Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Badung dan Walikota Fujisawa Jepang Gelar Pertemuan Virtual

Bahas Rencana Kerja Sama Strategis Lintas Negara

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Badung
PERTEMUAN VIRTUAL: Bupati Wayan Adi Arnawa menjalin komunikasi diplomatik melalui pertemuan virtual bersama Pemerintah Kota Fujisawa, Jepang di Ruang Rapat Bupati Badung, Kamis (12/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjalin komunikasi diplomatik melalui pertemuan virtual bersama Pemerintah Kota Fujisawa, Jepang. Pertemuan digelar secara daring melalui platform Zoom tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Badung, Kamis (12/6). Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha dan Kepala Bagian Kerja Sama Setda Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari.

Pertemuan bilateral tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari rencana kerja sama antarpemerintah daerah yang telah dirintis sejak beberapa waktu lalu. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan sektor pariwisata, pelestarian budaya, pengelolaan infrastruktur, serta tata kelola lingkungan, termasuk isu strategis mengenai pengelolaan sampah dan transportasi berkelanjutan.

Bupati Adi Arnawa menyambut baik pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi dan optimismenya terhadap potensi kerja sama lintas negara yang saling menguntungkan. Dirinya menguraikan keunggulan Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata berbasis budaya di Bali yang menawarkan kombinasi nilai-nilai tradisional, seni, serta daya tarik alam. Namun demikian, Bupati juga menyoroti berbagai tantangan aktual seperti kepadatan lalu lintas, keterbatasan infrastruktur, serta pengelolaan sampah yang kompleks akibat tingginya kunjungan wisatawan.

“Pentingnya studi banding dan transfer pengetahuan dari kota-kota maju seperti Fujisawa untuk menjawab tantangan tersebut. Saya ingin membuka ruang bagi kerja sama ketenagakerjaan serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam kerangka keberlanjutan pembangunan,” ujar Bupati.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Badung telah mengirimkan surat pernyataan minat untuk menjalin Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kota Fujisawa.

Dalam sambutannya, Walikota Fujisawa menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun jejaring kolaboratif internasional. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang berbasis nilai budaya dan potensi pariwisata, mengingat Fujisawa yang berlokasi sekitar 50 km dari Tokyo merupakan destinasi wisata utama di Prefektur Kanagawa dengan lebih dari 20 juta kunjungan tahunan.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Lantik 105 Pejabat Pemkab Badung

Fujisawa juga memperkenalkan agenda tahunan “Enoshima Bali Sunset”, sebuah Perayaan Kebudayaan Indonesia yang telah berlangsung selama 18 tahun dan menampilkan seni, kuliner, serta tradisi Bali. Kedua pihak berharap penandatanganan dokumen formal kerja sama ini dapat dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai dasar legal implementasi program-program lintas sektor dengan menyusun peta jalan kolaborasi yang sistematis, berjangka panjang, dan berdampak luas bagi masyarakat di kedua wilayah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Adi Arnawa “Ngupasaksi” Puncak “Karya Ngenteg Linggih” di Desa Adat Kelan

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah saat menghadiri “Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih” di Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan, Desa Adat Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Senin (22/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Petanian Dukuh Kelan, Desa Adat Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Senin (22/6).

Acara ini turut dihadiri Bendesa Adat Kelan I Wayan Sukrena, perwakilan Camat Kuta, Lurah Tuban, para Kelian Adat, Kepala Lingkungan Kelan Desa dan Kelan Abian, serta krama pengempon pura setempat.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama pengempon sehingga rangkaian karya berjalan lancar. Menurutnya, karya yadnya tidak akan berjalan baik tanpa adanya persatuan masyarakat sebagai kekuatan utama Bali.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh krama pengempon yang telah mampu bergotong-royong, bekerja sama, dan mempersiapkan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Bupati menegaskan, di tengah pesatnya pembangunan, Badung tidak boleh menggerus eksistensi adat, agama, seni, dan budaya Bali. Ia juga mengingatkan pentingnya stabilitas keamanan di kawasan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Badung.

“Saat ini Badung mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat kita melupakan adat, agama, seni, dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bali. Kita wajib menjaga dan melestarikannya karena itulah warisan leluhur yang harus tetap dijaga. Stabilitas keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Badung, maka ngiring ngerastiti kepada Ida Sesuhunan agar selalu diberikan keamanan, kedamaian untuk daerah kita,” tegas Adi Arnawa.

Selain urusan adat, Bupati memaparkan program pendidikan prioritas Pemkab Badung, termasuk beasiswa kuliah gratis (S1) selama delapan semester bagi keluarga kurang mampu dan petani. Selain itu, Pemkab Badung kini juga menggratiskan SMA Negeri, memberi bantuan biaya sekolah swasta mitra, serta menyalurkan seragam gratis bagi siswa baru agar generasi muda Badung mampu menjadi pelaku utama pembangunan daerah.

Baca Juga  Pemkab Badung Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemeriksa Pajak Daerah 2024

“Program ini merupakan investasi untuk menyiapkan sumber daya manusia Kabupaten Badung, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Prawartaka Karya I Made Eling Payana berterima kasih atas kehadiran Bupati serta dukungan Pemkab Badung yang telah memberikan bantuan fisik sejak 2024 (penyengker, candi bentar) hingga bantuan dana upacara pada tahun 2026 ini.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung, baik dalam pembangunan fisik maupun pelaksanaan upacara keagamaan. Bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar I Made Eling Payana yang berharap dukungan kelestarian pura ini terus berlanjut. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadirkan Empat Ragam Busana Adat, Duta Badung Sukses Pukau Penonton PKB XLVIII 2026

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Duta Kabupaten Badung menghadirkan empat ragam busana adat pada Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Bali, Minggu (21/6). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Gemerlap Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Bali, Minggu (21/6), menjadi panggung bagi Kabupaten Badung untuk menegaskan kekayaan identitas budaya yang diwariskan leluhur.

Tampil pada urutan ketujuh, Duta Kabupaten Badung sukses memukau penonton dengan menghadirkan empat ragam busana adat yang tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai teologis, historis, dan filosofis yang sejalan dengan tema besar PKB tahun ini, Atma Kerthi.

Tim Parade Busana Duta Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Agung Sasmitra Wiguna, didampingi Ni Nyoman Budawati dan I Wayan Awi Marwida, menjelaskan bahwa keempat busana yang ditampilkan yakni Busana Pecalang, Payas Kekembangan, Busana Maligia Lajur, dan Payas Kawya atau Payas Agung Mengwi.

“Untuk PKB tahun 2026, Kabupaten Badung tetap berpedoman pada tema besar Atma Kerthi. Keempat busana yang ditampilkan merupakan representasi perjalanan kehidupan masyarakat Badung, mulai dari fungsi pengayoman adat, persembahan suci, ritual leluhur, hingga busana tingkat utama dalam upacara sakral,” ujarnya.

Parade dibuka dengan Busana Pecalang, yang merepresentasikan sosok penjaga keamanan dan kesucian pelaksanaan adat serta agama. Identitasnya ditampilkan melalui konsep warna Tri Datu merah, putih, dan hitam yang dipadukan dengan saput poleng, destar, serta keris sebagai simbol keseimbangan.

Keunikan berikutnya hadir melalui Payas Kekembangan, busana yang hanya ditemukan di Desa Adat Pangsan, Kecamatan Petang. Busana ini berkaitan erat dengan tradisi Ngelampad, yakni ritual persembahan hasil bumi kepada Dewa Sangkara yang dilakukan oleh daha truna setempat setiap Purnama.

“Busana Kekembangan hanya ada di Desa Adat Pangsan. Tradisi ini menjadi warisan yang terus dijaga oleh para daha truna melalui pelaksanaan Ngelampad setiap Purnama,” jelas Agung Sasmitra.

Baca Juga  Pemkab dan Polres Badung Bersinergi, Bahas Aktivitas Hiburan Malam

Warna hijau, merah muda, dan biru mendominasi busana ini sebagai simbol kesegaran, kemakmuran, dan kesetiaan. Kaum truna mengenakan wastra petak mekancut dengan saput biru dan udeng jejateran, sementara para daha tampil anggun dengan kebaya dadu, selendang hijau, kain bermotif liris, serta tatanan rambut pusung gonjer.

Kisah sejarah kemudian dihadirkan melalui Busana Maligia Lajur, sebuah rekonstruksi busana ritual Pitra Yadnya yang pernah digunakan dalam upacara Maligia Lajur Raja Dewata X di Puri Agung Sibang Kaja tahun 1957. Rekonstruksi dilakukan berdasarkan dokumentasi foto lama dengan tetap mempertahankan pakem aslinya.

“Kami merekonstruksi kembali busana tersebut berdasarkan foto yang diperoleh, namun tetap mengedepankan pakem, meskipun bahan yang digunakan menyesuaikan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Sebagai penutup, kemegahan Payas Kawya atau Payas Agung Mengwi menjadi klimaks penampilan Duta Badung. Busana tingkat utama yang digunakan dalam upacara mepandes dan pawiwahan ini menampilkan kemewahan kain prada, songket, serta hiasan kepala khas gaya Mengwi.

Pada perempuan, pusung tanduk yang dipadukan dengan srinata dan semi tidak hanya memperkuat estetika, tetapi juga melambangkan kesiapan seorang perempuan dalam mengemban tanggung jawab kehidupan.

Melalui empat ragam busana tersebut, Duta Kabupaten Badung menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga bentuk fisik semata, melainkan juga merawat makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada pakem serta filosofi Tri Angga, sehingga busana adat Bali mampu terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Gelar Rakor Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui SIPOL

Published

on

By

kpu bali
RAKOR: KPU Provinsi Bali saat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Semester I Tahun 2026 pada Jumat (19/6/2026) di Ruang Rapat Lantai II Kantor KPU Provinsi Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Semester I Tahun 2026 pada Jumat (19/6/2026) di Ruang Rapat Lantai II Kantor KPU Provinsi Bali.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota KPU RI Divisi Teknis Penyelenggaraan, Idham Holik, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Anggota KPU Provinsi Bali Luh Putu Sri Widyastini, Sekretaris KPU Provinsi Bali I Made Oka Purnama, serta Ketua dan Anggota Divisi Teknis KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Hadir pula perwakilan Bawaslu Provinsi Bali, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, perwakilan partai politik, serta jajaran sekretariat KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali.

Rapat koordinasi dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Anggota KPU RI yang berkenan memberikan arahan dan penguatan kepada jajaran penyelenggara pemilu di Bali. Lidartawan menegaskan bahwa pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029, yang tahapan awalnya diproyeksikan mulai berlangsung pada tahun 2027.

Dalam arahannya, Anggota KPU RI Divisi Teknis Penyelenggaraan, Idham Holik, pelaksanaan Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan memiliki peran yang sangat penting karena masih terdapat beberapa periode pemutakhiran yang dapat dimanfaatkan sebelum tahapan resmi pemilu dimulai. Ia menekankan bahwa data partai politik yang mutakhir, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan tidak hanya mendukung kebutuhan administrasi kepemiluan, tetapi juga menjadi bagian dari pemenuhan hak publik untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kesiapan partai politik sebagai peserta demokrasi.

Baca Juga  Pemkab Badung Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemeriksa Pajak Daerah 2024

Pada sesi diskusi, Bawaslu Provinsi Bali menyampaikan sejumlah catatan hasil pengawasan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data partai politik melalui SIPOL. Beberapa partai politik masih ditemukan belum memenuhi keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam struktur keanggotaannya. Selain itu, terdapat pula partai politik yang belum melakukan pembaruan informasi legalitas kantor kepengurusan setelah masa sewa kantor berakhir. Oleh karena itu, Bawaslu mengimbau seluruh partai politik untuk segera melakukan pembaruan data secara berkala agar informasi yang tersaji dalam SIPOL tetap valid, akurat, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Menutup kegiatan, Ketua KPU Provinsi Bali menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara KPU, Bawaslu, serta partai politik dalam menjaga kualitas data dan meminimalisir potensi pelanggaran maupun kesalahan administratif. Ia juga mendorong penguatan integrasi antara SIPOL dan Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) guna mendukung proses validasi data keanggotaan partai politik secara lebih efektif.

KPU Provinsi Bali berkomitmen untuk terus memberikan asistensi dan pendampingan kepada partai politik maupun KPU Kabupaten/Kota yang menghadapi kendala dalam pengoperasian SIPOL, sehingga pelaksanaan Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan di Provinsi Bali dapat berjalan optimal, transparan, dan berintegritas sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu Tahun 2029. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca