Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Denpasar, secara resmi mengoperasikan Rumah Singgah, yang terletak di Jalan Gatot Subroto IVF.
Keberadaan Rumah Singgah ini diharapkan akan mampu menjadi ruang konsultasi, ruang bermain, hingga ruang edukasi, terutama untuk perempuan dan anak.
Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat meninjau Rumah Singgah tersebut, Kamis (19/2) siang.
“Masyarakat Denpasar punya tempat pelayanan yang ramah untuk perempuan dan anak. Khususnya untuk kesehatan mental. Harapannya, Rumah Singgah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Denpasar,” kata Sagung Antari.
Selain peninjauan Rumah Singgah, acara yang digelar serangkaian HUT Ke-238 Kota Denpasar tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Gebyar Pelayanan KB dan konseling gratis yang diselenggarakan bekerja sama dengan pihak BKKBN Provinsi Bali.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati menyebut, seluruh rangkaian kegiatan yang dilangsungkan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar dalam rangka memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak serta juga mewujudkan keluarga berkualitas, melalui pelayanan KB gratis.
“Pelayanan KB hari hasil kerja sama Pemkot Denpasar dengan BKKBN Provinsi Bali. Ini dilaksanakan sebagai upaya juga untuk menciptakan pertumbuhan penduduk yang seimbang di Kota Denpasar,” katanya.
Ketika ditanya soal keberadaan Rumah Singgah, Sri Wetrawati kemudian menjelaskan, jika terdapat anak-anak dengan gejala kurang gizi di Denpasar, juga akan diarahkan ke Rumah Singgah. Dalam hal ini, para orang tua dapat berkonsultasi lebih intens tentang stunting di Rumah Singgah.
Sri Wetrawati juga menuturkan Rumah Singgah akan dilengkapi dengan ahli gizi, dokter, psikolog, dan lainnya. Selain menangani kasus stunting, Rumah Singgah juga memfasilitasi pendampingan psikolog, terutama terkait kesehatan mental.
“Kita tahu bahwa kasus bunuh diri di Bali sekarang ini paling tinggi di Indonesia. Misalnya, jika di sekolah dan di masyarakat ditemukan keluarga yang menunjukkan gejala gangguan depresi dia bisa dirujuk ke sini. Atau juga bisa melalui link Denpasar Menyama Bagia,” imbuhnya. (eka/bi)