Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Refleksi Hari Anak Nasional Ke-42, Ny. Putri Koster: Peran Orang Tua Jadi Kunci Membangun Generasi Unggul

BALIILU Tayang

:

Ketua TP PKK Bali, Pemprov Bali, Hari Anak Nasional, Sekolah Rakyat Karangasem
HAN KE-42: Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Rabu (29/7) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Rabu (29/7) pagi.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, yang hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan bahwa peringatan HAN ke-42 tidak hanya menempatkan anak sebagai pusat perhatian, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi para orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital.

Ny. Putri Koster menilai Program Sekolah Rakyat sangat membantu dalam memberikan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang dilengkapi dengan fasilitas asrama tersebut dinilai membuka peluang lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Ibu baru pertama kali datang ke sini, dan sekolah ini luar biasa. Anak-anak sudah difasilitasi negara,” ungkapnya.

Melalui peringatan HAN, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya evaluasi diri bagi orang tua. Menurutnya, perkembangan zaman turut membawa perubahan dalam pola pengasuhan, terutama terhadap Generasi Z dan Generasi Alfa yang tumbuh berdampingan dengan teknologi digital.

Karena itu, orang tua dituntut mampu beradaptasi, tidak hanya dengan melindungi anak dari dampak negatif teknologi dan media sosial, tetapi juga membimbing mereka agar tumbuh mandiri dan bertanggung jawab. Perubahan pola pengasuhan antara masa lalu dan masa kini pun menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

Baca Juga  Sasar Kantor Pemprov Bali, Disdukcapil Denpasar Genjot Penerapan IKD di Denpasar

“Dulu, anak diajarkan untuk mengakui kesalahan dengan ikhlas. Sekarang, tidak jarang anak tidak mau disalahkan, bahkan orang tua ikut menyalahkan guru atau sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menyayangi anak bukan berarti memanjakan, sementara melindungi anak bukan berarti memberikan proteksi secara berlebihan.

Ny. Putri Koster juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen dalam membangun generasi unggul melalui Program “Satu Keluarga Satu Sarjana”. Melalui program tersebut, Gubernur Bali menargetkan tidak ada lagi anak Bali yang tidak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi nyata untuk mendukung cita-cita tersebut, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Para orang tua juga diimbau memiliki kesadaran untuk menjadikan pendidikan anak sebagai investasi masa depan, termasuk dengan memprioritaskan kebutuhan pendidikan dibandingkan kepentingan atau kesenangan pribadi.

Pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” menjadi pengingat bahwa teladan orang dewasa sangat menentukan pembentukan karakter dan arah perkembangan anak. Dengan fondasi pendidikan dan karakter yang kuat, generasi masa depan diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HAN 2026 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak.

Ia menekankan bahwa anak bukan sekadar objek perhatian, melainkan individu yang harus dihormati, didengar pendapatnya, serta dilindungi dari berbagai bentuk ancaman. Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta berpartisipasi dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

Baca Juga  Gubernur Koster Usung Semangat Efisiensi pada Rakor Pemerintahan di Puspem Badung

Peringatan HAN juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang semakin ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh secara optimal dan memperoleh kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber di bidang perlindungan dan perkembangan anak, antara lain Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali, Ni Luh Gede Yastini; Asisten Manajer Madya pada Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Bali, Kadek Kharisma Suryandari; serta Norma Arindri Dangkua dari HIMPSI Bali. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan hiburan bondres.

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Karangasem, Camat Kubu, serta Kepala Sekolah Rakyat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Pemprov Bali Berhasil Pertahankan 4 Kali Berturut-turut Capaian Informatif Keterbukaan Informasi Publik

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Gubernur Koster Usung Semangat Efisiensi pada Rakor Pemerintahan di Puspem Badung

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Usung Semangat Efisiensi pada Rakor Pemerintahan di Puspem Badung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  HUT Ke-21 Tagana, Pemprov Bali Dorong Peningkatan Peran Strategis dalam Aksi Kemanusiaan

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca