Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Siapkan Penataan Wajah Pusat Kota

Gajah Mada Jadi Salah Satu Kawasan Prioritas

Loading

BALIILU Tayang

:

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara diskusi Penataan Wajah Pusat Kota bersama seniman
DISKUSI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat diskusi tentang Penataan Wajah Pusat Kota bersama para seniman dan pemilik toko di Jalan Gajah Mada yang berlangsung di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan rencana penataan wajah pusat kota sebagai upaya menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, menarik, nyaman, serta mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Saat ini, tahapan persiapan penataan telah mulai dilakukan, termasuk oleh pihak kontraktor.

Penataan akan menyasar sejumlah titik yang menjadi landmark dan bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Di antaranya kawasan Catur Muka, penataan kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tamrin, serta kawasan Suci. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.

Hal ini disampaikan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).

Walikota Jaya Negara juga turut mengundang sejumlah seniman Kota Denpasar, di antaranya Putu Marmar Herayukti atau akrab disapa Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra, atau yang biasa disapa Kedux, untuk memberikan masukan dan pandangan terkait konsep penataan tersebut.

Pelibatan seniman ini dimaksudkan agar penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, namun juga mampu memperkuat karakter, identitas, dan estetika Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, Jaya Negara menekankan, titik-titik strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif, sekaligus memberikan kesan wajah kota yang lebih segar dan hidup.

“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara.

Penataan Gajah Mada juga akan melibatkan para pemilik toko yang berada di Jalan Gajah Mada. Dalam prosesnya, Pemkot Denpasar juga telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan para pemilik toko yang berada di sepanjang kawasan tersebut.

Baca Juga  Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Resmi Ditutup, Desa Tegal Kertha dan Desa Sumerta Kaja Jadi Juara

“Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat,” ungkap Jaya Negara.

Selama penataan Pemerintah Kota Denpasar juga akan menyediakan Mobil Listrik untuk membantu masyarakat yang berkunjung di Jalan Gajah Mada. Sehingga masyarakat tidak parkir di sepanjang Jalan Gajah Mada. Karena kendaraan listrik tersebut terus keliling.

Secara umum, para pemilik toko pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Salah satunya pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi, yang menyambut baik rencana penataan wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut dapat memberikan suasana baru sekaligus mendorong kembali aktivitas masyarakat di pusat kota.

Seniman Kota Denpasar, I Komang Gede Sentana Putra atau Kedux juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan pusat kota. Menurutnya, wajah kota memang perlu dirawat dan ditata secara berkala, namun tetap harus mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami sangat mendukung karena ini bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menilai, kawasan pusat kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi yang mampu menjadi titik perputaran ekonomi baru.

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” katanya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Resmikan Gedung SDN 2 Penatih

Kedux menambahkan, konsep penataan saat ini masih terus digali dengan mencari karakter atau ikon yang menjadi ciri khas masing-masing kawasan di Denpasar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Patung Kuda. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat ditata menggunakan material yang lebih permanen, termasuk unsur logam, serta dilengkapi sejumlah ruang atau spot yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun berfoto.

“Di kawasan Patung Kuda misalnya, akan kita lihat kembali apa yang menjadi karakter daerah tersebut. Bisa diperbarui dengan material yang lebih permanen, menggunakan logam, kemudian diberikan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati kawasan, datang, duduk, rileks, dan berlama-lama,” jelasnya.

Selain memperkuat estetika kawasan, fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam penataan. Sejumlah fasilitas dasar seperti toilet, ruang duduk, serta spot foto diharapkan dapat tersedia sehingga kawasan pusat kota tidak sekadar menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman.

Melalui penataan tersebut, dirinya berharap pusat kota dapat kembali menjadi kawasan yang hidup, memiliki daya tarik baru, tetap mempertahankan nilai sejarah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penataan wajah pusat Kota Denpasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman, berkarakter, dan memiliki ruang publik yang mampu menjadi tempat interaksi masyarakat maupun daya tarik bagi wisatawan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Koordinasi Pencegahan Korupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.

“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Sumpah Janji PAW Anggota DPRD Denpasar

Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Berbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi
KUNJUNGI SRT: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada generasi muda, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 163/Wira Satya, Asintel, Aslog, Aster, Kapendam, dan Kazidam IX/Udayana. Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung ole Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widarta dan Wakil Kepala Sekolah Rakyat.

Mengawali kunjungannya, Pangdam menerima paparan dari Wakil Kepala Sekolah mengenai pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Selanjutnya, Pangdam meninjau secara langsung aktivitas para siswa, termasuk pelaksanaan makan siang bersama, serta melihat fasilitas asrama guna memastikan kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui pengarahan dan perkenalan diri. Dalam arahannya, Pangdam menanamkan pemahaman tentang pentingnya keberanian, ketulusan, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam meraih masa depan. Menurutnya, keberanian sejati lahir dari ketulusan hati, tidak memiliki kepentingan pribadi, serta tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

Pangdam menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat melalui sistem pendidikan berasrama (boarding school). Pangdam juga mengingatkan bahwa pada masa perjuangan dahulu, keberadaan Sekolah Rakyat turut melahirkan generasi yang disiplin, rajin, dan memiliki semangat juang tinggi hingga mampu membawa bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“Kita tidak bisa mencapai keberhasilan kalau tidak disiplin dan rajin belajar. Kita juga harus belajar menghargai satu sama lain, menghargai guru, menghargai lingkungan, serta selalu bersyukur atas apa yang telah kita capai hari ini,” tegas Pangdam.

Baca Juga  Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkot Denpasar Gencar Gelar Pasar Murah

Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa para siswa patut bersyukur karena mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari kebutuhan makan, pakaian, buku-buku hingga perlengkapan penunjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu, seluruh fasilitas tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan belajar sungguh-sungguh dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri.

“Rajin-rajinlah belajar untuk mencapai kesuksesan. Jadilah orang yang optimistis, berani bersaing, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Semua profesi itu bagus sepanjang dijalani dengan tulus, ikhlas, penuh tanggung jawab, dan sungguh-sungguh,” pesan Pangdam.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan sekolah, Kodam IX/Udayana juga memberikan bantuan sumur bor guna mendukung ketersediaan air bersih bagi para siswa dan lingkungan sekolah. Selain itu, Pangdam turut memberikan uang saku secara langsung kepada para siswa sebagai bentuk motivasi dan penyemangat agar mereka semakin giat belajar, berprestasi, serta terus berjuang meraih cita-cita.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan yel-yel penuh semangat bersama para siswa, menciptakan suasana akrab dan penuh kegembiraan yang semakin mempererat kedekatan antara Pangdam dengan generasi muda penerus bangsa.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa kunjungan Pangdam IX/Udayana ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bali merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus menumbuhkan motivasi dan semangat generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin percaya diri, memiliki karakter disiplin, tekun dalam belajar, serta optimistis dalam menggapai cita-cita. Dukungan terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda menjadi bagian dari upaya TNI dalam turut membangun sumber daya manusia yang unggul demi kemajuan bangsa dan negara. (gs/bi)

Baca Juga  Tinjau Pasar Murah Bersubsidi Banjar Kertasari

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Seni Budaya XV Tahun 2026, Langkah Nyata Pemkab Badung Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Festival Seni Budaya XV
PEMBUKAAN FESTIVAL SENI BUDAYA XV: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat pembukaan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung XV Tahun 2026 di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung XV Tahun 2026. Pembukaan perhelatan akbar ini ditandai secara simbolis lewat prosesi penancapan kayonan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan jajaran Forkopimda Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11).

FSB XV tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 16 November 2026. Ajang tahunan ini mengangkat tema utama Sani Buddhayah Taya Ning Rat, sebuah frasa mendalam yang mengandung arti bahwa Seni Budaya Merupakan Sinar Bagi Hati dan Dunia.

Bupati seusai membuka acara memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman, budayawan, serta seluruh panitia yang terlibat. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata Pemkab Badung dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Kebijakan ini dinilai sangat strategis sebagai benteng pertahanan identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif.

“Tentu saya berharap dengan kekuatan identitas budaya inilah kita bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan daripada para leluhur kita ini. Festival ini kita jadikan sebagai momentum bagaimana kita berpihak kepada budaya lokal sekaligus juga memberikan ruang kepada para seniman, generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya hingga nanti di harapkan akan bermunculan hasil-hasil karya yang sekaligus bagian daripada pelestarian seni dan budaya itu sendiri,” jelas Adi Arnawa didampingi Bagus Alit Sucipta.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana menyampaikan bahwa FSB Badung tahun ini dikemas menarik dengan diisi berbagai metode penampilan. Diantaranya adalah Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Reksadana (Pagelaran), serta Kandarupa (Pameran).

Baca Juga  Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkot Denpasar Gencar Gelar Pasar Murah

Sukadana menyebutkan festival kali ini tampil beda karena tidak hanya diikuti oleh seniman lokal di seantero Pulau Bali saja. Ajang ini juga diramaikan oleh sanggar dan seniman dari luar daerah, seperti sekaa kesenian dari Disbudpar Bandung, Jawa Barat, dan sanggar seni asal Provinsi Sumatera Barat.

“Pada kesempatan yang baik ini, perlu juga saya sampaikan mengenai peserta Festival Seni Budaya Kabupaten Badung tahun ini kurang lebih berjumlah 1.925 orang seniman. Berasal dari 1.421 seniman karawitan, 386 seniman tari, 78 seniman musik, 10 seniman seni rupa, dan 30 seniman partisipan dari luar Bali. Selain para seniman, peserta Festival ini diisi dengan 81 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari Kabupaten Badung,” jelasnya.

Acara pembukaan FSB turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah IB Surya Suamba, beserta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Organisasi kewanitaan beserta anggota, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif, Listibiya Badung, jajaran Camat se-Kabupaten Badung, Lurah, Perbekel, dan Bendesa Adat se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca