Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kominfosanti Buleleng Terapkan Aplikasi e-Surat di Seluruh SMP Negeri Se-Buleleng

BALIILU Tayang

:

e-surat buleleng
BUKA PENERAPAN APLIKASI E-SURAT: Kadis Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan secara resmi membuka kegiatan Penerapan Aplikasi e-Surat untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Buleleng, di Buleleng Command Center (BCC), Selasa (15/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Guna mempercepat transformasi digital dalam tata kelola administrasi pemerintahan, khususnya di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) mulai mengimplementasikan penggunaan aplikasi e-Surat bagi seluruh SMP Negeri se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan di Buleleng Command Center (BCC), Selasa (15/4) yang dihadiri secara virtual oleh seluruh Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan secara resmi membuka kegiatan Penerapan Aplikasi e-Surat untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Kadis Suwarmawan menyampaikan bahwa di era digitalisasi yang terus berkembang pesat, seluruh institusi termasuk sekolah dituntut untuk mampu mengikuti serta memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan administrasinya. Salah satunya melalui penerapan sistem e-Surat yang terintegrasi dengan tanda tangan elektronik (TTE).

“Mau tidak mau, kita harus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. e-Surat bukan hanya pilihan, tapi tuntutan zaman untuk mempercepat dan mempermudah penyampaian informasi resmi, dengan tetap memperhatikan aspek legalitas melalui penggunaan tanda tangan elektronik,” ujarnya.

Saat ini, beberapa SMP Negeri di Kabupaten Buleleng telah mulai menggunakan aplikasi e-Surat dalam proses administrasi mereka. Hal ini menandai awal dari transisi menuju sistem kerja yang lebih efisien, cepat dan paperless.

Tak hanya itu, Kadis Suwarmawan juga menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah di Kabupaten Buleleng telah lebih dulu menerapkan sistem e-Surat dalam kegiatan surat-menyurat resmi pemerintahan. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan birokrasi yang modern, transparan dan akuntabel.

Baca Juga  DKPP Buleleng Bagikan 300 Paket Bahan Percontohan Pangan B2SA untuk Keluarga Beresiko Stunting

Namun demikian, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data dan informasi dalam penerapan sistem digital. “Kita harus bergerak maju dalam teknologi, tapi juga jangan lengah terhadap potensi kebocoran data. Keamanan akun dan informasi dalam e-Surat juga menjadi prioritas,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat didukung penuh oleh seluruh kepala sekolah dan guru, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng. Kehadiran e-Surat di lingkungan sekolah bukan hanya untuk kemudahan teknis, tetapi juga sebagai bentuk efisiensi anggaran dan pengurangan penggunaan kertas secara bertahap.

“Mari kita bersama-sama beralih dari sistem konvensional menuju sistem digital yang terintegrasi. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kesiapan kita untuk menghadapi masa depan pendidikan yang lebih modern dan efisien,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Putu Primasuta, mewakili Plt. Kadisdikpora Buleleng menegaskan pentingnya penerapan aplikasi e-Surat dalam menunjang efisiensi layanan administrasi pada satuan pendidikan, khususnya jenjang SMP.

Menurutnya, aplikasi e-Surat menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan geografis Kabupaten Buleleng yang memiliki sebaran sekolah cukup luas, mulai dari kawasan kota hingga pelosok seperti di Gerokgak. “Akses yang cepat, efisien, dan bebas hambatan sangat dibutuhkan. Dengan e-Surat, komunikasi dan koordinasi antarsatuan pendidikan dan dinas bisa dilakukan lebih optimal,” ujar Primasuta.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng atas kontribusi dalam pengembangan satuan pendidikan, termasuk dukungan terhadap sosialisasi dan implementasi aplikasi e-Surat.

Lebih lanjut, Primasuta mencontohkan bagaimana e-Surat memudahkan kepala sekolah dalam merespons permintaan data secara cepat, seperti saat ada permintaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Dengan adanya tanda tangan elektronik, proses validasi dokumen menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” katanya.

Baca Juga  Kecak Kolosal “Dewi Sita Kepandung” Meriahkan Lovina Festival 2025

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah di Buleleng untuk memaksimalkan pemanfaatan e-Surat, terutama dalam menggantikan proses administrasi konvensional seperti laporan bulanan, surat izin, surat rekomendasi, dan lainnya. “Aplikasi ini sangat membantu meringankan tugas-tugas kita, khususnya di era digital saat ini. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya demi pelayanan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Angka Prevalensi Stunting Buleleng 2024 Turun Drastis Sentuh 3,5%

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Sakral dan Sarat Makna, Tari Pemuput Pujawali Desa Adat Tambakan Didaftarkan sebagai EBT

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng, Pemprov Bali Kolaborasi dengan Pemkab Buleleng Gelar Pelatihan Teknis Kuliner
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Strategi Baru Jadikan Desa Wisata Julah Jadi Destinasi Unggulan

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca