Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M. pada Senin, 12 Februari 2024 menerima audiensi Direksi Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung terkait pengembangan layanan kesehatan RSD Mangusada untuk menjadikan rumah sakit unggulan di Bali, berlangsung di kediamannya Jln. Kwanji Badung.
Audiensi dipimpin Direktur RSD Mangusada dr. I Wayan Darta didampingi Wakil Direktur Pelayanan Medis RSD Mangusada dan jajaran.
Pada kesempatan itu, Direktur RSD Mangusada dr. I Wayan Darta menyampaikan terkait pengembangan layanan poli onkologi atau penanganan kanker terpadu yang belum maksimal karena belum adanya alat radioterapi di RSD Mangusada. Demikian juga pemulasaraan jenazah yang masih terbatas. Saat ini luas bangunan 9×6 M2 untuk kamar jenazah yang dilengkapi 6 freezer, 9 rak penyimpanan tanpa freezer dan ruangan di luar rak jenazah yang biasanya digunakan untuk menampung lebih dari 10 jenazah setiap harinya.
‘‘Harapan kami dibantu pembelian lahan, pembangunan rumah duka sehingga menjadi sumber pendapatan baru yang dapat meningkatkan PAD Badung. Karena di Bali jenazah tak langsung dikubur tetapi dititip 2-3 hari, dan 20-30 jenazah setiap hari selalu standby di rumah sakit yang tidak dapat freezer,‘‘ ujar dr. Darta.
Selain itu, banyaknya pengunjung yang tidur di emper-emper bangunan akan mengganggu pelayanan. Oleh karena itu, perlu dibangun rumah singgah khusus dengan tarif yang tidak terlalu mahal.
Untuk pengembangan pelayanan kesehatan ini, kata Darta, secara keseluruhan menghabiskan anggaran sekitar 500 miliar untuk pembelian alat radioterapi senilai 105 miliar, membeli lahan 4.500 M2, dan bangunan rumah singgah dan rumah duka.

Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memberikan keterangan pers. (Foto: gs)
Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan apresiasi kepada Direksi RSD Mangusada yang telah menyampaikan proposal pengembangan pelayanan kesehatan untuk menjadikan RSD Mangusada sebagai RS unggulan di Bali. Di antaranya terkait kebutuhan alat kesehatan untuk meningkatkan pelayanan.
Parwata kepada media mengatakan yang prioritas adalah pertama masalah radioterapi yang membutuhkan alat yang cepat karena bunkernya sudah ada sejak tiga tahun yang lalu. ‘‘Kami menyarankan demi pelayanan untuk segera mengeksekusi dengan KSO (kerja sama operasional, red) saja. Karena keuntungan dengan KSO pelayanan bisa lebih cepat daripada menunggu pembahasan APBD karena ada mekanisme yang harus dijalankan baik pembahasan di induk 2025 dan perubahan di 2024,‘‘ ujar Putu Parwata.
Politisi PDI Perjuangan dapil Dalung Kuta Utara ini menegaskan, hal-hal lain seperti sarana-prasarana yang tidak mengganggu pelayanan akan diusulkan di APBD. ‘‘Jadi kami di Pemerintahan Kabupaten Badung selalu mendorong bagaimana kinerja dan pelayanan terbaik RS dengan alat-alatnya lebih bagus dan lebih maju sehingga RSD Mangusada menjadi RS unggulan di Bali. Karena kita sudah menjadi rumah sakit pendidikan dan BLUD (Badan Layanan Unit Daerah, red) serta pengembangan di daerah kecamatan sudah ada seperti di Petang dan Abiansemal,‘‘ ujar Parwata.
Dari investasi yang nanti disetujui, Badung ke depan salah satu sasarannya RSD Mangusada sebagai unit yang bisa memberikan sustainable income. Di samping bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, secara optimal dengan alat yang bagus, dengan pelayanan yang bagus, dengan prasarana yang bagus, RSUD Mangusada juga bisa memberikan nilai tambah kepada pemerintah daerah.
Untuk itu, pihaknya akan menunggu proposal dari Direksi Mangusada, selanjutnya kita akan melakukan rapat kerja bersama dengan pemerintah. (gs/bi)