Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Mahasiswa Jepang Kagumi Kelestarian Sawah di Subak Jatiluwih

BALIILU Tayang

:

dewa suprapta
PKM: Guru Besar FP Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. berbagi pengalaman tentang budidaya organik saat hadiri kegiatan PKM Program Studi Magister Bioteknologi Unud bekerja sama dengan Universitas Meiji, Jepang, di Subak Jatiluwih, Tabanan, Selasa (5/9). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Udayana bekerja sama dengan Universitas Meiji, Jepang, Selasa (5/9) menyelenggarakan pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan. Pemandangan alam yang indah berupa hamparan sawah yang indah membuat mahasiswa Jepang yang berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat tersebut.

“Bagaimana warga disini melestarikan sawah seperti ini. Kalau di negara saya keindahan alam seperti ini sangat sulit dipertahankan,” kata Miharu Shimoyama.

Pertanyaan mahasiswa Jepang dijawab antusias oleh Wayan Suwiarka, seorang petani sekaligus pengelola DTW Jatiluwih. “Petani adalah profesi kami disini maka sawah sumber penghidupan. Jadi sawah harus tetap ada. Di samping itu, ada aturan dari pemerintah agar sawah tetap abadi dan tidak boleh dialihfungsikan,” tutur Suwiarka yang juga Asisten Manajer DTW Jatiluwih itu.

Mendapat jawaban itu mahasiswa Jepang  lainnya Naokazu Harada menggali pandangan petani terkait aktivitas pariwisata. “Menurut bapak, aktivitas pariwisata di sini itu positif apa negatif?” tegas Harada penuh selidik.

Kelian Subak Jatiluwih I Wayan Mustra menuturkan bahwa aktivitas pariwisata menjadi sumber pendapatan tambahan sehingga petani merasakan manfaat positif. Mustra mengakui ada dampak negatif yakni meningkatknya kebutuhan ruang untuk tempat usaha sehingga sawah sangat rentan dialihfungsikan. Syukurnya, kata Mustra, penetapan Subak Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia diikuti kesadaran masyarakat untuk melestarikan sawah sehingga alih fungsi sawah dapat diminimalkan.

Kegiatan yang bertajuk Sustainable innovation to support rice production itu dihadiri sebanyak 30 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen dari kedua universitas maupun petani setempat.

Ada tujuh mahasiswa dari Universitas Meiji Jepang hadir dan berdialog dengan petani setempat. Mereka itu antara lain Takumi Kambayashi, Risa Konda, Mutsumi Ikeda, Marina Okazaki, Rihito Yamagata, Miharu Shimoyama, dan Naokazu Harada.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Penertiban Pembangunan dan Penanganan Kemacetan di DTW Jatiluwih

Ketua S2 Bioteknologi Pertanian Dr. GN Alit Susanta Wirya, SP., M.Agr hadir bersama Guru Besar FP Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., I Putu Sudiarta, Ph.D. dan Dewa Gede Wiryangga Selangga, SP,M.Si, berbagi pengalaman tentang budidaya organik.

Prof. Dewa Suprapta yang memperkenalkan produk obat-obatan nabati berupa zat penyubur akar tanaman dengan merek dagang “Egary”. “Produk ini belum dijual di pasaran, namun sudah kami uji coba di 5 kabupaten di Bali,” tuturnya.

Diceritakan, Egary sudah diaplikasikan dalam tanaman padi di Kecamatan Abiansemal, Badung dan di Kabupaten Buleleng. Kendati diterapkan pada budidaya padi di sawah yang kurang subur, hasilnya cukup melegakan bagi petani. Produksi beras, katanya, yang dihasilkan petani di lahannya naik menjadi 2 x lipat alias 100% daripada sebelum mengaplikasikan Egary.

Prof. Dewa Suprapta pun mendemonstrasikan perlakuan dalam pemakaian Egary pada pembenihan padi. Padi yang telah dieram selama dua malam dan sudah ada tanda-tanda bertumbuh atau ngecai dalam bahasa Bali. Sebelum disemai dipetakan sawah tempat pembenihan direndam selama 30 menit dengan Egary. “Sebelum semai benih padi, air bekas rendaman itu disiramkan di bedengan untuk penyemaian benih padi. Jika ini dilakukan niscaya benih akan tumbuh subur dan dalam jangka waktu 15 hari sudah bisa dicabut untuk ditanam,” paparnya panjang lebar.

Sementara itu akademisi Jepang Dr. Fumitaka Shiotsu memperkenalkan teknologi ratoon-rice atau salibu (salin ibu). Teknologi ini berupa merawat akar tanaman padi setelah panen, sehingga petani bisa berproduksi kembali tanpa harus melakukan proses penanaman sejak awal (mulai penyiapan lahan dan pembenihan). “Keuntungannya, waktu panen lebih cepat,” Dr. Pumitaka. Petani yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian itu. Di akhir acara diserahkan bingkisan Egary dan yang lainnya oleh panitia pengabdian kepada petani. Sumber: www.unud.ac.id (gs/Jubir Rektor Unud)

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Perketat Pengawasan Jatiluwih, Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polres Gianyar Bersama BNNK Gianyar Sisir Tempat Hiburan Malam Lewat Operasi Bersinar

Published

on

By

Polres Gianyar Gelar Operasi Bersinar di Tempat Hiburan
OPERASI BERSINAR: Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari. (Foto: Hms Polres Gianyar)  

Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., diawali apel kesiapan di Lapangan Apel Tribrata Polres Gianyar pada pukul 23.20 WITA. Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung maupun staf tempat hiburan malam.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi Amiysta Bali Hall & Room Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Dari 86 orang yang menjalani pemeriksaan dan tes urine, terdapat satu orang yang terindikasi positif mengandung zat adiktif.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan di Hallo Hall & Bar Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup. Sebanyak 25 orang menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil nihil indikasi mengandung zat adiktif.

Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk mengatakan, Operasi Bersinar merupakan bentuk sinergi Polri bersama instansi terkait dalam mencegah serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan sinergis untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk pengelola dan pengunjung tempat hiburan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba,” ujar Kapolres Gianyar.

Operasi tersebut melibatkan personel Polres Gianyar, BNNK Gianyar, Kodim 1616 Gianyar, Polisi Militer, Satpol PP Kabupaten Gianyar, Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 01.12 WITA dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Gianyar di area parkir Amiysta Bali Hall & Room Karaoke. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Gianyar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. (gs/bi)

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Perketat Pengawasan Jatiluwih, Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Published

on

By

Bupati Sanjaya dan Dekranasda Tabanan Hadiri Kriyanusa 2026
HADIRI PAMERAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Dekranasda Tabanan Bunda Rai Sanjaya saat hadir di Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari tanah Pejaten, hingga karya kerajinan kulit dari Marga Dauh Puri, Marga, kreativitas perajin Tabanan mendapat ruang untuk tampil di panggung kerajinan berskala nasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membawa karya lokal Tabanan untuk diperkenalkan lebih luas, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga global melalui keikutsertaan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, menghadirkan 410 stand dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tabanan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kriya unggulan daerah melalui dua IKM binaan, yakni produsen terakota Surya Wenawan Abadi asal Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan serta Mahataksu Leather asal Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Kehadiran keduanya sekaligus menunjukkan ragam produk kriya Tabanan yang memiliki nilai kreativitas dan potensi pengembangan pasar.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kriyanusa tahun ini tidak hanya menjadi menjadi ajang promosi dan pengembangan kriya, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kriya Indonesia. “Kita ingin agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujarnya saat pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Tabanan memberikan dukungan terhadap keikutsertaan para perajin. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya terhadap karya IKM Tabanan. “Selamat dan sukses untuk IKM dan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Kita bangga menjadi orang Tabanan, bangga membawa karya, budaya dan kreativitas Tabanan di Pameran Kriyanusa 2026,” ungkap Bupati yang akrab disapa Komang Sanjaya tersebut.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Perketat Pengawasan Jatiluwih, Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

Bupati Sanjaya juga menilai, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk kriya Tabanan memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia mencontohkan produk terakota dari Surya Wenawan Abadi yang tidak hanya dapat menjadi pajangan, tetapi juga dikembangkan sebagai hiasan dinding maupun berbagai kreasi lainnya, bahkan terakota tersebut banyak terpasang di setiap pembangunan gedung dan pagar di Kantor Bupati Tabanan. Produk kulit dari Mahataksu Leather dikatakannya juga memiliki kualitas sangat baik dan juga banyak dipakai khususnya oleh para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

“Inilah jati diri dan kekuatan kerakyatan kita. Melalui Kriyanusa ini, mari kita buktikan bahwa produk lokal kita di Tabanan khususnya, tidak kalah saing, bahkan mampu menembus pasar nasional dan global bahkan di seluruh dunia,” tegasnya. Ia juga berharap keikutsertaan ini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang secara langsung memberikan dukungan dan partisipasinya dalam Kriyanusa 2026 merupakan wujud komitmen untuk membawa karya terbaik para perajin daerah naik kelas. “Tiang dengan penuh bangga dan sangat antusias, Dekranasda Kabupaten Tabanan turut serta dalam Pameran Kriyanusa 2026, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Dekranas Pusat. Kekayaan kriya Tabanan sangat beragam dan berkualitas, tercermin dari beragam produk yang dihasilkan para perajin, mulai dari tenun, keramik, anyaman, terakota, kulit hingga craft inovatif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bunda Rai menambahkan, Tabanan memiliki kekayaan kriya yang luar biasa. Mengacu pada tema Kriyanusa 2026, ia mendorong para IKM binaan Dekranasda Tabanan untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Penertiban Pembangunan dan Penanganan Kemacetan di DTW Jatiluwih

“Melalui Kriyanusa dengan tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, kami ingin mendorong seluruh IKM binaan kami untuk terus berani berinovasi, menjaga kualitas dan percaya diri bersaing di pasar global,” imbuhnya.

Selain itu, Bunda Rai juga mengatakan dukungan terhadap produk lokal akan terus diperkuat agar karya para perajin Tabanan tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan mampu dikenal lebih luas. Kriyanusa 2026 juga menghadirkan Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik yang mendorong peserta meningkatkan kreativitas, kualitas, inovasi, serta kemampuan dalam menampilkan dan memasarkan produk kriya.

Dalam wawancara singkat saat menghadiri stan pameran, Bunda Rai menyampaikan kesannya terhadap Kriyanusa 2026. “Kesan kami, Kriyanusa ini luar biasa untuk menggali potensi kerajinan dari masing-masing daerah. Ajang ini menjadi sarana promosi sekaligus upaya melestarikan kerajinan dari seluruh Indonesia. Bagi kami, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kabupaten Tabanan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, sehingga para perajin kami, khususnya di Tabanan, memiliki kesempatan yang lebih merata untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini, Ketua GOW Badung Hadiri Peringatan BKSN 2026

Published

on

By

Yunita Alit Sucipta Hadiri Peringatan BKSN 2026
HADIRI BKSN: Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, memberikan pembekalan dan sosialisasi moderasi beragama kepada anggota Serikat Misi Anak-Anak Misioner (SEKAMI) dan Misdinar dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). Kegiatan bertema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius” ini dirangkaikan dengan edukasi literasi media digital serta berbagai perlombaan edukatif bagi anak-anak.

Dalam arahannya, Nyonya Yunita menegaskan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya terpaku pada penguatan iman, tetapi juga penanaman nilai kasih dan toleransi di era digital. “Melalui momentum BKSN 2026, kita mendorong adik-adik Misdinar dan SEKAMI untuk tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, solider, dan terbuka. Di era digital saat ini, penting bagi anak-anak untuk memahami etika bermedia sosial, selalu saring sebelum sharing, agar terhindar dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai kasih beragama selaras dengan kearifan lokal Bali seperti prinsip Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) sebagai landasan menjaga keharmonisan Badung yang berdampak langsung pada kenyamanan pariwisata.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini kita perlu memberikan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah nilai-nilai moderasi yang perlu kita tanamkan bersama,” ucap Yunita Alit Sucipta.

Sinergi berkelanjutan antara lembaga keagamaan, FKUB, Forpela, dan Kesbangpol ini diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan capaian indeks kerukunan umat beragama Kabupaten Badung yang saat ini sudah sangat tinggi, yakni berada pada angka 98,1 persen.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Perketat Pengawasan di Jatiluwih

Di akhir acara yang berlangsung meriah dengan unjuk bakat lagu nasional ini, Nyonya Yunita turut menyerahkan doorprize sebagai motivasi kepada para peserta anak-anak sebelum ditutup dengan sesi foto bersama Pastor Paroki Tuka Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca