Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Lepas 124 Jamaah Haji

Badung Fasilitasi Keberangkatan ke Embarkasi Surabaya

Loading

BALIILU Tayang

:

jamaah haji
MELEPAS JAMAAH: Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat melepas 124 jamaah Haji Kabupaten Badung tahun 2024 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (22/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Jamaah Haji Kabupaten Badung yang akan menunaikan ibadah Haji di tanah suci mendapat fasilitas khusus dari Pemkab Badung. Pada keberangkatan ke Embarkasi Surabaya, jamaah haji difasilitasi transportasi dengan naik pesawat udara.

“Selaku pemerintah kami berkomitmen senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bagi jamaah haji tahun ini, fasilitas khusus yang dapat kami berikan adalah transportasi pesawat udara untuk keberangkatan ke embarkasi Surabaya. Semoga dapat meringankan rangkaian perjalanan haji yang panjang dan akhirnya memperoleh haji yang mabrur,” kata Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat melepas 124 jemaah Haji Kabupaten Badung Tahun 2024 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (22/5).

Lebih lanjut Suiasa mengharapkan, perjalanan ibadah suci dapat dimanfaatkan tidak hanya beribadah semata, namun mampu menjadi duta bangsa dengan tetap menjaga martabat dan kebersamaan, santun, berakhlak mulia serta selalu menjaga kesehatan.

“Selamat menjalankan rukun Islam ke-5 yakni ibadah haji. Mari tetap jaga kebersamaan, saling mengingatkan, saling membantu dan tetap bersabar. Kami mendoakan agar jamaah calon haji selalu selamat di perjalanan, dapat menunaikan ibadah haji dengan baik dan kembali dengan sehat walafiat,” harapnya.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali diwakili Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H.Syarif Hidayatullah menyampaikan, pada tahun 2024 ini kuota haji Provinsi Bali sebanyak 698, sedangkan kuota jamaah haji Badung 124 jemaah. Jemaah pria 61 orang dan jemaah wanita 63 orang. Ditambahkan, pemberangkatan jamaah haji dari Kabupaten/Kota ke embarkasi Surabaya pada 30 Mei 2024. Jamaah Haji Kabupaten Badung tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) 72 embarkasi Surabaya. Pemberangkatan kloter 72 masuk asrama embarkasi pada 30 Mei, diberangkatkan ke tanah suci atau ke Arab Saudi tanggal 31 Mei. Pemulangan kloter 72 diberangkatkan dari Madinah pada 11 Juli 2024. Tiba di Surabaya pada 12 Juli pukul 10.35 wib dan sampai di Bali 12 Juli pukul 22.00 wita.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri Rakor Nasional Pengelolaan Sampah Menjadi Energi

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah memberikan perhatian khusus dan istimewa kepada jamaah haji dari tahun ke tahun. Membantu transportasi keberangkatan dan kepulangan jamaah haji dari Badung menuju embarkasi Surabaya, serta memberikan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Kartu Badung Sehat.

“Dimana fasilitas ini tidak diberikan kabupaten lain. Dan istimewanya lagi jamaah haji badung diberikan fasilitas dengan naik pesawat, bahkan Pemkab Badung juga memberikan tiga petugas haji daerah yang akan membantu jamaah haji di Arab Saudi,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara “Melaspas” Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan di Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara “Melapas” Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang di Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Kamis (11/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melapas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang di Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Kamis (11/6). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Ngurah Gede Wirawan, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta undangan lainya.

Manggala Karya, Wayan Gede Mertanadi mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan semua pihak dalam pelaksanaan Upacara Melapas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang.

“Kami atas nama pengempon pura mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangsih semua pihak, terutama Pemkot Denpasar dalam mensukseskan acara melaspas Pura Banjar Ratu Begawan Penyarikan, Bale Kulkul lan Bale Panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa usai rangkaian upakara digelar menyampaikan apresiasinya atas semangat krama Banjar Dukuh Pesirahan. Ke depan, dengan adanya bangunan yang baru ini dapat memberikan kemanfaatan serta senantiasa menumbuhkan semangat menyama braya di lingkungan tersebut.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Dukuh Pesirahan. Semoga bangunan baru ini bisa memberi kemanfaatan dalam menunjang kegiatan adat dan keagamaan, serta meningkatkan persatuan dan rasa menyama-braya krama dan juga pengempon pura,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkab Badung Kembali Raih Opini WTP
Lanjutkan Membaca

NEWS

PLN Bali Perkuat Literasi Keselamatan Listrik untuk Dukung Perayaan Galungan dan Kuningan yang Aman

Published

on

By

pln bali
TALKSHOW: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menggelar Koordinasi dan Talkshow Keselamatan Kelistrikan Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan masyarakat selama rangkaian perayaan hari suci umat Hindu. Acara dibuka oleh Senior Manager Komunikasi dan Aset Properti PLN UID Bali Imbar Sutanto (tengah), Manager Biro K3L I Made Ariana (kiri), serta MDA Provinsi Bali I.B. Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si (kanan). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memperkuat literasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali”. Kegiatan yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman sekaligus mendukung kelancaran rangkaian perayaan hari raya di seluruh Bali.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Layanan kami juga selalu siap hadir ketika dibutuhkan masyarakat. Melayani dengan cepat merupakan komitmen kami, namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” ujar Imbar.

Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, menjelaskan bahwa momentum hari raya umumnya diikuti peningkatan penggunaan peralatan listrik untuk mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar.

“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” jelas Ariana.

Baca Juga  Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menggunakan peralatan berstandar, menghindari penumpukan colokan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan maupun kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

Selain aspek teknis, forum tersebut juga menghadirkan perspektif budaya dan kearifan lokal melalui pemaparan perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen. Menurutnya, nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan lingkungan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan aman.

“Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam penggunaan listrik, sehingga aktivitas adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Arief Wibisono, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali Bidang Pendidikan, berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai keselamatan instalasi listrik rumah tangga, pentingnya penggunaan peralatan berstandar, hingga peran desa adat dalam mendukung penyebarluasan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga membahas pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, terutama saat pemasangan perlengkapan pendukung upacara dan kegiatan keagamaan yang berpotensi meningkatkan beban listrik rumah tangga. Edukasi mengenai jarak aman terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan yang memenuhi standar, serta pelaporan dini terhadap potensi gangguan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas serta kebutuhan listrik. Selain memastikan keandalan pasokan listrik, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman juga menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan maupun kecelakaan ketenagalistrikan.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri ‘’Karya Atma Wedana Memukur’’ di Desa Gulingan

Melalui kolaborasi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan budaya sadar keselamatan semakin tumbuh dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, nyaman, serta didukung pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat Bali. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

Published

on

By

stabilitas harga pangan badung
CEK HARGA: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar untuk mengecek harga dan ketersediaan pangan menjelang Galungan, Kamis siang (11/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

​Pantauan di sejumlah pasar terjadi lonjakan harga jual sejumlah barang kebutuhan dan perlengkapan upacara seperti beras, daging, hingga bunga di sejumlah pasar di Badung. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas wajar karena tingginya animo masyarakat.

Pengecekan dilakukan salah satunya di Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan karakteristik khusus sebagai pusat grosir khusus bunga dinilai tetap mampu memberikan selisih harga yang lebih murah bagi konsumen dibanding harga jual di pasar umum.

​”Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.

​Agus menyebutkan perbedaan harga untuk komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, yang lebih murah daripada pasar umum. Pihaknya mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 10 ribu per kg.

​”Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.

Baca Juga  Lestarikan Naskah Kuno, Disbud Badung Gelar Konservasi Lontar

​Masyarakat diimbau tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Kelancaran distribusi ini didukung oleh pasokan yang datang dari para petani di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Badung.

​Pemkab Badung memastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 sampai 6 bulan ke depan.

​”Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.

​Ketersediaan beras di Badung juga didukung oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak. Salah satunya di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal yakni hasil panen mencatatkan puluhan ton gabah, sementara di Subak Lepud luas panennya mencapai dua kali lipat.

​”Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar,” urai I Made Agus Aryawan.

Sementara itu, Pemkab Badung juga mengecek harga babi hidup di tingkat peternak yang saat ini masih bertahan di angka Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, untuk daging babi yang sudah bersih di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

​”Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.

Baca Juga  Wabup Ketut Suiasa Hadiri HUT Ke-38 Perguruan Seruling Dewata

​Menurutnya stok daging untuk pasar tradisional dipastikan masih bisa dipenuhi secara normal dari peternak. Namun, untuk pemenuhan konsumsi dalam jumlah besar, pemesanan disarankan dilakukan lebih awal untuk menjamin ketersediaan stok daging. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca