Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 42 Perwira Tinggi TNI

BALIILU Tayang

:

mutasi perwira tni
Banner TNI Prima (Foto: Hms TNI)

Jakarta, baliilu.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto merotasi dan mutasi sejumlah  jabatan strategis di lingkungan TNI. Rotasi dan mutasi itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/401/IV/2024 tanggal 5 April 2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

“Telah resmi ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 42 Pati (Perwira Tinggi) TNI terdiri dari: 31 Pati TNI AD, 2 (dua) Pati TNI AL, dan 9 (sembilan) Pati TNI AU,” ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (6/4/2024) yang dikutip dari laman tni.mil.id.

Sebanyak 31 Pati TNI AD yaitu, Brigjen TNI Munif Prasojo, S.I.P dari Dosen Tetap Unhan menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Hery Ismailliya, S.E., M.Si. dari Dirum Pusbekangad menjadi Dosen Tetap Unhan, Brigjen TNI Atjep Mihardja Soma, S.I.P. dari Dircab Pusbekangad menjadi Dirum Pusbekangad, Kolonel Cba Benny Mutiha Tampubolon, S.I.P., M.I.P., M.M., M.Han. dari Danpusdikbekang Pusbekangad menjadi Dircab Pusbekangad, Brigjen TNI Makmur Umar, S.A.P., M.M. dari Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bid. Sosial Budaya Lemhannas menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Dr. Joseph Robert Giri, S.I.P., M.Si., M.H.I., CGCAE. dari Dirjianbang Seskoad menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bid. Sosial Budaya Lemhannas, Brigjen TNI Gregorius Suharso dari Irops Itum Itjenad menjadi Dirjianbang Seskoad.

Brigjen TNI Irnando Arnold B. Sinaga dari Waasops Kasad Bid. Siapops menjadi Irops Itum Itjenad, Brigjen TNI Agus Widodo, S.I.P., M.Si. Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cen menjadi Waasops Kasad Bid. Siapops, Kolonel Inf Wempi Ramandei dari Kabidrendik Sdirdik Seskoad menjadi Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cen, Brigjen TNI Djonny Indramawan, S.E. dari Dirbinjemen Sesko TNI menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arh I Made Sudiana, S.E. dari Kadep Lat Sesko TNI menjadi Dirbinjemen Sesko TNI, Mayjen TNI I Nengah Wiraatmaja, S.Sos., M.Sos. dari Kapusziad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Budi Hariswanto, S.Sos. dari Dosen Ahli Bid.Strategi Sesko TNI menjadi Kapusziad, Brigjen TNI A. Yudi Hartono, S. Sos., M.M. dari Wadanpuspenerbad menjadi Dosen Ahli Bid. Strategi Sesko TNI.

Baca Juga  Pimpin Wisuda Prabhatar 2024, Ini Pesan Kapolri dan Panglima TNI untuk 1.104 Taruna

Brigjen TNI Zainuddin dari Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Ekku menjadi Wadanpuspenerbad, Kolonel Inf Mangaraja Simanjuntak dari Dosen Utama Seskoad menjadi Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Ekku, Brigjen TNI Clement Haposan P. Siahaan dari Aster Kaskostrad menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Mokhamad Yasin, S.Sos., Μ.Α.Ρ. dari Pamen Ahli Bid. Idpol Staf Ahli Pangkostrad menjadi Aster Kaskostrad, Mayjen TNI Gunung Iskandar dari Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Hubint menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Mayjen TNI Satrijo Pinandojo dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Hubint, Brigjen TNI dr. Jursal Harun, Sp.BO. dari Dirum RSPAD Gatot Soebroto menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf R. Rudi Martiandi D. dari Paban Sahli Kasad Bid. Narkoba menjadi Dirum RSPAD Gatot Soebroto.

Mayjen TNI dr. Subandono Bambang I., Sp.M., M.M. dari Kapoksahli Ka RSPAD Gatot Soebroto menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI dr. Akhmad Rusli Budi A., Sp.B., M.A.R.S. dari Dokter Ahli Bid. Traumatologi RSPAD Gatot Soebroto menjadi Kapoksahli Ka RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel Ckm dr. Ichsan Firdaus, Sp.Kj. dari Kasubditbinsat Sdircab Puskesad menjadi Dokter Ahli Bid. Traumatologi RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr. Muh Hafid Akbar, Sp.JP, FIHA. dari Dirjangum RSPAD Gatot Soebroto menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Dr. drg. Puji Hartono, Sp.Ort., M.A.R.S., dari Dirjangmed RSPAD Gatot Soebroto menjadi Dirjangum RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel Ckm dr. Dis Bima P, Sp.An., KIC., M.Kes. dari Pamen Setmilpres Kemensetneg menjadi Dirjangmed RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr. Sholihul Muhibbi, Sp.S., M.Si.Med. dari Komite Hukum Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto menjadi Staf Khusus Kasad dan Kolonel Ckm  dr. Hadi Juanda Sp.PD. dari Kakesdam Jaya menjadi Komite Hukum Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto.

Baca Juga  5 KKB Intan Jaya Tewas Ditembak TNI-Polri di Intan Jaya

2 (dua) Pati TNI AL yaitu, Laksma TNI Mulyono, M.Tr. Opsla., CFrA. dari Ir. Bakamla menjadi Staf Khusus Kasal dan Kolonel Laut (S) Dr. Burhanuddin, S.E., S.H., M.M., CFrA., CHRMP., CRMP., CIQnR., CIQaR., M.Tr. Opsla. dari Sekdiskual menjadi Ir Bakamla. 9 (sembilan) Pati TNI AU yaitu Marsda TNI M. Khairil Lubis dari Aslog Kasau menjadi Pangkogabwilhan II, Marsda TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A. dari Asintel Kasau menjadi Aslog Kasau, Marsda TNI Benedictus Benny K., SH. MAvMgt., MAIR. dari Kapuslaiklambangjaau menjadi Asintel Kasau, Marsma TNI Danet Hendriyanto, S.Sos. dari Kadisminpersau menjadi Kapuslaiklambangjaau, Marsma TNI Yostariza, S.E., M.Tr. Opsla. dari Bandep Ur.Lingkungan Strategi Regional Setjen Wantannas menjadi Kadisminpersau, Kolonel Tek Dr. Bonan D.O. Siagian, S.E.. M.Si. (Han). dari Analis Kebijakan Bid.Renbangnas Kadang Kadek Depolstra Setjen Wantannas menjadi Bandep Ur.Lingkungan Strategi Regional Setjen Wantannas menjadi Kadisminpersau.

Marsda IG. Made Radar P.J., S.T. dari Tenaga Ahli Pengajar Bid. Kepemimpinan Lemhannas menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si., M.Tr.(Han). dari Kadisdikau menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bid. Kepemimpinan Lemhannas dan Kolonel Nav Medi Rachman, S.E, MBA Avi Mgt, MMOASC, MIR., Ph.D. dari Sesdisdikau menjadi Kadisdikau. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Wamenhan RI M. Herindra: Saat Tidak Ada Perang, Waktu Tepat Bangun Kekuatan Pertahanan Negara

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Panglima TNI Kukuhkan Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 33

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Presiden Joko Widodo akan Hadiri Apel Akbar Pasukan Kokam di Stadion Manahan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Pimpin Wisuda Prabhatar 2024, Ini Pesan Kapolri dan Panglima TNI untuk 1.104 Taruna

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca