Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan ISFFS 2023

BALIILU Tayang

:

unud
SEMINAR: Ketua MII Prof. Krismono saat membuka seminar internasional di Ruang Aula Gedung Pascasarjana Unud Kampus Sudirman Denpasar, Selasa (6/6/2023), (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan The 2nd International Seminar on Fish and Fisheries Sciences (ISFFS) 2023 merupakan ajang kerja sama antara Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII) dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana (FKP Unud), Pascasarjana Universitas Udayana, Pusat Penelitian Perikanan, Pusat Penelitian Konservasi Sumber Daya Perairan Laut dan Darat; Biodiversity Indonesia (BIONESIA) dan Universitas Teknik Jakarta. Seminar internasional kedua ini  berlangsung  di Ruang Aula Gedung Pascasarjana Unud Kampus Sudirman Denpasar, Selasa (6/6/2023), dengan mengambil tema Resilience Management of Fish and Fisheries for Sustainable Blue Economy.

unud
Dr. Dati Pertami selaku Ketua Panitia ISFFS. (Foto: ist)

Dr. Dati Pertami selaku Ketua Panitia ISFFS melaporkan pelaksanaan seminar ini untuk menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerintah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi isu, peluang, dan solusi yang mendorong keberlanjutan jangka panjang sumber daya ikan dan perikanan, khususnya di daerah tropis.

Seminar yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan dua pembicara utama yakni Dr.rer.nat Evy Ayu Arida, M.Sc (Kepala Pusat Penelitian Zoologi Terapan BRIN) dan Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa (Dekan FKP Unud), lima pembicara undangan, 119 presentasi lisan, dan 50 presentasi poster. Sebanyak 16 negara turut berpartisipasi sebagai pembicara dan 13 negara ikut berkontribusi dalam publikasi prosiding internasional. Sementara lima pembicara pleno yang hadir dalam kesempatan ini merupakan para inspirator diantaranya Prof. Harry W. Palm, dan Assoc., Prof. Dr. Nurul Huda, Prof. Hyun Woo Kim, Samantha H. Cheng, Ph.D dan Prof. Dr. Ir. Luky Adrianto. 

unud
Ketua MII Prof. Krismono. (Foto: ist)

Ketua MII Prof. Krismono dalam pembukaan acara ini mengatakan bahwa kita berada di tempat dan waktu yang tepat untuk berpartisipasi dalam seminar ini. Bersama-sama mari kita percepat pertukaran ide dan peningkatan praktik yang baik. Diskusi dan kegiatan di sini akan menginformasikan kebijakan tentang pembangunan berkelanjutan sumber daya ikan, perikanan tangkap dan budidaya, keanekaragaman hayati, dan konservasi. 

Baca Juga  Universitas Udayana Laksanakan Evaluasi dan Asistensi Pelaporan PDDikti

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan seminar ini akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi staf dan mahasiswa kami untuk berpartisipasi, berkolaborasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan pengembangan penelitian sesuai dengan kepentingan masyarakat, masyarakat lokal, nasional dan internasional. Luaran yang diharapkan dari 2nd ISFFS ini adalah publikasi ilmiah dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana Indonesia yang diterbitkan dalam Proceedings internasional terindeks SCOPUS (Q3) dan jurnal nasional terakreditasi. 

unud
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. (Foto: ist)

“Hal ini sejalan dengan tujuan Universitas Udayana untuk meningkatkan potensi sumber dayanya dalam menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan nasional. Kekayaan intelektual tersebut untuk kepentingan masyarakat dan untuk menjalin kerja sama dalam berbagai bidang guna meningkatkan mutu tri dharma perguruan tinggi,” ujar Rektor Unud.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyampaikan bahwa ISFFS adalah forum yang tepat untuk mendengarkan presentasi menarik dari ahli di bidang ilmu kelautan dan perikanan berdasarkan keahliannya hasil penelitian terbaru, dengan berbagai topik yang dibahas termasuk keanekaragaman hayati dan konservasi, bioteknologi, ikan penyakit, manajemen perikanan, ekowisata bahari dan banyak lagi.

unud
Peserta seminar internasional ISFFS 2023. (Foto: ist)

Melalui pelaksanaan seminar internasional ini, pihaknya mendorong semua peserta untuk terlibat dalam kerja sama lintas disiplin ilmu, diskusi mendalam, pengetahuan pertukaran dan berbagi ide inovatif.  “Saya percaya bahwa dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman dari berbagai negara, lembaga, ilmuwan, dan individu, melalui penelitian dan inovasi kolaborasi, kami akan dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dan menghasilkan strategi yang jauh lebih efektif. Pembuatan kebijakan di bidang perikanan di masa depan juga akan lebih holistik, berbasis ilmiah dan akuntabel,” ungkapnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5641-Universitas-Udayana-Menjadi-Tuan-Rumah-Pelaksanaan-2nd-International-Seminar-on-Fish-and-Fisheries-Sciences-2023.html (gs/bi)

Baca Juga  Pusat Kolaborasi Riset Radiofarmaka Teranostik Unpad dan FK Unud Jajaki Kerja Sama Penanganan Kanker

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim Gabungan Sisir Pesisir Gianyar hingga Sukawati

Published

on

By

Nelayan Hilang Pantai Saba, Pencarian SAR Gianyar, Polres Gianyar, Pantai Sukawati
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.

Baca Juga  Talkshow Profesi Psikologi 2023, Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Mengenai Ilmu Psikologi Forensik

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PUPR Gianyar – Rekanan Tanda Tangani Kontrak Perbaikan Jalan 2026

Bupati Mahayastra Targetkan Seluruh Jalan Kabupaten Gianyar Tuntas dalam Tiga Tahun

Loading

Published

on

By

Bupati Gianyar I Made Mahayastra hadiri Kick Off Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.

Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.

Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.

Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.

Baca Juga  Samakan Persepsi, Unud Gelar TOT Dosen Pendamping Lapangan dan Pitching Mentor Program WMK 2023

Menurutnya, kegiatan  kick off  menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.

Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.

Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.

“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Tim Gabungan Diperkuat, Pemadaman Kebakaran Hutan di Pemuteran Terus Berlangsung

Published

on

By

Tim gabungan lintas instansi melakukan penanganan kebakaran hutan di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Buleleng
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).

Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.

Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.

Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.

Baca Juga  Fakultas Peternakan Gelar Sosialisasi, Bahas Implementasi MBKM di Unud

Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.

“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca