Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bunda Rai Apresiasi Pesona Busana Adat Tabanan, Angkat Jati Diri Daerah di Utsawa PKB XLVIII 2026

BALIILU Tayang

:

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, pimpin duta Tabanan dalam ajang Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah melalui partisipasi Kabupaten Tabanan pada Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Event tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6).

Kehadiran Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai yang menyaksikan langsung penampilan rangkaian Utsawa menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Tabanan kepada masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Perangkat Daerah terkait dan jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan.

Parade busana malam itu, juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan juga para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali atau yang mewakili. Kabupaten Tabanan tampil memukau dengan menghadirkan empat ragam busana adat yang sarat filosofi, nilai sejarah, serta identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Peragaan pertama menampilkan Busana Khas Pecalang Lanang Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Busana ini merepresentasikan sosok pecalang sebagai penjaga keamanan dan ketertiban desa adat yang berwibawa. Ditampilkan oleh sepasang pecalang lanang, busana tersebut memadukan tiga warna sakral, yakni merah, hitam, dan putih, yang melambangkan konfigurasi Trisakti sebagai simbol penciptaan, pemeliharaan, dan pamrelina yang menyatu menjadi kekuatan menuju kesejahteraan.

Peragaan kedua menghadirkan Busana Adat Deha Teruna dan Deha Sari dari Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan. Busana ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat setempat yang dikenakan dalam Upacara Ngusaba Gede di Pura Puseh Bale Agung setiap Purnama Kalima. Selain menjadi simbol rasa syukur dan permohonan berkah bagi kesejahteraan, kemakmuran, serta keselamatan masyarakat, busana ini juga melibatkan para remaja yang baru memasuki usia dewasa sebagai bentuk regenerasi nilai-nilai adat dan budaya.

Baca Juga  Tutup PKB Ke-48 dan Buka Festival Seni Bali Jani VIII 2026, Gubernur Koster: Jangan Bosan, Bali Terkenal karena Budaya

Selanjutnya, Tabanan menampilkan Busana Adat Mamukur, yang digunakan dalam rangkaian upacara suci penyucian roh leluhur. Didominasi warna putih dan kuning, busana ini mencerminkan makna kesucian, ketulusan, dan keikhlasan. Meski tampil sederhana, busana Mamukur memiliki nilai spiritual yang mendalam sebagai bagian dari tradisi yadnya yang masih lestari di tengah masyarakat Bali.

Sebagai penutup, ditampilkan Parade Busana Adat Payas Agung Tabanan yang menghadirkan sepasang peraga dewasa dalam balutan busana pengantin khas Tabanan. Busana yang digunakan dalam upacara pawiwahan tersebut didominasi tenunan khas Bali yang diwariskan secara turun-temurun, menciptakan kesan mewah, elegan, sekaligus agung yang mencerminkan kemuliaan tradisi pernikahan adat Tabanan.

Keempat busana adat tersebut mendapat apresiasi dari para penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa. Dalam parade tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, dengan penataan busana oleh Andri Purwanto dan I Gede Komang Kartono Yasa, yang berhasil menghadirkan pertunjukan sarat estetika, filosofi, dan kekayaan budaya Tabanan.

Bunda Rai menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peraga, penata busana, serta pihak yang telah terlibat dalam menampilkan kekayaan budaya Tabanan di panggung PKB tahun ini. Menurutnya, setiap peragaan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan keindahan busana adat, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tabanan. Ia juga menilai, melalui parade busana tersebut, masyarakat diajak untuk kembali mengenali sekaligus mencintai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Keindahan ragam busana, tata rias, hingga ornamen yang ditampilkan menjadi cerminan identitas budaya yang patut dijaga bersama. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah menampilkan peragaan busana malam ini dengan begitu indah dan penuh makna. Kita telah menyaksikan bagaimana kekayaan budaya, filosofi, dan nilai-nilai luhur leluhur terpancar dalam setiap balutan busana serta ragam hias yang ditampilkan,” ujar Bunda Rai.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Seniman dan Budayawan Sukseskan PKB Bali

Lebih lanjut, Bunda Rai berharap warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Tabanan tersebut dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. “Kemegahan budaya yang diwariskan leluhur ini merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Tabanan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkannya agar tetap hidup serta berkembang di tengah perubahan zaman,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hingga Hari Ketujuh Pencarian Masih Nihil, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Gede Adimas

Published

on

By

Pencarian Gede Adimas Dihentikan Setelah Tujuh Hari
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menghentikan upaya pencarian terhadap, Gede Adimas Raditya Wibawa, seorang bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali pada, Kamis (24/9/2026). Penghentian operasi SAR ini dilaksanakan di Kantor Desa Gerokgak pada, Rabu siang (30/9/2026).

“Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok kelompok nelayan yang berada di pesisir utara pantai Gerokgak,” terang Dony Indrawan selaku Koordinator Pos SAR Buleleng saat menghentikan kegiatan operasi SAR.

Ia menambahkan, sejak hari pertama pencarian seluruh lokasi yang dicurigai sudah dilakukan pencarian. Namun hingga hari ini target yang kita cari masih belum ditemukan.

“Tadi SRU laut sudah melaksanakan pencarian dengan luas area mencapai 40 NM², sedangkan penyisiran darat sejauh 5 km,” katanya.

Dony memaparkan bahwa sejak hari pertama operasi SAR di gelar, Tim SAR Gabungan sudah melaksanakan pencarian secara maksimal.

Kendati Operasi SAR sudah dihentikan, Dony menegaskan Kantor Pencarian dan Pertolongan mamastikan operasi SAR dan evakuasi dapat dibuka kembali jika sewaktu – waktu terdapat tanda – tanda baru yang mengarah ditemukannya korban.

Di sisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya memberikan apresiasi kepada suluruh unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian terhadap Gede Adimas. “Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan, semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.

Operasi pencarian dan pertolongan ini terut melibatkan, Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Pol Airud Polda Bali, Pol Air Polres Buleleng , Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, Bhabinkamtibmas Desa Gerokgak, Babinsa Desa Gerokgak, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Aparat Kecamatan Gerokgak, Aparat Desa Gerokgak, PT. Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, Keluarga Korban dan Masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Sekaa Krishna Candaka Abinawa Pukau PKB, Angkat Filosofi Ngajum Sekah dalam Baleganjur Kontemporer

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Published

on

By

Program Bedah Rumah Bali Capai 1.410 Unit Terealisasi
RAKOR: Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan program perumahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali, yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9) malam.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati/walikota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.

Menurutnya, program bantuan perumahan di Bali terus mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 31 unit, sementara pada 2026 targetnya mencapai 4.184 unit.

Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Namun, hingga saat ini Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang terealisasi baru mencapai 1.410 unit.

Karena itu, diperlukan langkah percepatan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun. Salah satunya berupa satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni, dengan tipe 36 sebanyak 60 unit.

Sementara dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target tahun 2026 sebanyak 1.114 unit.

Ada pula program Kredit Program Perumahan (KPP). Bali mencatat realisasi yang sangat tinggi, mencapai 99,9 persen, dengan nilai penyaluran sekitar Rp 1,003 triliun.

Baca Juga  Jejak Maestro Lotring Hidup Kembali, Rekonstruksi Gamelan Tua Kuta Memukau PKB 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi pelaksanaan KUR Perumahan di Bali. Ia menyebut Bali menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR Perumahan yang tinggi. Bahkan, BPD Bali berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.

Menurut Maruarar, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Bali. Salah satu keunggulannya, suku bunga KUR Perumahan ditetapkan 5 persen sejak awal hingga lunas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya.

Koster menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas program perumahan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, khususnya kelompok masyarakat kurang mampu. “Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program bedah rumah. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Bali.

Kredit Program Perumahan (KPP) sendiri merupakan pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memiliki maupun melakukan renovasi rumah.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Made Aryati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung, Siapkan Infrastruktur Penukaran Baterai

Published

on

By

PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung
PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN: Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. berjabat tangan dengan General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dalam rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik di Kabupaten Klungkung, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, PLN, mitra industri, serta lembaga teknologi dari Indonesia dan Korea Selatan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Foto: Hms PLN UID Bali)

Klungkung, baliilu.com – Pengembangan kendaraan listrik di Kabupaten Klungkung memasuki tahap uji coba melalui pembangunan infrastruktur sistem penukaran baterai (Battery Swap System).

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH) berkolaborasi mendukung pengembangan infrastruktur tersebut di lima lokasi di Kabupaten Klungkung.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan produk, layanan, dan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik kecil di wilayah kerja PLN UID Bali, di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026).

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, PLN mendukung kebutuhan kelistrikan dan penyambungan daya untuk menunjang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai.

“Melalui ruang lingkup kerja sama ini, PLN UID Bali berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik, khususnya dalam hal kebutuhan listrik dan penyambungan daya yang diperlukan. Infrastruktur ini nantinya akan menopang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai (Battery Swap System) di lima lokasi strategis di Kabupaten Klungkung,” ujar Ajrun.

Dukungan kelistrikan di lapangan nantinya dilaksanakan oleh PLN UP3 Bali Timur melalui ULP Klungkung. PLN memberikan pelayanan kelistrikan sesuai kebutuhan daya dan ketentuan yang berlaku, sementara INAKO, KEMA, dan KATECH menyiapkan perizinan serta kebutuhan penyambungan daya.

Proyek percontohan direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dengan pengoperasian lima kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus. Pengembangan selanjutnya direncanakan diperluas pada 2027 dengan lebih dari 30 kendaraan listrik di Bali.

Kendaraan tersebut mencakup kendaraan listrik roda tiga untuk berbagai kebutuhan, seperti pengangkutan sampah, kendaraan pendingin, dan pengangkutan barang. Selain itu, dikembangkan kendaraan pertanian listrik roda tiga dan roda empat berukuran kecil untuk kebutuhan pengangkutan dan penyemprotan.

Baca Juga  Joged Bumbung Buleleng Berani Tampil Beda dengan Kreasi Jaman Now di PKB XLVIII 2026

Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Nusa Penida sebagai green island pada 2030.

“Jika menjadi green island, Nusa Penida akan menjadi destinasi wisata yang lebih berkelas. Dan ini terus kami siapkan secara bertahap hingga nanti bisa tercapai sepenuhnya pada 2030,” ujar Satria.

Menurut Satria, pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Kerja sama ini juga mencakup pengujian kesesuaian dan kualitas sistem penukaran baterai di lapangan serta pemanfaatan data penggunaan dan pemantauannya. Para pihak dapat menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah dan lembaga Korea Selatan, antara lain Deputy Director Ministry of SMEs and Startups Sangmin Jeon, Principal Researcher Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT) Johngill Kim, Deputy General Manager Korea SMEs and Startups Agency (KOSME) Jongtak Jeong, Executive Director KEMA Jiyong Song, dan Director of Jeonnam Division KATECH Changhyun Jeong.

Dari Indonesia, hadir Bupati Klungkung I Made Satria, S.H., Chairman AISMOLI Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si., Vice Rector Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., serta CEO PT INAKO Kreta Udhaya Suchang Oh.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi di Klungkung. Dukungan teknologi, infrastruktur kelistrikan, dan kolaborasi lintas negara diharapkan dapat mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata dan ekonomi hijau di Bali.

Melalui kerja sama ini, PLN UID Bali bersama para pihak akan melanjutkan koordinasi, pengujian, dan pengembangan sistem penukaran baterai sesuai ruang lingkup yang telah disepakati. Implementasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bertahap menuju ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas di Klungkung dan Bali. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Bangga Saksikan Penampilan Duta Gong Kebyar Dewasa Badung pada PKB XLVIII

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca