Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati dan Bunda PAUD Tabanan Resmikan Lintasan Kereta Bermain

BALIILU Tayang

:

Taman Bung Karno Tabanan
RESMIKAN LINTASAN KERETA BERMAIN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Bunda PAUD Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat meresmikan Lintasan Kereta Bermain yang terletak di Taman Bung Karno Tabanan, Senin (23/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Bunda PAUD Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, meresmikan Lintasan Kereta Bermain yang terletak di Taman Bung Karno Tabanan, Senin (23/9). Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gerakan Makan Ikan yang melibatkan Anak PAUD dan TK di Tabanan. Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi anak-anak, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah terhadap pendidikan anak usia dini.

Dalam peresmian tersebut, hadir pula Sekda beserta Ibu, para Asisten Setda Tabanan, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tabanan, serta pimpinan instansi vertikal di Tabanan. Pembangunan lintasan kereta bermain ini memakan waktu 60 hari, dimulai dari 14 Juni hingga 12 Agustus 2024, dengan panjang lintasan 400 meter yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Bank BPD Bali melalui program CSR.

Memandang pentingnya pendidikan usia dini yang memiliki peran sangat strategis sekaligus merupakan wadah untuk memaksimalkan pencapaian tumbuh kembang anak, sehingga ke depan diharapkan Sanjaya akan mampu menjadi modal pembangunan yang memiliki daya saing tinggi dan menjadi generasi emas di masa mendatang. Oleh karena itu, Kabupaten Tabanan senantiasa berkomitmen untuk menjadi kabupaten yang layak anak. Salah satunya, yakni dengan cara membangun ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Taman Bung Karno dipilih untuk pembangunan rel kereta mainan anak, di mana lokasi ini akan menjadi tempat di mana anak-anak dapat belajar melalui permainan dan interaksi sosial. Bupati Sanjaya saat itu menyampaikan, melalui keberadaan taman dengan kereta ini, diharapkan juga akan menjadi ruang bagi masyarakat Tabanan untuk saling berinteraksi, berbagi cerita dan yang terpenting akan menjadi salah satu ikon Kota Tabanan selain ikon-ikon yang saat ini sedang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima, Bupati Sanjaya Tinjau MPP dan Semarakkan Giat Meliang-liang

Disampaikan Sanjaya, Pemerintah Kabupaten bertanggungjawab atas pembangunan rel kereta, sementara Bank BPD Bali menyediakan kereta mainan. “Ini sebuah wujud kolaborasi yang sangat baik, dan berdampak positif bagi upaya membangun indeks kebahagiaan anak-anak di Kabupaten Tabanan. Atas hal tersebut, saya selaku kepala daerah dan mewakili masyarakat, mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Bank BPD Bali atas dedikasi dan partisipasinya dalam rangka ikut membangun kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Selain membangun ruang bermain, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berkomitmen untuk menjaga gizi generasi emas. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi dan kampanye gerakan gemar makan ikan (gemarikan) yang ditujukan bagi anak balita, anak sekolah, serta ibu hamil dan menyusui. Kesadaran akan pentingnya makan ikan sebagai sumber pangan bergizi tinggi sangat fundamental untuk menciptakan generasi sehat dan mengurangi angka stunting di kabupaten. Saat itu juga dibagikan 225 paket ikan yang secara simbolis diberikan kepada 5 orang perwakilan.

Atas segala upaya yang telah dilakukan, maka pada kesempatan ini, Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Tabanan yang telah membantu Pemerintah Kabupaten Tabanan guna memastikan Kabupaten Tabanan dapat bebas dari kasus-kasus stunting. “Ini penting saya sampaikan, mengingat upaya ini memerlukan keterlibatan semua pihak dalam bentuk gerakan bersama, kolaborasi bersama untuk membangun karakter generasi muda yang sehat, ceria, unggul dan berdaya saing tinggi,” ujarnya lebih lanjut.

Selaras dengan harapan Bupati Sanjaya, Bunda Rai, selaku Bunda PAUD Tabanan, menambahkan pentingnya memberikan ruang bermain terbuka bagi anak-anak. Ia berharap anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruangan, tetapi juga dapat berinteraksi di luar ruangan. Selain di Taman Bung Karno, pembangunan ruang terbuka anak juga direncanakan di Lapangan Alit Saputra Tabanan yang saat ini masih terus dilakukan pembangunan untuk mempercantik kawasan agar mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia dini. Ia juga berpesan kepada masyarakat, dengan adanya lintasan kereta bermain ini agar dijaga kelestariannya bersama-sama.

Baca Juga  Penutupan ‘‘Karya Agung‘‘ Kantor Bupati Tabanan Berlangsung Suka Cita

“Jadi harapannya agar anak-anak kita semakin luas kreatifitasnya, karena di samping juga belajar di dalam ruangan juga bisa berinteraksi di luar ruangan melalui ruang terbuka untuk anak-anak ini. Jadi harapan saya ke depan, semoga dengan dibuatkan kereta semacam ini kita bersama-sama bisa menjaga semuanya, bagaimana agar semua menjadi bagus dan terawat. Jadi bisa dimanfaatkan lebih lama lagi, karena kalau kita sudah bersama-sama menjaganya pasti akan lebih baik lagi,” terang Bunda Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Banggar Dorong Penguatan Infrastruktur Pariwisata untuk Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan di Bali

Published

on

By

muhidin
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohamad Said (kanan) dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penguatan infrastruktur pariwisata di Bali untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan. Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin Mohamad Said menilai, pengembangan pariwisata Bali tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi perlu diarahkan agar wisatawan lebih lama tinggal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Muhidin dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, termasuk melalui kebijakan fiskal, perlu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur yang menunjang sektor pariwisata.

“Peringkatan pariwisata di Bali ini khususnya terkait dengan bagaimana memperbaiki infrastruktur. Saya kira begitu Pak Gubernur ya. Jadi kalau itu kita bisa perbaiki, bukan hanya sekadar banyaknya kedatangan. Tetapi bagaimana pariwisata itu bisa lebih lama tinggal di Bali,” ujar Muhidin.

Infrastruktur Topang Pariwisata

Muhidin mengatakan, masa tinggal wisatawan yang lebih panjang dapat memperluas manfaat ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk hotel dan UMKM. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik.

“Jadi kalau hanya jumlahnya tetapi tinggalnya kurang, UMKM-nya juga bisa mandek. Hotelnya juga, unit hotelnya juga bisa terbatas. Jadi saya kira inti daripada itu bagaimana merangsang mereka itu bisa senang tinggal di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pariwisata juga perlu didukung dengan tata kelola lingkungan yang baik. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar pertumbuhan kunjungan, tetapi juga mendukung kenyamanan dan keberlanjutan aktivitas pariwisata.

Muhidin juga membuka kemungkinan adanya insentif khusus bagi pembangunan di Bali. Menurutnya, penguatan infrastruktur dapat mendukung kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian, termasuk melalui peningkatan devisa.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Tutup Tanah Lot Art & Food Festival #6 Tahun 2025

“Oleh karena itu Bapak Ibu sekalian, kita harus memberikan mungkin ada sesuatu insentif khusus terkait dengan pembangunan dari Provinsi Bali ini,” katanya.

Ruang Fiskal Daerah Diperkuat

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wijanto mengatakan hubungan pemerintah pusat dan daerah tetap perlu diperkuat melalui dukungan APBN terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Ia menyebut dukungan tersebut antara lain dapat dilakukan melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar.

Pada tahun 2027, menurut Wihadi, pemerintah daerah dapat mengajukan pemanfaatan DBH kurang bayar dalam bentuk program pembangunan sesuai kebutuhan daerah, seperti jalan, flyover, rumah sakit, maupun infrastruktur lainnya.

“Jadi pembangunan itu jelas ada untuk dana bagi hasilnya. Saya kira, ini sudah mungkin bisa mulai dengan Kementerian Keuangan dibuka ruang untuk komunikasi hal seperti itu,” ujar Wihadi.

Wihadi menambahkan, pemerintah pusat juga menyiapkan sekitar Rp 23 triliun untuk pembiayaan PPPK pekerja paruh waktu. Menurutnya, dukungan tersebut dapat membantu ruang fiskal pemerintah daerah sehingga anggaran dapat diarahkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.

“Dananya itu kalau saya nggak salah Rp 23 triliun yang kita siapkan untuk seluruh PPPK dengan pekerja paruh waktu. Jadi amanlah, fiskalnya Bapak agak terbantu lah sekarang ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Banggar Usulkan Skema DBH 2027 Perkuat Fiskal Daerah

Published

on

By

banggar dprri
KUNKER BANGGAR: Tim Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Gubernur Bali beserta jajaran, perwakilan Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia saat kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penerapan skema pendanaan inovatif melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai instrumen pembiayaan pada 2027. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif penyelesaian Kurang Bayar DBH (KB-DBH) pemerintah pusat kepada daerah yang secara nasional telah mencapai sekitar Rp 71 triliun.

Wakil Ketua sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan skema tersebut dirancang untuk membantu menjaga ruang fiskal dan arus kas pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, mekanisme tersebut memungkinkan kewajiban pembiayaan proyek daerah ditangani melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah, dengan kewajiban pokok dan bunga ditanggung pemerintah pusat. Pembayaran tersebut selanjutnya diperhitungkan sebagai bagian dari penyelesaian akumulasi kurang bayar DBH kepada daerah.

“Skema ini memungkinkan pemerintah daerah tetap menjalankan proyek infrastruktur prioritas melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah. Selanjutnya, pemerintah pusat menanggung pokok dan bunga pinjaman tersebut yang diperhitungkan sebagai pelunasan kurang bayar DBH. Dengan demikian, ruang fiskal daerah dapat lebih longgar tanpa menambah beban APBD,” ujar Syarief.

Ia menilai, kelonggaran fiskal tersebut perlu diikuti kesiapan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi. Penguatan infrastruktur menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan agar daerah mampu menarik dan mengembangkan investasi secara lebih optimal.

Senada, Anggota Banggar DPR RI Danang Wicaksana menyebut bahwa Bali memiliki peluang untuk mengembangkan investasi, termasuk dari investor mancanegara. Karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan ekonomi dapat berkembang secara terintegrasi dan efisien.

Baca Juga  FESTA 2025 Resmi Dibuka, Bupati Sanjaya Tekankan Pentingnya Gotong-royong Antar-Desa

“Jika investor dari kawasan global seperti Dubai dan Singapura bersedia menanamkan modalnya di Bali, maka pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung. Langkah ini penting agar seluruh sektor dapat terintegrasi dengan baik dan memiliki daya saing operasional dengan biaya yang lebih efisien,” kata Danang.

Selain penguatan infrastruktur, Anggota Banggar DPR RI Agus Ambo Djiwa turut menekankan pentingnya mengarahkan penguatan fiskal daerah untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan komoditas bawang putih lokal di Bali.

Agus menyampaikan dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan bibit dan pupuk bagi petani. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang putih lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Kalau Bali membutuhkan lahan untuk pengembangan bawang putih, kami siap mendukung. Kalau diperlukan sampai seribu hektare, kami bisa arahkan dan fasilitasi. Kami siap memberikan dukungan. Karena itu, kami berharap hal ini bisa segera disikapi,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Transfer ke Daerah Didorong Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

wakil banggar dpr ri
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie (kanan) dalam kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menekankan pentingnya memastikan setiap rupiah transfer pemerintah pusat ke daerah memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan transfer ke daerah pada 2026 perlu diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, dan akuntabel.

Syarief mengatakan transfer ke daerah pada 2026 diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, serta prioritas pembangunan nasional. Hal tersebut menjadi perhatian Banggar DPR RI dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali untuk melihat langsung pelaksanaan APBN, penyaluran transfer ke daerah, efektivitas kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, perpajakan, dan pengelolaan keuangan daerah.

“Pada tahun 2026, kebijakan transfer ke daerah semakin diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, akuntabel, serta mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, dan prioritas pembangunan nasional,” kata Syarief saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, efektivitas transfer ke daerah tidak hanya dilihat dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, sinkronisasi kebijakan APBN dan APBD menjadi penting agar dukungan fiskal pemerintah pusat dapat berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah transfer pusat benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat,” ujar Syarief.

Perlu Selaras dengan Pembangunan Daerah

Dalam kunjungan tersebut, Banggar DPR RI mencermati sejumlah kebutuhan pembangunan di Bali, termasuk infrastruktur, konektivitas, pelayanan dasar, serta penguatan sektor ekonomi. Syarief berharap hasil kunjungan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk memperkuat efektivitas transfer ke daerah sekaligus sinkronisasi APBN dan APBD.

Baca Juga  FESTA 2025 Resmi Dibuka, Bupati Sanjaya Tekankan Pentingnya Gotong-royong Antar-Desa

“Kami berharap kunjungan kerja ini dapat menghasilkan informasi, evaluasi, dan rekomendasi bagi Badan Anggaran DPR RI, khususnya dalam memperkuat efektivitas transfer ke daerah, sinkronisasi APBN dan APBD, stabilitas ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, serta transformasi pariwisata Bali menuju pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” tandas Syarief.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan dukungan anggaran pemerintah pusat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal tersebut juga diperlukan untuk memperluas manfaat pembangunan ke wilayah Bali yang memiliki kapasitas fiskal lebih terbatas.

“Ini yang harus kami atasi di Bali dengan tentunya yang utama adalah infrastruktur untuk memacu pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Koster.

Koster menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut mencakup konektivitas darat, laut, dan udara. Salah satu kebutuhan yang disampaikannya adalah pengembangan infrastruktur pelabuhan, termasuk Pelabuhan Sangsit dan Amed, yang dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak sekadar meningkatkan penyerapan anggaran, tetapi juga menciptakan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas pemerataan pembangunan di Bali. (gs/bi) 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca