Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TPA Suwung Ditargetkan Tutup Desember 2025, KLH Bali Matangkan Langkah Teknis

BALIILU Tayang

:

penutupan TPA suwung
PEMBAHASAN: Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, memimpin pembahasan teknis penutupan TPA tersebut bersama pemerintah kabupaten/kota terkait dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Dinas KLH Provinsi Bali, Denpasar, Senin (8/12). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI terkait penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung yang selama ini masih menggunakan sistem open dumping. Penutupan total ditargetkan rampung paling lambat 23 Desember 2025.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, memimpin pembahasan teknis penutupan TPA tersebut bersama pemerintah kabupaten/kota terkait dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Dinas KLH Provinsi Bali, Denpasar, Senin (8/12).

Rentin menjelaskan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 921 Tahun 2025 tentang penerapan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk menghentikan sistem pembuangan terbuka di TPA Suwung. Keputusan tersebut diterbitkan pada 23 Mei 2025 dan memberi batas waktu 180 hari untuk menghentikan praktik open dumping.

“TPA Suwung hanya boleh menerima sampah residu. Sampah organik dan anorganik wajib diselesaikan di sumbernya, mulai dari rumah tangga hingga desa dan kelurahan,” ujar Rentin.

Sebagai langkah transisi, pemerintah mendorong optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber melalui penguatan peran TPS-3R, TPST, dan program Teba Modern. Pemanfaatan mesin pencacah, dekomposer, serta teknologi pengomposan dipercepat, termasuk optimalisasi operasional Pusat Daur Ulang (PDU) dan penyediaan mesin insinerator yang telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Denpasar dan Badung, dua daerah yang selama ini masih membuang sampah ke TPA Suwung, telah mulai mengurangi volume pengangkutan ke TPA. Kabupaten Badung dinilai cukup progresif karena melibatkan desa-desa secara masif dalam penguatan TPS-3R dan TPST.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa kunci utama penyelesaian persoalan sampah terletak pada pemilahan sejak dari sumber. Pasca-23 Desember 2025, TPA Suwung hanya akan berfungsi sebagai lokasi pemrosesan akhir sampah residu.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pertemukan Stakeholder di TPA Suwung

Pembahasan teknis itu dihadiri Koordinator Tim Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Prof. Luh Riniti, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Putri Koster Tekankan Kebersihan Lingkungan sebagai Fondasi Kesehatan Masyarakat dan Pariwisata Bali

Published

on

By

Putri Koster Serahkan Bantuan di Desa Songan A
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan saat mendampingi kunjungan kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangka asistensi penguatan peran Posyandu dalam mendukung penanganan sampah di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (20/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangka asistensi penguatan peran Posyandu dalam mendukung penanganan sampah di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (20/10/2026).

Dalam arahannya di hadapan 150 kader Posyandu dari 15 banjar di Desa Songan, Putri Koster menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama, dimulai dari lingkungan keluarga.

Putri Koster secara khusus mengingatkan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik merupakan langkah nyata untuk mencegah pencemaran lingkungan dan meminimalkan risiko penyakit. Ia juga mendorong para orang tua menanamkan kesadaran menjaga kebersihan kepada anak-anak sejak dini agar tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Putri Koster menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap kelestarian lingkungan, kehidupan masyarakat, dan kebudayaan Bali. Oleh karena itu, penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai perlu terus diperkuat melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader Posyandu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Safriati Safrizal, menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan salah satu modal utama dalam menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Menurutnya, kenyamanan dan kesehatan lingkungan menjadi faktor penting yang turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga  Menteri LH, Gubernur Koster, dan Kepala Daerah Bali Bahas Antisipasi Penanganan Sampah Pasca-Penutupan TPA Suwung

Safriati mengingatkan bahwa citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan harus didukung dengan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari persoalan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Apabila kebersihan tidak terjaga, kondisi tersebut dapat menurunkan kenyamanan wisatawan sekaligus berdampak terhadap citra pariwisata Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Safriati juga menyampaikan apresiasi Tim Pembina Posyandu Pusat kepada Provinsi Bali atas pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu. Menurutnya, Bali telah menunjukkan kemajuan dalam penguatan peran Posyandu dibandingkan dengan sejumlah daerah lain yang belum melaksanakan keenam bidang SPM secara menyeluruh.

Meski demikian, Safriati mengingatkan agar pelaksanaan enam bidang SPM melalui Posyandu tidak dilakukan secara kaku. Posyandu diharapkan mampu mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan, karakteristik, serta potensi masing-masing wilayah, tanpa mengesampingkan pelayanan dasar yang menjadi tugas utamanya.

Khusus bagi Bali yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, Safriati mencontohkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan melalui pelatihan keterampilan bagi generasi muda, seperti pelatihan pemandu wisata, fotografi, maupun peningkatan kemampuan bahasa asing. Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerah.

Selain pengembangan kegiatan pemberdayaan, Safriati menekankan pentingnya penguatan pendataan masyarakat oleh kader Posyandu. Data yang telah dihimpun perlu direkapitulasi, diperbarui, dan ditindaklanjuti melalui koordinasi antarsektor agar kebutuhan masyarakat pada enam bidang SPM dapat teridentifikasi secara lebih menyeluruh.

Ia juga mendorong para kader Posyandu menerapkan pendekatan pelayanan proaktif atau jemput bola dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Langkah ini dinilai penting untuk menjangkau warga yang mengalami keterbatasan akses pelayanan, termasuk masyarakat yang sedang sakit, kelompok rentan, maupun warga yang belum memahami mekanisme penyampaian kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.

Baca Juga  TPA Suwung Segera Direvitalisasi, Pj. Gubernur Bali Dorong Pemilahan Sampah Sebelum Masuk ke TPA

Safriati berharap kader Posyandu terus meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan inovasi dalam menjalankan tugasnya. Kader diharapkan tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi secara aktif membangun komunikasi dan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah agar tidak ada warga yang terabaikan dalam memperoleh pelayanan dasar.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sanitasi komunal di Kantor Desa Songan A. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sanitasi lingkungan dan penyediaan sarana penunjang kegiatan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu.

Pembangunan fasilitas sanitasi komunal direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta merawat sarana sanitasi secara berkelanjutan.

Fasilitas sanitasi komunal di Desa Songan A merupakan salah satu dari sepuluh fasilitas sanitasi yang dialokasikan untuk Provinsi Bali. Dari jumlah tersebut, tiga fasilitas dialokasikan bagi Kabupaten Bangli, masing-masing di Desa Songan A, Desa Songan B, dan Desa Belandingan. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana sanitasi yang lebih memadai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Sambut Pangdam IX/Udayana Mayjen Putra Widiastawa, Perkuat Sinergi Jaga Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sambut Pangdam IX/Udayana
SAMBUT: Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana yang baru yang berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana yang baru. Gubernur Koster berharap kepemimpinan putra daerah asal Buleleng tersebut semakin memperkuat sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Bali.

Penyambutan berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/10/2026). Mayjen TNI Putra Widiastawa hadir didampingi Ny. Desak Putra Widiastawa selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah IX/Udayana.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana yang baru ditandai dengan tradisi Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang. Prosesi berlangsung khidmat, dipimpin pemuka agama Hindu, setelah rangkaian acara diawali penampilan Tari Sekar Jagad.

Tradisi Tepung Tawar mengandung makna ungkapan syukur sekaligus permohonan doa. Prosesi tersebut diharapkan membawa keselamatan, menjauhkan pejabat yang baru dari berbagai rintangan, serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa selama menjalankan tugas.

Acara penyambutan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, para pejabat utama Kodam IX/Udayana, serta pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.

Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi menjabat Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto. Pejabat sebelumnya mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.

Serah terima jabatan keduanya dilaksanakan bersama sejumlah pergantian jabatan Pangdam di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10). Upacara tersebut dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Sebagai putra daerah Bali, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan melanjutkan kesinambungan kepemimpinan Kodam IX/Udayana. Ia juga diharapkan meningkatkan profesionalisme prajurit dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat.

Mayjen TNI Putra Widiastawa menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan jajaran pimpinan daerah di Bali, khususnya Gubernur Wayan Koster. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Pulau Dewata.

Baca Juga  Mulai 1 Agustus TPA Suwung Tak Terima Kiriman Sampah Organik

Dalam kesempatan itu, Mayjen Putra juga menyebut Gubernur Koster sebagai senior atau kakak kelas karena Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut pernah menempuh pendidikan di sekolah menengah yang sama di Singaraja. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting, Gubernur Koster Tunjukkan Komitmen Dukung Pelestarian Aksara Bali

Published

on

By

Penyerahan Keyboard Aksara Bali di ICANN87
SERAHKAN KEYBOARD: Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Keyboard Aksara Bali kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting pada Senin (19/10) Petang di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian Aksara Bali sebagai identitas kultural yang wajib dimuliakan oleh seluruh masyarakat Bali. Upaya itu ditunjukkan dengan penyerahan Keyboard Aksara Bali kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam Gala Dinner ICANN87 Annual General Meeting pada Senin (19/10) Petang di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua.

Kegiatan gala dinner tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Second Level Domain (SLD) Aksara Bali, Jawa dan Pegon oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) untuk mendigitalisasi warisan budaya bangsa serta memastikan identitas bangsa dan budaya lokal tetap hidup, relevan dan digunakan secara nyata dalam ekosistem internet global.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengekspresikan identitas daerah melalui digitalisasi aksara nusantara dalam infrastruktur digital global, ” jelas Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Inisiatif digitalisasi aksara nusantara diharapkan dapat menghidupkan aksara daerah di ruang digital. Aksara daerah nantinya tidak sekadar menjadi dokumen sejarah atau pajangan masa lalu, melainkan benar-benar hidup dan relevan digunakan dalam aktivitas digital sehari-hari.

Selain itu digitalisasi aksara nusantara dapat menjadi pengakuan dan standardisasi global yang membawa identitas budaya Indonesia ke ranah internasional sehingga sistem internet global dapat mengenali bahasa dan tulisan lokal tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Koster pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Ksirarnawa Denpasar telah meluncurkan Second Level Domain (SLD) .bali beraksara Bali. Gubernur Koster menekankan bahwa penggunaan aksara Bali bukan sekadar aktivitas budaya, melainkan bentuk pemuliaan terhadap karya adiluhung leluhur yang memiliki nilai tinggi. Koster berharap ke depan penggunaan aksara Bali semakin luas dan masif, termasuk di tanah digital, pemerintahan, pendidikan hingga sektor usaha. (gs/bi)

Baca Juga  Menteri LH, Gubernur Koster, dan Kepala Daerah Bali Bahas Antisipasi Penanganan Sampah Pasca-Penutupan TPA Suwung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca