Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Adi Arnawa Lantik Pengurus Baru TP PKK Periode 2025-2030, Harapkan Dedikasi dan Inovasi

BALIILU Tayang

:

TP PKK Badung
SERTIJAB: Bupati Wayan Adi Arnawa smenghadiri acara Sertijab Ketua TP PKK Badung sekaligus melantik Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, Ketua Tim Pembina Posyandu serta Ketua Dekranasda di Ruang Madya Gosana Lantai III Gedung DPRD Kabupaten Badung, Kamis (20/3). (Foto: Hms/gs)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Badung sekaligus melantik Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, Ketua Tim Pembina Posyandu serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung yang juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru untuk masa bakti 2025-2030. Sertijab yang berlangsung di Ruang Madya Gosana Lantai III Gedung DPRD Kabupaten Badung, Kamis (20/3), diawali pembacaan SK Serah Terima Jabatan dan SK Pelantikan Ketua TP PKK oleh Bupati Badung dengan dilanjutkan penandatanganan naskah serah terima jabatan serta naskah pelantikan pengurus lama dan baru.

Turut hadir Ketua TP PKK Badung periode 2021-2025, Nyonya Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK periode 2021-2025 Nyonya Kristiani Suiasa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta beserta Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat se-Kabupaten Badung, Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung, serta jajaran pengurus TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranasda Kabupaten Badung dari periode sebelumnya dan periode yang baru dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP PKK periode 2021-2025. “Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas dedikasinya kepada ibu Seniasih Giri Prasta dan ibu Kristiani Suiasa atas dedikasinya selama menjabat sebagai Tim Penggerak PKK periode 2021-2025. Dan selamat kepada Ketua TP PKK Kabupaten Badung yang juga merangkap sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu serta Ketua Dekranasda Kabupaten Badung,” ucapnya.

Pihaknya menekankan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Khususnya melalui 10 Program Pokok PKK yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan. “Saya mengapresiasi keberhasilan sinergi antara program pembangunan daerah dan Gerakan PKK, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan. Semoga kepemimpinan baru ini mampu menjalankan tugas secara profesional, normatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri Rakor Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di Kemendagri

Bupati Adi Arnawa menegaskan, PKK ke depan harus terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, sehingga pembangunan berbasis keluarga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. “Pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, sehingga seluruh program pemerintah harus selaras dengan 10 Program Pokok PKK untuk mewujudkan kesejahteraan bersama sebagaimana diuraikan pada tugas dan fungsi TP. PKK,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Adi Arnawa menambahkan, PKK dan Posyandu harus tetap menjadi garda terdepan dalam pembangunan masyarakat. Ia berharap organisasi ini dapat terus berkembang dengan komitmen serta dedikasi yang tinggi untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

“Saya percaya, dengan kerja sama yang kuat, TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranasda Kabupaten Badung akan terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah,” terangnya.

Sementara Ketua TP PKK Badung Periode 2021-2025, Nyonya Seniasih Giri Prasta yang kini menjabat Sekretaris TP PKK Provinsi Bali menyampaikan rasa bangga atas sinergi pemerintah selama menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Badung periode 2021-2025.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas kerjasamanya yang baik semasa saya menjabat mengabdi di Kabupaten Badung. Saya ucapkan selamat kepada pengurus TP. PKK baru yang diketuai oleh Ny. Rasniathi Adi Arnawa, semoga program-program yang belum terwujud di masa sebelumnya bisa dilanjutkan dan dilaksanakan kedepannya,” ucap istri Wagub Bali Giri Prasta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Korban Dugaan Pengeroyokan di Mess Proyek Sawangan Meninggal Dunia, Polisi Periksa 11 Orang

Published

on

By

Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pengeroyokan Sawangan
PENYELIDIKAN: Jajaran Polresta Denpasar saat melakukan penyelidikan secara intensif kasus pengeroyokan di Sawangan. (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di mess tenaga kerja proyek pembangunan PT TJS di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kini memasuki babak baru. Salah seorang korban berinisial AW (24) dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialaminya.

Korban AW menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 12 September 2026 sekitar pukul 19.30 Wita. Saat ini, jenazah korban masih disemayamkan di kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Pihak keluarga, dalam hal ini ayah kandung korban, juga telah mengajukan permohonan persetujuan untuk dilakukan autopsi guna kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasus tersebut bermula dari adanya keributan yang terjadi di mess pekerja proyek PT Tunas Jaya di Lingkungan Sawangan pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 23.00 Wita.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, keributan dipicu oleh kesalahpahaman antarpekerja. Seorang pekerja diketahui tidak sengaja menyenggol seng di sekitar kamar mandi sehingga menimbulkan suara keras. Situasi tersebut kemudian mendapat teguran dari petugas keamanan.

Perdebatan sempat terjadi dan seorang pekerja lainnya yang terbangun akibat keributan kemudian menghampiri lokasi. Situasi semakin memanas setelah adanya perkataan yang memicu emosi sejumlah pekerja lain yang berada di sekitar lokasi.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis. Salah seorang korban, AW, sebelumnya mengalami sejumlah luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat malam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polresta Denpasar bergerak melakukan penyelidikan secara intensif. Hingga saat ini, Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga  Terima Kunja Jepara, TP. PKK Badung Saling Tukar Wawasan Program Pemberdayaan

Polisi juga terus mendalami rangkaian kejadian, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi dan barang bukti guna mengungkap secara terang peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut serta mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya korban dugaan pengeroyokan yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

“Benar, salah seorang korban kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di mess pekerja proyek di wilayah Sawangan telah meninggal dunia pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 Wita. Saat ini jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dan pihak keluarga telah mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasi Humas menjelaskan bahwa kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. “Polresta Denpasar melalui Satreskrim bersama Polsek Kuta Selatan terus melakukan penyelidikan secara intensif. Saat ini sudah ada 11 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kami masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap peran masing-masing pihak secara objektif dan profesional,” tegasnya.

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian. Perkembangan penanganan perkara akan disampaikan sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wakapolresta Denpasar Turun Langsung Cek TKP Keributan di Mess Buruh Sawangan

Published

on

By

Wakapolresta Denpasar Cek TKP Keributan Mess Buruh
MINTA KETERANGAN: Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, serta sejumlah personel mendatangi lokasi dan meminta keterangan saksi serta pihak manajemen PT TJS. (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Keributan terjadi di Mess Buruh PT TJS, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (6/9/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 Wita tersebut melibatkan sejumlah pekerja dan petugas keamanan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) kepolisian, keributan berawal saat petugas keamanan PT TJS, I Kadek Teguh Rupadana, melakukan patroli di area bedeng buruh. Petugas kemudian mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet dan menegur salah seorang pekerja. Teguran tersebut berkembang menjadi cekcok hingga situasi memanas. Tak lama kemudian, seorang pekerja lain diduga datang dari lantai II dengan membawa pisau dan menodongkannya kepada petugas keamanan. Aksi tersebut kemudian memicu keributan yang melibatkan sejumlah orang di lokasi.

Dalam kejadian tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Salah satunya Adrianus Wungo mengalami luka pada bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri. Sementara Rafael Buku Bani mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kaki. Fransiskus Rangga Mone juga dilaporkan mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala. Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi turut mengamankan satu buah pisau dan dua potongan besi pipa sebagai barang bukti.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat (11/9/2026). Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, serta sejumlah personel mendatangi lokasi dan meminta keterangan saksi serta pihak manajemen PT TJS. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas keributan tersebut. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Badung Kembangkan Plafon Program Sidi Kumbara

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Kolaborasi Penanggulangan Rabies, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

Published

on

By

Gubernur Koster Terima Audiensi PDHI Bali Bahas Rabies
TERIMA AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan rabies di Bali.

Dalam audiensi tersebut, PDHI Cabang Bali menyampaikan sejumlah langkah kolaboratif yang diarahkan untuk mendukung terwujudnya Bali Bebas Rabies 2030. Upaya tersebut meliputi peningkatan edukasi masyarakat, perluasan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), serta pengendalian populasi hewan terlantar atau liar melalui program sterilisasi secara manusiawi.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam penanggulangan rabies. Menurutnya, persoalan rabies tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama, terutama dari masyarakat yang memelihara anjing.

Gubernur Wayan Koster mendorong agar kegiatan edukasi mengenai rabies dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami bahwa memelihara hewan bukan hanya persoalan memberi makan dan merawatnya, tetapi juga memastikan kesehatan, vaksinasi, pengendalian reproduksi, serta keamanan hewan tersebut agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.

Ia juga mendukung pelaksanaan kegiatan World Rabies Day (WRD) 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Peringatan World Rabies Day Tahun 2026 rencananya akan digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, antara lain sterilisasi gratis untuk anjing liar, vaksinasi rabies gratis, Pet Fun Walk, Lomba Anjing Sehat, Lomba Makan untuk Anjing, serta berbagai kegiatan edukatif dan menarik lainnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri Rakor Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di Kemendagri

Gubernur Wayan Koster mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran rabies di Bali. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan kasus gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya. Apabila terjadi gigitan, korban harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan cepat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya korban akibat rabies.

Di sisi lain, pemilik anjing di Bali diharapkan memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, tidak dibiarkan berkeliaran, serta melakukan sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi.

Kolaborasi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanggulangan rabies. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan langkah penanganan yang lebih terintegrasi, inklusif dan memberikan dampak nyata bagi keamanan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca