Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wayan Koster Segera Masifkan Tumbler di Lingkungan Desa Adat, Solusi Atasi Masalah Sampah

BALIILU Tayang

:

wayan koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster akan memasifkan penggunaan tumbler hingga lingkungan desa adat, selain di ruang lingkup pemerintahan, swasta dan satuan pendidikan. Hal ini bertujuan mengendalikan penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai di lingkungan desa se-Bali.

Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta akan bertindak cepat, keras, tegas, lurus, tulus pada periode 2025-2030 demi menjaga kesucian dan keharmonisan (alam, budaya, manusia) Bali. Sampah menjadi persoalan prioritas yang akan diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran.

“Saya akan jalankan penggunaan tumbler secara masif hingga di tingkat desa sampai ke desa adat. Supaya betul-betul dikendalikan penggunaan produk berbahan plastik,” kata Gubernur Koster, Senin, 10 Maret 2025.

Koster akan menegakkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur pembatasan sampah plastik sekali pakai dan penggunaan tumbler. Regulasi ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Wayan Koster mengakui regulasi ini belum berjalan maksimal pada kepemimpinan periode pertama. Saat itu, dirinya tak bisa terlalu keras menerapkan dan mengawasi regulasi ini karena Bali masih dilanda pandemi Covid-19.

Kini, yang menjadi urgensi yakni berhubungan dengan ekosistem alam Bali. Koster akan bertindak keras terhadap siapa pun yang berpotensi merusak alam dan budaya Bali.

“Periode kedua ini tiang tancap gass. Dalam ruangan di depan meja kita, tak boleh pakai produk kemasan plastik sekali pakai,” tegas Gubernur Bali dua periode ini.

Untuk itu, dalam waktu dekat Koster akan mengumpulkan semua industri yang produknya menggunakan plastik sekali pakai.

“Harus dilarang memproduksi seperti itu lagi (kemasan plastik sekali pakai). Kita semua harus cinta jagad Bali,” katanya.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-44 Teater Agustus, Gubernur Koster: Seni Budaya Bali Jadi Prioritas Pembangunan Karakter

Terkait pengolahan sampah berbasis sumber, Gubernur Koster telah menyiapkan langkah jitu. Ia akan segera mengumumkan kepada semua krama Bali terkait upaya pengendalian sampah di seluruh Bali.

“Pengelolaan sampah berbasis sumber belum berjalan secara baik pada periode pertama. Di periode kedua, tiang akan tindak cepat, keras, tegas agar pengelolaan sampah berbasis sumber di desa dan rumah tangga bisa diselesaikan dengan tuntas,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026, Dorong Pelestarian Seni Budaya dan Penguatan Potensi Lokal

Published

on

By

Marga Festival
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.

Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.

Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.

Baca Juga  Koster-Giri Pakai Mobil Listrik, Hemat, Nyaman, Ramah Lingkungan!

“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.

Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Resmi Buka Kejuaraan Terbuka Lemkari Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Empat Personel Polresta Denpasar Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Kapolresta Denpasar: Wujud Apresiasi atas Loyalitas dan Dedikasi Tanpa Cela

Loading

Published

on

By

kapolresta denpasar
KENAIKAN PANGKAT: Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Perwira Pengabdian Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2026, di Lapangan Apel Mako Polresta Denpasar pada Rabu (3/6/2026) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai Lapangan Apel Mako Polresta Denpasar pada Rabu (3/6/2026) pagi saat digelarnya Upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Perwira Pengabdian Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara.

Kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk penghargaan yang diberikan institusi Polri kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, disiplin, serta integritas tinggi selama menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam amanatnya, Kapolresta Denpasar mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak yang diperoleh secara otomatis, melainkan penghargaan yang diberikan organisasi melalui proses penilaian yang berjenjang dan berkelanjutan berdasarkan kinerja, dedikasi, dan rekam jejak personel. “Pada hakikatnya kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk apresiasi institusi kepada anggota yang telah menunjukkan pengabdian terbaiknya, memiliki disiplin tinggi, loyalitas yang kuat, serta rekam jejak kedinasan yang baik selama bertugas,” tegas Kombes Pol Leonardo D. Simatupang.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat beberapa aspek penting yang menjadi dasar pemberian kenaikan pangkat pengabdian, yakni aspek keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, aspek pengabdian dan jasa-jasa dalam pelaksanaan tugas, aspek disiplin dalam menjalankan fungsi kepolisian, serta aspek integritas dan rekam jejak kedinasan yang bersih dari pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar secara resmi menyampaikan ucapan selamat kepada empat personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian, yaitu Ipda I Nyoman Sudata, Panit 3 Unit Samapta Polsek Kuta Polresta Denpasar, Ipda Theresia Budiningsih, Pama Satintelkam Polresta Denpasar, Ipda Ida Ayu Kade Wirati, Pama Satintelkam Polresta Denpasar dan Ipda Ni Wayan Suryastini, Pama Bagops Polresta Denpasar.

Baca Juga  Gubernur Koster Resmi Buka Kejuaraan Terbuka Lemkari Bali

Kapolresta berharap kenaikan pangkat tersebut menjadi kebanggaan bagi personel dan keluarga, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Selain memberikan apresiasi kepada personel yang naik pangkat,

Kapolresta Denpasar juga menyampaikan penghargaan kepada para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi dan mendukung suami dalam menjalankan tugas kepolisian. “Keberhasilan yang diraih hari ini tentu tidak terlepas dari doa, dukungan, kesabaran, dan pengorbanan keluarga, khususnya para Bhayangkari yang senantiasa hadir mendampingi dalam setiap perjalanan pengabdian,” ungkapnya.

Upacara Korps Rapor Kenaikan Pangkat Pengabdian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian, loyalitas, dan profesionalisme seluruh personel Polresta Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Gianyar Intensifkan KRYD di Pasar Rakyat Gianyar, Cegah Premanisme dan Jaga Kondusivitas

Published

on

By

Polsek Gianyar
KRYD: Personel Polsek Gianyar saat melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Pasar Rakyat Gianyar, Jalan Ngurah Rai, Gianyar, Rabu (3/6/2026) pagi. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Gianyar melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Pasar Rakyat Gianyar, Jalan Ngurah Rai, Gianyar, Rabu (3/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin oleh Pawas Panit 1 Reskrim Polsek Gianyar Ipda Cokorda Bagus Yudha Permana Putra, S.H., M.H., bersama personel piket fungsi yang terdiri dari anggota Samapta dan Lalu Lintas.

KRYD dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi premanisme yang dapat meresahkan masyarakat dan para pedagang di lingkungan pasar. Kehadiran personel kepolisian di lokasi diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan dan pengawasan di area pasar serta berinteraksi dengan pedagang maupun pengunjung. Petugas juga memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tidak segan melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada pungutan liar, intimidasi, maupun bentuk premanisme lainnya.

Selain fokus pada pencegahan premanisme, personel turut memantau situasi arus lalu lintas di sekitar Pasar Rakyat Gianyar. Aktivitas masyarakat yang cukup padat pada pagi hari dapat berjalan dengan lancar berkat kehadiran petugas yang melakukan pengawasan dan pengaturan secara humanis.

Hasil kegiatan menunjukkan situasi di seputaran Pasar Rakyat Gianyar tetap aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aksi premanisme maupun gangguan kamtibmas lainnya, sementara arus lalu lintas terpantau lancar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polsek Gianyar dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.

Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., menyampaikan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan ini merupakan upaya preventif Polsek Gianyar untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. “Kami akan terus hadir di tengah masyarakat guna mencegah aksi premanisme, pungutan liar, maupun bentuk gangguan kamtibmas lainnya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Gianyar tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Atasi Pelanggaran WNA, Gubernur Bali Serukan Ketegasan dalam Apel Satgas Imigrasi 2025

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca