Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Tarian Barong Bangkung Awali Tradisi Omed-omedan

Wawali Arya Wibawa Beri Apresiasi, Jaga Tradisi Banjar Kaja Sesetan

Loading

BALIILU Tayang

:

omed-omedan festival
HADIRI OMED-OMEDAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat hadiri pelaksanaan tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan, Selasa (12/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tradisi Omed-omedan tetap lestari di Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan yang berlangsung sehari setelah perayaan Hari Suci Nyepi, tepatnya pada Hari Ngembak Geni. Tradisi Omed-omedan tahun 2024 berlangsung pada, Selasa (12/3) di depan Banjar Kaja Sesetan, yang diawali pada pagi harinya pembukaan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOOF) tahun 2024 oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ditandai dengan penancapan Kayonan.

Pada sore harinya, tradisi Omed-omedan disaksikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Tampak hadir pula, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Nyoman Darsa, Budayawan, Prof. I Made Bandem, Kadis Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan, I Made Sumarsana, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebelum tradisi Omed-omedan yang melibatkan Sekaa Teruna (ST) Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan ini diawali dengan dua tarian Barong Bangkung berwarna hitam dan putih. Dilanjutkan, ST. Satya Dharma Kerti yang terdiri dari putra dan putri mulai keluar dari lokasi banjar setempat, dan dimulai tradisi Omed-omedan dengan saling berpelukan, tarik-menarik antara putra dan putri disertai dengan siraman air yang menambah semarak suasana.

Wawali Arya Wibawa tampak memberikan apresiasi dan sesekali menggunakan gawai mengabadikan momen tradisi Omed-omedan. “Kami memberikan apresiasi pelaksanaan tradisi Omed-omedan, serta harus terus dijaga di Banjar Kaja, Sesetan,” ujar Wawali Arya Wibawa usai menyaksikan tradisi Omed-omedan.

Lebih lanjut disampaikan tradisi Omed-omedan hanya ada di Banjar Kaja, Sesetan, dan masih tetap dijaga oleh masyarakat setempat. Hal ini tentunya didukung Pemkot Denpasar dalam gelaran Sesetan Heritage Omed-omedan Festival setiap tahun yang digagas Sekaa Teruna Banjar Kaja, Sesetan dengan berbagai kreativitas dan inovasi. “Menurut penuturan tokoh Banjar Kaja, Sesetan pada sekitar tahun 1970 tradisi ini sempat ditiadakan, dan hal ini membuat kejadian mistis di luar logika masyarakat setempat, sehingga tradisi Omed-omedan kembali digelar dan diwariskan hingga saat ini,” ujar Arya Wibawa.

Baca Juga  Saksikan Tradisi Omed-Omedan, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Semangat Sekaa Teruna Jaga Tradisi

Sementara Kelihan Adat Banjar Kaja, Sesetan, I Made Sudama menyampaikan, pelaksanaan Heritage Omed-omedan Festival tahun 2024 yang berlangsung untuk ke-13 kalinya. Sementara untuk tradisi Omed-omedan telah berlangsung sekitar abad ke-17 Masehi, serta tetap dilestarikan hingga saat ini. “Sebelum tradisi Omed-omedan berlangsung dikemas juga dengan rangkaian Heritage Omed-omedan Festival dengan kegiatan berbagai perlombaan, pameran, dan keterlibatan UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan para peserta tradisi Omed-omedan adalah ST. Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja, Sesetan yang tentunya tidak boleh cuntaka atau memiliki halangan seperti menstruasi bagi wanita. Jumlah peserta tidak bisa kita tentukan, yang pelaksanaannya secara berpasangan dan telah diatur oleh pekembar atau pemimpin pelaksanaan tradisi Omed-omedan di lapangan atau di Kalangan.  “Keseluruhan peserta yang mengikuti tradisi Omed-omedan adalah Sekaa Teruna Banjar Kaja, Sesetan, dengan syarat dilarang cuntaka, serta sebelum tradisi ini berlangsung dilaksanakan prosesi upacara di merajan Banjar Kaja Sesetan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Usung Tema Suciptaning Bhuana, Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival Siap Digelar saat Ngembak Geni

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2023

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Polsek Densel Amankan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2022

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca