Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Masih Banyak ‘PR’, Pj. Gubernur Bali Minta Semua Pihak Jangan Terlena Angka Indikator Kesehatan Bali di Atas Nasional

BKKBN dan Kemenkes RI Puji dan Daulat Bali Jadi Percontohan Nasional untuk Bidang Kesehatan

Loading

BALIILU Tayang

:

Indikator Kesehatan Bali
TINJAU STAN: Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya saat meninjau sejumlah stan layanan kesehatan dan produk kesehatan yang digelar di Harris Hotel, Sunset Road, Kuta, Badung pada Selasa (4/6) siang. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya mengajak instansi, insan kesehatan hingga masyarakat untuk turut Ngrombo menyelesaikan sejumlah permasalahan di bidang kesehatan yang masih jadi ‘PR’ di Bali.

“Masih banyak kasus penyakit yang cukup tinggi seperti demam berdarah (DBD), TBC, dan rabies hingga penyakit degeneratif kanker, diabetes melitus. Penyakit tersebut berdasarkan data jadi penyebab utama kematian,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah Tahun 2024 di Harris Hotel, Sunset Road, Kuta, Badung pada Selasa (4/6) siang.

Pj. Gubernur menyampaikan, penyakit-penyakit tersebut semestinya dapat dicegah apabila dilakukan usaha promotif dan preventif yang kuat mulai dari masyarakat dan tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai di seluruh Kabupaten/Kota. “Semangat kita bersama, ngrombo yang artinya gotong-royong, namun tak hanya gotong-royong namun ada kehormatan, ada kebanggaan dalam menyelesaikan sesuatu bersama,” ujarnya lagi.

Pria kelahiran Singaraja, Buleleng ini dalam kesempatan yang sama juga mengatakan Rakor Kesehatan yang menghadirkan instansi pemerintahan, RS, hingga kalangan akademika tersebut penting dilaksanakan dalam rangka menyamakan cara pandang dan merumuskan cara kerja. “Hal ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden RI pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2024, yang telah mengingatkan kembali, bahwa Indonesia pada tahun 2030-an memiliki kesempatan untuk menjadi negara maju dengan adanya bonus demografi usia produktif. Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu kuncinya adalah kesehatan,” tukasnya. “Kalau kita semua sehat, maka apapun bisa kita kerjakan. Kalau kita sehat, makan sambal dan tempe saja akan terasa nikmat,” tambahnya lagi.

Karena itu, Pj Gubernur menuturkan bahwa upaya penanganan stunting terus didorong guna menghasilkan Sumber Daya Manusia yang sehat dan berkualitas. “Semaksimal mungkin berupaya tidak boleh ada bayi/balita stunting, meskipun dalam data Bali yang terbaik dalam penanganan stunting namun kita tidak boleh terlena. Kita harapkan kedepan tidak ada lagi ditemukan bayi atau balita stunting di Bali,” jelasnya mengacu pada angka prevalensi Balita stunting di Provinsi Bali sebesar 7,2% sesuai hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI 2023) dan terendah di Indonesia.

Baca Juga  Jelang Pilkada Serentak, Pj. Gubernur Bali Tinjau Sejumlah TPS

Pj. Gubernur juga menyebut Provinsi Bali telah melaksanakan Kick Off Program Integrasi Layanan Primer (ILP) pada tanggal 20 Maret 2024 dalam rangka memberikan komitmen dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer agar krama Bali mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif.

“Terima kasih kepada para Bupati/Walikota, Camat, dan Perbekel se-Bali, karena telah memiliki komitmen yang sama dengan provinsi untuk menuntaskan stunting serta menyiapkan ILP dengan baik,” katanya. “Besar harapan kami Sinergitas Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah di Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali melalui Transformasi Kesehatan dapat terjalin dengan baik sehingga Bali dapat mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo mengapresiasi Bali dan sangat kagum dengan pencapaian Bali nyaris semua aspek berada di peringkat teratas secara nasional. Selain stunting yang rendah, juga Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. “Bali bisa dikatakan best practice untuk bidang kesehatan di indonesia,” katanya.

Bonus demografi dimana Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang menurut Hasto juga merupakan tantangan besar untuk menciptakan SDM yang sehat dan berkualitas. “Dan bukan hanya sehat fisiknya, tapi juga mentalnya harus jadi perhatian karena percuma fisiknya baik tapi mentalnya tidak, jiwanya harus kuat juga,” tukas Hasto.

Hasto dalam kesempatan tersebut juga memuji Program Desa Peduli Gigi (Deligi) yang dilaksanakan Pemprov Bali bekerjasama dengan TP PKK guna mendukung program Indonesia bebas karies 2030. “Saya kira sangat keren itu dan luar biasa terobosan yang dilakukan Bali,” katanya lagi.

Baca Juga  Kunjungan Wisatawan Bali Tembus 16,3 Juta pada 2025, Koster Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Lingkungan

Apresiasi juga datang dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Maria Endang Sumiwi yang menyebut Bali paling dekat dengan visi Indonesia Maju dimana sektor kesehatan menjadi poin penting untuk Indonesia menjadi negara maju dan memanfaatkan puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030-an. “Bali sangat cocok untuk jadi percontohan karena hampir semua indikatornya, Bali berada di posisi teratas dan diatas angka nasional,” kata Endang.

Untuk itu, Endang menyarankan agar ke depan kebijakan dan program kesehatan di Bali harusnya sudah tidak berpatokan pada program nasional namun sudah mulai berpatokan pada negara-negara yang maju di sektor kesehatan seperti Jepang dan Korea Selatan. “Bali harus kejar target sejajar dengan negara-negara maju untuk bidang kesehatan,” kata Endang lagi.

Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah Provinsi Bali Tahun 2024 yang bertemakan ‘Sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Bali Melalui Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045’ dibuka secara resmi dengan simbolis penekanan tombol oleh Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama Undangan VIP lain.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Bali juga sempat meninjau sejumlah stan layanan kesehatan dan produk kesehatan yang berada di lokasi. Pj. Gubernur bahkan sempat mencoba langsung UPTD Kesehatan Pengobatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Jelang Pilkada Serentak, Pj. Gubernur Bali Tinjau Sejumlah TPS

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Peringatan Hari Bakti PU Ke-79, Momentum Tingkatkan Semangat Pengabdian Membangun Negeri

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Pemprov Bali Berikan Anugerah Reformasi Birokrasi dan Agen Perubahan Tahun 2022 pada Perangkat Daerah Berprestasi

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Peringatan Hari Bakti PU Ke-79, Momentum Tingkatkan Semangat Pengabdian Membangun Negeri

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca