Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Prasejahtera di Denpasar Lewat Program “Light Up The Dream”

BALIILU Tayang

:

listrik gratis di denpasar
TERIMA MANFAAT: Senyum bahagia terpancar dari Nyoman Nuki dan Made Rasmi, pasangan suami istri penerima manfaat Program Light Up The Dream, saat menerima bantuan penyambungan listrik gratis dari PLN UID Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Penyerahan simbolis dilakukan oleh GM PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho (kedua kiri) dan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa (kiri) di Denpasar, Senin (21/10), sebagai bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-80. (Foto: Hms PLN Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali kembali mewujudkan mimpi masyarakat prasejahtera untuk menikmati listrik mandiri melalui program Light Up The Dream (LUTD), yang diluncurkan Selasa, 21 Oktober 2025. Salah satu penerima manfaatnya adalah I Nyoman Nuki, warga Sesetan, Denpasar Selatan, yang bekerja sebagai tukang parkir.

Rumah sederhana beratapkan seng yang ditempati bersama istri dan anaknya kini terang oleh listrik PLN, setelah bertahun-tahun hanya menumpang sambungan listrik dari tetangga. Siang itu, petugas PLN menyusuri gang kecil berkerikil menuju rumah berdinding batako tanpa cat—sebagian masih bersekat kayu—untuk memastikan penyambungan listrik berjalan aman dan layak.

Dengan mata berkaca-kaca, Made Rasmi, istri I Nyoman Nuki, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas bantuan PLN.

“Dulu kami hanya bisa minta listrik dari tetangga. Sekarang akhirnya punya listrik sendiri. Terima kasih kepada PLN dan semua yang sudah membantu,” ujarnya.

Program Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial insan PLN yang secara sukarela berdonasi untuk membantu masyarakat prasejahtera mendapatkan sambungan listrik gratis. Hingga tahap IV tahun 2025 (per Agustus), PLN UID Bali telah menyalurkan bantuan bagi 71 pelanggan di seluruh Bali. Pada momentum HLN ke-80 ini, PLN melakukan penyalaan serentak bagi 20 pelanggan baru di tiga lokasi: Sesetan (Denpasar), Tianyar (Karangasem), dan Depeha (Buleleng).

Secara nasional, kegiatan LUTD digelar serentak dan disaksikan secara daring oleh Yusuf Didi Setiarto, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN. Ia menegaskan bahwa LUTD merupakan wujud nyata nilai AKHLAK, budaya perusahaan PLN yang menanamkan empati dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga  Sambut Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025, PLN Kawal Keandalan Pasokan Listrik di Bali

“Program ini bukan sekadar menyalakan listrik, tetapi menyalakan harapan dan membuka ruang peradaban. Dengan semangat empati dan gotong royong insan PLN, kita ingin memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dari akses listrik,” ujar Didi.

Ia menambahkan, dalam momentum HLN ke-80 ini insan PLN mempersembahkan 8.000 sambungan listrik gratis di seluruh Indonesia sebagai bentuk bakti kepada negeri.

Sementara itu, General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa LUTD menjadi bukti nyata kepedulian insan PLN dalam menyalakan mimpi masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui LUTD, kami ingin membawa terang bagi mereka yang selama ini belum tersentuh. Listrik bukan hanya penerang, tetapi juga penggerak kesejahteraan masyarakat. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang turut bersinergi dalam program ini,” ujar Eric.

PLN juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah yang telah menyinergikan LUTD dengan program sosial, seperti Bedah Rumah, sehingga masyarakat menerima manfaat paket lengkap yakni rumah layak huni sekaligus sambungan listrik gratis.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PLN dan Pemerintah Kota Denpasar.

“Program ini sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang menjadi motto Kota Denpasar — Dunia adalah Satu Keluarga. Spirit ini menekankan pentingnya persaudaraan, kebersamaan, dan kolaborasi antarsemua pihak. Melalui LUTD, PLN telah menerjemahkan semangat kemanusiaan itu secara nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar akan terus membantu masyarakat melalui program bedah rumah dan intervensi sosial lainnya. “Terima kasih kepada PLN yang telah turun langsung ke masyarakat, menjemput bola untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Denpasar,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Denpasar Selatan, Polsek Denpasar Selatan, Lurah Sesetan, serta jajaran manajemen PLN UP3 Bali Selatan.

Baca Juga  Jabat Manager UP2D Bali, Petrus Irwan Pastikan Energi Listrik Disalurkan Optimal ke UP3

Program Light Up The Dream menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat menghadirkan perubahan besar — menyalakan lampu di rumah warga sekaligus menyalakan harapan untuk masa depan yang lebih terang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  PLN UP2D Bali Siaga Nataru, Pastikan Keandalan Listrik Demi Kenyamanan Pelanggan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  PLN Serahkan Bantuan Bibit Mangrove, DKLH Bali Apresiasi Komitmen Lingkungan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Hadirkan Listrik Andal, PLN Dukung Suksesi Djakarta Warehouse Project 2025 di Bali

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca