Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Gubernur Bali Ajak Seluruh Komponen ‘‘Ngrombo‘‘ Penanganan Kebakaran Lahan dan Kekeringan

BALIILU Tayang

:

penanganan kebakaran dan kekeringan bali
Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya berfoto bersama usai menghadiri Rakor yang berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali dengan menghadirkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta jajaran pejabat tinggi di lembaga tersebut, Kamis (19/10). (Foto: Humas Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Masalah kebakaran lahan dan kekeringan di wilayah Provinsi Bali dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama. Agar dampaknya tak makin meluas, Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya mengajak seluruh komponen ngrombo penanganan kebakaran lahan dan kekeringan. Ajakan itu disampaikannya saat mengikuti rapat koordinasi penanganan darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Bali, Kamis (19/10/2023).

Rakor yang berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali itu menghadirkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto beserta jajaran pejabat tinggi di lembaga tersebut.

Mengawali sambutannya, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyinggung fenomena El Nino yang belakangan menimbulkan dampak yang makin serius pada sejumlah kawasan di Pulau Dewata. Dua persoalan yang saat ini dihadapi Daerah Bali adalah bermunculannya kasus kebakaran lahan dan kekeringan yang memicu krisis air bersih di sejumlah desa.

“Kekeringan yang memicu krisis air merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama. Jika tidak ditangani dengan baik, kita khawatir dampaknya akan makin meluas,” ujarnya sembari mengatakan bahwa air merupakan sumber daya alam yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

Lebih jauh ia menambahkan, terbatasnya ketersediaan air di masa kekeringan tak hanya menyusahkan masyarakat, tapi juga akan berdampak pada sektor pariwisata, industri dan lingkungan hidup. Menyitir informasi BMKG, Mahendra Jaya menyampaikan bahwa musim kemarau untuk wilayah Bali masih akan berlangsung hingga awal tahun 2024. Langkah strategis perlu segera diambil karena hingga saat ini 113 banjar di Bali telah mengalami krisis air bersih. “Sejauh ini, BPBD berkolaborasi dengan berbagai elemen telah mendistribusikan 234.900 liter air bersih untuk  memenuhi kebutuhan air bersih di banjar-banjar itu,” sebutnya.

Pj. Gubernur Bali melanjutkan, terkait dampak cuaca ekstrem, Bali telah menerima 9 kali peringatan dini sejak 1 Juli s.d. Oktober 2023. Peringatan diri ini berkaitan dengan kondisi sejumlah wilayah di Bali yang sudah lebih dari 3 bulan tidak turun hujan. “Diperkirakan, wilayah yang sama sekali tak mendapat guyuran air hujan akan meluas karena musim kemarau diperkirakan baru berakhir pada Februari 2024,” cetusnya.

Baca Juga  PSEL Ditarget Selesai Akhir 2027, Groundbreaking Denpasar Raya akan Dilaksanakan 8 Juli 2026

Selain krisis air bersih, kekeringan juga berdampak pada kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Beberapa kejadian yang telah ditangani yaitu kebakaran di Kawasan Hutan Bukit Watu Kursi Desa Pemuteran dan Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem serta Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Batur dan Bukit Payang Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli.

Pada bagian lain, Mahendra Jaya juga menyampaikan progres penanganan kebakaran di TPA Suwung Denpasar dan TPA Mandung Kabupaten Tabanan. Pemadaman kebakaran di TPA Suwung melibatkan Damkar Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan, didukung water canon dari Polda Bali dan Polresta Denpasar. Lebih dari itu, penanganan kebakaran di TPA Suwung juga mendapat dukungan helikopter water boombing dari BNPB dan injeksi air dengan campuran bahan kimia dari Kementerian LHK. “Untuk mengatasi kebakaran di TPA Mandung, dikerahkan Damkar Kabupaten Tabanan dibantu Pemkab Badung,” tambahnya.

Penanganan kebakaran di TPA juga diimbangi dengan kegiatan kemanusiaan dengan melakukan evakuasi masyarakat sekitar, menyiapkan tempat pengungsian hingga pemberian bantuan makanan dan obat-obatan, pemeriksaan kesehatan serta menyiagakan Puskesmas dan RSUD untuk penanganan darurat akibat kebakaran TPA. “Kami juga membagikan masker kepada masyarakat di sekitar TPA, termasuk orang yang melintas,” sebutnya.

Terkait penanganan kebakaran TPA Suwung, Pemkot Denpasar menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 12 s.d. 25 Oktober 2023. Sedangkan untuk penanganan kebakaran TPA Mandung, Pemkab Tabanan menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 14 s.d. 27 Oktober 2023.

Pada kesempatan itu, pria kelahiran Singaraja ini menginformasikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam penanganan kebakaran TPA, salah satunya titik api dan gas metana di bawah tumpukan sampah yang menggunung. “Sehingga petugas tidak bisa melakukan pemadaman secara tuntas. Selain itu, area yang terbakar cukup luas dan upaya penanganan terkendala asap tebal, cuaca panas dan angin kencang,” bebernya.

Baca Juga  Kontribusi Positif KEK Sanur "The Sanur" dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Sementara pada penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), petugas terkendala ketinggian lokasi sehingga tak bisa diakses peralatan ataupun kendaraan pemadam. “Sehingga operasi darat dilakukan secara manual dengan teknik sekat bakar. Ketersediaan air juga terbatas dan jauh dari lokasi kebakaran,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Mahendra Jaya menyampaikan Pemprov Bali telah memberlakukan penetapan status keadaan darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, dengan Kategori “Status Siaga Darurat Bencana,” yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 897/04-G/HK/2023 tanggal 19 Oktober 2023, terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2023 sampai dengan 1 November 2023, dan dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan darurat bencana.

Penetapan Status Siaga Darurat Bencana ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dan menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara maksimal. “Kita harus siap menghadapi situasi darurat jika kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan semakin parah. Kami mengajak semua pihak berpartisipasi mengatasi situasi ini. Pemerintah daerah melalui OPD terkait akan mengupayakan bantuan dan dukungan untuk komunitas yang paling terdampak,” paparnya. Ia optimis, dengan sumber daya yang dimiliki serta didukung kebijakan yang tepat, Bali akan mampu menghadapi tantangan ini.

Menambahkan penjelasan Pj. Gubernur Bali, Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin menyampaikan harapan agar BNPB bisa segera menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Bali. Menurutnya ini sangat urgen karena sejumlah wilayah yang sudah 94 hari tidak turun hujan. Selain itu, ia juga mengajukan permohonan dukungan logistik dan peralatan kedaruratan dalam penanganan kekeringan dan kebakaran.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan rakor ini bertujuan membahas penanganan dampak El Nino yang makin meluas di wilayah Bali. “Kekeringan telah melanda sejumlah wilayah, ada beberapa kawasan yang masuk kategori terdampak El Nino ekstrem karena tidak turun hujan dalam jangka waktu lama. Beberapa daerah ada yang satu bulan tak turun hujan, bahkan ada yang sudah tiga bulan tak turun hujan,” tuturnya.

Baca Juga  Antisipasi Dampak El Nino, TIM TPID Denpasar Pantau Stok Beras Bulog

Menyikapi situasi itu, BNPB bersama jajaran TNI/Polri dan pemerintah daerah sepakat meningkatkan kesiapan, kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak El Nino. “Kita harus memastikan masyarakat tidak mengalami dampak yang signifikan, pastikan pasokan air bersih tetap tersedia,” cetusnya.

Suharyanto menyambut baik rencana Pemprov Bali menetapkan status keadaan darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, dengan kategori “Status Siaga Darurat Bencana”. Menurutnya, Bali sudah memenuhi syarat untuk penetapan status kedaruratan karena ada sejumlah wilayah tanpa hujan dalam kurun waktu cukup lama. Ditambahkan olehnya, dengan penetapan status kedaruratan, pemerintah pusat akan lebih leluasa turun memberikan bantuan.

Pada acara tersebut, BNPB menyerahkan bantuan siaga darurat kekeringan kepada Pemprov Bali, Pangdam/IX Udayana, Polda Bali dan Kabupaten Kota se-Bali. Khusus untuk Pemkot Denpasar, BNPB juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 250 juta untuk mempercepat penanganan kebakaran TPA Suwung. Bantuan untuk Pemprov diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

TP Posyandu Gianyar Gelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan KKM Desa

Published

on

By

Pelatihan SPA Bayi bagi kader Posyandu Gianyar
PELATIHAN SPA: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan SPA Bayi bagi Kader Posyandu dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) Desa, Jumat (21/8), di Kori Maharani Resort and Villa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi.

Pelatihan tersebut diikuti 160 peserta, terdiri dari 70 KKM Desa, 70 kader bidang kesehatan, serta 10 orang dari TP Posyandu Kecamatan dan TP Posyandu Kabupaten Gianyar.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang saling mendukung. Dari Griya Kamini, Putu Sri Widi Antari menyampaikan materi “Stimulasi Tumbuh Bayi dengan Baby Spa”, yang memberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai stimulasi bayi melalui teknik baby spa yang aman dan sesuai dengan kaidah kesehatan.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar memberikan materi “Pelaksanaan Posyandu dengan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Internalisasi Pemanfaatan Dana Desa”. Materi ini menekankan pemanfaatan Dana Desa secara tepat untuk mendukung pelaksanaan Posyandu dan mencakup enam bidang SPM.

Sementara itu, TP Posyandu Kabupaten Gianyar yang disampaikan oleh Sekretaris II TP Posyandu Gianyar Ni Wayan Sriyani memberikan materi mengenai Posyandu 6 Bidang SPM, sebagai penguatan pemahaman kader terkait transformasi Posyandu dan peran Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, dalam Berbagai yang dibacakan Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pelayanan kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Baca Juga  Hoaks, Video Ny. Putri Koster Umumkan Undian HUT RI Ke-81 BPD Bali Dibuat dengan AI

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Melalui pelatihan ini, diharapkan kader memiliki pemahaman dan keterampilan dasar mengenai SPA Bayi yang aman, tepat, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat memberikan pendidikan dan pendampingan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, selaku pengarah Posyandu, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat Posyandu melalui Transformasi Posyandu Era Baru.

“Sebagaimana kita pahami bersama, Posyandu saat ini terus diperkuat melalui Transformasi Posyandu Era Baru. Posyandu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pelayanan masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi sangat penting dalam transformasi tersebut. Di Kabupaten Gianyar saat ini terdapat 4.316 kader yang tersebar di 570 kelompok Posyandu. Kader merupakan unsur yang dekat dengan masyarakat dan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan dan pendampingan sesuai dengan bidang yang dicakupnya.

“Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua, khususnya terkait stimulasi tumbuh kembang bayi melalui teknik SPA Bayi yang benar, aman, dan sesuai dengan kaidah kesehatan,” ujarnya.

I Gede Daging berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berpikir, serta menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh narasumber maupun instruktur. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan didistribusikan kepada masyarakat di desa dan kelurahan masing-masing.

Baca Juga  Kontribusi Positif KEK Sanur "The Sanur" dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

“Menjadi kader merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang diberikan harus benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan ketentuan. Khusus dalam edukasi SPA Bayi, aspek keamanan dan kaidah kesehatan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas PMD bersama TP Posyandu akan terus mendorong penguatan peran Posyandu, termasuk melalui peningkatan kapasitas para kader.

“Kami mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan berperan aktif dalam mendukung Transformasi Posyandu di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

I Gede Daging juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kader akan dilakukan secara bertahap. Hingga akhir tahun, Dinas PMD menargetkan dapat memberikan pelatihan kepada sekitar 800 kader dari total 4.316 kader Posyandu yang tersebar di 570 kelompok Posyandu di Kabupaten Gianyar.

“Tidak mungkin seluruhnya sekaligus, namun akan dilakukan secara bertahap. Dengan peningkatan kapasitas ini, kita berharap kader semakin siap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai stimulasi tumbuh kembang bayi melalui baby spa, tetapi juga diperkuat pemahamannya mengenai implementasi enam bidang SPM Posyandu serta pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung pelaksanaan Posyandu.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Gianyar berharap peningkatan kapasitas kader dapat semakin memperkuat pelayanan Posyandu di seluruh desa dan kelurahan, sekaligus mendukung terwujudnya transformasi Posyandu yang mampu memberikan pelayanan dasar secara lebih optimal kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali serahkan bantuan sosial di Klungkung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, di Kabupaten Klungkung, Jumat (21/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Selama tujuh tahun terakhir, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani hidup tanpa pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Kabupaten Klungkung itu mengandalkan penghasilan dari nganteban banten ketika ada upacara keagamaan.

Karena itu, bantuan yang diterimanya dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, Jumat (21/8), terasa sangat berarti. Bantuan tersebut setidaknya dapat membantu meringankan kebutuhan keluarganya untuk beberapa waktu ke depan.

“Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteban banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu,” ungkap Mangku Wijana.

Mangku Wijana merupakan satu dari 150 penerima bantuan yang tersebar di tiga lokasi, yaitu Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan; Desa Manduang, Kecamatan Klungkung; dan Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Manfaat serupa dirasakan Ni Ketut Nanik Fitriani, penerima bantuan asal Desa Pikat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai desa di Bali.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu dari TP PKK Provinsi Bali. Bantuan diberikan kepada lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kader PKK.

Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali turut menyalurkan paket Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, bibit pohon dan tanaman cabai, serta buku resep kuliner.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dirancang untuk menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga  Hoaks, Video Ny. Putri Koster Umumkan Undian HUT RI Ke-81 BPD Bali Dibuat dengan AI

“Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat Klungkung. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Aksi sosial tersebut tak hanya diisi dengan penyerahan bantuan. Masyarakat juga memperoleh pelayanan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis. Sementara itu, Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan sehat dan bergizi. Keterampilan itu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk menambah penghasilan rumah tangga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

20 Karya dan Budaya Buleleng Resmi Terlindungi HKI di Buleleng Festival 2026

Published

on

By

Penyerahan sertifikat HKI di Buleleng Festival 2026
HKI: Penyerahan 20 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam rangkaian hari ketiga Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Kamis (20/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong perlindungan terhadap karya, inovasi, produk UMKM, serta kekayaan budaya daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan 20 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam rangkaian hari ketiga Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Kamis (20/8).

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerahkan langsung 20 sertifikat HKI kepada para penerima di Panggung Buleleng Digital Expo (BDE), RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan perlindungan HKI merupakan bagian penting dalam menjaga hasil kreativitas dan kekayaan budaya masyarakat Buleleng. Menurutnya, karya yang dihasilkan masyarakat memiliki nilai yang harus dijaga sekaligus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kita ingin karya-karya masyarakat Buleleng, baik berupa inovasi, produk UMKM, seni, maupun kekayaan budaya, mendapatkan perlindungan secara hukum. Dengan adanya HKI, karya tersebut memiliki identitas dan kepastian hukum sehingga tidak mudah diklaim oleh pihak lain,” ujar Sutjidra.

Ia menambahkan, perlindungan HKI juga menjadi langkah untuk mendorong masyarakat agar semakin berani menghasilkan karya dan inovasi baru.

“Ini bukan hanya tentang mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran bahwa setiap karya memiliki nilai. Karena itu, kita mendorong para pelaku UMKM, seniman, budayawan, pencipta, dan masyarakat untuk mendaftarkan karya mereka,” imbuhnya.

Menurut Sutjidra, pemerintah daerah akan terus memberikan fasilitasi agar proses perlindungan kekayaan intelektual dapat semakin mudah diakses masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu akan terus hadir memberikan fasilitasi. Kita ingin semakin banyak karya dan kekayaan budaya Buleleng yang terlindungi, sehingga bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus menjaga identitas dan jati diri daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Hoaks, Video Ny. Putri Koster Umumkan Undian HUT RI Ke-81 BPD Bali Dibuat dengan AI

Sebanyak 20 sertifikat HKI yang diserahkan mencakup berbagai kategori. Pada kategori Hak Cipta, terdapat Aplikasi AKU Online milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Aplikasi PINTAR milik Dinas Kesehatan, platform Pokmaswas.org, serta lagu “Bersepeda”.

Untuk kategori Pengetahuan Tradisional dan Merek Kolektif, sertifikat diberikan kepada Mengguh Tejakula, Cerorot Pacung, serta Kain Tenun KTC Samirana Desa Sembiran. Sedangkan kategori Ekspresi Budaya Tradisional mencakup Tradisi Upacara Adat Nyeeb dari Desa Adat Tajun dan Tradisi Meamuk-amukan.

Sementara itu, perlindungan Hak Merek diberikan kepada sejumlah UMKM Buleleng, yakni ESMP Risolaiss, Kayuputih Moki Moyangkopi, My Kupi, Coffee Gunung Luwih, Tumpuksari Tajun, Yush Orista Coffee, Kodu Kopi Duwe Tambakan, Ceritaperca Din’z Handmade, AP Anjanigoris, Mie Ornik, serta Minyak Kalimosada Kalimosadi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Tari Nelayan dan dilanjutkan dengan peluncuran aplikasi SI MANJA-PKK (Sistem Informasi Mandala Ambara Raja PKK) yang merupakan inovasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Melalui momentum Buleleng Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya melindungi setiap karya dan kekayaan intelektual. Fasilitasi dan informasi terkait pendaftaran HKI dapat diperoleh melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca