Buleleng, baliilu.com – Keterbukaan informasi publik yang telah diatur oleh undang-undang merupakan hal mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Hal ini menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Khususnya, pengelolaan informasi melalui website dan media sosial resmi milik pemerintah desa sebagai garda terdepan informasi publik, idealnya disajikan secara valid, menarik, dan terkini.
“Di era keterbukaan informasi publik saat ini, kami secara kontinu menyampaikan informasi kegiatan Pemerintahan Desa Tamblang. Kami membentuk tim kreatif sebagai pengelola informasi desa secara digital, sehingga penyebarluasan informasi dapat dilakukan secara optimal. Hasilnya, pada momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2025, kami mendapat penghargaan sebagai juara pertama dalam kategori pengelolaan website desa,” ujar Komang Adisusastra, operator website Desa Tamblang, Senin (2/6), di halaman Kantor Bupati Buleleng.
Mewakili Perbekel Desa Tamblang, Komang Adisusastra menjelaskan bahwa tim kreatif yang dibentuk beranggotakan 10 orang yang secara terpadu mengelola informasi kegiatan desa dan menyebarkannya melalui platform digital seperti website desa.id, desa digital, dan kanal resmi lainnya. Hal ini dilakukan agar informasi yang dibagikan bersumber dari satu pintu dan tetap terbarui.
Ia juga menambahkan, lomba website ini memberi dampak positif berupa meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke situs resmi desa. “Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas ruang dan apresiasi yang diberikan dalam pengelolaan informasi desa. Ke depan, kami berharap agar pembinaan dari instansi terkait terus ditingkatkan untuk memperkuat kualitas pengelolaan informasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menjelaskan bahwa lomba website desa telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir, dengan menyesuaikan tema tahunan. Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 ini, tema yang diusung adalah Buleleng PATEN (Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif, dan Nyata).
“Lomba ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada instansi di lingkungan Pemkab Buleleng, BUMD, serta desa/kelurahan yang aktif dan konsisten dalam mengelola serta menyajikan informasi kepada publik secara akurat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Buleleng menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk ruang digital. Hal ini menegaskan bahwa ruang digital memiliki peran penting selain di bidang pendidikan, ekonomi, maupun birokrasi.
“Untuk itu, dalam menghadapi penyebaran informasi yang belum pasti kebenarannya di dunia digital, kualitas penyajian informasi resmi oleh pemerintah perlu terus ditingkatkan. Informasi yang valid dan terkini sangat penting sebagai bahan literasi dan referensi masyarakat,” tutup Ketut Suwarmawan. (gs/bi)