Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jadikan RS Unggulan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Direksi RSD Mangusada

BALIILU Tayang

:

parwata
AUDIENSI: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M. pada Senin, 12 Februari 2024 menerima audiensi Direksi Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung di kediamannya. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M. pada Senin, 12 Februari 2024 menerima audiensi Direksi Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung terkait pengembangan layanan kesehatan RSD Mangusada untuk menjadikan rumah sakit unggulan di Bali, berlangsung di kediamannya Jln. Kwanji Badung.

Audiensi dipimpin Direktur RSD Mangusada dr. I Wayan Darta didampingi Wakil Direktur Pelayanan Medis RSD Mangusada dan jajaran.

Pada kesempatan itu, Direktur RSD Mangusada dr. I Wayan Darta menyampaikan terkait pengembangan layanan poli onkologi atau penanganan kanker terpadu yang belum maksimal karena belum adanya alat radioterapi di RSD Mangusada. Demikian juga pemulasaraan jenazah yang masih terbatas. Saat ini luas bangunan 9×6 M2 untuk kamar jenazah yang dilengkapi 6 freezer, 9 rak penyimpanan tanpa freezer dan ruangan di luar rak jenazah yang biasanya digunakan untuk menampung lebih dari 10 jenazah setiap harinya.

‘‘Harapan kami dibantu pembelian lahan, pembangunan rumah duka sehingga menjadi sumber pendapatan baru yang dapat meningkatkan PAD Badung. Karena di Bali jenazah tak langsung dikubur tetapi dititip 2-3 hari, dan 20-30 jenazah setiap hari selalu standby di rumah sakit yang tidak dapat freezer,‘‘ ujar dr. Darta.

Selain itu, banyaknya pengunjung yang tidur di emper-emper bangunan akan mengganggu pelayanan. Oleh karena itu, perlu dibangun rumah singgah khusus dengan tarif yang tidak terlalu mahal.

Untuk pengembangan pelayanan kesehatan ini, kata Darta, secara keseluruhan menghabiskan anggaran sekitar 500 miliar untuk pembelian alat radioterapi senilai 105 miliar, membeli lahan 4.500 M2, dan bangunan rumah singgah dan rumah duka.

parwata

Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memberikan keterangan pers. (Foto: gs)

Baca Juga  Komit Jaga Belanja Infrastruktur, Bupati Adi Arnawa Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan apresiasi kepada Direksi RSD Mangusada yang telah menyampaikan proposal pengembangan pelayanan kesehatan untuk menjadikan RSD Mangusada sebagai RS unggulan di Bali. Di antaranya terkait kebutuhan alat kesehatan untuk meningkatkan pelayanan.

Parwata kepada media mengatakan yang prioritas adalah pertama masalah radioterapi yang membutuhkan alat yang cepat karena bunkernya sudah ada sejak tiga tahun yang lalu. ‘‘Kami menyarankan demi pelayanan untuk segera mengeksekusi dengan KSO (kerja sama operasional, red) saja. Karena keuntungan dengan KSO pelayanan bisa lebih cepat daripada menunggu pembahasan APBD karena ada mekanisme yang harus dijalankan baik pembahasan di induk 2025 dan perubahan di 2024,‘‘ ujar Putu Parwata.

Politisi PDI Perjuangan dapil Dalung Kuta Utara ini menegaskan, hal-hal lain seperti sarana-prasarana yang tidak mengganggu pelayanan akan diusulkan di APBD. ‘‘Jadi kami di Pemerintahan Kabupaten Badung selalu mendorong bagaimana kinerja dan pelayanan terbaik RS dengan alat-alatnya lebih bagus dan lebih maju sehingga RSD Mangusada menjadi RS unggulan di Bali. Karena kita sudah menjadi rumah sakit pendidikan dan BLUD (Badan Layanan Unit Daerah, red) serta pengembangan di daerah kecamatan sudah ada seperti di Petang dan Abiansemal,‘‘ ujar Parwata.

Dari investasi yang nanti disetujui, Badung ke depan salah satu sasarannya RSD Mangusada sebagai unit yang bisa memberikan sustainable income. Di samping bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, secara optimal dengan alat yang bagus, dengan pelayanan yang bagus, dengan prasarana yang bagus, RSUD Mangusada juga bisa memberikan nilai tambah kepada pemerintah daerah.

Untuk itu, pihaknya akan menunggu proposal dari Direksi Mangusada, selanjutnya kita akan melakukan rapat kerja bersama dengan pemerintah. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Ketut Suiasa Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Inggris

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Nyoman Satria Nilai Bantuan Rp 2 Juta per KK Sangat Bermanfaat Buat Umat Hindu yang Membutuhkan

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  Entry Meeting BPK di Badung, Lakukan Pemeriksaan atas LKPD Badung 2024

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Tri Hita Karana, WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Penghijauan di Pura Sada Kuta

Published

on

By

Ketua WHDI Badung serahkan bantuan di Pura Sada
SERAHKAN BANTUAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan bantuan saat memimpin kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). Agenda bulanan ini menjadi wujud nyata pengamalan sradha bhakti serta implementasi ajaran Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan. Setelah itu, WHDI Badung menyerahkan tali kasih berupa 10 paket sembako kepada para Pemangku, melaksanakan aksi mereresik (pembersihan lingkungan pura), serta menanam 10 pohon pelindung dan upakara yang terdiri dari 3 pohon sandat, 3 pohon cempaka, dan 4 pohon pucuk untuk menjaga keasrian kawasan suci.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir secara langsung memimpin rombongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertatap muka dengan para penglingsir, pemaksan, serta pengempon Pura Sada Desa Adat Kuta.

“Kami Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kecamatan Kuta melaksanakan kegiatan sosial ini sebagai penjabaran sradha bhakti dan ajaran Tri Hita Karana. Sekaligus, kami memohon lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, dan kita semua senantiasa diberikan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta Kabupaten Badung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Kehadiran rombongan WHDI Kabupaten Badung disambut hangat oleh Petengen Ketut Loka Santi selaku perwakilan pengempon dan pemaksan Pura Sada Desa Adat Kuta. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta kepedulian yang diberikan kepada para pemangku maupun lingkungan pura.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kuta, perwakilan Gatriwara Nyonya Graha Wicaksana, Lurah Kuta Gusti Ayu Putu Erawati, Jro Mangku Gede Pura Sada Kuta I Wayan Sudra, serta jajaran pengurus WHDI Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan arisan di kawasan Pantai Jerman. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Implementasi SIPD-RI

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Transformasi Digital, DWP Badung Bagikan Rahasia Sukses E-Reporting ke DWP Banjarbaru

Published

on

By

DWP Badung terima studi tiru DWP Banjarbaru
TERIMA KUNKER: Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antar daerah, meningkatkan tata kelola organisasi, serta berbagi pengalaman terkait program kerja dan penerapan sistem pelaporan elektronik (e-reporting). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10).

Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi praktik baik dalam hal administrasi dan transformasi digital organisasi.

Oliviana Surya Suamba menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang produktif untuk bertukar gagasan kreatif. “Kami menyambut hangat kedatangan Ibu Ketua DWP Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran. Melalui kunjungan ini, kita dapat saling belajar, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, DWP Kabupaten Badung memaparkan program kerja mereka pada tiga bidang utama, yakni Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Bidang Ekonomi berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal lewat bazar produk, Bidang Pendidikan mengelola TK binaan, sedangkan Bidang Sosial Budaya bergerak pada pelestarian budaya serta kepedulian sosial masyarakat. Pembahasan juga menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi e-reporting untuk mendukung tertib administrasi demi meningkatkan efisiensi dan transparansi program kerja organisasi.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni, yang hadir membawa 32 orang jajaran pengurus, menyatakan bahwa pengalaman yang didapat dari DWP Badung akan menjadi referensi utama untuk mengevaluasi kinerja organisasi mereka di Kalimantan Selatan.

Baca Juga  Badung Education Fair 2024, Pj. Sekda Badung: Tetap Kedepankan Pendidikan Budi Pekerti

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan DWP Kabupaten Badung kepada kami. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman, khususnya dalam pengelolaan program kerja, administrasi organisasi, serta penerapan sistem e-reporting. Semoga ilmu dan praktik baik yang kami dapatkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja DWP Kota Banjarbaru. Kami berharap silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin dengan baik kedepannya,” ucapnya.

Acara kunker ini diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata, ramah tamah, serta foto bersama sebagai simbol eratnya komitmen persahabatan antardaerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca