Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan ‘’Nyaksi’’ Ngaben Massal Sawa Prakerti Desa Adat Pajahan, Bangga akan Kekompakan Masyarakat

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
NYAKSI: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM foto bersama krama saat Nyaksi Uleman Upacara Pitra Yadnya Kolektif Ngaben Massal Sawa Prakerti Desa Adat Pajahan yang berlangsung di Balai Serba Guna Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Senin (3/7). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Mengayomi dan membimbing masyarakat, itulah komitmen Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM selaku kepala daerah dalam mendukung pembangunan di masyarakat, yang selaras dan seimbang secara sekala dan niskala. Secara konsisten pihaknya hadir di tengah masyarakat, dalam hal ini Nyaksi Uleman Upacara Pitra Yadnya Kolektif Ngaben Massal Sawa Prakerti Desa Adat Pajahan yang berlangsung di Balai Serba Guna Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Senin (3/7).

Pitra Yadnya kolektif atau Ngaben Massal Sawa Prakerti yang berlangsung di Desa Pajahan, merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sebanyak 2 kali sejak tahun 2018 dan diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Sebanyak 60 sawa diabenkan, Ngelungah Ngerapuh sebanyak 55 sawa, dan diikuti dengan 88 peserta metatah dalam karya tersebut, dimana puncak acaranya akan dilangsungkan pada tanggal 7 Juli mendatang.

Disambut dengan Tarian Ngalap Kopi siang hari itu, nampak hadir Anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten II, para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, para kepala bagian di lingkungan Setda,  Camat Pupuan, serta krama desa adat setempat. Adapun biaya yang ditentukan untuk Karya Pitra Yadnya ini termasuk diantaranya, enam juta rupiah untuk peserta pengabenan, lima ratus ribu untuk setiap peserta ngelungah dan seratus lima puluh ribu untuk masing-masing peserta metatah. 

Antusiasme warga Desa Pajahan dalam mengikuti kegiatan ini mendapat apresiasi dan penghargaan yang luar biasa dari Bupati Tabanan. Pihaknya merasa bangga, sebab semakin banyak desa di Tabanan yang menerapkan upacara berbasis kolektif dan mengangkat nilai kebersamaan yang tinggi. Baginya, karya yang sudah masuk dalam perarem Desa Adat Pajahan ini dinilai telah mengikuti dan sesuai dengan tata-titi sastra agama. 

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Pelepasan Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2022

 ‘’Saya selaku pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan, karena warga Desa Pajahan telah memaknai yadnya-yadnya yang ada di desa dengan baik, meskipun melalui proses panjang dan berliku. Tetapi dengan semangat dan kegigihan yang luar biasa serta pemahaman terhadap tata-titi dan prosedur, baik di desa, sastra agama dan sastra negara, maka karya bisa berlangsung dengan baik. Jika niatnya baik, maka jalannya juga pasti baik,’’ Sanjaya menyampaikan. 

Di kesempatan itu, selaku kepala daerah, Sanjaya juga menekankan tugas pentingnya yakni menjalankan amanat yang telah dimandatkan oleh masyarakat Kabupaten Tabanan di dalam menjalankan Visi dan Misi Kabupaten yakni masyarakat yang sejahtera, melalui pembangunan yang terintegrasi dari hulu, tengah dan hilir, secara sekala dan niskala.  ‘’Untuk mencapai masyarakat Tabanan yang sejahtera, melalui Visi dan Misi Tabanan yang berarti keseimbangan dan keharmonisan di alam jagat Bali ini, secara sekala dan niskala melalui 6 sad kerthi,’’ jelasnya.

Atma kerthi menjadi yang sangat penting sebab selaras dengan kewajiban umat Hindu Bali dalam melaksanakan pengabenan, baik sendiri, bersama, pesemetonan atau kelompok tertentu. Karena merupakan utang yang harus dibayarkan. ‘’Tri Rna, membayar utang bagi para leluhur, Tuhan yang Maha Esa dan sesama kita. Saat ini Pemerintah turun di masyarakat untuk mengayomi, mengorganisir masyarakatnya membuat tata-titi upacara-upacara yang namanya panca yadnya, dengan kompak dan gotong-royong bersama,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan, tujuan dari gotong-royong ini selain meminimalkan biaya juga untuk meringankan beban masyarakat tanpa mengurangi esensi dari arti yadnya itu sendiri. ‘’Saling bersinergi, satu jalur, masyarakat disini sudah kompak bersatu, dengan itu saya yakin pemerintah pasti akan selalu membantu masyarakat, dalam infrastruktur pembangunan baik sekala maupun niskala,’’ imbuh orang nomor satu di Tabanan sore itu. 

Baca Juga  Bupati Tabanan Berbagi Kasih Kunjungi Korban Kebakaran di Gubug Belodan

Mewakili Krama Adat Pajahan, I Ketut Suardika selaku Bendesa Adat menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas perkenan Bupati Tabanan dan jajaran nyaksi Ngaben Massal Sawa Prakerti ini. ‘‘Saya sudah mengabdi di desa selama 2 periode, dan baru 2 kali ini bisa melangsungkan ngaben massal dari 5 tahun yang lalu. Waktu itu diikuti oleh 40 peserta dan semenjak saat itu dilihat sangat bagus oleh masyarakat. Maka dari itu ngaben massal ini kami masukkan dalam perarem desa adat agar bisa dilaksanakan setiap 5 tahun sekali,‘‘ sebutnya. Pihaknya juga menyampaikan harapan ke depan agar Desa Adat Pajahan senantiasa mendapat perhatian dari Pemerintah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Gotong-royong Masyarakat dalam Rangkaian Karya Yadnya di Tiga Desa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Gotong-royong Masyarakat dalam Rangkaian Karya Yadnya di Tiga Desa

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Periode 2025 - 2030 Ikuti Gladi Kotor dan Gladi Bersih Pelantikan di Jakarta

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca