Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

Uncategorized

Program “Lestari” Tingkatkan Budaya Literasi Anak di Kelurahan Sumerta

BALIILU Tayang

:

program lestari kelurahan sumerta
LESTARI KERTA: Program Layanan Edukasi Safari Literasi Kelurahan Sumerta ditujukan bagi peserta didik mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, hingga SMP telah dilaksanakan pada Jumat (22/9). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Layanan Edukasi Safari Literasi Kelurahan Sumerta (Lestari Kerta) terus digencarkan Kelurahan Sumerta. Hal ini utamanya dalam mengoptimalkan minat literasi anak-anak dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di wilayah Kelurahan Sumerta. Kegiatan ini ditujukan bagi peserta didik mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, hingga SMP yang telah dilaksanakan pada Jumat (22/9).

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, menjelaskan bahwa salah satu langkah dalam gerakan “Lestari Kerta” adalah mengajak anak-anak untuk membawa sampah anorganik dan menabung di bank sampah sebagai syarat untuk meminjam buku di perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan konsep pengelolaan sampah sejak usia dini serta mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan sumbernya.

Selain itu, dalam kegiatan ini, anak-anak juga mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Mereka diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik serta dampak buruk yang dapat timbul jika sampah tidak dikelola dengan baik.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Eka Apriana.

Selain kegiatan literasi dan edukasi tentang lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan mesatua Bali. Mesatua Bali merupakan bentuk penyuluhan bahasa Bali dari penyuluh Bahasa Bali di Kelurahan Sumerta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar dan memahami kearifan lokal serta memperkaya pengetahuan mereka tentang budaya Bali.

Sementara itu, Bunda Literasi, Ny. Dewi Anggraeni Apriana, berkomitmen untuk terus menjalankan program “Lestari Kerta” secara berkelanjutan. Diharapkan, program ini dapat terus diikuti dan dinikmati oleh anak-anak di Kelurahan Sumerta sehingga dapat menciptakan generasi masa depan yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki minat literasi yang tinggi.

Baca Juga  Tutup Kemah Literasi Kecamatan Denut, Bunda Literasi Antari Jaya Negara Beri Apresiasi, Kembangkan Gerakan Literasi

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat sekitar yang menyambut baik upaya Bunda Literasi Kelurahan Sumerta dalam mengajarkan literasi dan kesadaran lingkungan kepada anak-anak.

“Semoga program ‘Lestari Kerta’ menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan gerakan yang serupa dalam menciptakan masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi dan menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihak Bunda Literasi melibatkan Kepala Sekolah, Tenaga Pendidik, Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Sumerta, penggiat literasi Kelurahan Sumerta, dan pengurus bank sampah di wilayah Kelurahan Sumerta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Buleleng Mantapkan Rangkaian Kegiatan HUT Ke-422 Kota Singaraja

Published

on

By

pemkab buleleng
RAPAT: Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan rencana pelaksanaan peringatan HUT Kota Singaraja melalui rapat pemantapan yang digelar di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (23/2). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja, Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan rencana pelaksanaan seluruh agenda kegiatan melalui rapat pemantapan yang digelar di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (23/2).

Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, didampingi para Asisten Sekda, serta dihadiri perwakilan OPD pengampu kegiatan dan lomba. Rapat pemantapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja berjalan terkoordinasi, tepat waktu, dan berkualitas.

Berbagai agenda telah disusun untuk memeriahkan peringatan tahun ini, diantaranya : kunjungan dan bantuan sosial, penebaran benih ikan, lomba – lomba tradisional dan modern, serta parade seni dan budaya. Sekda Buleleng Gede Suyasa dalam arahannya menegaskan bahwa HUT ke-422 Kota Singaraja dirancang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari banyaknya kegiatan yang melibatkan berbagai sektor, yaitu sosial, lingkungan, olahraga, seni dan budaya.

“Seluruh pengampu kegiatan saya minta untuk benar-benar mempersiapkan sejak sekarang. Waktu kita sangat terbatas, namun kegiatannya sangat banyak dan lintas sektor. Kunci utamanya adalah kepastian perencanaan dan koordinasi yang solid,” tegasnya.

Sekda Suyasa juga menekankan pentingnya penuntasan administrasi sesuai jadwal, agar seluruh proses persiapan dapat segera berjalan tanpa hambatan. Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal.

Sementara itu, Asisten I Sekda Buleleng selaku Ketua Panitia HUT Kota Singaraja Putu Ariadi Pribadi menyampaikan bahwa rapat pemantapan ini merupakan kelanjutan dari rapat persiapan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Rapat ini sekaligus menjadi forum untuk memetakan kesiapan teknis setiap kegiatan, termasuk parade budaya yang akan diikuti oleh sembilan kecamatan.

Baca Juga  Tutup Kemah Literasi Kecamatan Denut, Bunda Literasi Antari Jaya Negara Beri Apresiasi, Kembangkan Gerakan Literasi

Ia menjelaskan, kegiatan HUT ke-422 Kota Singaraja terdiri atas kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Malam puncak peringatan akan digelar pada 28–30 Maret 2026, diawali dengan pembukaan pada 28 Maret dan ditutup pada 30 Maret. Selain itu, kegiatan jalan santai pada 6 Maret 2026 menjadi penanda awal rangkaian perayaan HUT Kota Singaraja ke-422.

“Melalui rapat pemantapan ini, kami ingin memastikan seluruh OPD pengampu sudah siap, baik dari sisi konsep kegiatan, sarana prasarana, maupun teknis pelaksanaan. Harapannya, seluruh rangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja dapat berlangsung lancar dan sukses dengan mengusung tema ‘Bhinneka Shanti Jagadhita‘,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

K3S Badung Kunjungi Anak Penderita Tumor di Desa Gulingan

Published

on

By

K3S Badung
KUNJUNGAN: Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan ke rumah Kadek Devita Maharani di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (21/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan rumah kepada Kadek Devita Maharani, seorang anak perempuan yang menderita tumor ganas, di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Sabtu (21/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat rentan yang telah menjadi prioritas K3S Kabupaten Badung. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan nyata bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit. Melalui kolaborasi erat dengan yayasan mitra yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi keluarga serta memudahkan aktivitas sehari-hari Kadek Devita.

Kedatangan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa adalah untuk memberikan motivasi dan memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, serta dukungan finansial yang akan digunakan untuk keperluan perawatan lanjutan Kadek Devita. Selain itu, melalui kunjungan ini, K3S Kabupaten Badung juga ingin mendengar langsung kebutuhan keluarga serta memastikan bahwa program bantuan yang ada dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

“Kita berkomitmen untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat yang rentan, terutama anak-anak yang sedang menghadapi tantangan kesehatan berat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting agar bantuan yang diberikan dapat lebih komprehensif dan rencana akan diberikannya tangan palsu pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program pembinaan masyarakat rentan akan terus berlanjut ke berbagai wilayah di Kabupaten Badung, dengan fokus pada kelompok anak-anak, Lansia, dan keluarga kurang mampu yang menghadapi masalah kesehatan atau kesulitan ekonomi.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, pengurus TP. PKK Kecamatan Mengwi, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Badung, serta perwakilan Forum Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kecamatan Mengwi dan Gerakan Badung Peduli. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Apresiasi Creative Event "Denpasar Bercerita"

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sakral dan Sarat Makna, Tari Pemuput Pujawali Desa Adat Tambakan Didaftarkan sebagai EBT

Published

on

By

Tari Pemuput Pujawali dari Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Tari Pemuput Pujawali dari Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, merupakan tarian sakral yang hidup dan tumbuh bersama denyut spiritual masyarakat adat. Tarian ini menjadi penutup rangkaian upacara (pemuput karya) sekaligus ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya pujawali, yang rutin dipentaskan setiap odalan di Pura Khayangan Tiga Desa Tambakan dan Pura Subak.

Rangkaian Tari Pemuput Pujawali melibatkan lintas generasi, yakni Tari Rejang Daa Istri oleh remaja putri, Tari Rejang Daa Truna oleh remaja putra, Tari Ngelandir dan Tari Merapat oleh krama dewasa, serta Tari Nguduh oleh para pemangku. Keseluruhan rangkaian ini memancarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan, sesama, dan alam, yang dipercaya sebagai simbol kesuburan desa dan keseimbangan kehidupan.

Meski berakar pada pakem yang diwariskan turun-temurun, termasuk penggunaan daun andong merah dan keris, pelaksanaannya tetap adaptif tanpa mengurangi nilai kesakralan. Konsistensi menjaga pakem sekaligus pewarisan kepada generasi muda menjadi kunci keberlanjutan makna dan fungsi religius tarian ini.

Sebagai langkah pelindungan kekayaan intelektual berbasis budaya, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng mendaftarkan tiga Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), salah satunya Tari Pemuput Pujawali Desa Adat Tambakan, pada kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual oleh Kementerian Hukum RI Kantor Wilayah Bali, Kamis (12/2) lalu di Swiss-Belhotel Rainforest.

Dikonfirmasi terpisah, Selasa (17/2), Kepala BRIDA Buleleng Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa pendaftaran EBT merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelindungan hukum terhadap warisan budaya.

“Pencatatan EBT bukan sekadar administratif, tetapi langkah strategis menjaga identitas budaya, memperkuat posisi budaya lokal, serta mencegah klaim pihak lain di masa depan,” ujar mantan Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng itu.

Baca Juga  Sapa Siswa SLBN 2 Saat MPLS, Ny. Antari Jaya Negara Juga Tekankan Pentingnya Menabung Sejak Dini

Melalui pendaftaran ini, Suwarmawan berharap EBT yang diajukan memperoleh pelindungan hukum yang kuat sekaligus menumbuhkan kesadaran publik untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan intelektual berbasis tradisi dan kearifan lokal Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca