Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

84 IKM/UKM Binaan Dekranasda Denpasar Siap Memeriahkan Denfest Ke-16

BALIILU Tayang

:

dekranasda denpasar
RAPAT: Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat memimpin rapat kurasi Anggota Dekranasda Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya pada Selasa (28/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 84 Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan Dekranasda Kota Denpasar siap memeriahkan Denpasar Festival (Denfest) Ke-16 tahun 2023 di areal Catur Muka Denpasar pada 22-25 Desember 2023.

Hal ini terungkap saat Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara memimpin rapat kurasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar bersama Anggota Dekranasda Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya pada Selasa (28/11).

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengungkapkan bahwa keterlibatan IKM/UKM ini akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival tersebut.

Tidak hanya itu, Ny. Sagung Antari Jaya Negara juga menyampaikan bahwa seluruh IKM/UKM yang terlibat merupakan binaan Dekranasda Kota Denpasar. Ia juga menekankan bahwa Denpasar Festival tahun 2023 telah melalui seleksi ketat, dengan fokus pada produk unggulan dan ciri khas Kota Denpasar. “Semoga yang masuk seleksi memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk ungulannya,” ungkap Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Sementara itu Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan dari 149 peserta yang mendaftar dilakukan kurasi atau seleksi tahap pertama diterima 86 peserta. Dari 86 dilakukan kurasi tahap kedua, hanya 84 IKM/UKM yang masuk kriteria, terdiri dari peserta dari sektor fashion 45, sektor kerajinan 27, agro 5 dan lainnya 7.

“Antusiasme dan kreativitas para pelaku usaha kecil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memeriahkan Denfest tahun ini,” harap Sri Utari, serta ditambahkan dalam ajang Denfest akan ditampilkan fashion show  dari binaan Dekranasda Kota Denpasar. Perajin diharapkan mempersiapkan produknya karena  akan ditampilkan oleh para model. (eka/bi)

Baca Juga  Dukung Kemajuan IKM, Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Industri Kerajinan Tas dari Bahan Ecoprint

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

TPID Bali Perkuat Sinergi untuk Pastikan Pasokan dan Harga Tetap Stabil Jelang Galungan-Kuningan

Published

on

By

tpid bali
HLM: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pimpin High Level Meeting (HLM) TPID Bali pada 10 Juni 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Galungan-Kuningan, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Sebagai wujudnya, TPID Provinsi Bali mengadakan High Level Meeting (HLM) pada 10 Juni 2026, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang mewakili Ketua TPID dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani; Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Walikota/Bupati se-Bali yang diwakili oleh Sekda/Asda; Perwakilan Polda; Kepala Bulog Kanwil Bali; Anggota TPID, serta Perumda se-Provinsi Bali.

Berdasarkan data BPS, inflasi Bali Mei 2026 tercatat sebesar 2,99% (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08% (yoy) dan terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi di Bali terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi mengingat stabilitas harga sangat menentukan terjaganya kesejahteraan dan daya beli masyarakat Bali. “Harapannya, inflasi dapat dijaga, komoditas dapat tersedia dan mudah dijangkau”, jelas Dewa Made Indra.

Sekda Bali juga menekankan kelancaran distribusi, karena tidak dipungkiri saat Hari Raya Keagamaan permintaan akan kebutuhan pangan meningkat, sehingga peran TPID Bali menjadi penting untuk memastikan dari sisi supply (ketersediaan).

Menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Galungan dan Kuningan pada Juni 2026, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan beberapa tantangan pengendalian inflasi, diantaranya tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan yang dibarengi dengan periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga  Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Lebih lanjut, Achris menyampaikan strategi TPID Bali menghadapi HBKN Galungan Kuningan di tengah ketidakpastian cuaca dan kondisi global, antara lain melalui optimalisasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah serentak mengedepankan prinsip 3T (tepat waktu, tepat lokasi, tepat sasaran), penguatan pengawasan stok pangan daerah bekerja sama dengan satgas pangan dan pelaksanaan sidak pasar, optimalisasi realisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk mendukung ketersediaan stok pangan menjelang periode Galungan-Kuningan, penguatan fasilitas pengairan khususnya dalam memitigasi risiko El-Nino untuk menjaga produksi lokal daerah, dan penguatan komunikasi publik untuk membentuk optimisme masyarakat menghadapi momentum HBKN Galungan-Kuningan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menyampaikan bahwa salah satu tantangan pengendalian inflasi di Bali yakni mayoritas bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat Bali merupakan hasil dari provinsi lain, sehingga faktor kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor krusial untuk mendukung keterjangkauan harga.

Lebih lanjut, Kepala Bulog Kanwil Bali menyampaikan bahwa kondisi stok pangan di Bali tetap aman. Selain itu, Bulog Kanwil Bali terus mendukung stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan Satgas Pangan melaporkan bahwa ketersediaan pangan di Bali secara umum terjaga dengan baik. Distribusi juga terus dipantau baik di pasar maupun di distributor. Satgas Pangan menekankan pentingnya memastikan distribusi pangan dan energi berjalan lancar serta tepat sasaran guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang HBKN.

Terkait dengan komoditas strategis, berdasarkan hasil pantauan Kepala Dinas ESDM stok LPG subsidi dan BBM subsidi hingga perayaan Galungan-Kuningan memadai dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan distribusi guna memastikan pasokan energi tetap lancar dan tepat sasaran, terutama pada periode meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan hari raya. Menjelang persiapan HBKN, persediaan daging babi juga terpantau aman.

Baca Juga  Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Dekranasda Kabupaten Gresik

Sebagai upaya mitigasi ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melakukan upaya pencegahan penyakit ternak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan program vaksinasi setelah pemerintah pusat mengalokasikan sebanyak 50.000 dosis vaksin African Swine Fever (ASF) untuk Provinsi Bali pada tahun 2026. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sektor peternakan babi dan meminimalkan risiko gangguan produksi.

Selanjutnya Ketua Paiketan Perumda menekankan perlunya pemantauan harga daging babi selain ketersediaan stok. Sebagai penutup, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan dan energi. Dengan kolaborasi yang erat antar instansi, diharapkan kebutuhan pangan terpenuhi utamanya pada saat periode Hari Raya Galungan dan Kuningan sehingga perayaan HBKN dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

IESR Pertanyakan Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa dan Mendesak Investigasi Transparan Gangguan Listrik 

Published

on

By

iesr
Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa. (Foto: bi) 

Jakarta, baliilu.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) mempertanyakan penjelasan awal terkait gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Jawa pada 9–10 Juni 2026. Dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak dengan mudah berkembang menjadi pemadaman yang luas kecuali jika PLN memang melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik (load curtailment).

IESR menilai bahwa dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau satu elemen jaringan seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya (reserve margin), sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai. Di sistem kelistrikan PLN, ketentuan reserve margin mencapai 30 persen harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM selaku regulator ketenagalistrikan perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan berkembang menjadi pemadaman yang meluas. Hasil investigasi ini harus disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo dengan meminta penjelasan dari Kementerian ESDM terkait penyebab pemadaman ini karena berdampak pada ketahanan energi, daya saing, dan kerugian ekonomi dunia usaha dan masyarakat. Pemadaman yang terjadi di Indonesia selama beberapa bulan terakhir, merupakan indikator ketidakmampuan Kementerian ESDM sebagai regulator ketenagalistrikan, yang seharusnya memastikan sistem kelistrikan beroperasi dengan handal.

IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa-Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal. Keterbatasan pasokan batubara yang membuat Hari Operasi Pembangkit (HOP) di bawah batas aman. Demikian juga gangguan pembangkit seperti yang terjadi pada PLTGU Jawa 1 membuat pasokan listrik berkurang.

Keterlambatan pengiriman batubara ke PLTU yang membuat HOP kritis salah satunya disebabkan oleh tertundanya pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Menteri ESDM. Perihal keterlambatan ini sudah disampaikan oleh pihak industri sejak Maret dan April lalu, yang memberikan indikasi dampaknya pada pasokan batubara PLN.

Baca Juga  Tutup IKM Bali Bangkit Tahap 7, Pj. Ketua Dekranasda Bali Komit Berikan Dukungan pada Pengembangan UMKM

“Pemadaman bergilir yang terjadi selama tiga hari terakhir merugikan konsumen secara finansial. Walaupun konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, tapi nilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dengan biaya dan kerugian yang terjadi akibat pemadaman listrik. Oleh karena itu masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan tentang kondisi kehandalan pasokan listrik oleh Kementerian ESDM sebagai regulator dan PLN sebagai operator. Ada sejumlah faktor yang menjadi faktor penyebab pemadaman listrik, antara lain minimmnya cadangan daya, gangguan pasokan bahan bakar, jadwal perawatan pembangkit yang tidak sinkron, hingga gangguan transmisi, Investigasi menyeluruh bisa menjawab pemiucu dan penyebab utama pemadaman,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa.

IESR menilai kejadian pemadaman ini perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi ketahanan sistem kelistrikan nasional di tengah semakin meningkatnya kebutuhan listrik yang berasal dari pertumbuhan industri, pusat data baru, dan elektrifikasi transportasi yang membuat pasokan listrik yang cukup dan handal merupakan keharusan. Konsekuensinya listrik di seluruh Indonesia harus tersedia 24 jam sehari tanpa jeda dan gangguan pasokan harus diatasi dalam waktu cepat.

“Jika sejumlah informasi yang beredar bahwa adanya gangguan pasokan batubara yang membuat PLTU harus menurunkan kapasitas pembangkitannya adalah benar, ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batubara dan sistem listrik yang terpusat (centralized) merupakan ancaman keamanan pasokan energi. Terlambatnya pembangunan pembangkit energi terbarukan di RUPTL, pembatasan PLTS Atap sejak 2021 lalu berkontribusi pada meningkatnya risiko ini,” imbuh Fabby.

IESR mendesak pemerintah perlu melakukan investigasi independen berbasis data guna mengidentifikasi penyebab langsung, faktor pemicu, dan akar masalah gangguan tersebut. Hasilnya perlu dipublikasikan secara terbuka agar dapat menjadi pembelajaran bagi perbaikan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus memperkuat akuntabilitas kepada publik.

PLN juga perlu memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang berlaku. Pemadaman listrik dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi rumah tangga, pelaku usaha, industri, dan layanan publik.

Baca Juga  Denfest Ke-16 Berlangsung Sukses, Walikota Ucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya percepatan penguatan jaringan transmisi dan distribusi, modernisasi sistem proteksi, serta pengembangan smart grid untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap gangguan di masa depan.

IESR menilai sistem kelistrikan Indonesia akan terus mengalami kerentanan apabila tetap didominasi oleh bahan bakar fosil dan tersentralisasi seperti sekarang. Dalam jangka pendek, pemanfaatan PLTS Atap yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi (BESS) dapat membantu meningkatkan ketahanan pasokan listrik di tingkat pelanggan. Oleh karena itu, Kementerian ESDM harus segera memperbarui ketentuan Permen ESDM No. 2/2024 tentang PLTS Atap, dengan mengganti mekanisme kuota sistem sebagai syarat bagi konsumen. Relaksasi PLTS Atap dan BESS dapat mempercepat penambahan daya listrik dan mengurangi beban listrik yang harus dipasok oleh PLN.

Dalam jangka menengah, percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, salah satunya melalui program 100 GW PLTS yang dicanangkan oleh Presiden harus segera diimplementasikan, serta pembangkit energi terbarukan lainnya, serta modernisasi jaringan listrik, apabila Indonesia ingin menghindari krisis listrik nasional dalam dua tahun mendatang. (*/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Polsek Denbar Intensifkan Patroli dan Sambang ke SPBU

Published

on

By

polsek denbar
PATROLI: Personel Polsek Denbar saat melakukan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU maupun lokasi keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Polsek Denpasar Barat melalui personel piket fungsi melaksanakan patroli dialogis dan sambang ke SPBU Nomor 54.801.53 yang berlokasi di Jalan Pulau Komodo, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (11/6/2026) pukul 10.30 Wita.

Iptu Zulianto selaku Panwas dan Padal Bripka Putu Suweca tersebut menyasar petugas SPBU, konsumen, serta masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan edukasi dan imbauan Kamtibmas terkait upaya pencegahan tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor), serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kerja maupun tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, personel juga mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 Polri sebagai sarana pelaporan cepat apabila masyarakat menemukan atau mengalami gangguan keamanan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, sementara antrean kendaraan untuk pengisian BBM masih dalam kondisi wajar dan tidak ditemukan adanya penumpukan maupun gejolak yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli dan sambang yang dilakukan jajaran Polsek Denpasar Barat merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pasca penyesuaian harga BBM.

“Polresta Denpasar melalui jajaran Polsek terus melakukan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU maupun lokasi keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pelayanan dan distribusi BBM berjalan lancar,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya.

Baca Juga  Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Dekranasda Kabupaten Gresik

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat masih aman dan terkendali. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. Apabila menemukan adanya indikasi gangguan keamanan atau tindakan yang meresahkan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Melalui kegiatan patroli dialogis dan sambang ini, Polresta Denpasar berharap stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca