Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menteri LH Dukung Penuh Upaya Gubernur Koster dalam Penanganan Sampah

Menteri Hanif Faisol Nurofiq: 300 Unit ‘’Recovery Capacity’’ yang Dibangun Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota Belum Dimanfaatkan Optimal

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
TINJAU TPA SUWUNG: Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq didampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau TPA Suwung, Selasa (27/5/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mendukung penuh upaya Gubernur Bali Wayan Koster dalam mempercepat penuntasan masalah sampah. Dukungan itu disampaikan Menteri Faisol Nurofiq saat meninjau TPA Suwung, Selasa (27/5/2025).

Menteri Hanif Faisol Nurofiq menilai Gubernur Koster bersama Walikota Denpasar telah menempuh upaya progresif dalam menangani sejumlah persoalan di TPA Suwung. “Apa yang kita arahkan, sudah dilaksanakan dengan sangat sistematis oleh Bapak Gubernur beserta jajaran. Ini harus kami hargai dan apresiasi,” ujarnya.

Salah satu yang dipujinya adalah gebrakan Gubernur Koster mengeluarkan SE Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Menurutnya ini adalah langkah yang sangat baik karena dimaksudkan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, dan pembersihan sampah sembarangan di tempat umum, sungai dan laut.

“Kami backup penuh agar SE Gubernur ini ditaati. Bila tidak ditaati, Kementerian LH akan turun sepenuhnya menggunakan kewenangan yang dimiliki, memaksa semua pihak untuk mengikuti apa yang dimandatkan dalam SE karena ini adalah bagian penting dalam rencana kerja penanganan sampah di Daerah Bali,” ujarnya. Jika SE Gubernur Bali diindahkan, ia yakin reduksi sampah akan habis di tengah dan tidak lagi membebani bagian hilir.

Menteri Hanif Faisol menambahkan, jika TPA masih menjadi titik sentral, penanganan sampah tidak akan ada ujungnya. Idealnya, penyelesaian sampah memang harus dilakukan pada sumber dengan mengoptimalkan pemanfaatan recovery capacity yang telah dibangun seperti TPS3R dan TPST. Dari hasil pantauannya di lapangan, 300 unit recovery capacity yang dibangun Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga  Gubernur Koster Genjot Capaian Vaksinasi Booster di Bali dari 70,06 Persen Menuju 80 Persen

“Angka keberhasilan pengolahan sampah itu dihitung dari seberapa besar sampah yang masuk ke TPS3R dan TPST. Kalau numpuk di TPA, itu artinya pengelolaan sampah masih kategori nol,” sebutnya.

Persoalan itulah yang saat ini dihadapi TPA Suwung. Selain kelebihan kapasitas, TPA yang semula dibangun dengan konsep sanitary landfill kini berubah menjadi open dumping. “Sanitary landfill ditangani dengan keberadaan IPAL, ketika berubah menjadi open dumping, ya tidak akan tahan. Pasti menimbulkan dampak bagi lingkungan,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif Faisol juga mengapresiasi keberadaan Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas yang dikomandoi langsung oleh Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster. Ia berpendapat, ini merupakan langkah krusial karena biasanya omongan perempuan jauh lebih didengar. Pembentukan duta pengelolaan sampah ini diharapkan bisa dilanjutkan di seluruh kabupaten/kota.

Gubernur Koster dalam paparannya melaporkan tindak lanjut penanganan IPAL yang disinyalir menjadi penyebab matinya pohon mangrove di sejumlah area. Dari hasil penelusuran di lapangan, matinya mangrove bukan disebabkan oleh kebocoran lindi pada IPAL. “Matinya mangrove itu tahun 2018, dampak dari reklamasi Pelindo yang tak sesuai SOP. Kami sudah panggil dan tegur,” katanya.

Meski demikian, Gubernur Koster tetap memberi atensi pada keberadaan IPAL yang saat ini tak berfungsi optimal sehingga terindikasi mencemari lingkungan. Tahun ini, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran Rp. 11 miliar untuk memperbaiki sanpras pada IPAL yang merupakan bantuan Kementerian PU itu. Untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan memasang selang untuk menyedot air lindi yang memenuhi kolam penampungan.

Sejalan dengan itu, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini berupaya keras mengurangi beban TPA Suwung melalui program pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai sebagaimana tertuang dalam SE Nomor 9 Tahun 2025. Guna mengoptimalkan implementasi SE ini, secara marathon Gubernur Koster menjadwalkan rakor dengan perbekel, bendesa adat, pengelola hotel, mall hingga lembaga pendidikan.

Baca Juga  Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali

“Minggu depan kita akan rakor dengan perbekel dan bendesa adat agar segera ada regulasi di tingkat desa dan desa adat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan perkantoran melalui program teba modern. Yang paling berat menurutnya adalah penanganan sampah di pasar tradisional.

“Volume tas kreseknya masih sangat tinggi. Kami berencana memanggil pengelola pasar dan distributor tas kresek. Ini penting untuk mengubah pola pikir masyarakat,” ucapnya sembari menyampaikan bahwa jajarannya juga tengah gencar mengkampanyekan teba modern untuk mengolah sampah organik di halaman rumah. Jika pengelolaan sampah berbasis sumber ini efektif, aliran sampah di TPA Suwung akan bisa dikendalikan dan saat yang tepat bisa ditutup.

Sementara itu, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan TPS3R, TPST dan Teba Modern. Ia menjelaskan, setiap harinya Denpasar memproduksi 1.030 ton sampah dan 750 ton diantaranya masuk ke TPA Suwung.

“Artinya, yang terserap di TPS3R dan TPST baru sekitar 200 ton,” sebutnya. Agar bisa menyerap lebih banyak, syaratnya adalah penambahan TPS3R atau TPST. “Kendala kami di Kota Denpasar adalah kesulitan lahan,” ungkapnya. Kendati demikian, pihaknya mendukung penuh program pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memperbanyak teba modern. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Temu Wirasa Stakeholders Bank Indonesia 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Lebih Kuat, Berdaya Tahan, serta Inklusif

Published

on

By

BI Bali Gelar Temu Wirasa Stakeholders 2026
TEMU WIRASA: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyelenggarakan Temu Wirasa Stakeholders 2026 dengan tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Denpasar, 23 Oktober 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Temu Wirasa Stakeholders 2026 dengan tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” . Kegiatan ini menjadi forum apresiasi sekaligus penguatan kemitraan antara Bank Indonesia dengan para responden survei, mitra liaison, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi, perbankan, BUMN, media, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berperan penting dalam penyediaan data dan informasi perekonomian Bali.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi, pelaku usaha, serta responden yang menjadi mitra strategis Bank Indonesia dalam pelaksanaan survei dan kegiatan liaison. Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh responden dan mitra yang secara konsisten berkontribusi menyediakan data serta informasi ekonomi yang berkualitas guna mendukung penyusunan asesmen dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menegaskan bahwa data merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif dan responsif terhadap dinamika perekonomian daerah. Ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha. Selain itu, Gubernur Bali juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat penggunaan produk lokal Bali, termasuk produk pertanian, perikanan, UMKM, wastra, dan kerajinan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa data dan informasi yang diperoleh melalui berbagai survei serta kegiatan liaison memiliki peran strategis sebagai leading indicator dalam membaca perkembangan ekonomi secara lebih dini sebelum data resmi tersedia. Berbagai informasi yang disampaikan oleh rumah tangga, dunia usaha, pelaku sektor properti, perbankan, asosiasi, maupun instansi strategis lainnya memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi terkini dan prospek perekonomian Bali.

Baca Juga  Kerja Nyata Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Membangun Jembrana

Menurut Achris Sarwani, kontribusi para responden tidak hanya menghasilkan data statistik, namun juga menjadi masukan penting dalam proses analisis dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Informasi yang diperoleh dari para responden sering kali menjadi sinyal awal dalam mengidentifikasi peluang maupun risiko perekonomian, sehingga memungkinkan Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah antisipatif secara lebih cepat dan tepat.

Bank Indonesia mencatat bahwa perekonomian Bali tetap menunjukkan kinerja yang kuat di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Pada tahun 2026, ekonomi Bali diprakirakan tumbuh dalam kisaran 5,4–5,9% (yoy) dengan inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1%. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya aktivitas pariwisata, konsumsi rumah tangga, investasi, serta sinergi yang erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pembelajaran bersama, Temu Wirasa Stakeholders 2026 juga menghadirkan sesi berbagi wawasan bersama Prof. Rhenald Kasali yang mengangkat tema mengenai kepemimpinan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta pentingnya pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan. Sesi tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan Temu Wirasa Stakeholders 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi dengan seluruh mitra strategis. Sinergi yang kuat dalam penyediaan data dan informasi diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas asesmen ekonomi, memperkuat efektivitas kebijakan, serta mendukung terwujudnya perekonomian Bali yang lebih maju, inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolresta Denpasar Turun Langsung Laksanakan Pengaturan Pagi di Simpang Kebo Iwa Gatot Subroto Barat

Published

on

By

Judul Gambar Kapolresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Kebo Iwa
PENGATURAN LALIN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., saat turun langsung melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari di Simpang Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Senin (26/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)  

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari di Simpang Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Senin (26/10/2026).

Kegiatan pengaturan pagi tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pada jam sibuk, khususnya saat masyarakat mulai beraktivitas, berangkat bekerja, maupun mengantar anak ke sekolah.

Kapolresta Denpasar turun langsung ke lapangan guna memastikan arus lalu lintas berjalan tertib dan lancar. Kehadiran pimpinan Polresta Denpasar di tengah masyarakat juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas serta meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan di kawasan persimpangan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Melalui kegiatan rutin pengaturan pagi ini, Polresta Denpasar terus berupaya mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Polresta Denpasar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan 110, Polsek Dentim Gerak Cepat Bubarkan Keributan di Seputaran Jl. Raya Puputan

Published

on

By

Polsek Dentim Tindaklanjuti Laporan 110 soal Keributan di Jalan Raya Puputan
TINDAKLANJUTI LAPORAN: Personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) saat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan call center Polri 110 terkait keributan di seputaran Jalan Raya Puputan, tepatnya di depan Alfamart kawasan Bajra Sandhi, Jl. Raya Puputan, Denpasar Timur, Minggu (25/10/2026) malam. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan call center Polri 110 terkait adanya keributan di seputaran Jalan Raya Puputan, tepatnya di depan Alfamart kawasan Bajra Sandhi, Jl. Raya Puputan, Denpasar Timur, Minggu (25/10/2026) malam.

Menindaklanjuti informasi tersebut, UKL (Unit Kecil Lengkap) Polsek Dentim bersama Samapta Polresta Denpasar dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Nyoman Padu didampingi Padal Ipda I Nyoman Yasa, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang lebih luas.

Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pengecekan dan mengamankan situasi. Petugas kemudian memberikan imbauan kepada sekelompok anak muda yang terlibat keributan agar membubarkan diri dan kembali ke tempat tinggal masing-masing guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Upaya persuasif tersebut mendapat respons sehingga situasi berhasil dikendalikan dan kelompok yang terlibat keributan telah membubarkan diri.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui layanan 110, menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Laporan masyarakat merupakan informasi penting bagi Kepolisian untuk segera melakukan tindakan di lapangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kerja Nyata Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Membangun Jembrana
Lanjutkan Membaca