Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buleleng International Rhythm Festival 2026 Digelar 10–15 Maret, Gus Eka: Bali Utara Kian Diakui Dunia

BALIILU Tayang

:

UNESCO Indonesia
Salah satu pementasan pada ajang Buleleng International Rhythm Festival (BIRF). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Direktur lnternational Organization of Folk Art (IOV) UNESCO Indonesia Wilayah Bali I Gusti Ngurah Eka Prasetya atau akrab disapa Gus Eka, menyatakan Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Menurut dia, kepercayaan dari UNESCO bersama IOV Indonesia tersebut menjadi bukti bahwa Bali Utara semakin diakui sebagai panggung budaya internasional.

“Ini bukan sekadar festival. Ini adalah bentuk kepercayaan dunia internasional kepada Buleleng dan Bali Utara yang konsisten menjaga, merawat, sekaligus mempromosikan seni tradisi melalui diplomasi budaya,” kata Gus Eka saat konferensi pers di Puri Kanginan, Sabtu (14/2).

Gus Eka mengatakan BIRF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Maret. Kegiatan inti akan digelar pada 11–14 Maret, sementara para partisipan dijadwalkan check-in pada 10 Maret dan check-out pada 15 Maret.

Menurut Gus Eka, festival tahun ini akan menghadirkan seniman, budayawan, dan akademisi dari enam negara. Mereka akan memperkenalkan budaya masing-masing sekaligus membangun pertukaran pengetahuan lintas negara melalui seni dan ritme tradisional dunia.

Penyelenggaraan BIRF kata Gus Eka merupakan hasil kolaborasi UNESCO bersama IOV Indonesia dan anggota UNESCO dari Bali, yakni Yayasan Sanggar Seni Santi Budaya sebagai penggerak utama. Selama tiga kali pelaksanaan, festival ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Puri Kangenan Buleleng.

“Kami bersyukur pemerintah daerah dan unsur puri konsisten mendukung program budaya internasional di Bali Utara. Ini menunjukkan kolaborasi lintas elemen berjalan kuat dan berkelanjutan,” ujar seniman yang juga Ketua Sanggar Seni Santi Budaya itu.

Dukungan akademik datang dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang menjadi penyelenggara program kegiatan. Menurut Gus Eka, keterlibatan kampus memperkuat aspek edukasi dan riset, sekaligus membuka ruang partisipasi generasi muda.

Baca Juga  Seni Pertunjukan Kelas Dunia BIRF akan Ramaikan Buleleng pada Maret 2026

“Undiksha memberi penguatan pada sisi pendidikan dan penelitian. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dan penggerak dalam promosi budaya,” ucapnya.

Ia menambahkan, sejumlah delegasi internasional bahkan telah tiba lebih awal dan menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Bali Selatan, serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Pulau Bali.

“Ini membuktikan dampak festival tidak hanya dirasakan di Buleleng, tetapi juga di destinasi lain di Bali. Ada pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi yang ikut tumbuh,” kata Gus Eka.

Pelibatan masyarakat, menurut dia, menjadi kekuatan utama BIRF. Desa Wisata Panji dan Desa Wisata Kalibukbuk dilibatkan melalui pengenalan budaya Bali dan wisata menonton lumba-lumba. Sejumlah UMKM turut ambil bagian, seperti UMKM Desa Panji dengan olahan sorgum serta UMKM Desa Tigawasa dengan produk ulatan bambu.

Festival ini juga menggelar workshop di sejumlah sekolah dan kampus di Buleleng, antara lain Universitas Pendidikan Ganesha, SMA Negeri 1 Singaraja, SMK Negeri 1 Sawan, SMP Negeri 1 Singaraja, PPLP Pansophia Singaraja, dan LPK Kencana Hospitality Bali.

“Melalui workshop, delegasi memperkenalkan budaya mereka kepada siswa dan mahasiswa. Sebaliknya, para pelajar juga memperkenalkan budaya dan keunikan sekolah masing-masing. Di situlah terjadi pertukaran budaya yang nyata,” ujar Gus Eka.

Ia berharap BIRF mampu menghadirkan warna baru dalam sektor pariwisata Bali melalui penguatan wisata edukasi dan konservasi budaya. Selain berdampak secara ekonomi, festival ini juga membawa dampak sosial dan budaya, terutama dalam membangun rasa percaya diri masyarakat lokal.

“Kita ingin generasi muda semakin bangga dengan budayanya sendiri. Ketika budaya itu diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain, kepercayaan diri masyarakat akan tumbuh,” kata dia.

Gus Eka menegaskan, kolaborasi antara UNESCO, IOV Indonesia, Yayasan Sanggar Seni Santi Budaya, Pemerintah Daerah, Puri Kangenan Buleleng, serta Universitas Pendidikan Ganesha diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Bali Utara sebagai pusat budaya dunia.

Baca Juga  Seni Pertunjukan Kelas Dunia BIRF akan Ramaikan Buleleng pada Maret 2026

“Melalui diplomasi seni yang berkelas dan berkelanjutan, Bali tidak hanya dikenal karena alamnya, tetapi juga karena kekuatan budayanya,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Seni Pertunjukan Kelas Dunia BIRF akan Ramaikan Buleleng pada Maret 2026

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Seni Pertunjukan Kelas Dunia BIRF akan Ramaikan Buleleng pada Maret 2026
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Seni Pertunjukan Kelas Dunia BIRF akan Ramaikan Buleleng pada Maret 2026

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca