karana merupakan keseimbangan mewujudkan kesehatan yang berkolaborasi antara pengobatan tradisional dengan pengobatan konvensional. “Namun jangan sampai ketika kita berhasil mengembangkan usada wellnes yang dikenal sebagai medical komplementer medicine, dan saat itu akan dikuasai oleh orang-orang yang bukan berasal dari warga kita. Oleh sebab itu penting kita siapkan sumber daya manusia melalui penyediaan sumber pendidikan yang mengasah kemampuannya, yang nanti akan mampu memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang tersedia,” tegasnya.

Untuk membangun industri pengobatan tradisional harus mendapat dukungan dari semua pihak mulai dari SDM dan juga permodalan, sehingga 30 persen didukung oleh bahan produksi lokal dan disesuaikan dengan standarisasi obat-obatan tingkat nasional.

“Jangan sampai kita memproduksi obat tradisional namun melupakan standar kesehatan yang berlaku, agar mampu diterima di pasaran global. Selain itu membangun industri dan menggandeng SDM yang mumpuni merupakan salah satu syarat mutlak dalam menghasilkan produk yang berkualitas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Lepas Peed Aya, Tandai Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII

Published

on

By

peed aya
BUKA PKB XLVIII: Gubernur Bali Wayan Koster saat melepas Peed Aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII pada Sabtu, 13 Juni 2026 di depan Monumen Puputan Bajra Sandi Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melepas Peed Aya (pawai) yang menandai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII pada Sabtu, 13 Juni 2026 di depan Monumen Puputan Bajra Sandi Denpasar.

Peed Aya yang dimulai tepat pada pukul 14.00 WITA ini, turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa), Irjen Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya dan Istri, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra dan Forkopimda Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ketua DPRD Provinsi Bali melaksanakan pemukulan Kulkul sebanyak lima (5) kali, sebagai simbol persatuan dan kesatuan.

Pemukulan kulkul, disambut dengan gambelan gong gede, dari Sancaya Kanti dari Desa Adat Kesiman, Semar Pagulingan dari Briak Briuk Sepanggul serta gambelan maha merdangga kalpa sekaligus mengiringi siwa nataraja kolaborasi komunitas seni Usadhi Langu dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Maha merdangga kalpa merupakan refleksi kewaktu-an kekal, fibrasi semesta pembentukan tatanan sakral kehidupan memuliakan alam, manusia dan kebudayaan dalam harmoni spiritual suci, yang mana tarian ini dipentaskan bersamaan dengan garapan tematik kolosal bertajuk “Maha Merdangga Kalpa”.

Dengan mengangkat tema “Jiwa Sidha Parisudha”, atau memuliakan jiwa paripurna, Pesta Kesenian Bali ke-48 diharapkan mampu memberi makna dimana Atma Kerthi sebagai pemuliaan maha jnana.

Peed Aya (pawai) Pesta Kesenian Bali ke-48 Tahun 2026 “Atma Kerthi” di awali oleh pawai dari Kabupaten Jembrana dan di tutup oleh peed Aya (pawai) dari Kota Denpasar. Pesta Kesenian Bali tahun ini akan diselenggarakan dari tanggal 13 Juni s/d 11 Juli, di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Generasi Muda Asah Intelektual, Emosional dan Spiritual

Di akhir acara, Gubernur Wayan Koster menyempatkan diri untuk menyapa penonton secara langsung sebelum meninggalkan lapangan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapendam IX/Udayana Luruskan Pemberitaan Terkait Insiden Anggota TNI dengan Brimob di Manggarai Barat

Published

on

By

kapendam ix/udayana
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Menyikapi pemberitaan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir terkait dugaan penusukan anggota Brimob oleh anggota TNI di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh Subdenpom IX/1-1 Ende bersama unsur terkait.

Menurut Kapendam, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa peristiwa tersebut berawal saat dua anggota Kodim 1630/Manggarai Barat menghadiri undangan acara syukuran pelantikan anggota Brimob di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pemeriksaan, pada Rabu malam, 10 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WITA, Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R. menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda J.G. yang berlangsung di samping rumah orang tua Pratu I.W. Ketiganya datang sebagai tamu undangan dan diterima dengan baik oleh tuan rumah.

Dalam suasana acara yang berlangsung secara kekeluargaan, Pratu I.B. sempat berinteraksi dengan salah seorang anggota Brimob. Namun, beberapa saat kemudian terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi acara. Sekitar 30 menit setelah itu, lebih dari 15 anggota Brimob kembali mendatangi lokasi.

“Menurut hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, setibanya di lokasi, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sejauh kurang lebih 40 meter sebelum kemudian terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan. Saat Pratu I.W. berupaya memberikan pertolongan, yang bersangkutan juga menjadi sasaran pemukulan dan pengeroyokan, saat dikeroyok, Pratu I W berhasil mencari celah untuk kabur dan langsung berlari menuju rumah orang tuanya untuk mengambil sebuah pisau kerambit,” ungkap Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Baca Juga  Terima Komite III DPD RI, Sekda Dewa Made Indra Sampaikan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali Terus Meningkat

Keterangan tersebut diperkuat oleh sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian, antara lain saudara F.N., S.B.P., H.P., dan F.S.H. Dalam keterangannya, para saksi menyampaikan bahwa mereka melihat secara langsung adanya tindakan pengeroyokan oleh anggota Brimob yang berjumlah sekitar 15 orang terhadap kedua anggota Kodim tersebut.

Para saksi menerangkan bahwa Pratu I.B. sempat berhasil menyelamatkan diri menuju jalan raya. Namun, ia kembali dikejar dan dikroyok oleh sejumlah anggota Brimob. Sementara itu, Pratu I.W. yang berusaha membantu rekannya juga menjadi sasaran pengeroyokan.

Bahkan, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi disebut telah berupaya melerai dan meminta agar tindakan pengeroyokan dihentikan. Namun, menurut keterangan para saksi, pengeroyokan tetap berlangsung, termasuk saat salah satu korban anggota TNI tersebut berada dalam posisi terjatuh dan berusaha melindungi kepalanya dari pukulan.

Kapendam menjelaskan bahwa berdasarkan Pemeriksaan (BAP), Pratu I.W. mengakui melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut. Namun, tindakan itu menurut pengakuannya dilakukan dalam situasi terdesak setelah mengalami pengeroyokan dan merasa keselamatannya terancam.

“Pratu I.W. mengakui melakukan penikaman. Namun berdasarkan keterangannya, tindakan tersebut dilakukan saat dirinya merasa terdesak, mengalami kekerasan fisik, dan menilai keselamatan dirinya berada dalam ancaman akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung,” jelas Kapendam.

Sejumlah saksi juga menerangkan bahwa setelah terdengar teriakan adanya korban yang terkena tusukan, situasi mulai mereda. Korban yang mengalami luka kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa seluruh fakta yang diperoleh saat ini masih merupakan hasil pemeriksaan awal. Oleh karena itu, proses pendalaman terus dilakukan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga  Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

“Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun membangun opini yang tidak sesuai dengan fakta yang sedang didalami. Kodam IX/Udayana berkomitmen menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan profesionalisme dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Kapendam juga menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu.

“Apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota TNI, tentu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Demikian pula terhadap pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum, seluruh proses harus berjalan secara adil, objektif, dan proporsional,” tambahnya.

Saat ini Subdenpom IX/1-1 Ende telah melakukan serangkaian langkah investigasi, meliputi pendatanganan tempat kejadian perkara, koordinasi dengan Kodim 1630/Manggarai Barat dan Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Polda NTT, pemeriksaan saksi dan korban, pengecekan kondisi korban di rumah sakit, serta pelaporan perkembangan kasus kepada komando atas.

Kapendam turut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh kedua institusi dalam menjaga situasi tetap kondusif. Komunikasi dan koordinasi antara jajaran TNI dan Polri di wilayah Manggarai Barat tetap berjalan dengan baik guna mencegah berkembangnya kesalahpahaman yang dapat mengganggu soliditas kedua institusi.

“Kami memastikan hubungan sinergitas TNI dan Polri tetap terjaga dengan baik. Peristiwa ini merupakan kasus individual yang sedang ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku dan tidak dapat digeneralisasi sebagai konflik antar institusi,” ujar Kapendam.

Mengakhiri keterangannya, Kapendam IX/Udayana mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan kepercayaan kepada aparat yang berwenang untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional, objektif, dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Safari Kesehatan Badung Peduli Hadir di Desa Gulingan, Berikan Layanan Kesehatan dan Bantuan untuk Warga

Published

on

By

safari kesehatan badung
SAFARI KESEHATAN: Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Safari Kesehatan Badung Peduli yang digelar di Wantilan Serba Guna Banjar Tengah, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada hari Sabtu (13/6/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Badung melalui kegiatan Safari Kesehatan Badung Peduli. Kegiatan kali ini digelar di Wantilan Serba Guna Banjar Tengah, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada hari Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Perbekel Desa Gulingan, Yayasan Bunga Bali, serta Gerakan Badung Peduli.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, disediakan layanan kesehatan secara gratis bagi seluruh warga yang hadir. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan umum, panitia juga menyiapkan tenaga kesehatan profesional serta fasilitas khusus, antara lain: Mobil operasi katarak keliling, pemeriksaan kesehatan payudara dan pemeriksaan deteksi dini penyakit (pap smear).

Selain layanan medis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial sebagai wujud kepedulian. Bantuan yang disalurkan meliputi paket olahan ikan bernutrisi, paket sembako untuk warga lanjut usia, serta bantuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan alat bantu gerak.

Kepedulian tidak berhenti di lokasi kegiatan. Nyonya Rasniathi dan rombongan juga meluangkan waktu untuk berkunjung langsung ke kediaman I Wayan Kenter, seorang warga lanjut usia yang sudah lama terbaring di tempat tidur (Bedridden) di lingkungan Banjar Tengah Kelod. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyerahkan bantuan secara langsung serta memberikan dukungan moril agar yang bersangkutan tetap semangat menjaga kesehatan.

Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang lengkap agar dapat menjangkau berbagai kebutuhan warga. “Kami lengkap menyediakan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukungnya, termasuk mobil operasi katarak, pemeriksaan payudara, hingga pemeriksaan deteksi dini penyakit. Kami berharap warga Desa Gulingan senantiasa menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat. Ingat, kesehatan adalah aset paling berharga. Jika sudah jatuh sakit, biayanya bisa sangat mahal dan pencegahan pun menjadi jauh lebih sulit dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Generasi Muda Asah Intelektual, Emosional dan Spiritual

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait untuk terus bersinergi, agar program-program serupa dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Badung, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan keluarga kurang mampu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca