Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Giri Prasta Buka Karangasem Festival 2025: Budaya Jadi Pondasi Masa Depan Bali

BALIILU Tayang

:

hut karangasem
BUKA KARANGASEM FESTIVAL: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Karangasem Festival 2025 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem, di Monumen Tugu Pahlawan, Kota Amlapura, Kamis (19/6) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Karangasem Festival 2025 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem. Pembukaan festival berlangsung di Monumen Tugu Pahlawan, Kota Amlapura, Kamis (19/6) sore, ditandai dengan pelepasan parade budaya dari seluruh kecamatan di Karangasem.

Simbolisasi pembukaan dilakukan dengan pemukulan alat musik tabuh oleh sejumlah pejabat. Giri Prasta memukul tambur bedug, diikuti Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang memukul kempur, serta Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca yang menabuh ceng-ceng.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai landasan membangun Bali ke depan. “Pelestarian budaya bukanlah hanya mengingat masa lalu tetapi merupakan pondasi kuat yang menopang masa depan Bali,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga bahasa dan pakaian adat Bali, khususnya melalui pemakaian rutin setiap Hari Kamis sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk bersinergi dengan Kabupaten Karangasem, terutama dalam hal penguatan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang disebutkan adalah pembangunan tol laut dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Amed.

“Anak-anak kita di Karangasem, dari TK hingga SMA, harus bisa sekolah gratis. Begitu juga layanan kesehatan – bagaimana caranya agar masyarakat bisa berobat ke puskesmas tanpa biaya. Inilah kebutuhan dasar rakyat yang harus kita penuhi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan akses air bersih melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, terutama di wilayah Telaga Waja.

“Cocok tidak? Setuju tidak?” tukasnya.

Di sela sambutannya, Giri Prasta memuji semangat warga dalam melestarikan seni budaya lokal.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta ‘’Ngayah Mundut’’ Pralingga Ida Bhatara Lingsir, Hujan Gerimis Sambut Prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh

“Saya tadi menyaksikan pentas Tari Pendet oleh 385 ibu-ibu, luar biasa! Ini bukti seni budaya tumbuh subur di Karangasem. Kalau ibu-ibu PKK butuh pakaian atau gamelan, jangan ragu hubungi saya. Kalau ada yang butuh perangkat gamelan, gong, semara pegulingan, CGT (cenik gae to–urusan kecil itu, red),” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dalam sambutannya menyampaikan bahwa HUT ke-385 Kota Amlapura sekaligus menjadi penanda 100 hari kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca. Ia memaparkan sejumlah program prioritas, seperti penanganan infrastruktur pascabencana, pengolahan sampah berbasis energi terbarukan, serta percepatan realisasi hibah dan bantuan sosial.

Bupati juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan.

Tahun ini, Karangasem Festival mengusung tema Harmony to Happiness, yang menurut Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta selaku Ketua Panitia, mencerminkan semangat membangun keharmonisan antara manusia dan alam demi mencapai kebahagiaan serta kesejahteraan bersama.

Puncak perayaan akan digelar di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan pameran UMKM lokal.

Menutup sambutannya, Giri Prasta menyampaikan harapan besar bagi kemajuan Karangasem.

Astungkara, apa yang kita rencanakan untuk Karangasem bisa terwujud. Karangasem ini memiliki mother temple Pura Besakih, ada laut dan gunung yang indah, dan potensi luar biasa. Mari kita wujudkan Karangasem yang gemah ripah loh jinawi–makmur dan sejahtera. Semoga Amlapura tetap kokoh dan jaya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik 2026

Perkuat Transparansi dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik Polresta Denpasar di Ruang Catur Prasetya
EVALUASI: Rapat Analisa dan Evaluasi terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Analisa dan Evaluasi Terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026).

Dengan dipimpin oleh Kabag Ren Polresta Denpasar AKP I Putu Agus Ady Wijaya, S.H. dan dihadiri para pejabat serta personel dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Kanit Regident Sat Lantas, Ka SPKT, KBO Sat Reskrim, PS. Kauryamnin Sat Intelkam Polresta Denpasar, serta personel/staf masing-masing Satker yang ditunjuk.

Forum tersebut juga melibatkan unsur masyarakat sebagai bagian penting dalam memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, yakni Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Barat, perwakilan mahasiswa Universitas Warmadewa, Elisabeth International, dan STIKES Bina Usada, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan media.

Kabag Ren Polresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan FKP menjadi ruang komunikasi antara Kepolisian dan masyarakat untuk menyepakati serta mengevaluasi standar pelayanan publik. Transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan pelayanan, sehingga berbagai masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

Selain membahas standar pelayanan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai layanan Polisi 110 sebagai sarana quick response dalam memberikan bantuan Kepolisian kepada masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Kanit Regident Sat Lantas Polresta Denpasar memaparkan standar pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai dari dasar hukum, persyaratan, hingga mekanisme pelayanan yang terbagi dalam tujuh zona, yakni zona pendaftaran, registrasi, identifikasi, pencerahan, uji teori, uji praktik, dan cetak SIM.

Baca Juga  Wakil Gubernur Bali Terima Audiensi Siswa SMA Taruna Nusantara

Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polresta Denpasar menjelaskan standar pelayanan pada proses penyelidikan dan penyidikan. Pelayanan Reskrim mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Disampaikan pula bahwa standar pelayanan Reskrim tidak hanya berorientasi pada kecepatan penanganan perkara, tetapi juga mencakup kepastian proses, perlindungan hak saksi, korban, tersangka maupun masyarakat, tertib administrasi, serta akuntabilitas setiap tindakan. SOP menjadi instrumen pengawasan dan pengendalian agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bagian dari upaya Polresta Denpasar untuk memastikan pelayanan Kepolisian senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan masukan masyarakat.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan yang diberikan Polresta Denpasar benar-benar memenuhi standar, mudah diakses, transparan, serta memberikan kepastian kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pelayanan publik yang semakin responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan FKP Tahun 2026, Polresta Denpasar berharap terbangun komunikasi dua arah yang semakin kuat antara Kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Hadiri Karya di Pura Watu Macepak Bangli, Wagub Giri Prasta Ingatkan Krama Jaga dan Lestarikan Adat, Seni, Tradisi dan Budaya
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Giri Prasta Dukung Semangat Anak Muda Kembangkan Olahraga Pelayaran di Bali
Lanjutkan Membaca