Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FIB Unud Implementasikan Kerja Sama dengan FIP UTM melalui Kuliah Umum

BALIILU Tayang

:

fib unud
TERIMA KUNJUNGAN: Dekan FIB Unud Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. saat menerima kunjungan PSBI FIP UTM yang dihadiri oleh Koordinator Program Studi PBSI UTM, Wahid Khoirul Ikhwan, S.Pd., M.Pd beserta rombongan di kampus Denpasar, Rabu, 9 Agustus 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) mengimplementasikan kerja sama yang dimiliki dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura (FIP UTM) melalui pelaksanaan kuliah umum yang dirangkaikan pada kegiatan Seminar Alumni ke-155 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala FIB Unud, Rabu, 9 Agustus 2023.

Kegiatan kerja sama ini melibatkan Program Studi Sastra Indonesia FIB Unud dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FIP UTM. Dalam kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan, narasumber dari PBSI FIP UTM membawakan materi yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Salah satu narasumber dari PBSI FIB UTM adalah Dr. Bohri Rahman, M.Pd. yang memaparkan materi terkait profil guru ideal.

Selanjutnya, setelah kuliah umum, kedua belah pihak melaksanakan focus group discussion (FGD) untuk saling berbagi informasi terkait pengelolaan program studi masing-masing. Dalam kegiatan FGD yang dihadiri oleh Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Koordinator Program Studi Sastra Indonesia FIB Unud, Dr. I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum., Koordinator Program Studi S3 Linguistik FIB Unud, Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama FIB Unud, Novita Mulyana, S.S., M.Hum., dan dari pihak PSBI FIP UTM dihadiri oleh Koordinator Program Studi PBSI UTM, Wahid Khoirul Ikhwan, S.Pd., M.Pd beserta rombongan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Satyawati, menyambut baik kedatangan tim PBSI FIP UTM ke fakultas yang dipimpinnya. Terlebih lagi kunjungan yang dilaksanakan adalah dalam rangka mengimplementasikan kerja sama antara Prodi Sastra Indonesia dan PBSI. Prof. Satyawati juga sangat mengharapkan hubungan kerja sama antara FIB Unud dan FIP UTM yang sudah terjalin sangat baik ini akan semakin baik di masa datang.

Baca Juga  ‘’Bali International Program on Asian Studies’’ Selenggarakan Orientasi Spring Program 2022

Pada FGD yang dilaksanakan, kedua belah pihak saling berbagi informasi terkait pengelolaan program studi masing-masing, pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Kedua belah pihak sepakat bahwa kegiatan kerja sama yang selama ini telah dilaksanakan dapat berlanjut dan diperluas pada kegiatan akademik lainnya, antara lain adalah kerja sama dalam pengelolaan jurnal, dan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Tidak hanya itu, dalam FGD, rombongan dosen PBSI FIP UTM juga memperoleh motivasi untuk melanjutkan studi doktor S3 melalui pemaparan informasi dari Koordinator Program Studi S3 Linguistik FIB Unud tentang kurikulum, proses penerimaan, serta tahapan ujian yang dilaksanakan di Program Studi S3 Linguistik FIB Unud.

Kegiatan implementasi kerja sama antara kedua belah pihak ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Implementasi Kerja Sama oleh Koordinator Program Studi Sastra Indonesia FIB Unud dan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP UTM, disaksikan oleh Dekan FIB Unud, serta pertukaran cinderamata berupa plakat dari masing-masing pihak. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3406-Fakultas-Ilmu-Budaya-Universitas-Udayana-Implementasikan-Kerja-Sama-dengan-Fakultas-Ilmu-Pendidikan-Universitas-Trunojoyo-Madura-melalui-Kuliah-Umum.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Susun RUU Permuseuman, Badan Keahlian DPR RI Kunjungi FIB Unud

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  FK Unud Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Pembicara Prof. Dr. Robert F Woolard

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Beri Manfaat dan Bekal kepada Siswa, FIB Unud Gelar PKM di SMAN 1 Selemadeg

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca