Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Sebagai Barometer Pariwisata Dunia, Munas I Septindo Digelar di Bali

Choirul Abadi Pimpin Serikat Pengusaha Industri Wisata Indonesia Periode 2023-2028

Loading

BALIILU Tayang

:

septindo
PENGUKUHAN: Septindo pada Sabtu, 15 Juli 2023 menggelar Musyawarah Nasional I di ruang Paruman Hotel Hilton Nusa Dua, Badung-Bali sekaligus pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan DPD Septindo periode 2023-2028. (Foto: gs)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Serikat Pengusaha Industri Wisata Indonesia (Septindo) pada Sabtu, 15 Juli 2023 menggelar Musyawarah Nasional I di ruang Paruman Hotel Hilton Nusa Dua, Badung-Bali. Pada Munas ke perdana tersebut Pembina Septindo Sendy Febriansah mengukuhkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan DPD Septindo periode 2023-2028.

Ketua Umum Septindo Choirul Abadi, MA usai pelantikan mengatakan Munas pertama sengaja dipilih di Bali karena Bali adalah barometer pariwisata di dunia maupun domestik. Karena itu kami start gerakan industri wisata dimulai dari Pulau Dewata, Bali. ‘’Moga-moga mulai dari sini (Bali), Septindo bisa sesuai dengan tagline-nya menjadi entrepreneur for people dimana Septindo tidak hanya untuk Septindo tetapi kita berbakti bagi bangsa dan negara,’’ ujar Choirul Abadi.

Untuk mencapai visi itu, Choirul mengakui ada dua poin tantangan. Pertama pasca-pandemi Covid-19 dunia usaha terkendala pada sisi investasi. Banyak dunia usaha wisata pada tutup. Oleh karena itu, pihaknya berharap rekan-rekan swasta dengan pemerintah baik pusat dan daerah bisa berkolaborasi.

‘’Anggota di Septindo tidak hanya travel, ada pengusaha bis, hotel, kuliner, restoran dan macam-macam. Namun yang paling parah dampaknya (pandemi Covid-19) adalah usaha travel, dua tahun tidak bisa ngapain. Setelah dua tahun baru rebound. Oleh karena itu kami membutuhkan bantuan dari sisi pendanaan dan investasi,‘‘ ujarnya.

Tantangan kedua, lanjut Choirul, meningkatkan kualitas mutu dan infrastruktur. Di tengah pasca-pandemi, anggota Septindo sudah mulai membangun tempat wisata walaupun kecil-kecilan, namun terkendala oleh infrastruktur seperti jalan. Untuk itu, mohon pihak regulasi agar membantu agar apa yang diupayakan berjalan lancar.

Choirul mengungkapkan pengelolaan pariwisata di Bali luar biasa, sangat profesional. Bahkan turis tahunya Bali. Namun, menghadapi era digitalisasi 5.0, Septindo ingin wisata Indonesia yang dikenal tidak saja Bali, tetapi ingin Sumatera, Sulawesi dll juga dikenal luas. ‘‘Kami berharap pemerintah baik pusat sampai daerah bekerja sama dengan pihak-pihak swasta yang terakomodir dalam asosiasi-asosiasi pariwisata karena kita ingin pariwisata Indonesia maju,‘‘ ujarnya.

Baca Juga  Mohon Kerahayuan Jagat, Bupati Sanjaya Pimpin Rombongan Penganyar Pemkab Tabanan ke Alas Purwa

Memang banyak ada asosiasi yang sejenis, namun Choirul menyebutkan Septindo secara spesifik akan bergerak dan menyasar kepada UMKM atau grassroot dan tidak menjadi asosiasi yang sifatnya elitis. Saat ini Septindo sudah beranggotakan 150 UMKM yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Selanjutnya akan segera konsolidasi ke daerah Papua atau Indonesia Timur.

‘’Tugas pertama kami adalah melakukan konsolidasi ke daerah-daerah seperti ke darah papua atau Indonesia Timur, kemudian membangun jaringan dengan lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga swasta lainnya,’’ ujarnya seraya menegaskan selesai dari sini kami akan menggelar travel fair di Lombok, Jawa Timur dan Jakarta dalam rangka menghidupkan UMKM terlebih lagi dukungan pemerintah sangat bagus.

septindo
Direktur Manajemen dan Industri Kemenparekraf RI Syaifullah, SE, M.EC, PHD saat membuka Munas I Serikat Pengusaha Industri Wisata Indonesia (Septindo) pada Sabtu, 15 Juli 2023 ditandai pemukulan gong. (Foto; gs).

Sementara itu, Direktur Manajemen dan Industri Kemenparekraf RI Syaifullah, SE, M.EC, PHD dalam sambutannya mengatakan, sesuai tema Munas ‘’Industri Wisata Indonesia Menghadapi Era Digitalisasi 5.0’’, bahwa pandemi Covid-19 itu merupakan save transformasi teknologi terbesar dan terhebat di dunia. Dan ini cellent bagi kita bagaimana kita bisa beradaptasi dengan budaya baru atau industri 5.0 dan ini menjadi hal yang paling penting bagi kita untuk bisa survive di industri 5.0.

’’Kehati-hatian dalam menggunakan media sosial atau memberikan pelayanan itu menjadi penting sekali. Kalau kita bagus, dia memberikan cotation bagus maka akan menarik orang datang. Bagaimana pengalaman seseorang tinggal di hotel, ke tempat wisata, kuliner itu menjadi sangat penting. Pelayanan sangat menentukan perspektif orang terhadap service yang kita berikan itu membuat harus hati-hati. Ini disebut dengan evolusi terkait dengan bisnis, kalau bisnis mau langgeng pelayanan prima wajib,’’ ujar Syaifullah.

Kalau melihat komposisi pengurus yang muda-muda, Syaifullah yakin Septindo akan bisa memberikan kontribusi yang lebih membantu Kemenparekraf dan pemerintah di dalam mencapai target mobilisasi jumlah wisman 1,4 miliar dan juga wisatawan asing sekitar 8,4 juta orang.

Baca Juga  Kembangkan Daerah Tujuan Wisata, Bali dan Lombok Tak Mesti Saling Salip

‘’Mudah-mudahan bisa dan yakin ini cellent bagi kita di tengah kebangkitan bahwa kerja sama dan koordiansi antara pihak wajib dikedepankan. Industri pariwisata tak mungkin tanggung jawab Kemenparekraf atau dinas pariwisata. Jadi ini semua pihak termasuk stake holder kerja sama untuk membangun citra positif terkait wisata Indonesia. Destinasi indah, keren tak cukup kalau hospitalitynya tak ada. Hospitality masyarakat dan daya dukung masyarakat harus bagus kalau pembangunan pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek bukan objek dan ini bisa dilakukan secara bersama-sama,’’ tutup Syaifullah yang dilanjutkan dengan pembukaan seminar yang menghadirkan narasumber Ajik Krisna (pengusaha nasional), Ni Nyoman Ayu Andriani, SH, MH dari Dispar Bali, dan Syaifullah dengan moderator IB Nama Rupa selaku Ketua BPPD Badung.

Hadir pada Munas tersebut, Gubernur Bali diwakilkan oleh Kadis Koperasi UKM Dr. I Wayan Ekadina, Asisten I Setda Badung Nyoman Suyendra mewakili Sekda Badung, Dewan Pembina Septindo, Sendy Febriansah, Dewan Pengurus Pusat dan DPD Septindo, dan anggota dari berbagai daerah di Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Sesi Tahunan Ke-61 Asian-African Legal Consultative Organization, Wapres Serukan Perdamaian Dunia

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Hadiri Sesi Tahunan Ke-61 Asian-African Legal Consultative Organization, Wapres Serukan Perdamaian Dunia

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Mohon Kerahayuan Jagat, Bupati Sanjaya Pimpin Rombongan Penganyar Pemkab Tabanan ke Alas Purwa
Lanjutkan Membaca