Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tanpa Gangguan Keamanan, IPW Apresiasi Polri Amankan Nataru

BALIILU Tayang

:

nataru
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi kerja Polri dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Hal tersebut, tidak terlepas dari kemampuan Polri dalam memitigasi potensi gangguan keamanan.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyampaikan jika dilihat data keamanan nyaris nihil tidak ada gangguan dalam arti serangan terhadap tempat beribadah selama perayaan Natal.

“Secara umum pengamanan Nataru ini berhasil baik oleh Polri,” ucap Sugeng saat dihubungi, Jumat (5/1/2024).

“IPW menyoroti pengmaanan Nataru oleh Kepolisian itu berhasil karena tidak ada gangguan keamanan berarti yang signifikan, terutama gangguan dalam beribadah,” sambungnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang dilakukan sangat baik Polri dalam menjaga perayaan Natal dan tahun baru 2024 berjalan aman dan damai. Pertama, jauh sebelum Desember Densus 88 melakukan penyisiran, penangkapan yang sangat intens di seluruh wilayah.

“Semua disisir itu, di Jawa Tengah serta daerah lain itu sudah dideteksi oleh Polri bahwa kelompok kelompok yang ditangkap ini, berpotensi melakukan gangguan keamanan, mungkin serangan fisik kepada tempat beribadah,” jelas Sugeng.

“Jadi antisipasi Kapolri melalui Densus 88 itu sudah diprediksi, dimitigasi karena pemetaannya, gangguan Natal selalu dikaitkan dengan kegiatan terorisme. Jadi sudah ditangkap tuh sejak Kadensus lama Pak Martinus. Kalau tidak salah sudah 60-an yang ditangkap. Setelah penggantian Kadensus juga ada penangkapan.”

Kedua, ujar Sugeng, pimpinan Polri dari Kapolri, Kapolda, Kapolres itu turun langsung ke tempat-tempat ibadah.

“Itu ada perintah turun langsung mendatangi tempat-tempat beribadah, menyapa, berkoordinasi dengan aparat pengamanan daerah. Intelejennya berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Meski demikian, Sugeng menyoroti juga daerah yang masih berperilaku tidak toleran. Misalnya, Kepala Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau melarang perayaan Natal umat Kristiani di desanya.

Baca Juga  Pusinafis Bareskrim Polri Sosialisasikan Aplikasi AK23 di Sekolah

“Ada surat larangan melakukan kegiatan Natal. Itu kan kewajiban pemerintah daerah untuk menertibkan kepala desanya. Jadi secara umum pengamanan Polri berhasil baik,” tutur Sugeng.

Selain berhasil menjaga perayaan Natal, dia pun menilai penurunan kecelakaan lalu lintas selama Nataru 2024 juga tidak terlepas dari peran Polri.

Sugeng melihat koordinasi yang baik antara Polri dan pemangku kepentingan terkait menjadi kunci suksesnya Operasi Lilin 2023, ditambah lagi dengan semakin modernnya peralatan Polri, sehingga mampu mencegah gangguan yang muncul, antara lain tersedianya pusat komando (command center) di setiap Polda yang terhubung dengan seluruh jajaran Polres dan Polsek, hingga ke pos-pos pantau.

“Berdasarkan data Polri pada Nataru 2023/2024, tepatnya sejak 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas sebesar 12 persen dengan jumlah sebanyak 3.412 kejadian,” ujar Sugeng mengutip data Kepolisian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

D’Youth Fest 6.0, Sukses Wujudkan Kreativitas, Budaya, dan Kepedulian Tumbuh Bersama

Published

on

By

D’Youth Fest
HADIRI D’YOUTH 2026: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat menghadiri pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – D’Youth Fest 6.0 resmi berakhir, namun semangat yang ditinggalkan jauh melampaui sebuah perhelatan festival. Mengusung tema Feel the Grow: Eco Culture, D’Youth Fest tahun ini berhasil menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus membangun kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Selama penyelenggaraan, ribuan masyarakat memadati kawasan festival untuk menikmati beragam pertunjukan seni, musik, ekonomi kreatif, workshop, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang kreatif yang dinantikan anak muda di Kota Denpasar.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah penampilan Ogoh-ogoh Gajah karya STT Yowana Saka Bhuana Br. Tainsiat dengan mentornya maestro yang akrab disapa Kedux dan sukses memikat perhatian pengunjung. Karya G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup), tidak hanya menghadirkan atraksi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan, yang juga selaras dengan tema Eco Culture.

D’Youth Fest 6.0 juga mencatatkan semakin luasnya keterlibatan komunitas kreatif. Berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda turut mengambil peran dalam festival ini. Kehadiran petani muda menjadi warna baru yang menunjukkan bahwa sektor pertanian juga mampu berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjadikan D’Youth Fest sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami bersyukur D’Youth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antar komunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Walikota Denpasar.

Baca Juga  Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sulawesi Selatan

Menurutnya, tema Feel the Growth bukan sekedar slogan, melainkan ajakan untuk bertumbuh bersama dalam berbagai aspek kehidupan. “Kami ingin anak-anak muda datang ke D’Youth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai berharga untuk bertumbuh lebih baik. Itulah makna Eco Culture, bahwa festival bukan hanya tentang menikmati hiburan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga budaya, dan keberlanjutan” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan D’Youth Fest kini telah berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan berbagai potensi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

“D’Youth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah mendukung kampanye Eco Culture melalui aksi nyata menjaga kebersihan di kawasan festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah membiasakan diri memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Memang masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. D’Youth ingin mengajak masyarakat datang menikmati festival, menikmati setiap ceritanya, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rama, salah satu Duta Pemuda Kota Denpasar yang merasakan langsung manfaat dari ruang kolaborasi tersebut.

Baca Juga  Pesawat Kargo Hilang di Kalimantan, Polri Turut Bantu Pencarian

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bkraf Denpasar yang terus memberikan ruang bagi organisasi pemuda dan komunitas untuk berkembang. D’Youth bukan hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga mempertemukan kami dengan komunitas lain, membuka peluang kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga memperluas jaringan. Ruang seperti ini sangat berarti bagi anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Keberhasilan D’Youth Fest 6.0 menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, Pemerintah Kota Denpasar bersama BKraf Denpasar berharap D’Youth Fest tidak hanya dikenang sebagai sebuah festival, tetapi sebagai gerakan yang terus menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif, kolaboratif, mencintai budaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan dari nilai-nilai baik yang tumbuh dan terus hidup setelah festival usai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

D’Youth Fest 6.0 Apresiasi Kesadaran Pengunjung Jaga Kebersihan, “Nikmati Festival, Pulang dengan Jejak Baik”

Published

on

By

d youth fest
PELAKSANAAN D’YOUTH 2026: Suasana hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Feel the Growth: Eco Culture tidak hanya hadir melalui berbagai pertunjukan seni, musik, dan kreativitas anak muda, tetapi juga tercermin dari meningkatnya kepedulian pengunjung dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan D’Youth Fest 6.0.

Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah menunjukkan kepedulian dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang tidak hanya menikmati seluruh rangkaian acara, tetapi juga ikut menjaga kebersihan area festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda Kota Denpasar, yang telah menjadi bagian dari perubahan dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh. Tentu masih kami temukan beberapa sampah yang tercecer, namun secara keseluruhan kami melihat semangat gotong-royong dan kepedulian yang luar biasa dari para pengunjung. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun budaya yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, D’Youth Fest melalui tema Eco Culture bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin setiap orang datang menikmati festival, menikmati setiap cerita, karya, dan pengalaman yang dihadirkan, kemudian pulang dengan meninggalkan jejak yang baik. Jejak itu bukan berupa sampah, tetapi berupa kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari tumbuhnya perilaku positif yang lahir selama penyelenggaraan acara.

Baca Juga  Propam Polres Gianyar Cek Kelengkapan Personel Ops Zebra Agung 2023

“Kami mengapresiasi seluruh pengunjung yang telah mendukung semangat Eco Culture melalui tindakan nyata. Kesadaran memilah sampah dan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengalaman berfestival yang ingin kami bangun. Memang masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian, dan itu menjadi bahan evaluasi kami agar penyelenggaraan ke depan semakin baik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa menegaskan bahwa D’Youth Fest merupakan ruang kolaborasi yang tidak hanya mengembangkan ekonomi kreatif, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami percaya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, melalui D’Youth Fest kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya-karya kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan. Festival ini akan benar-benar bermakna ketika setiap orang pulang tanpa meninggalkan sampah, melainkan meninggalkan inspirasi dan contoh baik bagi yang lain,” ungkapnya.

“Terima kasih untuk komunitas Eling Pertiwi, relawan, dan DLHK Kota Denpasar atas kolaborasinya,” tambahnya.

Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, D’Youth Fest 6.0 ingin menegaskan bahwa sebuah festival bukan hanya menjadi ruang hiburan dan kreativitas, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun kebiasaan baru. Menikmati festival, menghargai lingkungan, dan pulang dengan jejak yang baik menjadi pesan sederhana yang diharapkan terus tumbuh bersama masyarakat, menjadikan Denpasar sebagai kota kreatif yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penampilan Ary Kencana, Bagus Wirata hingga Ari Lesmana Tutup Gelaran D’Youth Fest 6.0

Wawali Arya Wibawa: Kreativitas Anak Muda Harus Terus Tumbuh dan Berkelanjutan

Loading

Published

on

By

d youth fest
MERIAH: Suasana meriah pada hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 berlangsung meriah di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. Penampilan Skoozy, Ary Kencana, Dialog Dini Hari, dan Ari Lesmana sukses menggetarkan panggung utama yang mengusung konsep 360 derajat. Tak kalah semarak dari hari pertama, hari terakhir gelaran tahunan bagi pemuda Denpasar ini juga berhasil menghadirkan ribuan penonton yang memadati kawasan tersebut.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, hadir langsung berbaur dengan masyarakat. Sembari menikmati sajian UMKM khas Denpasar, para pengunjung tampak antusias menikmati suguhan musik bernuansa senja yang menjadi ciri khas festival tersebut.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan D’Youth Fest 6.0 Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi capaian positif dalam menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda Kota Denpasar.

“Tentu kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan serta partisipasinya. Berbagai kekurangan yang masih ada akan terus kami evaluasi sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan kegiatan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan bahwa meskipun pelaksanaan D’Youth Fest 6.0 telah berakhir, semangat dan kreativitas anak muda Denpasar harus terus tumbuh dan berkelanjutan. Dengan demikian, D’Youth Fest dapat menjadi puncak ekspresi kreativitas generasi muda Kota Denpasar setiap tahunnya.

“D’Youth Fest memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi, dan menghasilkan kreasi dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu mewujudkan generasi muda yang unggul,” jelasnya.

Baca Juga  Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sulawesi Selatan

Arya Wibawa menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Melalui penyelenggaraan yang semakin berkualitas, D’Youth Fest diharapkan menjadi momentum kolaborasi yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, yakni Denpasar Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Harapan kami, acara ini menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk terus berkreativitas sekaligus menjadi momentum kebangkitan kreativitas dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra Putra, mengatakan bahwa malam puncak D’Youth Fest 6.0 menghadirkan beragam atraksi unggulan yang memadukan seni budaya, kreativitas modern, ekonomi kreatif, serta hiburan musik dari musisi lokal dan nasional. Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah karya ST. Yowana Saka Bhuwana, Banjar Taensiat, bersama Kedux Garage, Palawara Music Company, dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” sukses memukau ribuan penonton pada malam sebelumnya.

Selain penampilan kolaborasi tersebut, sederet musisi turut memeriahkan festival, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Selain itu, sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck juga dilibatkan sebagai upaya memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Rangkaian D’Youth Fest 6.0 telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival yang melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Baca Juga  Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta kepada Bripka Andithya

Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Dengan menggandeng Komunitas Eling Ring Pertiwi, D’Youth Fest berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Ryastiti menambahkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berharap D’Youth Fest 6.0 mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga mampu melahirkan karya-karya yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Luh Putu Ryastiti. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca