Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Hadiri “Karya Pedudusan Warespati lan Mupuk Pedagingan” di Pura Besakih Batan Kemoning Pemecutan Grenceng

BALIILU Tayang

:

Sekda Alit Wiradana
MUPUK PEDAGINGAN: Sekda Alit Wiradana saat memulai prosesi Mupuk Pedagingan di Pura Besakih Batan Kemoning Pemecutan Grenceng, Jalan Sutomo, bertepatan dengan Saniscara Umanis Tolu, Sabtu (11/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, menghadiri upacara Pedudusan Warespati Kalpa lan Mupuk Pedagingan Pura Batan Kemoning Pemecutan Grenceng, Jalan Sutomo, bertepatan dengan Saniscara Umanis Tolu, Sabtu (11/10).

Lantunan suara kidung yang terdengar merdu mengiringi rangkaian upacara tersebut. Rangkaian upacara ini sendiri diawali dengan prosesi Mupuk Pedagingan yang dilakukan langsung oleh Sekda Alit Wiradana.

Pada kesempatan itu, Sekda Alit Wiradana yang hadir bersama Bendesa Adat Denpasar Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma mengatakan, bahwa upacara Pedudusan, Mupuk Pedagingan ini merupakan momentum bagi seluruh umat untuk selalu eling (ingat) dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Selain itu, hal tersebut juga menjadi sebuah kegiatan yang ditujukan untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari ajaran Tri Hita Karana. Termasuk juga kebersamaan dalam menjaga kelestarian budaya dan spiritualitas.

“Dengan pelaksanaan upacara ini, mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Alit Wiradana.

Sementara itu, Ketua Panitia upacara ini, Gede Eka Suarjana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Denpasar kepada pengempon Pura Batan Kemoning Pemecutan Grenceng ini.

“Kami berharap, dengan berlangsungnya upacara ini, pengempon dan masyarakat senantiasa mendapatkan kerahayuan,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa“ di Banjar Adat Uma Kapal

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Sosialisasikan TPST di Banjar Pesanggaran

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya di Pura Ibu Panti Bualu, Wabup Badung Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Karya Mamungkah di Pura Bualu
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri “Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih“ di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri rangkaian upacara keagamaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama dan Nyurud Ayu di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Kamis (17/9). Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan dan gotong-royong krama dalam menjaga keberlanjutan adat, budaya, serta spiritualitas.

Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta bertepatan dengan pelaksanaan rangkaian Nyurud Ayu. Momen ini juga dirangkaikan dengan sejumlah upacara Manusa Yadnya yang diikuti oleh warga setempat, meliputi upacara Matelu Bulanan untuk 22 orang, Mesakapan sebanyak dua pasangan, serta upacara Mesangih (potong gigi) yang diikuti oleh 30 orang peserta.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama dan panitia karya yang telah melaksanakan rangkaian upacara ini dengan semangat gotong-royong. Semoga seluruh prosesi berjalan lancar dan memberikan ketentraman, kesejahteraan, serta kemakmuran bagi krama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Badung tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penguatan kehidupan sosial, adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali. Menurutnya, desa adat dan aktivitas keagamaan merupakan pilar penting dalam menjaga identitas daerah.

Wabup juga berpesan agar krama tetap bersatu, menjaga kebersamaan, dan membangun komunikasi yang baik agar nilai-nilai sosial budaya dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dukungan terhadap kegiatan adat tidak hanya dimaknai sebagai bantuan fisik, melainkan upaya memperkuat solidaritas dan kapasitas masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara “Pemelaspasan” di Desa Adat Buahan Tabanan

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Darma menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian Pemkab Badung terhadap keberadaan Pura Ibu Panti Bualu. Dukungan nyata pemerintah telah membantu penyelesaian pembangunan fisik pura yang diempon oleh 98 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

“Bantuan Pemerintah Kabupaten Badung untuk pembangunan fisik sebesar Rp 2 miliar telah direalisasikan dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh krama,” ungkap Wayan Darma.

Darma menambahkan, puncak karya telah sukses dilaksanakan pada 15 September 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Nyurud Ayu serta upacara Manusa Yadnya. Kehadiran pimpinan daerah dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap eksistensi masyarakat adat di wilayah Bualu. Agenda ini turut dihadiri Bendesa Adat Bualu I Made Suarma beserta prajuru adat, tokoh masyarakat, LPM Kelurahan Benoa, dan seluruh krama Pura. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali” Merajan Agung Bendesa Manik Mas dan Arya Kanuruhan di Renon

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Renon
HADIRI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Pujawali Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru Rsi Gana Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Kelurahan Renon, Rabu (16/9).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah proses renovasi bangunan merajan rampung dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan punia. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya beserta tokoh masyarakat setempat.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan upacara pujawali dan piodalan ini diharapkan dapat meningkatkan srada dan bhakti masyarakat. Dengan selesainya renovasi palinggih, pura pemerajan ini diharapkan dapat terus bermanfaat khususnya bagi krama pengempon di Kelurahan Renon.

Sementara Ketua Panitia Karya di Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas Banjar Kelod Renon I Nyoman Bhiantara Lely mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota dan jajaran Pemerintah Kota Denpasar.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, terutama Bapak Wakil Walikota yang sudah berkenan hadir menyaksikan upacara ini dan memberikan stimulan. Semoga ke depan para pengempon pura bisa menjalankan swadharma untuk kepentingan umat bersama,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Karya di Merajan Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Banjar Tengah Kelurahan Renon I Made Dedy Suarnaya. Ia mengatakan upacara ini dilaksanakan sehubungan dengan selesainya pemugaran palinggih pura dan tembok penyengker.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena sudah membantu dalam pembangunan pura,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1611/Badung
Lanjutkan Membaca