Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara “Pemahayu Jagat” di Pantai Seseh

BALIILU Tayang

:

Giri Prasta
PEMAHAYU JAGAT: Bupati Giri Prasta menghadiri pelaksanaan Upacara Pemahayu Jagat di Pantai Seseh, Cemagi, Mengwi, Senin (30/12). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelaksanaan Upacara Pemahayu Jagat yang dilaksanakan di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Mengwi, Senin (30/12). Upacara ini dipimpin oleh Ida Ratu Sulinggih Griya Budha dengan melibatkan krama Desa Adat Seseh, tokoh adat, dan instansi pemerintah, serta dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sebagai leading sektor.

Dalam sambutannya, Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pelaksanaan upacara yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ida Ratu Sulinggih yang telah memimpin puja wali dalam rangkaian acara hari ini serta krama Desa Adat Seseh dan tokoh adat.

Bupati menjelaskan bahwa Upacara Mulang Pekelem, yang merupakan bagian dari rangkaian Pemahayu Jagat, memiliki makna mendalam untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta. “Hari ini, kita melaksanakan upacara Mulang Pekelem, sebuah upacara yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala di wilayah Badung. Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya harmoni antara manusia dan alam semesta,” tambahnya.

Selain Mulang Pekelem, Bupati Giri Prasta juga menyoroti pentingnya pelaksanaan upacara Nangluk Merana, yang bertujuan mencegah gangguan baik secara sekala maupun niskala. “Upacara ini sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan secara sekala maupun niskala. Mari bersama-sama terus menjalankan dan menyempurnakan tradisi ini demi keberlanjutan kehidupan di Badung yang harmonis dan seimbang,” ujarnya.

Bupati juga memberikan pesan khusus kepada masyarakat terkait pelaksanaan ritual adat, khususnya yang berkaitan dengan kematian. Ia mengingatkan agar masyarakat yang berada di luar desa hingga luar negeri segera berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan apabila menghadapi kasus seperti ulah pati, salah pati, atau lainnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Lantik Pejabat Eselon III, IV dan Fungsional

“Dengan demikian, dapat segera dilaksanakan ritual atau prosesi dengan benar sesuai adat dan tradisi kita yang dikenal sebagai Karikubaya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga kelestarian adat dan tradisi Bali sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan alam.

Bupati menutup sambutannya dengan harapan besar agar upacara ini membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Badung.

“Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua. Mari kita terus bersinergi menjaga adat dan tradisi demi kesejahteraan masyarakat Badung,” pungkasnya.

Pelaksanaan Upacara Pemahayu Jagat ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan tak ternilai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” dalam Rangkaian Karya di Jero Abian Timbul

Published

on

By

Walikota Jaya Negara ngayah nyangging di Jero Abian Timbul
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah nyangging” dalam rangkaian “Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, lan Nyurud Ayu” di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan salah satu upacara Manusa Yadnya bagi umat Hindu yang sarat akan makna spiritual. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus sebagai simbol pengendalian diri terhadap Sad Ripu atau enam sifat musuh dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong-royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Pemerintah Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi kesediaan Walikota Jaya Negara untuk turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kehadiran Bapak Walikota yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah. Kami berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Gusti Ketut Wijaya.

Lebih lanjut, Gusti Ketut Wijaya menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai pada 18 Oktober 2026, yang diawali dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi metatah, sedangkan puncak upacara Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10).

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Lantik Pejabat Eselon III, IV dan Fungsional

Pihaknya berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar serta menjadi wujud bhakti dan kebersamaan krama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan beragama. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel”

Dipusatkan di Pantai Mertasari Sanur, Diikuti 535 Puspa

Loading

Published

on

By

Puncak Karya Maligia Punggel di Mertasari
HADIRI KARYA: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel” yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. Upacara yang diselenggarakan oleh Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat dengan diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur.

Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 dengan melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari Mebiakala, Metatah, Muspa Ngendag, hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali dengan Mundut Eteh-eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan dengan Ngadegang Puspa Lingga, Melaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput oleh para sulinggih sesuai dengan tata cara dan tuntunan agama Hindu.

Di sela-sela prosesi, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan.

“Melalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong-royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Lantik Pejabat Eselon III, IV dan Fungsional

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10) melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan dengan Ngelinggihang Dewa Pitara. Pelaksanaan karya ini melibatkan Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Ajak Sameton Pasek Kayu Selem Songan Bersatu Jaga Tradisi Bali

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca