HADIRI HUT FP UNUD: Rektor Unud Prof. Gde Antara saat menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-56 FP Unud dan Badan Kekeluargaan ke-45 di Ruang Terbuka Hijau, Kampus Unud Jln. PB. Sudirman Denpasar, Sabtu, 2 September 2023. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., menyatakan salut atas semangat dan motivasi tinggi kalangan dosen Fakultas Pertanian dalam meningkatkan kualitas dirinya. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki FP Unud sangat mumpuni, sehingga sebagai salah satu fakultas tertua di Unud, FP selalu terdepan dalam pengembangan karir para dosennya. “FP Unud memiliki SDM yang luar biasa, ketika Fakultas Teknik belum memiliki seorang guru besar, FP sudah bertaburan,” kata Prof. Antara kala menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-56 FP Unud dan Badan Kekeluargaan ke-45 di Ruang Terbuka Hijau, Kampus Unud Jln. PB. Sudirman Denpasar, Sabtu, 2 September 2023.
Prof. Antara mengingatkan agar pimpinan Fakultas Pertanian mampu mengelola SDM yang berlimpah sehingga kolaborasi dan kontribusi masing-masing SDM mampu mendorong percepatan pemajuan FP dan Unud pada umumnya. “Yuk keluar dari zone nyaman, jangan terlena atas kemapanan. Tantang diri kita masing-masing agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dalam penyelenggaraan tri darma perguruan tinggi,” ajak Guru Besar Fakultas Teknik itu memompa semangat civitas akademika.
Prof. Antara yakin peluang akademisi, mahasiswa maupun pegawai Fakultas Pertanian selalu terbuka. Alasannya, sepanjang umat manusia masih makan nasi, dan mengkonsumsi buah-buahan maupun sayur maka akademis pertanian selayaknya tertantang mengembangkan kapasitas diri. Ahli pertanian yang berkompetensi tinggi akan mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan wilayah dan keilmuan (konsep dan teori) di bidang pertanian.
Rektor Prof. Antara juga menyatakan rasa bangga ketika mengetahui FP Unud menjadi magnet penting untuk mendatangkan mahasiswa mengikuti perkuliahan di Unud. “Informasi yang disampaikan pak dekan, mahasiswa FP Unud datang dari pelosok Indonesia, hampir semua pulau terwakili, ya?” ucapnya disamput tepuk tangan meriah hadirin. Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut sepatunya direspon dengan kualitas layanan yang baik. Untuk itu, seluruh pelaksanaan perkuliahan S1 dan S0 di FP Unud harus dipusatkan di Kampus Bukit.
Pengelolaan Fakultas Pertanian ke depannya, kata Prof. Antara, tidak bisa lagi dilaksanakan mendua yakni sebagian di Kampus Bukit dan sebagian di Kampus Sudirman. Rektor Prof. Antara menyarankan semua aktivitas perkuliahan di Kampus Bukit Jimbaran namun demikian dosen dan mahasiswa diminta maklum atas peningkatan fasilitas yang belum tuntas. Pihaknya merencanakan membagun 361 ruang kelas atau lecture building bagi mahasiswa S1 dan S0 seluruh fakultas di Unud. Ke depan, tidak ada ruang kuliah di sekitar kantor dekanat fakultas yang ada sekarang karena perkuliahan akan terpusat sehingga mahasiswa dari berbagai fakultas berbaur dalam satu lokasi.
Rektor Unud Prof. Antara saat meracik minuman herbal. (Foto: ist)
Selain itu, Prof. Antara meminta civitas akademika bekerja keras meningkatkan ranking Unud di tingkat internasional. “Jika semua civitas akademika bergerak untuk meningkatkan kinerja kelembagaan Unud, siapa tahu nanti ranking Unud tidak lagi di 550 dunia, tetapi menjadi lebih kecil. Misalnya, ranking 300, 200 atau 150 dunia,” harap figur publik yang murah senyum itu.
Acara tersebut yang dihadii ratusan civitas akademika FP Unud tersebut. Sejumlah guru besar hadir terutama yang mengemban jabatan, seperti Dekan FP Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM, WD I Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., WD II Prof. Ir. I Gusti Agung Ayu Ambarawati, M.Ec, Ph.D., dan WD III Dr. Ir. I Wayan Diara, M.S. Hadir pula ketua panitia HUT ke-56 yakni Dr. Dewa Ayu Sri Yudhari, SP., M.Agb bersama jajaran kepanitiaan yang menjadi tulang punggung kemeriahan HUT ke-56 FP Unud.
Dekan FP Unud Prof. Ustriyana menyatakan pihaknya sudah siap menuju internasionalisasi. Ustriyana yang akan mengakhiri masa jabatan September 2023 meyakini dekan baru FP Unud mampu mengemban amanat rektor tersebut. Pada acara kekeluargaan Prof. Antara dan Prof. Ustriyana berbaur dengan dosen, pegawai maupun mahasiswa mulai jalan santai, dan menari “FlashMob FP Unud terhebat”. Flashmob ini digagas dan dipersiapkan dosen pembina kegiatan kemahasiswaan Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P.
Sementara itu Ketua Panitia HUT ke-56 FP Dr. Yudhari menjelaskan perayaan HUT berlangsung sejak Agustus 2023 dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan meliputi ilmiah dan non-ilmiah. Kegiatan ilmiah berupa dosen tamu, workshop, maupun seminar internasional. Sedangkan non-ilmiah berupa pengabdian, upacara bendera, sembahyang bersama dan badan kekeluargaan. Sumber: www.unud.ac.id(gs/Jubir Rektor Unud)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)