Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Putu Agus Surya Panji Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Buktikan ‘’Driving Pressure’’ Tinggi sebagai Ancaman ARDS dan Peningkatan Biomarker Proinflamasi pada Pasien ICU

Loading

BALIILU Tayang

:

Putu Agus Surya Panji
RAIH DOKTOR: Dr. dr. Putu Agus Surya Panji, Sp.AN., KIC., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-401 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan pada Kamis (17/10/2023). (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di Gedung Program Pascasarjana Lt. III Ruang Aula Kampus Denpasar, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus, dr. Putu Agus Surya Panji, Sp.AN., KIC., dengan judul disertasi ‘‘Driving Pressure Tinggi Sebagai Faktor Risiko Kadar IL-6, IL-8, VWF, ICAM-1 Tinggi dan Kejadian ARDS pada Pasien Skor LIPS > 4 dengan Ventilasi Mekanik Sesuai Lung Protective Ventilation di ICU RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah‘‘ pada Kamis (17/10/2023).

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) merupakan proses patologis yang sangat kompleks dan heterogen, hingga saat ini manajemen terapi yang terbukti berhasil menurunkan mortalitas dan morbiditas sangat sedikit, sehingga pencegahan agar tidak terjadi ARDS dirasakan lebih bermanfaat. Ventilasi mekanik sebagai terapi suportif pada pasien gagal nafas berpotensi menyebabkan stress mekanik pada paru. Lung Protective Ventilation (LPV) sebagai salah satu strategi ventilasi mekanik yang sampai saat ini terbukti dapat menurunkan mortalitas ARDS, bahkan diaplikasikan sebagai strategi pencegahan terjadiya ARDS pada pasien yang berisiko. Driving pressure dengan formulasi plateau pressure dikurang PEEP merupakan salah satu komponen penting ventilasi mekanik selain LPV. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah paparan driving pressure tinggi (14 cmH2O) pada pasien dengan lung injury prediction score (LIPS) > 4 menjadi faktor risiko tingginya biomarker proinflamasi dan kerusakan jaringan paru (IL-6, IL-8, vWF, ICAM-1) serta angka kejadian ARDS pada subjek penelitian.

Penelitian ini adalah penelitian kohort analitik prospektif pada dua kelompok, yaitu kelompok paparan driving pressure (14 cmH2O) dan kelompok kontrol (< 14 cmH2O) pada populasi pasien berisiko ARDS (LIPS > 4) yang dirawat di ICU RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah. Penelitian berlangsung sejak Agustus 2022 hingga jumlah sampel terpenuhi. Serum darah diambil 24 jam pasca-terapi ventilasi mekanik untuk pemeriksaan IL-6, IL-8, vWF, ICAM-1. Luaran selama perawatan akan dicatat berupa kejadian ARDS dan angka mortalitas. Analisis dilakukan dengan SPSS 26 untuk analisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini laik secara etik.

Baca Juga  FK Unud Siap Dirikan Prodi Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Jumlah laki-laki dan perempuan sama pada kedua kelompok (p = 1,000). Median lama perawatan pada kedua kelompok tidak ada perbedaan (13,5 hari vs 12,5 hari, p = 0,912). Analisis regresi linier diketahui kadar IL-6 dan vWF berbeda bermakna pada kelompok kontrol dan paparan (IL-6: 96,91 ng/L vs 109,21 ng/L; vWF: 28,97 ng/L vs 36,34 ng/L) sedangkan kadar IL-8 dan ICAM-1 tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok (IL-8: 226,94 ng/L vs 224,04 ng/L; p = 0,539; ICAM-1: (812,32 ng/L vs 909,01 ng/L; p = 0,080). Driving pressure tinggi menjadi faktor risiko kejadian ARDS dengan RR sebesar 3,5 (1,23–9,93) (p = 0,010), kadar IL-6 tinggi dengan RR sebesar 1,37 (1,12–1,68) (p = 0,001), kadar vWF tinggi dengan RR sebesar 1,33 (1,05–1,69) (p = 0,014), dan kadar ICAM-1 tinggi dengan RR sebesar 1.72 (1.11-2.66) (p = 0,011), namun tidak ada perbedaan angka mortalitas (26 dibanding 28 subjek; p = 0,695). IL-6, IL-8, vWF, dan ICAM-1 merupakan biomarker yang muncul pada fase eksudatif, pasca-fase akut, setelah 24 jam akan terjadi inflamasi dan akumulasi kerusakan jaringan sehingga biomarker akan meningkat. IL-8 dan ICAM-1 tidak meningkat secara signifikan diduga karena lebih banyak dilepaskan pada alveoli daripada bentuk soluble di plasma.

Driving pressure lebih dari 14 cmH2O menjadi faktor risiko tingginya biomarker proinflamasi dan kerusakan jaringan paru dan memiliki luaran kejadian ARDS lebih tinggi.

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan FK Unud, Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT(K), dengan tim penguji: Prof. Dr. dr. I Made Wiryana, Sp.An-KIC (Promotor); Prof. Dr. dr. Tjok Gde Agung Senapathi, Sp.An., KAR (Kopromotor I); Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes., Sp.BS (K)Spinal., FICS., FINSS (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si; Dr. dr. I Putu Pramana Suarjaya, Sp.An., M.Kes., KMN, KNA, FIPM; Dr. dr. I Made Gede Widnyana, Sp.An., KAR; Dr. dr. I Wayan Niryana, M.Kes., Sp.BS(K).

Baca Juga  Angkat Tema ‘’Fluid Stewardship’’, FK Unud Gelar ‘’Guest Lecture’’

Sedangkan undangan akademik adalah : Dr. dr. I Made Muliartha, S.Ked., M.Kes; Dr. dr. I Gusti Agung Utara Hartawan, Sp.An., MARS., S.H.; Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K); Dr. dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An., KAR, FIP.; Dr. dr. Dewa Ayu Mas Shintya Dewi, Sp.An.

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Putu Agus Surya Panji, Sp.AN., KIC., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-401 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas4196-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Driving-Pressure-Tinggi-sebagai-Ancaman-ARDS-dan-Peningkatan-Biomarker-Proinflamasi-pada-Pasien-ICU.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Berbagi Ilmu Terkait Hepatitis, FK Unud Gelar ‘‘Guest Lecture‘‘ dari Universitas Kobe Jepang

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  FK Unud Siap Dirikan Prodi Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Buka Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM bagi Kader Se-Denpasar

Published

on

By

Posyandu Denpasar
SOSIALISASI POSYANDU: Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar yang berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk implementasi dari program Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali yang sebelumnya telah dilaksanakan bagi pengurus TP Posyandu dan kader Posyandu se-Bali.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai tugas dan fungsi mereka dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di tengah masyarakat.

“Kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM yang kita laksanakan pada hari ini merupakan bentuk implementasi Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali. Melalui kegiatan ini diharapkan kader akan semakin memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan layanan sosial dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan para kader semakin memahami pola pelayanan yang diberikan saat hari buka Posyandu sehingga mampu memberikan layanan yang optimal dan tepat sasaran.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan transformasi layanan Posyandu dapat kita wujudkan bersama, dimana melalui Posyandu 6 SPM dapat mendekatkan layanan guna mewujudkan masyarakat sejahtera menuju Denpasar MAJU,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa juga memohon dukungan dari pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan agar dapat terus memfasilitasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM, baik dari sisi pelayanan maupun upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kader Posyandu.

Baca Juga  Tim Bantuan Medis Janar Dūta FK Unud Gelar ‘’Technical Meeting’’

Ia berharap pembinaan dan sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berjenjang di seluruh wilayah Kota Denpasar, mengingat jumlah kader Posyandu yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan.

“Harapan kami, mengingat jumlah kader yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan, hal serupa dapat terus digerakkan secara berjenjang. Sehingga percepatan peningkatan SDM kader Posyandu dapat kita capai bersama,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Kota Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan dasar kepada masyarakat, sekaligus mendukung transformasi Posyandu dalam memberikan enam layanan dasar yang terintegrasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca