Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tiga Mahasiswa FPar Unud Belajar Meneliti ke BRIN Jakarta

BALIILU Tayang

:

mahasiswa unud ke brin
MBKM RISET: Tiga mahasiswa peserta MBKM Riset Fakultas Pariwisata Unud didampingi dosen pembimbing sekaligus Wakil Dekan 1 saat berkunjung ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta pada Jumat (3/11). (Foto: Hms Unud)

Jakarta, baliilu.com – Tiga mahasiswa peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka Riset (MBKM Riset) Fakultas Pariwisata (FPar) Universitas Udayana didampingi dosen pembimbing sekaligus Wakil Dekan 1 berkunjung ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta pada Jumat (3/11). Kunjungan ini merupakan awal dari kunjungan selama seminggu ke BRIN sebagai bagian dari program Riset MBKM Mandiri LPPM Unud.

Tiga mahasiswa dari program studi S1 Pariwisata tersebut terdiri dari Ni Ketut Ripa Cahyani Putri, Chiki Welly, dan I Made Sudarsana. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait proses riset sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga riset pemerintah. Dalam skema Riset MBKM tersebut Fakultas Pariwisata menjadikan seorang peneliti sosial BRIN, yakni Gusti Ketut Ayu Surtiari, M.Si. sebagai pembimbing riset para mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Nawawi, MA (Kepala Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi National/ PRK-BRIN), menyatakan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia. “Kunjungan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa MBKM Riset untuk belajar dari para ahli dan praktisi di BRIN. Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di berbagai bidang,” ujarnya.

Selama kunjungan, mahasiswa diajak berdiskusi oleh para peneliti BRIN tentang proyek-proyek riset yang sedang dijalankan. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para ahli mengenai metodologi riset, peran teknologi dalam inovasi, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ilmu pengetahuan hingga peluang beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi sebelum nantinya menjadi peneliti ahli. Dalam kunjungan selama 6 hari (3-8 November 2023) mahasiswa berkesempatan ‘bekerja’ sebagaimana layaknya seorang peneliti BRIN. Mereka bisa menggunakan ruang kerja di kantor BRIN, bekerja outdoor di Megamendung Bogor, mencari referensi di perpustakaan digital BRIN, dan tinggal di mess /asrama BRIN. Semuanya di bawah pendampingan mitra peneliti BRIN.

Baca Juga  Unud Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional II Forum Komunikasi PPPI Se-Indonesia

Dr. Nawawi, MA bersama dengan Gusti Ayu Ketut Surtiari, M.Si (Peneliti Ali Madya, Kelompok Riset Studi Penduduk dan Bencana, PRK-BRIN) menyambut baik kunjungan mahasiswa MBKM Riset Universitas Udayana. “Kami berharap ke depan akan terjalin kerja sama yang lebih serius anatara BRIN dengan Unud baik dalam hal riset, pemberian beasiswa, maupun penerbitan jurnal penelitian,” tambahnya.

Wakil Dekan 1 Fakultas Pariwisata, Nyoman Sukma Arida mengharapkan agar kesempatan berkolaborasi dengan dibimbing langsung oleh peneliti BRIN bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh ketiga mahasiswa.

“Ini kesempatan langka yang tidak bisa dienyam oleh mahasiswa lainnya di fakultas. Pergunakan dengan baik untuk belajar meneliti dan membuat artikel dengan berhasil mempublikasikannya di jurnal Sinta 3 yang sudah ditargetkan dan tentunya timba ilmu meneliti dan menulis yang seluas-luasnya dengan para peneliti BRIN,” ujar Sukma Arida.

Di akhir kunjungan, mahasiswa dan dosen pembimbing menyampaikan apresiasi mereka kepada BRIN atas penerimaan yang hangat dan pengetahuan berharga yang telah mereka dapatkan. Dengan semangat yang baru ditemukan, mereka akan kembali ke Universitas Udayana dengan harapan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam riset- riset yang mereka jalankan di masa mendatang. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6072-Tiga-Orang-Mahasiswa-Fakultas-Pariwisata-Universitas-Udayana-Belajar-Meneliti-ke-BRIN-Jakarta.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Prodi Sarjana Ekonomi Unud Gelar ‘’Workshop’’ Pemenang Kompetisi Hibah Penelitian dan Pengabdian 2022
Lanjutkan Membaca

NEWS

Korban Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

By

Air Terjun Tembok Barak
PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian hari kedua yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal. (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Pencarian hari kedua terhadap Ardianan Wardana Putra (23), asal Sleman, Yogyakarta, yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, kembali dilanjutkan sejak pagi, Minggu (26/4/2026). Objek wisata ini berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng,

Dengan dibantu masyarakat setempat, tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di seputaran pusaran air terjun. Sementara itu tim darat memantau dari atas untuk melihat kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban.

Upaya pencarian tersebut akhirnya menemukan titik terang. “Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Untuk memastikan kecurigaan tersebut diturunkan tim penyelam.

Tak berselang lama setelah upaya menyelam, akhirnya pada pukul 09.00 Wita korban ditemukan di bawah permukaan air di kedalaman berkisar 6-7 meter. Keadaan korban saat ditemukan masih menggunakan celana warna hitam, dan tidak ditemukan adanya luka benturan. “Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” jelasnya.

Setelah dievakuasi ke darat, selanjutnya jenasah Ardianan Wardana Putra dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulance PMI Kabupaten Buleleng.

Diberitakan sebelumnya beberapa orang melakukan aktivitas mandi di air terjun Tembok Barak pada Sabtu (25/4/2026) pukul 16.30 Wita. Keceriaan itu berubah menjadi mencekam saat 1 orang tidak bisa melawan arus derasnya air terjun dan ia pun tenggelam. Teman-temannya berusaha memberikan pertolongan, akan tetapi karena semuanya diselimuti kepanikan, akhirnya tubuh Ardianan tenggelam dan tidak bisa ditemukan. upaya pencarian hingga malam hari oleh tim SAR gabungan hasilnya nihil.

Baca Juga  Tim Asesor BAN-PT Lakukan Asesmen Lapangan Secara Daring pada Prodi Magister Akuntansi FEB Unud

Adapun unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya operasi SAR diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, SAMAPTA Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, Bala wita Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Bhuana Bali Rescue, Badan Pusat Statistik Buleleng, perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hilang Sejak Kemarin, Seorang WNA Ditemukan Terdampar di Pantai Mengiat

Published

on

By

Pantai Mengiat
Tim SAR saat mengevakuasi korban meninggal warga negara asing asal Serbia. (Foto: Hms SAR)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) diduga tenggelam di Pantai Mengiat, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (28/4/2026). Korban diketahui bernama Sinisa Bilanovic (57), berkewarganegaraan Republik Serbia.

Informasi tersebut baru diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu (29/4/2026) pukul 09.30 Wita. “Kami memperoleh laporan dari bapak Parma, dikatakan bahwa kejadiannya kemarin,” ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Mulanya korban bersama 17 wisatawan lainnya tiba di Pantai Mengiat, Nusa Dua sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga pukul 17.00 Wita, Sinisa Bilanovic tidak kunjung kembali dan berkumpul bersama rombongan. Pihak tour guide bersama rombongan sempat melakukan pencarian di sekitar pantai, namun hasilnya nihil. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada Polairud Polresta Denpasar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, diberangkatkan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berjumlah 7 orang menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, dilakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya dan kemudian diturunkan rubber boat. “Keseluruhan personel dibagi menjadi 2 SRU, yakni melakukan penyisiran di perairan dengan 2 unit rubber boat dan pencarian oleh tim darat ke arah utara,” terang Sidakarya.

Hingga pukul 12.00 Wita tim SAR gabungan belum menemukan korban. Tak lama berselang diperoleh informasi ada penemuan jenasah terdampar. “Pada pukul 13.36 korban ditemukan terdampar 700 meter dari LKM dalam keadaan meninggal dunia,” terang Kadek Perdana Yasa, selalu koordinator lapangan. Selanjutnya jenasah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dengan menggunakan Ambulance Balawista Kuta Selatan.

Upaya pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polresta Denpasar, Balawista Kuta Selatan, masyarakat setempat, serta rekan korban. (gs/bi)

Baca Juga  Unud dan Universitas Hasanuddin Perpanjang Nota Kesepahaman

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca