Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tanggapi Teguran Presiden Soal Sampah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung Sampaikan Terimakasih

Lanang Umbara Berhadap Ada Campur Tangan Pemerintah Pusat untuk Menanggulangi Sampah Kiriman

Loading

BALIILU Tayang

:

Lanang Umbara
Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Menanggapi teguran terbuka Presiden Prabowo Subianto saat Rakornas kepada jajaran pemerintah daerah di Bali, terkait persoalan sampah yang dinilai sudah mencemari lingkungan dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo karena perhatiannya terhadap Pulau Bali sebagai salah satu kawasan pariwisata dan bahkan sudah dinobatkan kembali sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia.

“Pertama yang perlu kami garis bawahi, kami lembaga DPRD Kabupaten Badung berterima kasih dengan apa yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo. Saya yakin itu karena kecintaan beliau dengan Pulau Bali. Itu karena perhatian beliau terhadap Pulau Bali sebagai salah satu kawasan pariwisata dan bahkan sudah dinobatkan kembali sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia,’’ ujar Lanang Umbara di sela-sela memimpin rombongan Komisi I dan II DPRD Badung sidak di proyek PT Akmanindo Uluwatu Bali di Jalan Uuwatu Pecatu Suluban, Kuta Selatan, Badung, Selasa (3/2/2026).

Lanang Umbara menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri bahwa PDIP tidak menjadi oposisi. “Kita akan mendukung penuh segala macam program pemerintah pusat yang tentunya pro kepada rakyat, memajukan kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara. Tapi jika ada hal-hal yang menyimpang, artinya tidak pro terhadap rakyat, kami kritisi dan itupun berlaku di pemerintahan kami di Badung,’’ ujarnya.

Lanang Umbara menegaskan program-program yang sudah baik, yang pro rakyat, yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat kita pasti akan menjadi garda terdepan untuk mendukung pemerintah.

Terkait persoalan sampah yang disampaikan presiden, Lanang Umbara mengharapkan ini menjadi kesadaran kolektif bersama seluruh rakyat Indonesia. Karena fakta yang terjadi membuktikan bahwa penumpukan sampah di kawasan Bali seperti di Pantai Kuta, Jimbaran, seputaran Canggu bahkan di Pelabuhan Benoa itu adalah 80% merupakan sampah kiriman dari pulau lain selain Pulau Bali. Maka dari itu, ketika angin muson barat, pasti ada penumpukan sampah di pantai barat, Pulau Bali. Ketika angin muson timur, akan terjadi penumpukan sampah di pantai timur wilayah Bali. Di Badung contoh di Pantai Tanjung Benoa.

Baca Juga  Nyoman Satria Pimpin Raker Finalisasi Pansus DPRD Badung Bahas Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Politisi PDI Perjuangan Dapil Petang ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sudah mati-matian menanggulangi sampah kiriman tersebut.

“Bagaimana kami sudah menyiapkan resource yang ada di Pemkab Badung, dari alat berat, SDM, dari DLHK. Begitu juga sudah bekerja sama dengan pemerintah lainnya, dengan TNI, Polri, sekolah, desa adat, bahkan ormas-ormas yang membantu kita di Pemkab Badung. Kita welcome untuk sama-sama menjaga kebersihan kawasan pariwisata kita di seluruh Bali terkhusus di pantai-pantai ini. Kita sudah sering melakukan kerja bakti bersama, gotong-royong bersama selain daripada program Pemerintah Kabupaten Badung. Alat-alat berat kita sudah stand by disana setiap hari,” tegasnya.

Namun, sebut Lanang,  kadang volume sampah ini terlalu besar, volume sampah ini bisa ratusan bahkan sampai ribuan ton masuk ke wilayah pantai kita. Dengan begitu besarnya volume sampah ini akan memerlukan waktu, sehingga tidak bisa kita bersihkan dalam satu jam, meskipun sudah dengan alat berat dan sebagainya.

“Mungkin kadang-kadang ada yang menyebar foto saat sampah baru datang, nah itu kan bisa saja. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, ini tentunya menjadi peringatan kita bersama utuk menjadi kesadaran kolektif, itu tujuan kami,“ katanya.

Bali sebagai destinasi pariwisata dunia khususnya di Badung, tentunya harus menjaga semua aspek yang menunjang kepariwisataan, salah satunya kebersihan dan kenyamanan. Lanang menyebutkan di Badung melalui pimpinan-pimpinan juga sudah menerapkan bagaimana menangani sampah itu melalui sumber seperti arahan pak Gubernur Bali. Bagaimana juga meminimalisir penggunaan media dari plastik, baik itu kemasan botol maupun media lain yang plastik.

“Kami di Pemkab Badung sudah menyadarkan warga kami dari tingkat banjar, tingkat desa dan kecamatan tidak boleh lagi membuang sampah ke sungai dan ada hukuman yang jelas ketika warga kami ketahuan membuang sampah ke sungai, baik dari desa adat, desa dinas dan kelurahan, baik dari kecamatan sehingga di Badung ini sudah bisa kita terapkan. Dan boleh dibuktikan, silahkan berkunjung ke Desa Plaga, desa di ujungnya Kabupaten Badung itu. Warga tidak kami perbolehkan membuang sampah ke sungai, kalau mereka membuang ke sungai kami beri sanksi yang tegas,“ ucapnya.

Baca Juga  Kapolri Isi Materi Pemberantasan Korupsi di Retreat Kabinet Merah Putih

Namun, Lanang Umbara berhadap ada campur tangan pemerintah pusat untuk menanggulangi sampah kiriman ini, tidak bisa ditangani sendiri dari Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Karena sampah ini sampah kiriman antarpulau dan volumenya sangat besar.

Terlebih lagi sekarang TPA Suwung akan ditutup dan kita di pemerintah kabupaten dan provinsi pun tidak diperbolehkan membeli mesin insinerator sebagai pemusnah sampah karena dari kementerian lingkungan hidup membahayakan lingkungan.

Solusinya, sebelum nanti PTSEL yang rencananya akan bisa terlaksana di tahun 2028, yang sampah-sampah di Bali akan diangkut ke suatu titik untuk menjadi pembangkit listrik ramah lingkungan. Sebelum itu terealisasi pihaknya mengharapkan pemerintah pusat dalam hal ini menunda dulu penutupan TPA Suwung, untuk sementara waktu.

“Karena solusinya disana, kami membeli insinerator tidak boleh, membuang sampah ke sungai tidak boleh, kemana masyarakat kita membuang sampah, untuk sementara kan seperti itu,‘‘ ujarnya.

Lanang Umbara juga berharap kepada Bapak Presiden mengimbau menyadarkan warga di seluruh Indonesia untuk tidak membuang sampah ke sungai. Karena ketika sampah itu dibuang ke sungai akan terbawa arus ke laut, setelah di laut akan menyebar termasuk ke Bali, ke pantai pariwisata kita di Badung.

“Kami berharap pemerintah pusat ikut membantu Bali menangani sampah ini. Mudah-mudahan program-program yang direncanakan Bapak Presiden segera terwujud sehingga tahun 2028 Bali tidak lagi pusing terkait menanggulangi sampah-sampah ini,“ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Presiden Prabowo: Rekomendasi Ijtima Ulama Jadi Amanah untuk Perkuat Kedaulatan dan Kemakmuran Rakyat

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Nyoman Satria Pimpin Raker Finalisasi Pansus DPRD Badung Bahas Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Badung Ucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2024

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Ketua Harian dan Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca