WISUDA UNUD: Plt. Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D. melepas 1.773 wisudawan pada Wisuda ke-156, Sabtu (14/10/23) bertempat di Gedung Auditorium, Kampus Bukit, Jimbaran. (Foto: ist)
Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) melepas 1.773 wisudawan pada Wisuda ke-156, Sabtu (14/10/23) bertempat di Gedung Auditorium, Kampus Bukit, Jimbaran. Sebanyak 1.773 orang wisudawan yang diwisuda hari ini berasal dari program Diploma, Profesi, Sarjana, Spesialis, Magister dan Doktor, yang terdiri dari Fakultas Ilmu Budaya sebanyak 209 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 249 orang, Fakultas Peternakan sebanyak 36 orang, Fakultas Hukum sebanyak 118 orang, Fakultas Teknik sebanyak 286 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 108 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 266 orang, Fakultas MIPA sebanyak 171 orang, Fakultas Kedokteran Hewan sebanyak 19 orang, Fakultas Teknologi Pertanian sebanyak 52 orang, Fakultas Pariwisata sebanyak 104 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 94 orang, Fakultas Kelautan dan Perikanan sebanyak 30 orang dan Program Pascasarjana sebanyak 31 orang.
Sebanyak 1.773 wisudawan Unud saat mengikuti Wisuda ke-156, Sabtu (14/10/23) bertempat di Gedung Auditorium, Kampus Bukit, Jimbaran. (Foto: ist)
Dari jumlah wisudawan tersebut yang memperoleh predikat Dengan Pujian atau Cumlaude sebanyak 756 orang. Dari awal berdirinya Universitas Udayana sampai pada wisuda ke-156 ini, Unud telah memiliki alumni sebanyak 119.413 orang.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., IPU. (Foto: ist)
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., IPU. dalam laporannya menyampaikan, Wisuda merupakan rangkaian akhir pembelajaran formal yang dinanti-nantikan oleh mahasiswa beserta keluarganya. Kemampuan akademik wisudawan selama proses pembelajaran ditunjukkan dengan perolehan IPK tertinggi pada masing-masing jenjang pendidikan.
Wisudawan hari ini didominasi oleh kaum perempuan yang berjumlah 1.002 orang, sedangkan wisudawan laki-laki berjumlah 771 orang. Dari sisi prestasi akademik, IPK wisudawan perempuan lebih baik dari pada laki-laki. Rata-rata IPK perempuan 3,78, sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,69. Sementara masa studi rata-rata perempuan lebih cepat dari laki–laki yaitu 7,6 semester, sedangkan laki-laki 8,8 semester. Sehingga pada wisuda kali ini menunjukkan bahwa kemampuan akademik perempuan lebih baik daripada laki-laki.
Ia berharap, melalui pendidikan yang telah ditempuh, wisudawan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan mengedepankan kepribadian yang baik dalam bekerja dan bermasyarakat, selalu memiliki dedikasi, inovasi dan kolaborasi dalam bekerja.
Plt. Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D. (Foto: ist)
Plt. Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D. mengatakan, wisuda merupakan wujud peresmian bahwa mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Universitas Udayana kepada bangsa dan negara Indonesia, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing di era global ini.
“Pada periode kali ini merupakan pelepasan terbanyak. Bahkan kita berharap berapa mahasiswa yang masuk, maka segitu mahasiswa yang dilepas dalam 4 tahun ini. Karena itulah kinerja yang paling bagus, meski belum sampai 100%, tapi kita selalu melakukan usaha–usaha karena hal itulah merupakan target kinerja kita,” ujar Plt. Rektor.
Wisudawan yang jumlahnya cukup besar ini diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Melalui kurikulum MBKM dan program kewirausahaan yang dimiliki, Unud telah siap menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Plt. Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., Ph.D. berfoto bersama lulusan terbaik sekaligus resmi masuk IKAYANA. (Foto: ist)
Kepada para lulusan diharapkan dapat ikut berpartisipasi aktif dalam pengembangan Universitas Udayana dalam satu wadah resmi, yakni Ikatan Alumni Universitas Udayana atau IKAYANA dan turut berpartisipasi mengisi instrumen kuesioner online dalam pelaksanaan tracer study yang memiliki peran penting dalam upaya perbaikan dan pengembangan kualitas pendidikan di Universitas Udayana.
Kepada seluruh wisudawan, Plt. Rektor berpesan bahwa wisuda dan gelar bukanlah akhir dari segalanya namun merupakan awal dari tantangan baru dalam hidup. Oleh karena itu, para alumni nantinya ikut menjaga nama baik almamater dengan selalu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik serta dapat mengamalkan ilmu dalam profesi mereka masing-masing secara lebih bertanggungjawab dan berkualitas. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6040-Universitas-Udayana-Gelar-Wisuda-ke-156-Lepas-1-773-Wisudawan.html(gs/bi)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)