Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pelantikan Pengurus KONI Gianyar, Bupati Mahayastra Tekankan Kompetisi Berjenjang

BALIILU Tayang

:

Bupati Mahayastra Saksikan Pelantikan Pengurus KONI Gianyar
LANTIK: Bupati Gianyar Made Mahayastra menyaksikan pelantikan Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar masa bakti 2026-2030 di Ruang Sidang Utama, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Jumat (25/9). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar masa bakti 2026-2030 resmi dilantik di Ruang Sidang Utama, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Jumat (25/9). Bupati Gianyar yang hadir langsung dalam pelantikan tersebut menekankan pentingnya kompetisi berjenjang untuk menjaring potensi atlet-atlet.

“Prestasi keolahragaan tidak dapat dibangun secara instan, perlu dilakukan kompetisi berjenjang yang rutin dilaksanakan untuk menjaring potensi atlet-atlet sekaligus mengasah mental dan mengukur kemampuan atlet,” tegas Bupati Mahaystra.

Bupati asal Payangan tersebut memaparkan bahwa pembangunan di Kabupaten Gianyar tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia dan berbagai sektor pelayanan masyarakat tanpa mengurangi kebutuhan dasar seperti pendidikan melalui beasiswa dan bantuan kesehatan gratis bagi warga Gianyar.

“Di Gianyar kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi semua bidang. Ada beasiswa, kesehatan gratis, dan sekarang tinggal bagaimana kita membangun olahraga di Gianyar,” ujar Mahayastra.

Setelah berbagai capaian yang diraih, Bupati Mahyastra menginginkan kemajuan Gianyar dari bidang olahraga, karena menurutnya daerah maju dapat dilihat dari prestasi keolahragaannya.

Membantu pembangunan keolahragaan di Kabupaten Gianyar, Bupati Mahayastra telah membangun Sport Center yang reprensentatif untuk mengadakan event-event keolahragaan.

“Bagaimana prestasi olahraga bisa kita raih jika tidak memiliki venue, ataupun tempat latihan yang representatif. Maka saya bangun Sport Center untuk memfasilitasinya. Tentu dengan adanya ini kita juga siap menjadi tuan rumah Porprov 2029. Apalagi telah mendapatkan rekomendasi langsung Gubernur Bali dan Ketua Umum KONI Bali,” paparnya.

Bupati Mahayastra menambahkan, penyelenggaraan Porprov Bali kini dilakukan secara merata di Kabupaten/Kota di Bali. Oleh karena itu, Gianyar harus memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk memperkuat pelatihan sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam menggelar acara olahraga tingkat provinsi.

Baca Juga  Kalahkan Dinas PUPRKIM, Disdikpora Bali Juara Kompetisi Mini Soccer Kerthi Bali IV

Lebih lanjut, pembangunan sport center tidak hanya akan membawa kemajuan olahraga Gianyar namun akan berdampak pada seluruh aspek pembangunan.

“Dengan adanya Sport Center kita akan menjadi Sport Tourism, maka event internasional dapat digelar di Gianyar, yang akan berdampak pada perputaran perekonomian sekitar Sport Center dan peningkatan hunian hotel. Karena kita banyak punya penginapan penginapan yang menunjang,” imbuhnya.

Ketua KONI Gianyar I Dewa Alit Mudiarta, mengatakan kepercayaan memimpin KONI Gianyar untuk kedua kalinya menjadi tanggung jawab besar. Ia menegaskan, kepengurusan KONI tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan olahraga.

“Ini bukan sekedar seremonial, tapi tanggung jawab untuk melakukan kerja nyata. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja kolektif,” ujarnya.

Dilanjutkan, perkembangan prestasi olahraga Gianyar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, Gianyar mampu menjadi juara umum tiga sekaligus meraih predikat favorit dalam ajang olahraga tingkat Bali.

Alit Mudiarta menegaskan pencapaian tersebut harus menjadi titik awal untuk menghadapi tantangan berikutnya. Terlebih lagi, Gianyar akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di Kabupaten Buleleng tahun 2027, sebelum menjadi tuan rumah Porprov Bali pada 2029 mendatang. Untuk menghadapi agenda tersebut, KONI Gianyar akan memperkuat ekosistem olahraga melalui sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, BUMN, BUMD dan berbagai pihak lainnya.

“Pembinaan atlet juga akan diarahkan secara berjenjang dan berkelanjutan. Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi serta memperbaiki database atlet agar proses pelatihan dapat dilakukan berdasarkan data yang lebih akurat,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi pembangunan Sport Center yang dinilai dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan olahraga Gianyar. Selain pelatihan dan fasilitas, tata kelola organisasi juga menjadi perhatian. Pengelolaan anggaran KONI akan dilakukan secara transparan dan terbuka.

Baca Juga  Bupati Gianyar Pimpin Rapat Persiapan Pengamanan “Pengerupukan”, Takbiran, dan Nyepi

“Kami ingin menjadi pelayan di bidang olahraga, menjaga soliditas dan membawa Gianyar bangkit melalui olahraga,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Provinsi Ketut Jagrasunu yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Bali menyampaikan, pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Jabatan tersebut memikul tanggung jawab untuk memastikan pelatihan olahraga berjalan terarah, profesional dan berbasis prestasi.

“KONI memiliki komitmen terhadap pembinaan olahraga di seluruh Kabupaten/Kota. Kami berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat baru dan tata kelola organisasi yang semakin baik,” ujarnya.

Jagrasunu juga mendorong insan olahraga Gianyar untuk membangun semangat kebersamaan, memperkuat kerja nyata dan meraih prestasi melalui sistem pelatihan yang berkelanjutan.

Dengan dilantiknya kepengurusan KONI Gianyar masa bakti 2026-2030, Pemerintah Daerah berharap pelatihan olahraga semakin terarah, kompetisi atlet semakin banyak, dan prestasi Gianyar dapat terus meningkat menuju Porprov Bali 2027. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sudah Berjalan 9 Tahun, Gubernur Koster: Masyarakat Bali Respons Sangat Positif Kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sampaikan Pergub Busana Adat Bali
SAMPAIKAN PERGUB: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali memberikan respons yang sangat positif terhadap kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang sudah berjalan 9 tahun. Hal ini terlihat dari semaraknya para pegawai pemerintah, hotel, restoran, bank, mall, para siswa, dan generasi muda, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang dengan bangga menggunakan Busana Adat Bali.

Antusiasme terlihat dari kegemaran masyarakat yang demikian semarak menggunakan Busana Adat Bali, tidak saja pada hari Kamis, Purnama, dan Tilem, tetapi juga tampak digunakan pada hari-hari lain.

“Titiang menyampaikan, bahwa penggunaan Busana Adat Bali merupakan bagian dari strategi untuk semakin memperkuat identitas, karakter, dan jati diri, serta rasa cinta masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai Nak Bali yang berbudaya,” ujar Gubernur Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. Pura yang sakral dan bersejarah ini sebagai titik awal peradaban Bali Kuno.

Gubernur Koster lanjut mengungkapkan ternyata, penggunaan Busana Adat Bali berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri busana adat, meliputi: penenun, penjahit, desain busana adat Bali untuk kegiatan adat dan kantor, peningkatan produksi busana adat Bali, UMKM, Butik, dan mata rantai lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Masyarakat Bali.

Sebagai Gubernur Bali, pada Periode 2018-2023 pihaknya telah memberlakukan kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, mulai berlaku tanggal 26 September 2018, diluncurkan tanggal 11 Oktober 2018. Tepat pada hari ini, hari suci yang penuh anugerah ini, angayubagia kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali telah berjalan selama 9 tahun.

Baca Juga  Kalahkan Dinas PUPRKIM, Disdikpora Bali Juara Kompetisi Mini Soccer Kerthi Bali IV

Dalam Peraturan Gubernur diatur Penggunaan Busana Adat Bali, pada setiap Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi pada tanggal 14 Agustus.

Penggunaan Busana Adat Bali dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa Busana Adat Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dilestarikan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya nasional.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Hari Penggunaan Busana Adat Bali bertujuan untuk: menjaga dan memelihara kelestarian Busana Adat Bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pekerti; menyelaraskan fungsi Busana Adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan Kebudayaan Bali dan Indonesia; mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional; dan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri busana lokal Bali.

Penggunaan Busana Adat Bali berlaku di lingkungan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Swasta. Diatur bahwa, bagi masyarakat adat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi dapat menggunakan Busana Adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota/Kabupaten, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hotel, restoran, mall, pelaku usaha lainnya, serta seluruh komponen Masyarakat Bali yang telah dengan tertib dan disiplin menggunakan busana adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018,” ucapnya.

Atas restu Ida Bhatara yang berlinggastana di Pura Puncak Duwur Sari ini, Koster mengimbau kepada semua pihak, terutama yang belum menggunakan busana adat Bali, hendaknya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab mematuhi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.

Koster menegaskan, bahwa kepatuhan dalam menggunakan busana adat Bali merupakan bentuk nyata tanggung jawab Kita bersama sebagai Masyarakat Bali dalam memuliakan Bali, melestarikan budaya Bali, menjaga masa depan Bali untuk generasi penerus.

Baca Juga  Bupati Gianyar Pimpin Rapat Persiapan Pengamanan “Pengerupukan”, Takbiran, dan Nyepi

“Kalau bukan kita masyarakat Bali, siapa lagi yang harus bertanggungjawab atas keberlanjutan masa depan Bali. Busana Adat Bali adalah Kita, Nak Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Hadiri Festival Kelurahan Kapal
HADIRI FESTIVAL: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menghadiri langsung rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 yang dimeriahkan berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 kembali dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung meninjau sekaligus menyerahkan dukungan nyata pada pelaksanaan Lomba Penjor Mini, Lomba Cane antar-Sekaa Teruna, serta Lomba Ngulat Tipat tingkat SD/SMP se-Kelurahan Kapal.

Acara yang terintegrasi dengan Tradisi Siat Tipat Tabuh Rah, Aci Pengangon, dan Jong Fest ini bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga eksistensi kearifan lokal di kalangan generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, prajuru, serta adik-adik yowana yang turut menyukseskan rangkaian Jong Festival sekaligus Tabuh Rah Aci Pengangon dan Ngulat Tipat, yang merupakan tradisi luhur dari Desa Adat Kapal,” ungkap Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara Jero Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan dana yang diberikan pemerintah daerah demi kelancaran ruang kreatif edukatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana hibah dari Kabupaten Badung sebesar Rp 500 juta, serta tambahan dana pribadi dari Ibu Wakil Bupati sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung sebesar Rp 3 juta yang diserahkan untuk para pemenang lomba,” ujarnya.

Peninjauan lomba tradisional yang berlangsung kompetitif ini turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, serta jajaran prajuru adat se-Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kenalkan Fakultas Lewat Cabang Akademik, Olahraga dan Seni, BEM FTP Unud Selenggarakan D'East 2022
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Jong Festival 2026 di Kapal
BUKA JONG FEST: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 September 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan pemukulan Gentora, sekaligus penyerahan dana stimulus pemerintah sebesar Rp 30 juta kepada pihak panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal atas inisiasi festival yang dinilai sukses mengawinkan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Mengingat nama “Jong” memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan purana lokal, Bupati meminta agar festival ini dievaluasi secara matang agar bisa naik kelas menjadi agenda pariwisata tahunan. “Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, memaparkan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada. Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut dahulu bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara, sebelum akhirnya berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa. Melalui Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian dan menggali potensi lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Kapolres bersama Forkopimda Gianyar Pantau Pelaksanaan Pilkel Serentak 2026 di Sejumlah TPS

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca