Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bunda PAUD Buleleng Tegaskan Pentingnya Wajib Belajar 13 Tahun Sejak PAUD

BALIILU Tayang

:

bunda paud buleleng
SOSIALISASI: Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra,  saat menghadiri Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun yang berlangsung di Puskominfosanti Buleleng, Rabu (2/7). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, menegaskan bahwa program Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar angka, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan yang layak. Pernyataan tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun yang berlangsung di Puskominfosanti Buleleng, Rabu (2/7).

Menurutnya, pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam proses tumbuh kembang anak dan kesiapan mereka menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Di PAUD, anak-anak belajar bersosialisasi, mengembangkan motorik halus dan kasar, serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Hal ini menjadi bekal yang penting secara mental dan akademik,” ujarnya.

Ny. Wardhani juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk memastikan terselenggaranya pendidikan prasekolah yang berkualitas, serta membekali anak-anak dengan nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat 265 satuan pendidikan PAUD di Buleleng. Dari jumlah tersebut, 30 merupakan PAUD negeri dan 235 lainnya berstatus swasta.

Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD sebagai fondasi awal dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Kami berharap kegiatan ini mendorong peran aktif dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, orang tua, hingga desa adat, dalam mendukung keberlangsungan program ini,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sutjidra Lepas Gerak Jalan 8 Kilometer Tingkat SMP

NEWS

Negara Hadir di Tengah Bencana, Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kemhan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Published

on

By

Bantuan kemanusiaan sebanyak 20 ton diterbangkan menggunakan pesawat Airbus A400M dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo untuk korban gempa NTT.
BANTUAN: Menggunakan pesawat Airbus A400M dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebanyak 20 ton bantuan kemanusiaan diterbangkan menuju Labuan Bajo. (Foto: Pendam IX)

Labuan Bajo, baliilu.com – Perhatian pemerintah terhadap penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Senin (17/8/2026), untuk meninjau langsung kondisi wilayah serta penanganan masyarakat terdampak pascagempa.

Kedatangan Menteri Pertahanan RI disambut langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama jajaran di Bandara Komodo. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Sejalan dengan kunjungan tersebut, Kementerian Pertahanan bersama TNI juga mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Menggunakan pesawat Airbus A400M dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebanyak 20 ton bantuan kemanusiaan diterbangkan menuju Labuan Bajo.

Bantuan tersebut terdiri atas makanan siap saji, selimut, tenda, pembalut wanita, popok, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya. Tidak hanya kebutuhan dasar, bantuan juga dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik, perangkat penjernih air, serta perangkat internet satelit guna membantu menjaga akses komunikasi di wilayah terdampak.

Setibanya di Bandara Internasional Komodo, bantuan selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian di wilayah terdampak gempa NTT, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, jajaran Kodam IX/Udayana terus bergerak sejak hari pertama kejadian untuk melakukan pendataan, pemetaan wilayah terdampak, sekaligus memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu mengatakan, respons cepat telah dilakukan oleh jajaran TNI di wilayah sejak awal terjadinya gempa.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Sepakat Naikkan UMK 2025

“Sejak hari pertama kejadian, jajaran TNI dari Kodam IX/Udayana sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang terdampak dan menghimpun data. Langkah-langkah bantuan juga langsung kami laksanakan secara cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan kebutuhan pokok berupa sembako telah berjalan melalui jajaran Kodim di wilayah terdampak. Selain itu, personel TNI juga telah mendirikan pos-pos pengungsian, fasilitas kesehatan, menyiapkan obat-obatan, serta membangun dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Bantuan sembako oleh para Dandim sudah berjalan. Personel kami juga telah mendirikan pos-pos pengungsian, fasilitas kesehatan beserta dukungan obat-obatan, serta dapur lapangan bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Dalam penanganan korban, lanjutnya, aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Warga yang mengalami luka-luka segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.

“Untuk masyarakat yang mengalami luka-luka, langsung kami evakuasi ke rumah sakit-rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis,” tegas Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu.

Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution yang berada di lokasi, menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana berkomitmen memberikan respons cepat dan terukur dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, seluruh jajaran TNI di wilayah NTT terus bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, evakuasi, serta perlindungan masyarakat dapat terpenuhi.

“Kodam IX/Udayana sejak awal kejadian telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi bagi korban yang membutuhkan pertolongan medis, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta memastikan bantuan dapat didistribusikan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Kehadiran Menteri Pertahanan RI di Labuan Bajo sekaligus pengiriman bantuan kemanusiaan menjadi bagian dari penguatan respons pemerintah terhadap bencana di NTT, dengan memastikan bantuan dan dukungan negara dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat. (gs/bi)

Baca Juga  Sigap, Satpol PP Buleleng Hentikan Sementara TPA di Desa Pangkungparuk

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Barisan Paskibraka hingga Joget Bersama, Giri Prasta Titip Pesan untuk Generasi Emas Bali

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta hadir bersama anggota Paskibraka, pelatih, dan orang tua dalam acara ramah tamah di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar.
RAMAH TAMAH: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, hadir bersama anggota Paskibraka, pelatih, purna Paskibraka, guru, orang tua, serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali saat menghadiri acara ramah tamah di Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar, Senin (17/8) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Setelah seharian menjalankan tugas kenegaraan dengan penuh disiplin, anggota Paskibraka Provinsi Bali akhirnya bisa sedikit melepas ketegangan. Suasana khidmat di lapangan berganti menjadi penuh keakraban dalam acara ramah tamah di Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar, Senin (17/8) malam.

Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, hadir bersama anggota Paskibraka, pelatih, purna Paskibraka, guru, orang tua, serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Sebelumnya, mereka juga menyaksikan siaran langsung prosesi penurunan Bendera Sang Merah Putih dari Istana Merdeka, Jakarta.

Di tengah suasana yang lebih santai itu, Giri Prasta mengingatkan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti setelah upacara selesai. Disiplin, nasionalisme, kerja keras, dan kebersamaan yang ditempa selama masa latihan diharapkan menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam melanjutkan pendidikan maupun mengejar cita-cita.

Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menunaikan tugas dengan baik. Penghargaan juga disampaikan kepada para pelatih, purna Paskibraka, guru, dan orang tua yang mendampingi mereka selama proses persiapan.

Ia mengaku sempat diliputi rasa khawatir ketika menyaksikan prosesi penurunan bendera pada sore hari. Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi rasa bangga setelah melihat pasukan mampu menjaga kekompakan, stamina, dan konsentrasi hingga seluruh rangkaian berlangsung lancar.

“Di situ kita merasa terharu, seolah-olah dibawa kembali, flashback ke tahun 1945. Seolah-olah kalianlah Paskibraka yang menghantarkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang begitu saja. Di balik penampilan yang terlihat rapi dan kompak, ada proses latihan panjang, kedisiplinan, kerja keras, dukungan keluarga, serta ketekunan para pelatih.

Baca Juga  Musrenbang RKPD Buleleng 2026 Rencanakan Usung Delapan Agenda Prioritas

Cita-cita yang Tak Sempat Terwujud

Di hadapan para anggota Paskibraka, Giri Prasta turut membagikan cerita masa mudanya. Sejak SMP hingga SMA, ia mengaku pernah bercita-cita menjadi anggota Paskibraka. Bahkan, ia sempat belajar bela diri dengan harapan memiliki langkah yang lebih tegap dan penampilan yang mendukung.

Namun, cita-cita itu tidak pernah terwujud. Giri Prasta mengakui saat itu ada teman-temannya yang memiliki kemampuan lebih baik untuk menjadi anggota Paskibraka.

Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kesan tersendiri ketika kini berhadapan dengan generasi muda Bali yang berhasil mencapai apa yang pernah dicita-citakannya.

“Dengan semangat, disiplin, dan ketekunan yang kalian miliki hari ini, perjalanan kalian masih panjang. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan pernah menyerah. Apa pun yang kalian cita-citakan, kejarlah dengan sungguh-sungguh. Dunia ada di tangan kalian,” pesannya.

Bekal Menuju Indonesia Emas 2045

Giri Prasta berharap semangat yang dibangun selama menjadi Paskibraka tetap terjaga setelah seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan berakhir. Nilai kedisiplinan dan nasionalisme, menurutnya, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut anggota Paskibraka yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan merupakan bagian dari generasi yang kelak melanjutkan estafet pembangunan Bali. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan generasi muda, termasuk melalui kesempatan pendidikan, beasiswa, dan pengembangan karier.

Menurut Giri Prasta, menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik. Generasi muda juga membutuhkan karakter, disiplin, rasa tanggung jawab, serta nasionalisme yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung sejumlah tantangan pembangunan Bali ke depan. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, hunian layak, dan kesejahteraan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Resmikan MPP Buleleng

Berbagai persoalan strategis seperti pengelolaan sampah, kemacetan, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan juga terus menjadi perhatian. Kebijakan dan program tersebut disiapkan agar pembangunan Bali dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Giri Prasta mengajak generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam proses tersebut. Terlebih, mereka yang hari ini berada di barisan Paskibraka pada waktunya akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah Bali.

“Kalian memiliki intelektual dan pengetahuan. Suatu saat nanti, kalian akan menjadi penentu arah Bali di masa depan,” katanya.

Dari Barisan Tegap ke Panggung Hiburan

Selepas pesan-pesan tersebut, suasana berubah semakin cair. Giri Prasta mengajak anggota Paskibraka dan para pelatih naik ke panggung untuk menikmati kebersamaan setelah rangkaian tugas yang menguras tenaga dan konsentrasi.

Sejumlah tembang pop Bali hingga lagu Barat mengalun. Giri Prasta bahkan ikut bernyanyi dan mengajak anggota Paskibraka serta pelatih berjoget bersama. Tepuk tangan, tawa, dan sorakan membuat suasana malam itu jauh berbeda dengan ketegangan saat mereka bertugas di lapangan beberapa jam sebelumnya.

Para anggota Paskibraka yang sepanjang hari tampil serius dan penuh disiplin pun terlihat lebih lepas. Mereka bernyanyi, berjoget, dan menikmati kebersamaan bersama para pelatih dan jajaran pemerintah daerah.

Momen itu menjadi penutup yang hangat bagi perjalanan panjang mereka. Di balik seragam dan barisan yang tegap, mereka tetaplah anak-anak muda yang memiliki energi, mimpi, dan perjalanan panjang di depan.

Sebagai bentuk apresiasi, Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk seluruh anggota Paskibraka Provinsi Bali. Dua anggota Paskibraka, masing-masing satu putra dan satu putri, juga mendapat hadiah masing-masing Rp 1 juta.

Baca Juga  Buleleng Gelar Ekshibisi Permainan Tradisional Menuju Jantra Tradisi Bali 2025

Menutup pertemuan tersebut, Giri Prasta kembali mengingatkan agar semangat yang tumbuh selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka tidak berhenti setelah seragam dilepas.

“Rasa nasionalisme dan patriotisme harus terus kita tanamkan. Kita harus berusaha bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya Kota Denpasar

Published

on

By

Jaya Negara Sapa Balita di Peluncuran Dapur Abhipraya
SAPA BALITA: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP Posyandu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyapa balita saat peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, Selasa (18/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Guna mendukung upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar. Peluncuran ini sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8).

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP Posyandu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, keberadaan Dapur Abhipraya Kota Denpasar, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan berkelanjutan, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Tentu dengan hadirnya Dapur Kula Abhi Praya Kota Denpasar, harapannya dapat menjadi upaya untuk pencegahan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak di Kota Denpasar,” ungkap Sagung Antari.

Lebih dari itu, Sagung Antari menyampaikan, dalam hal ini, Dapur Abhipraya Kota Denpasar juga diharapkan akan menjadi salah satu wadah dalam meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi keluarga yang memiliki balita dan anak yang berisiko mengalami stunting.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menjelaskan, kegiatan Launching Dapur Abhipraya Kota Denpasar ini juga dirangkaikan penyaluran bantuan Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (GENTING) kepada 8 orang anak berisiko stunting yang berasal dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. GENTING tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.

Selain itu, acara ini juga diisikan dengan pemberian bantuan nutrisi dari Orang Tua Asuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar, dengan pola pendampingan 1 (satu) orang tua asuh untuk 1 (satu) orang balita berisiko stunting.

Baca Juga  Bupati Sutjidra Lepas Gerak Jalan 8 Kilometer Tingkat SMP

Laxmy Saraswati menambahkan, bantuan yang diberikan dalam bentuk uang yang diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan nutrisi balita selama 6 (enam) bulan. Dengan demikian, setiap balita mendapatkan pendampingan dari satu orang tua asuh secara berkelanjutan selama periode tersebut.

Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kota Denpasar.

“Melalui pola orang tua asuh ini diharapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Pemkot Denpasar juga menggandeng pihak Poltekkes Kemekes Denpasar, sebagai mitra strategis dalam memberikan dukungan berbasis pengetahuan dan keilmuan, khususnya dalam aspek kesehatan dan gizi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi kepada keluarga, pendampingan dalam pengolahan makanan bergizi, pemberian informasi mengenai kebutuhan gizi anak, serta penguatan kapasitas kader dan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting.

“Lewat program ini, Pemkot Denpasar juga menyediakan edukasi untuk orang tua anak terindikasi stunting, dan program lainnya setiap bulannya,” tutup Laxmy Saraswati. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca