Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Jadi Pembicara Webinar Nasional Soal Stunting

Angkat Program Smara Ratih Sukses Turunkan Stunting

Loading

BALIILU Tayang

:

semara ratih
WEBINAR NASIONAL: Bupati Sanjaya saat menjadi pembicara Webinar Praktik Baik Desa/Kelurahan De'Best (Desa Bebas Stunting) di 1000 Hari Pertama Kehidupan yang diselenggarakan oleh BKKBN RI, Senin (5/6). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Kerja keras Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan jajaran Pemkab Tabanan dalam mendukung program pencegahan stunting, akhirnya berbuah manis. Salah satu desa di Tabanan, yakni Desa Tegal Mengkeb, Seltim, mendapat apresiasi dari Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, sebagai salah satu Praktik Baik Desa/Kelurahan De’Best (Desa Bebas Stunting) di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Hal tersebut diungkapkan pada Senin (5/6), oleh Kepala BKKBN RI Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G., dalam Webinar Praktik Baik Desa/Kelurahan De’Best (Desa Bebas Stunting) di 1000 Hari Pertama Kehidupan. Yang mana Webinar tersebut diikuti langsung oleh Bupati Tabanan di Ruang TCC Kominfo Tabanan dan didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sekda, Asisten I, Inspektur dan OPD terkait, Camat Seltim serta Perbekel Desa Tegal Mengkeb.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN menyampaikan, bahwa pencegahan stunting harus melalui pendekatan keluarga, karena disebabkan oleh pola asuh ataupun pola makan serta imunisasi yang kurang baik dari pihak keluarga. Untuk itu, Desa/Kelurahan dipandang sangat dekat dengan keluarga, sehingga mampu mempercepat program pencegahan stunting karena paling dekat dengan keluarga.

Kemudian arti penting dari kegiatan 1000 hari seperti hari ini, dikatakannya sangat penting sebagai persiapan bagi orang tua agar mampu melahirkan generasi yang baik dan bebas stunting. Hal itu disampaikannya harus medapat perhatian dari Pemdes dan Pemda. Untuk menjadi Desa Bebas Stunting di 1000 hari kehidupan pertama, harus dipahami sejak sebelum hamil dan diharapkan sebelum nikah dipersiapkan dengan matang perencanaannya.

“Cegah stunting memang ada faktor spesifik atau faktor sensitif, dimana Pemerintah Desa penting sekali berperan yang bisa membuat lingkungan tidak kumuh. Saya kira gerakan-gerakan desa dengan gotong-royong yang membuat saluran air itu menjadi baik, bersih, itu sangat penting. Karena faktor lingkungan merupakan faktor yang sangat berpengaruh di samping faktor-faktor ibu hamil, menyusui sampai umur dua tahun,” beber Kepala BKKBN.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Desa Adat Batukambing Penebel

Atas prestasi ini, Bupati Tabanan, Sanjaya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya BKKBN RI atas kesempatan yang diberikan untuk Kabupaten Tabanan. Dimana Pemkab Tabanan sangat mendukung program pencegahan stunting, bahkan menjadi perhatian penting bagi Pemkab Tabanan dan sangat disyukuri Desa Tegal Mengkeb menjadi salah satunya.

“Bermula dari kegiatan saya Ngantor di Desa, hari dimana saya tidak berkantor di kantor. Selama berkantor di Desa itulah saya mendengar, menampung keluhan, memahami permasalahan riil di masyarakat, dan selanjutnya menganalisis serta menformulasikan program berdasarkan kebutuhan, potensi dan masalah yang ada di Desa. Salah satunya adalah saya melihat, bahwa Tabanan harus menurunkan lagi presentase prevalensi stunting yang telah dicapai sebesar 8,2 persen,” ujar Sanjaya.

Walaupun target nasional dikatakannya sebesar 14 persen, namun pihaknya berupaya agar di Kabupaten Tabanan turun lebih rendah lagi melalui program Semara Ratih yang diadopsi dari Desa Tegal Mengkeb yang dijadikan program inovatif unggulan Kabupaten Tabanan yang telah dilaunching pada 23 November 2022. Program Semara Ratih ini diyakini sangat efektif untuk membentuk keluarga berkualitas dan bukan sekedar mencegah stunting.

“Program ini all in one, artinya melibatkan banyak instansi lintas sektoral dalam satu kesatuan. Instansi yang terlibat yaitu Pemerintah Daerah, Kantor Kementerian Agama, TNI (Babinsa), Polri (Babinkamtibmas), serta Prajuru Adat. Sasarannya adalah calon pengantin, didahului dengan konseling pranikah oleh petugas kesehatan, termasuk screening kesehatan dan konseling berkaitan dengan reproduksi sehat,” imbuh Sanjaya.

Selain itu, Majelis Desa Adat selanjutnya memberikan tutur tentang tradisi, adat, agama dan budaya serta budi pekerti seseorang yang akan memasuki jenjang perkawinan. Unsur TNI Polri memberikan pemahaman tentang pencegahan KDRT dan pentingnya hidup berumah tangga. Tidak kalah pentingnya, Pemdes membantu menyiapkan administrasi sesuai kearifan lokal serta penanaman pohon bagi calon pengantin dan di hari pernikahan pihak Pemkab menyerahkan Data Kependudukan berupa KTP, KK dan Akta Perkawinan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan Gapura Kantor DPRD Tabanan

“Dengan program Semara Ratih ini, saya ingin memastikan, bahwa setiap perkawinan harus selaras dengan dharmaning agama dan dharmaning negara. Selanjutnya melalui program Desa Presisi, saya berupaya program ini terlaksana di 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan,” harap Bupati yang memulai karir politiknya menjadi anggota DPRD Tabanan, dapil Tabanan itu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

PKK Sosialisasikan Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi

Published

on

By

badung peduli residu
SOSIALISASI: Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mengurangi residu sampah melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK sebagai motor penggerak di tingkat keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6). Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP. PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam perwakilan sekolah. Penyerahan ini menjadi bentuk edukasi nyata untuk mengkampanyekan pengurangan sampah residu rumah tangga.

Seusai acara, Ketua TP. PKK Badung menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat peduli terhadap sampah residu yang sulit terurai dan mengancam lingkungan. Ia berharap masyarakat beralih dari produk sekali pakai ke produk ramah lingkungan.

“Ini bukan semata-mata untuk masalah kebersihan saja, tetapi kita menjaga bagaimana alam dan bumi yang kita cinta ini bersih dari sampah. Kalau kita pikirkan mungkin itu akan kelihatan sulit, karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini, kenapa juga itu mencuci jadikan pekerjaan yang sulit sedangkan selama ini pakaian dalam kita, kita cuci sendiri. Nah apa bedanya dengan pembalut atau popok ini, saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ujarnya.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, menegaskan akan terus menggulirkan gerakan Badung Peduli Residu. Ia meminta seluruh kader PKK di Kabupaten Badung aktif mensosialisasikan gerakan ini demi mengajak warga lebih bijak mengelola produk berpotensi sampah residu.

Baca Juga  Tabanan Raih Prestasi Nasional di Lomba Desa Ekspor 2025

“Kita sering turun ke masyarakat untuk mensosialisasifikasi gerakan ini dan saya pun akan sering-sering turun ke masyarakat mungkin melalui Banjar, Desa, Kelurahan, Kecamatan juga dan saya berharap juga jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, melaporkan bahwa berkat dukungan semua pihak, capaian pemilahan sampah di Badung saat ini menyentuh angka 72 persen. Adapun pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah mencapai sekitar 33 persen. Meski begitu, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan optimal masih membayangi.

“Untuk itu, melalui Program Badung Peduli Residu, kita terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular masyarakat dan memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian LH/BPH RI, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, para Camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan di lingkungan Pemkab Badung, TP PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se-Kabupaten Badung, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kabupaten Badung, Siswa-siswi SMA dan SMP, serta unsur pelaku usaha di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perahu Terbalik, Enam Pemancing Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Published

on

By

SELAMATKAN: Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 6 orang pemancing yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu yang mereka gunakan terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Rabu malam (3/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 6 orang pemancing yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu yang mereka gunakan terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Rabu malam (3/6/2026). Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi dini hari tadi, Kamis (4/6/2026).

Awal informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu (3/6/2026) pukul 23.15 Wita dari Dana selaku petugas KSOP Celukan Bawang. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa kecelakaan laut terjadi sekitar pukul 22.49 Wita. Sebelumnya mereka melaut kurang lebih pukul 18.00 Wita untuk aktivitas memancing. Namun, beberapa jam kemudian, menjelang tengah malam, perahu yang mereka gunakan terbalik sehingga seluruh penumpang berada dalam kondisi darurat di perairan dan membutuhkan bantuan segera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Pos Polairud dan instansi terkait lainnya. “Kami melaksanakan persiapan, kurang lebih 11.30 (malam) kami melaksanakan pencarian target berangkat dari Celukan Bawang,” terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Sebanyak 6 personel digerakkan menuju lokasi perahu terbalik dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Buleleng.

Tak memerlukan waktu lama, pada pukul 00.58 Wita, tim SAR gabungan menemukan keenam korban pada koordinat 8°09’12.4″ LS dan 114°46’03.2″ BT dalam keadaan selamat. Selanjutnya melaksanakan proses evakuasi hingga pukul 01.13 Wita dan langsung kembali menuju Pelabuhan Celukan Bawang.

Adapun identitas keenam korban yang berhasil diselamatkan yakni Hamdan (50) asal Yeh Biu, Singaraja; Herry Noval Putra (28) asal Singaraja; Basirun (40) asal Candi Kuning; Amirul Umara (29) asal Singaraja; Haris Maulana (36) asal Singaraja; serta Amir Sarifudin (43) asal Singaraja.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Sampaikan Pendapat Akhir terhadap 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos SAR Buleleng, Pos TNI AL Celukan Bawang, Pos Polairud Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Polsek Celukan Bawang, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Keberhasilan penyelamatan seluruh korban menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antar-instansi dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi kedaruratan di wilayah perairan, sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Bangun Kolaborasi Bersama BWS dan The Ocean Clean Up, Optimalisasi Penanganan Sampah di Tukad Badung

Published

on

By

trash barrier bws
AUDIENSI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan The Ocean Clean Up terus berupaya mewujudkan optimalisasi penanganan sampah di sungai. Berbagai inovasi akan terus diterapkan, salah satunya adalah pemasangan Trash Barrier dengan tata kelola modern di Sungai Badung, Denpasar.

Demikian terungkap saat Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya, Senior Business Development Manager The Ocean Clean Up, Maike van Grootel, dan Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko. Tampak hadir pula Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.

Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko mengatakan bahwa, kolaborasi ini menjadi penting untuk bersama-sama dalam penanganan sampah di aliran sungai. Dimana, The Ocean Clean Up merupakan organisasi sosial asal Belanda dalam menjaga kebersihan lautan dan sungai. Khusus untuk Kota Denpasar, upaya yang akan dilaksanakan yakni memasang dua Trash Barrier di Tukad Badung. Keduanya akan dipasang di hulu yakni di Kawasan Tukad Badung depan Banjar Buagan dan di hilir yang berlokasi di Kawasan Pura Tanah Kilap.

“Nantinya Trash Barrier ini akan dikemas dengan teknologi otomatis, sehingga dapat mendukung optimalisasi penjaringan sampah di aliran sungai, dan sinergi bersama BWS dan Pemkot Denpasar ini merupakan angin segar dan sangat positif,” ujarnya.

Baca Juga  Cegah Stunting, Desa Pemogan Salurkan Paket Bantuan bagi Warga

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya mengaku siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Tentunya, BWS selaku pemilik lahan yang berada di bantaran Tukad Badung akan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan sampah di aliran sungai.

“Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up. Dimana, kolaborasi ini menjadi angin segar dalam mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar, utamanya di aliran sungai.

“Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah konkret dalam penanganan sampah di aliran sungai, dan kami (Pemkot Denpasar) merasa sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini di aliran Tukad Badung,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, dengan hadirnya inovasi Trash Barrier ini tentu akan melengkapi pola penanganan sampah di aliran sungai wilayah Kota Denpasar. Tukad Badung sebagai sungai utama di Kota Denpasar memang memiliki peran sentral dalam pengendali banjir, karenanya penanganan sampah di aliran sungai harus terus dioptimalkan.

“Kalau inovasi ini bisa diterapkan, maka optimalisasi penanganan sampah di alur sungai dapat dioptimalkan, termasuk sungai lainnya yang sudah ditangani langsung oleh Tim Biru Dinas PUPR Kota Denpasar, jadi ini saling melengkapi,” ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca