Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Purnama Sasih Katiga, Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin persembahyangan bersama rahina Purnama Sasih Katiga 2026 di Pura Luhur Batukau, Penebel.
PERSEMBAHYANGAN: Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka rahina Purnama Sasih Katiga Tahun 2026, Kamis (27/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka rahina Purnama Sasih Katiga Tahun 2026, Kamis (27/8). Rangkaian persembahyangan berlangsung khidmat, diawali di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan dilanjutkan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Persembahyangan tersebut diikuti Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan hadir Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta istri dan juga para Asisten Setda, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap rahina Purnama sebagai wujud sradha dan bhakti jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Melalui persembahyangan bersama ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon kerahayuan, kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan keharmonisan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Tabanan.

Rangkaian persembahyangan kemudian dilanjutkan di Pura Luhur Batukau. Sebelum menuju Beji, Bupati Sanjaya bersama jajaran mengawali kegiatan dengan memberi makan ikan di kolam yang berada di sebelah Beji Pura Luhur Batukau. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan lima ekor burung titiran sebagai simbol keharmonisan antara Tuhan, manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup.

Kegiatan tersebut turut mencerminkan implementasi visi Tabanan dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Setelah itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan di Beji sebelum melanjutkan persembahyangan utama di Pura Luhur Batukau.

Baca Juga  Berlangsung Khidmat, Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-81 RI di Tabanan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap bulan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, namun menjadi sarana untuk memperkuat sradha dan bhakti sekaligus memanjatkan doa bagi keberlangsungan pembangunan dan kehidupan masyarakat Tabanan. “Persembahyangan ini merupakan wujud sradha bhakti dan permohonan kita agar Tabanan senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara Tuhan, alam dan manusia dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai pelayan masyarakat, kita wajib menjaga keharmonisan antara Tuhan, alam dan manusia. Semoga melalui yadnya yang tulus ini, Tabanan senantiasa berada dalam kedamaian dan kerahayuan jagat,” ungkapnya.

Kegiatan persembahyangan juga dirangkaikan dengan sosialisasi pemaparan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) oleh Dinas Sosial Kabupaten Tabanan serta Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabanan, yang bertempat di Wantilan Pura Luhur Batukau. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritualitas, kebersamaan, serta pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan di Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Pengambilan Sumpah PAW dan Sampaikan Persetujuan Bersama 2 Ranperda di Paripurna Ke-13 dan 14

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Pura Penataran Sari
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, saat ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Walikota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Walikota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Walikota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong-royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkab Tabanan Berikan Bonus Atlet Berprestasi Porprov Bali XV 2022, Lepas Atlet Vovinam ke Kamboja

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Rangkaian ‘‘Karya Agung Panca Wali Krama‘‘ di Kantor Bupati Tabanan

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca