Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali pada Senin, 25 November 2024 menggelar acara coffee morning terkait persiapan akhir penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 pada 27 November 2024 yang berlangsung di sebuah kedai kopi di bilangan Tanjung Bungkak Denpasar.
Hadir perwakilan Forkopimda Bali, Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin, Kapokja Metrologi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya, Satpol PP Provinsi Bali, dan instansi terkait.
Pada kesempatan itu, Ketua KPU Bali Dewa Gede Lidartawan memastikan seluruh logistik Pemilu sudah turun hari ini. Dari laporan para ketua KPU kabupaten/kota, hampir semuanya terkirim ke masing-masing desa di seluruh Bali. Logistik Pemilu yang akan dikirim semua dibuka dan dicek lagi dihitung satu per satu dalam rangka memastikan kebenarannya.
’’Saya pastikan hari ini seluruh armada kami sudah meluncur ke desa dan pada 26 sore sudah ada laporan ke kita bahwa semua sudah ready beserta pengamanannya,’’ ujar Lidartawan.
Lidartawan lanjut menegaskan pihaknya tidak mau nanti ada kejadian kotak atau logistik Pemilu disimpan di rumah-rumah pribadi atau kelian. Tetapi semua harus disimpan di tempat yang bisa dikrontrol oleh pengamanan. Kalaupun itu belum bisa dilakukan hari itu ke dekat TPS karena tak ada balai banjar misalnya, maka akan tetap diamankan di desa.
Berikutnya, KPU Bali mengeluarkan surat perintah kepada PPS se-Bali untuk pembuatan video pendek berdurasi 2-3 menit di TPS sebagai testimoni para saksi dan pengawas TPS terhadap 2 pertanyaan. Pertama apakah pemungutan dan penghitungan suara di TPS sudah berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, dan kedua apakah ada kecurangan di TPS tersebut.
’’Kita akan punya 6.795 video pendek yang akan kami fungsikan terakhir dalam rangka untuk membendung apabila saat hari H ada konten-konten dari luar yang menyatakan Bali ribut. Walaupun kejadiannya di luar, kami tidak ingin masyarakat Bali terpengaruh terhadap isu-isu itu. Dan agar kami juga punya bukti terhadap pelaksanaan di Bali berjalan dengan aman, lancar dan damai, tidak ada intimidasi dan lain sebagainya,’’ ucapnya.
Terkait Sirekap, Lidartawan menyatakan sudah clear. Kalaupun terjadi sesuatu di Sirekap, ia menegaskan Sirekap hanya informasi sementara. Hanya memenuhi kewajiban KPU melakukan keterbukaan informasi publik dan bukan patokan. Tanpa itupun masyarakat bisa memfoto sendiri semuanya dan bisa cross check.
Untuk menunjukkan keterbukaan, seluruh masyarakat yang berkepentingan di TPS sudah dibolehkan memfoto C plano tetapi pada akhir, setelah kedua C hasil ditandatangani oleh para saksi. Ini bukti bahwa KPU itu transparan. Dan memastikan seluruh KPU Provinsi Bali akan berada di 57 kecamatan untuk memantau, melihat apa yang terjadi di TPS.
Lidartawan juga memastikan bahwa PPS, PPK sudah menertibkan alat peraga kampanye hingga H-1. Jika masih menemukan atribut kampanye bisa menyampaikan ke KPU dengan menunjukkan bukti foto.
’’Jadi kami bersama Bawaslu provinsi selalu bersinergi dalam rangka menyelesaikan seluruh permasalahan di Bali. Target kita sama 75 persen pemilih hadir di TPS dan kami mencoba untuk meyakinkan pemilih untuk hadir ke TPS,’’ ujarnya.
Lidartawan juga menyampaikan terkait antisipasi akibat cuaca yang dirilis BMKG bahwa saat ini ada fenomena La Nina yang berdampak pada penambahan curah hujan namun masih lemah. Dari prakiraan cuaca pada 20 November, bahwa Bali bagian Tengah sudah masuk musim hujan. Pesisir utara Bali, Bali bagian Selatan dan Timur belum masuk musim hujan. Untuk saat ini wilayah yang berstastus awas terkait musim hujan yakni Kecamatan Pupuan, Penebel, Baturiti. Untuk Kabupaten Badung yakni di Kecamatan Petang.
Jika terjadi cuaca ekstrim maka BMKG akan mengeluarkan peringatan dini baik gambar dan narasinya daerah mana berdampak hujan dan mengarah kemana. (gs/bi)